Thalita ^^1
Loading...
 
posted on WOW Keren
737 views
Thalita ^^1

THALITA menanggalkan pakaiannya dan berjalan ke bawah shower. Tangannya meraba keran shower, dan membukanya hingga maksimal.


"Adooooowwwwww!!!" jerit Thalita sekuat tenaga begitu air shower mengguyur tubuhnya. Dingin kayak es! Ini pasti diimpor dari Kutub Utara! gerutunya dalam hati.
"Tha? Kamu kenapa?"

Thalita mendengar suara mamanya di balik pintu, tapi dia nggak sanggup menjawab karena masih menggigil kedinginan.
"Oh iyaaâ?¦ Mama lupa bilang water heater-nya lagi rusak, jadi terpaksa pagi ini kamu mandi air dingin ya! Lumayan, biar seger, kan?"
Walaupun dibatasi pintu, Thalita bisa membayangkan seulas senyum yang mengembang di bibir mamanya.
"Huh! Seger apanya? Bikin aku jadi es lilin sih iya!" Thalita mengomel panjang-pendek. Tangannya cepat-cepat menutup keran shower yang masih memuntahkan air dingin. Ia lalu meraih handuk, dan dengan cepat membungkus tubuhnya. Pilihan untuk meneruskan mandi jelas sama dengan cari mati.

Tapi bayangan bahwa ia harus nggak mandi di hari pertamanya jadi murid SMA membuat Thalita bergidik. Gimana kalau ia nanti bau kecut, dan teman-teman barunya bakal terus mengingatnya sebagai "Miss Bau Badan" sepanjang sisa masa SMA mereka? Tak usah deh ya!
Thalita lalu menguatkan nyali untuk berada kembali di bawah air shower yang dingin itu. Ternyata setelah beberapa saat, tubuhnya terbiasa juga dengan suhu air dari shower yang dingin itu. Ternyata setelah beberapa saat, tubuhnya terbiasa dengan suhu air dari shower. Thalita bahkan berani memutuskan untuk keramas.

Sambil membusakan sampo di rambutnya, Thalita merenung. Ini hari pertamanya jadi murid SMA, tapi ia sama sekali tak bersemangat. Ia malas, dan itu nggak ada hubungannya dengan fakta bahwa ia harus bangun pagi lagi setelah sebulan lebih bisa molor sampai siang karena sedang liburan. Ia teringat kejadian tiga minggu laluâ?¦

* * *
Andra baru saja mematikan mesin motornya di depan rumah Thalita, saat terdengar suara menggelegar mengagetkan mereka berdua.
"Thalita! Masuk!"

Papa muncul di pagar dengan berkacak pinggang, ia menatap Thalita geram. Dan tatapannya pada Andraâ?¦ Thalita sampai mengkeret melihatnya! Mungkin kalau Papa punya kemampuan seperti Sylar di serial Heroes, yaitu bisa menggerakkan benda dengan hanya menatapnya, Andra pasti bukan hanya sudah melayang-layang di udara sekarang, tapi pasti juga sudah dilemparkan ke seberang jalan sana!
"Paâ?¦," Thalita berusaha membujuk papanya. Hari sudah malam, dan ia nggak ingin para tetangga berhamburan keluar dari rumah masing-masing karena mendengar ada ribut-ribut.
"Papa bilang masuk ke dalam rumah! Sekarang!" kali ini Papa mendesis berbahaya.
Thalita nggak berkutik, mau nggak mau ia menuruti perintah Papa. Saat ia baru mencapai pintu depan, ia mendengar Papa menghardik Andra.
"Kamu! Saya sudah peringatkan kamu, jangan dekati anak saya lagi! Pergi kamu!"
Tidak terdengar suara Andra membantah, hanya terdengar deru motornya yang menjauh pergi. Thalita merasa hatinya perih.

Papa berjalan mendekati Thalita, dan setengah menyeret tangan anak gadisnya itu untuk masuk ke rumah.
"Duduk!" perintah Papa saat mereka sampai di ruang tamu.
Thalita menurut, ia duduk di salah satu sofa di ruang tamu itu, dan menghela napas dalam-dalam.
"Papa nggak tahu harus bilang apa lagi supaya kamu menuruti kata-kata Papa."
Thalita diam.
"Anak itu berbahaya, Tha! Kenapa kamu masih mau dekat-dekat dia?"
"Namanya Andra, Pa," kata Thalita pahit.
"Andra kek, Andro kek, Andri kek, Papa nggak peduli! Papa cuma mau kamu nggak dekat-dekat dia lagi! Kamu kan tahu, dia itu pengguna narkoba!"

Thalita sudah mendengar kalimat itu berkali-kali keluar dari mulut Papa, tapi setiap kali mendengarnya tetap saja ia merasa pedih.
Ya, Andra memang pemakai narkoba, Thalita tahu itu. Sudah hampir setahun Andra terjerumus dalam dunia narkotika, dan itu hanya beberapa bulan setelah mereka mulai pacaran. Tapi, biarpun berita tentang Andra pemakai narkoba entah bagaimana caranya berhasil mencapai telinga Papa, dan berakibat keluarnya larangan bagi Thalita untuk pacaran dengan cowok itu, Thalita jalan terus sama Andra. Ada banyak sifat dan sikap cowok itu yang membuatnya jatuh hati. Andra perhatian, pengertian, romantisâ?¦ kekurangannya hanya satu, ia tak bisa menjauhkan dirinya dari narkoba. Dan Thalita tahu, Andra jadi seperti itu karena dia tak bisa menerima kenyataan ortunya telah bercerai. Narkoba hanya pelariannya.

Thalita bukannya nggak pernah berusaha melepaskan Andra dari dunia hitam itu. Dia sudah berusaha sebisanya, dengan berbagai cara. Mulai dari membujuk Andra baik-baik, memohon
padanya, bahkan beberapa kali mengancam bakal minta putus kalau Andra tetap memakai narkoba, tapi semuanya selalu berakhir dengan situasi yang sama: Andra minta maaf dan berjanji nggak akan jadi junkies lagi, tapi ujung-ujungnya selalu ingkar. Semua proses memohon-minta maaf-janji-pengingkaran itu berulang terus seperti lingkaran setan, dan Thalita masih nggak bisa lepas dari Andra. Dia terlalu sayang sama cowok itu, dan dia takutâ?¦ jangan-jangan jika dia meninggalkan Andra, cowok itu bakal semakin terpuruk. Sudah broken home, junkies, pacarnya malah meninggalkan dia pula. Thalita nggak mau kayak gitu. Dia mau jadi orang yang membantu Andra keluar dari dunia gelapnya.
Tapi gimana caranya, Thalita nggak tahu.

"Tha, ayolahâ?¦ kamu tahu Papa ngomong begini demi kebaikan kamu juga. Papa nggak mau nantinya kamu malah terseret pakai narkoba jugaâ?¦"
"Pa, aku janji aku nggak bakal seperti ituâ?¦"
"Sekarang kamu bisa janji, tapi nanti?" Papa menghela napas dalam-dalam, dan mengembuskannya dengan putus asa. "Lingkungan pergaulan seseorang sangat memengaruhi bagaimana pribadi orang tersebut dibentuk, Tha. Kalau kamu bergaul sama pencuri, kamu akan jadi pencuri. Kamu bergaul dengan orang-orang pintar dan sukses, kamu akan terpacu jadi pintar dan sukses juga. Kamu bergaul, apalagi pacaran, dengan junkies, nantinya kamu akan terseret jugaâ?¦"

Thalita menunduk. Dalam hati ia membenarkan kata-kata Papa. Semuanya. Tapi Papa nggak berada di posisinya, kan? Papa nggak menyayangi Andra, kan? Papa nggak mengenal cowok itu, dan nggak tahu bahwa Andra sebenarnya hancur lebur di dalam, dan akan jadi lebih hancur lagi jika Thalita tinggalkan.
"Baiklah, kamu sendiri yang memaksa Papa melakukan ini. Kamu nggak boleh masuk SMA yang sama dengan anak itu."
Mulut Thalita menganga lebar, nggak percaya pada apa yang didengarnya.
"Nggak boleh satu sekolah sama Andra? Maksudnyaâ?¦ Papa nggak ngizinin aku masuk ke SMA Harapan?" tanya Thalita tergagap.

SMA Harapan adalah sekolah tempat Thalita dan Andra mendaftar bersama setelah mereka dinyatakan lulus SMP. Mereka sudah sepakat untuk tetap satu sekolah, dan masing-masing bahkan sudah melunasi uang pendaftaran, tapi sekarang tiba-tiba saja Papa bilang Thalita nggak boleh masuk sekolah itu?
"Ya!" seru Papa. "Kamu akan Papa daftarkan di SMA lain. Dan kali ini Papa sungguh-sungguh! Kalau kamu masih tetap menemui anak itu, Papa akan kirim kamu sekolah ke luar negeri!"
Thalita melotot ngeri. "Tapi, Paâ?¦ aku kan sudah bayar semua uang pendaftarannyaâ?¦ sudah beli seragamnyaâ?¦ buku-bukunyaâ?¦"
Papa menyipitkan matanya menatap Thalita, dan Thalita tahu, itu isyarat baginya untuk diam. Pembelaannya memang terlalu lemah.
"Pa, Papa nggak bisa kayak giniâ?¦ Akuâ?¦ aku nggak bisa kayak gini. Aku nggak bisa gitu aja ninggalin Andra, Pa. Aku harus bantu dia untuk lepas dari narkobaâ?¦"
"Kenapa itu harus jadi tanggung jawab kamu? Andra bukan anak kecil lagi, dan dia punya keluarga!"
Thalita merasakan matanya memanas, dan tiba-tiba saja air mata sudah mengalir di pipinya. "Nggak, Andra nggak bisa, Paâ?¦ Papa tahu, dia jadi pemakai karena apa? Karena orangtuanya cerai! Dia nggak bisa menerima itu, dan akhirnya jatuh pada narkoba. Gimana kalau aku ninggalin dia juga, Pa? Aku takut Andra nanti bakal makin rusakâ?¦"
Papa terdiam selama beberapa saat, dan Thalita mulai berani berharap bahwa setelah mendengar kata-katanya tadi Papa akan melunak. Selama ini Thalita menyimpan cerita mengapa Andra sampai jatuh ke dunia narkoba itu untuk dirinya sendiri. Baru kali ini ia menceritakannya pada Papa, dengan harapan Papa mengerti alasannya untuk tetap bersama Andra.
"Itu tetap bukan urusan kamu. Papa bukannya mau jadi orang jahat, tapi kamu anak Papa. Apa kamu kira Papa bakal tega seandainya kamu jatuh juga ke dunia yang sama? Narkoba itu luar biasa bahayanya. Kamu bisa terkena AIDS karena memakai jarum suntik bergiliran, bisa ketergantunganâ?¦ masa depan kamu akan rusak, dan kamu... kamu bisa saja mati karena narkoba, Tha. Papa nggak bisa membiarkan kamu mengalami semua ituâ?¦"
Kali ini Thalita nggak menangkap nada geram dan murka dalam suara Papa. Ia justru dapat merasakan kasih sayang dan kekhawatiran dalam setiap kata yang diucapkan Papa tadi. Papa benar, tapi bagaimana ia bisa meninggalkan Andra?
"Papa mohon, kali ini kamu nurut, ya? Sekali ini saja. Kalau kamu nggak mau melakukannya untuk Papa, lakukanlah untuk dirimu sendiri. Ingat masa depanmu, Thaâ?¦"
Thalita nggak bisa berkata apa-apa lagi.

* * *
yeee ,,,
aku bawa cerita baru lagii nih,,
happy reading ya guys ..

Trending Now
10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

Walaupun saat ini minimarket sudah sangat menjamur di Indonesia, tapi itu tidak membuat para pengusaha warung untuk menutup usahanya. Apalag
1,029 views 0 shares
20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa ANGLE Adalah Segalanya

20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa "ANGLE" Adalah Segalanya

"Angel" atau yang biasa disebut sudut pandang dalam fotografi dapat membuat foto menjadi lebih menarik dan dapat dijadikan kreasi seni. Ange
295,805 views 9,087 shares
10 Meme Larangan yang Cuma Ada di Indonesia. Lucu tapi Ngeselin!

10 Meme 'Larangan yang Cuma Ada di Indonesia'. Lucu tapi Ngeselin!

Perlu diingat, jika suatu larangan dibuat memang untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar.di Indonesia sendiri banyak sekali himbauan atau lara
790 views 0 shares
28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

Pulskers, saat ini ada cara foto yang lagi ngetrend nih, namanya foto remake. foto ini menampilkan foto masa kecil kamu yang kamu ambil lagi
301,269 views 3,828 shares
Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Profesi Dokter Sunat biasanya di lakukan oleh seorang Laki-laki. Seorang Wanita Cantik yang berasal dari Filipina ini mendadak jadi perbinca
305,939 views 16,691 shares
Kumpulan Meme Kocak Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang

Kumpulan Meme Kocak "Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang"

Perubahan jaman sangat berpengaruh pada kehidupan kita, mulai dari teknologi yang terus berkembang, tren dan fashion bahkan sampai kebiasaan
309,631 views 11,787 shares
10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

Stereotype seorang wanita, mereka harus pintar merawat diri seperti menjaga bentuk tubuh dan kecantikan wajah. Bukan hanya dengan polesan ma
1,068 views 0 shares
8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

Jika diperhatikan belakangan ini baik di media TV atau Internet terutama instagram banyak cowok yang berfoto selfie dengan Kucingnya, di Lua
52,868 views 2,456 shares
10 Meme Tentang Bawa Pacar ke Rumah yang Bikin Tersenyum Kecut

10 Meme Tentang 'Bawa Pacar ke Rumah' yang Bikin Tersenyum Kecut

Memiliki pasangan tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Apalagi bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih serius, pasti ada kom
4,452 views 0 shares