Thalita ^^2
Loading...
 
posted on WOW Keren
601 views
Thalita ^^2

Itulah yang terjadi tiga minggu lalu. Dan hanya sehari berselang setelah pembicaraannya dengan Papa, Thalita minta putus dari Andra.

Andra marah banget waktu itu, tapi meski sulit, Tahlia meneguhkan hati. Ini demi masa depannya. Ia tidak bertanggung jawab atas masa depan Andra. Kalau Andra sendiri nggak peduli lagi dengan masa depannya, dan tetap memilih untuk jadi junkies, apa lagi yang harus Thalita perjuangkan?

Ada hari-hari sulit yang harus dilalui Thalita setelah putus dari Andra, dan ternyata masa recovery-nya nggak berjalan segampang yang ia kira. Susah banget menahan jari-jarinya untuk nggak mengetik SMS untuk Andra. Sukar mengendalikan otaknya untuk nggak memikirkan Andra. Tapi Thalita tahu, ia harus berusaha. Ia hanya bakal mau pacaran lagi sama Andra kalau cowok itu sudah "bersih", itu yang dikatakannya pada
Andra saat minta putus. Setelah itu, Thalita terus-menerus berdoa dan berharap dirinya cukup berharga untuk membuat Andra meninggalkan obat-obatan berbahaya itu. Tapi sampai saat ini pun, kelihatannya Andra nggak berusaha untuk melakukan itu. Cowok itu lebih menyayangi narkotika daripada Thalitaâ?¦
"Tha? Thalitaaaa?"

Thalita yang sedang membilas busa samponya terlonjak mendengar Mama memanggilnya dari balik pintu kamar mandi. Tangannya bergerak memutar kenop shower, mematikan pancuran airnya agar ia bisa lebih jelas mendengar suara Mama.
"Ya, Ma?"
"Kamu kok mandinya lama banget sih? Ayo cepetan, ini udah mau jam enam! Kamu belum sarapan dan siap-siap, lagi. Nnanti kamu telat!"
"Iya, Ma. Sebentar."
Thalita menyelesaikan acara mandinya, dan bergegas keluar dari kamar mandi. Saat sudah berpakaian dan menatap dirinya di depan cermin, Thalita kembali tak bersemangat.

Hari ini adalah hari di saat ia benar-benar akan memulai lembaran baru tanpa Andra. Ia akan jadi murid baru di SMA Persada Bangsa, sekolah yang berbeda dengan sekolah yang dimasuki Andraâ?¦

* * *

Thalita memandangi papan nama sekolah barunya, SMA Persada Bangsa. Sebenarnya sekolah itu sekolah yang bagus, tapi Thalita benar-benar nggak berselera untuk memulai hari pertamanya di sana.
Dengan perasaan enggan luar biasa, Thalita turun dari mobil. Dia berjalan melintasi lapangan parkir yang masih sepi karena jam masih menunjukkan pukul 06.20. Tapi langkahnya terhenti di tengah lapangan karena sebuah motor yang melaju kencang entah dari mana tiba-tiba nyaris menabraknya. Thalita menahan napas melihat ban sepeda motor itu berhenti hanya beberapa senti dari kakinya.

Takut-takut, Thalita melirik pengendara motor itu. Dia nggak bisa melihat wajah si pengendara motor karena tertutup helm teropong, tapi yang jelas orang itu cowok, karena Thalita bisa melihat celana seragamnya.
Mendadak, pengendara motor itu membuka kaca helm teropongnya dan menatap Thalita tajam, hingga Thalita bisa melihat mata dan sebagian hidung cowok itu. Mata dan hidung yang asing, dan jelas Thalita nggak mengenalinya. Tapi, siapa pun yang ada di atas motor itu cuma menatap Thalita sesaat dan langsung memacu motornya lagi.
Thalita dongkol banget dicuekin begitu. Kayaknya dia lebih memilih dimaki-maki karena nyeberang sembarangan daripada dicuekin gitu deh! Kenapa hari pertama sekolah begini dia sudah ketemu orang yang menyebalkan sih?

* * *

"Stefira Tedjo?"
"Ada!"
"Steven Andreas Halim?"
"Ada, Pak!"
"Sugeng James McArthur?"
"HAHAHAHAHAâ?¦" Tawa keras langsung meledak di seluruh penjuru kelas Thalita.

Semua murid terbahak-bahak mendengar nama yang baru saja dipanggil oleh Pak Adam, wali kelas mereka yang baru.
"Hei, anak-anak, ayo diam semuanya! Masa nama orang ditertawakan? Tidak sopan itu! Ayo, Bapak ulangi lagi ya! Sugeng James McArthur, ada atau tidak?"
Dan melongolah seisi kelas ketika seorang cowok indo dengan badan tinggi tegap mengangkat tangan. Para cewek yang dari tadi kasak-kusuk sendiri waktu melihat cowok itu masuk kelas, sekarang bengong kayak orang habis ngelihat hantu. Si cowok, yang sedetik lalu jadi bahan tertawaan itu, sama sekali nggak bereaksi. Tampangnya cool, poni rambutnya yang shaggy jatuh menutupi sebelah matanya.
"Wah, Bapak manggilnya siapa nih?" tanya Pak Adam bingung. Rupanya guru satu itu sadar juga bahwa cowok sekeren itu bener-bener aneh menyandang nama Sugeng.
"Suka-suka Bapak deh. Tapi saya sih lebih suka dipanggil Sugeng. Ini kan Indonesia, Pak. Nggak usah deh pake nama yang kebarat-baratan. Saya mau pake nama yang dikasih eyang kakung saja aja. Gimana, Pak?" tawar cowok keren itu pada Pak Adam.

Seisi kelas kembali bengong. Cowok indo gitu kok logat Indonesia-nya lancar banget?! Ada sedikit medhok Jawa-nya, pula! Kalau orang hanya mendengar suaranya, pasti mereka nggak akan percaya kalau diberitahu pemilik suara itu tampangnya nggak Indonesia sama sekali.
Dan mungkin saking kagetnya juga, Pak Adam cuma manggut-manggut sambil nyengir kuda. Dia heran aja, di zaman Internet kayak gini, ternyata masih ada murid yang bangga sama namanya yang "agak ndeso".
"Ya sudah, Bapak lanjutkan. Tatyana Alita Wilson?"
Seorang cewek cantik berwajah mirip Rianti Cartwright mengangkat tangan, dan Thalita cuma bisa melongo memandangi cewek itu. Dia sama sekali nggak menyangka kelas barunya bakal dipenuhi cewek-cowok dengan tampang di atas rata-rata.
Duh, kebanting deh tampang gue, rutuknya dalam hati.
"Thalita Wina Sucipto?"
Thalita nggak bereaksi, dia masih bengong menatap Thalita.
"Thalita Wina Sucipto, ada atau tidak?"
Nita, teman sebangku Thalita, menyikut cewek itu keras-keras.
"Apa?" tanya Thalita keki.
"Lo dipanggil Pak Adam tuh!" jari Nita menuding ke depan kelas. Thalita langsung mengangkat tangannya, malu.
"Ehhâ?¦ saya, Pak."

Pak Adam mengangguk, lalu melanjutkan mengabsen murid kelas itu satu per satu.
Ya ampun, baru kali ini gue bengong ngeliatin sesama cewek! Ck, nggak bener nih, batin Thalita sambil geleng-geleng kepala.

* * *
"Tha, ke kantik yukâ?¦ Laper banget gue!" keluh Nita sambil mengusap-usap perutnya. Bel istirahat baru aja berdentang, tapi Nita udah siap dengan dompetnya di depan pintu kelas. Keliatannya dia bener-bener kelaperan dan nggak tahan ingin ke kantin.
Thalita mengangguk, lalu mengambil dompetnya dari dalam tas. Tapi begitu dia menoleh ke arah Nita lagi, dia benar-benar shock. Di sana, kira-kira lima langkah dari Nita, ada cowok entah dari mana datangnya yang tampangnya bener-bener menyilaukan mata! Menang jauh deh dari Sugeng, yang baru dua jam lalu Thalita tahu dari salah satu teman sekelasnya yang lain, adalah blasteran Jawa-Inggris. Cowok ini benar-benar ganteng, apalagi dengan hidung mancungnya itu.

"Sori, lo lihat Lita nggak?" tanyanya pada Thalita.
Emang dasar Thalita lagi bengong, dia nggak nyadar lagi diajak ngobrol.
"Haloooâ?¦ lo lihat Lita nggak?" cowok itu mengulang pertanyaannya.
Kali ini Thalita sadar, dan langsung gelagapan sendiri. "Ehhâ?¦ Lita siapa ya? Sori, soalnya gue murid baru di sini, jadi belum pada hafal nama anak-anak sekelasâ?¦"
"Lita, mmmâ?¦ Alita Wilsonâ?¦ Tatyana, maksud gue," jelas cowok itu.
Thalita langsung merasa seperti ban kempis. Memang pantas kalau cowok seganteng ini mencari Tatyana yang supercantik itu.
"Oh, Tatyana? Ngggâ?¦ nggak lihat tuh! Mungkin ke kantinâ?¦ Kenapa memangnya?"
"Oh. Nggak papa sih. Thanks." Cowok itu hampir keluar dari kelas, waktu dia berbalik dan tersenyum pada Thalita. "Lain kali kalo nyeberang lapangan parkir hati-hati, oke?"

Cowok itu berbalik lagi, dan kali ini langsung meninggalkan kelas. Thalita cuma bisa bengong begitu menyadari cowok itulah pengendara motor yang nyaris menabraknya tadi pagi! Thalita masih inget tatapannya!

Nita menghampiri Thalita dengan langkah lemas. "Aduh, Tha, busetttâ?¦ siapa sih tu cowok? Ganteng banget! Kayak malaikatâ?¦," katanya dalam desahan terpesona.
"Gue juga nggak tau, Nit." Thalita mengedikkan bahu. "Kita kan sama-sama murid pindahan di sini."
"Fiuuuhhâ?¦ nggak menyesal gue masuk sekolah ini!" kata Nita lagi, tapi kali ini dengan berapi-api. "Sayang, dia nggak sekelas sama kita yaâ?¦"
"Bukannya untung kalau dia nggak sekelas sama kita? Gue malah khawatir kalau ada makhluk seganteng itu di kelas ini, lo bakal nggak naik kelas gara-gara ngeliatin cowok itu terus dan nggak konsen sama pelajaran!"
Nita meringis. "Haha! Bener juga lo! Biar ganteng, tapi kalo sampai bikin gue nggak naik kelas kan parah juga."
"Makanya, itu namanya tenang tapi menghanyutkan. Heheheâ?¦"
Mereka berdua tertawa, lalu berjalan bersama menuju kantin.

* * *

Jam pelajaran berikutnya, Thalita sibuk mengorek keterangan dari Uwi, yang duduk di bangku depannya, tentang cowok yang nyaris menabraknya tadi pagi itu.
"Wiâ?¦ kenal apa nggak?"
Uwi, yang kelihatannya punya semua info dan gosip paling lengkap di sekolah ini, langsung menoleh.
"Tunggu, Tha, gue lagi mikir nih, soalnya di sekolah ini kan banyak yang ganteng! Coba lo kasih ciri-ciri lebih spesifik deh. Atau mungkinâ?¦ gue nggak kenal karena dia dulunya bukan anak SMP siniâ?¦"
SMA Persada Bangsa memang salah satu sekolah yang lengkap dari SD sampai SMA. Kebetulan Uwi dulu SMP-nya di sekolah ini juga, makanya Thalita berusaha mengorek info dari dia.
"Masa sih? Tapi dia nyari Tatyana lhoâ?¦ Tatyana kan dulu anak SMP sini, masa sih dia murid baru tapi udah kenal Tatyana?"
"Wajar lahâ?¦ Tatyana kan ngetop se-DKI dari ujung ke ujung! Mungkin aja cowok itu salah satu fansnya, yang bela-belain masuk ke SMA ini cuma karena mau pedekate sama Tatyana."

Thalita manyun, tapi dia terus merengek pada Uwi supaya bisa dapat info tentang cowok ganteng yang membuatnya penasaran itu.
"Apaan sih?" Nita yang tadinya sibuk menyalin daftar kegiatan buat MOS besok dari papan tulis mulai ikutan nimbrung, padahal tadi dia adem-adem aja.
"Ah, gue tau! Pasti yang lo maksud Darren!" seru Uwi tiba-tiba.
"Darren? Darren siapa?" tanya Nita heran.
"Ituâ?¦ yang dilihat Thalita waktu istirahat tadi," bocor Uwi.

***

Trending Now
10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

Sangat wajar jika seseorang menyimpan barang yang ia punya dengan pengamanan ekstra agar terhindar dari pencurian. Nggak cuma mobil atau mot
52,035 views 171 shares
10 Postingan Medsos Emak-emak yang Nggak Ada Matinya

10 Postingan Medsos Emak-emak yang Nggak Ada Matinya

Siapa sih yang nggak tahu dengan kelakuan para emak-emak? bukankah truk dan bus yang menjadi raja jalanan, melainkan para magma yang pakai m
6,031 views 0 shares
10 Chat Lucu Pembeli Online Shop yang Bikin Gagal Paham

10 Chat Lucu Pembeli Online Shop yang Bikin Gagal Paham

Belanja online saat ini sudah menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi disaat pandemi seperti sekarang ini, orang-orang y
3,673 views 0 shares
10 Pengumuman di Warung yang Bikin Pembeli Tersenyum Kecut

10 Pengumuman di Warung yang Bikin Pembeli Tersenyum Kecut

Di perkampungan ataupun di pinggiran kota, masih banyak kita temui di toko atau warung kelontong yang menyediakan bahan pokok dan kebutuhan
2,968 views 0 shares
10 Chat Lucu Typo yang Bikin Mikir Kemana-mana

10 Chat Lucu Typo yang Bikin Mikir Kemana-mana

Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi, namun bukan kesalahan yang disengaja ya, melainkan kes
4,108 views 0 shares
10 Tulisan Orang Jualan yang Bikin Pembeli Mengernyitkan Dahi

10 Tulisan Orang Jualan yang Bikin Pembeli Mengernyitkan Dahi

Sudah menjadi hal yang lazim jika seorang pedagang membuat tulisan tentang apa yang mereka jual. Hal ini dilakukan agar para pembeli tahu da
4,324 views 0 shares
Ternyata Ada Ular yang Mati Karena Salah Makan Lho, Ngeri Ngeliatnya

Ternyata Ada Ular yang Mati Karena Salah Makan Lho, Ngeri Ngeliatnya

Tidak ada hewan yang memiliki tubuh yang begitu panjang dan kemampuan melata yang gesit, cepat, dan memiliki bisa yang sangat mematikan sela
439,979 views 11,656 shares
10 Hal Aneh yang Pernah Terjadi di Minimarket Indonesia

10 Hal Aneh yang Pernah Terjadi di Minimarket Indonesia

Di zaman yang sudah modern ini, minimarket selalu menjadi tujuan utama ketika kita ingin berbelanja secara cepat dan dekat dari tujuan. Di d
4,570 views 0 shares
Cewek Mungkin Memang Susah DImengerti Ya... Ini 24 Memenya, Yakin Bikin Kamu Ketawa

Cewek Mungkin Memang Susah DImengerti Ya... Ini 24 Memenya, Yakin Bikin Kamu Ketawa

Perlu ketelatenan dan kejelian membaca psikologi seseorang untuk benar-benar memahami cewek. Tentu saja, itu berlaku bagi kaum cowok kayakny
441,092 views 7,537 shares
10 Status Kurir Paket yang Isinya Bikin Kasihan

10 Status Kurir Paket yang Isinya Bikin Kasihan

Bagi sebagian orang online shop sudah menjadi hal yang lumrah. Apalagi bagi mereka yang tidak punya banyak waktu untuk berbelanja di luar ru
1,744 views 0 shares