Thalita ^^6
Loading...
 
posted on WOW Keren
671 views
Thalita ^^6

Kening Thalita berkerut. Papa nggak pernah cerita tentang ini sebelumnya.


"Waktu di panti rehab, anak itu demam tinggi. Awalnya para pengurus panti mengira itu demam biasa, tapi setelah darahnya diperiksa, baru diketahui bahwa anak itu menderita HIV positif. Dan HIV-nya sudah berkembang menjadi AIDSâ?¦ Setelah itu barulah anak itu mengaku, dia suka pakai jarum suntik bergantian dengan teman-teman sesama junkies-nya, dan dia juga menganut seks bebasâ?¦"
Thalita bergidik ngeri, sementara ia bisa mendengar Jennie di sebelahnya bersusah payah menelah ludah.

"Anak itu meninggal, hanya beberapa bulan setelahnya. Dan ia meninggal dengan sangat kesakitan. Papa ngeri sekali waktu melihat jenazahnya di rumah duka. Dia hanya tinggal tulang dan kulit. Bahkan saat tubuh itu sudah nggak memiliki jiwa sekalipun, wajahnya masih terlihat menderita. Papa nggak mau kamu sampai mengalami nasib seperti itu, Thaâ?¦ Papa nggak akan pernah sanggup melihat kamu dalam keadaan seperti ituâ?¦"

Thalita mengelus lengan Papa dengan lembut. Pantas Papa begitu keras melarangnya untuk berdekatan dengan Andra selama ini. Ternyata Papa pernah melihat sendiri bagaimana hancurnya orang yang terjerat narkoba, dan Papa hanya nggak mau Thalita sampai bernasib seperti ituâ?¦

* * *

"Lit, temen lo yang namanya Thalita itu lucu," kata Darren sambil lalu waktu dia dan Tatyana nonton TV bareng di ruang keluarga.
"Wahâ?¦ ada apa nih? Kok tiba-tiba lo care sama temen gue? Naksir?" goda Tatyana.
"Care apanya? Gue kan cuma bilang dia itu lucu! Kalau gue bilang Aming itu lucu, masa gue naksir Aming? Nggak, kan?" Darren langsung cerewet.
"Lho, biasanya kan lo paling cuek sama temen-temen gue, Ren. Ingat namanya aja nggak! Nah ini, nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba lo ngomentarin temen gue. Itu kan pasti ada apa-apanya!" Tatyana cekikikan.

"Nggak usah sotoy deh," gerutu Darren.
Tatyana menahan tawanya. "Tapi kan Thalita lucu, manis, imutâ?¦ Udah, kalo naksir sih ngaku aja!" Tatyana tersenyum penuh kemenangan. Sejak awal dia sudah tau Thalita jenis cewek yang bakal bisa membuat cowok secuek kakaknya ini pun bereaksi.
"Imut sih imut, tapi kalo udah ngomong bola, duhâ?¦ nggak ada imutnya sama sekali! Semangat banget. Jangan-jangan cita-citanya itu pengin jadi komentator bola."
"Nah, tambah bagus tuh! Berarti dia cocok kan sama lo? Daripada lo jomblo mulu, nanti bisa menggundang gosip lho!"
"Itu kan hasil kerjaan biang gosip kayak lo sama temen-temen lo itu!"
"Yeeeâ?¦ sori ya! Gue nggak segitu kurang topiknya sampai harus ngegosipin lo! Makanya, lo cari pacar dong!"
"Udah nggak usah bawel! Sendirinya juga jomblo, kok malah ngurusin orang lain?" kata Darren sambil berlalu ke kamarnya.
Tatyana cemberut.

***

Di kelas agama, lagi-lagi Thalita menatap Darren sembunyi-sembunyi. Bener, cowok itu memang ganteng. Dia juga orangnya enak diajak ngobrol (biarpun Thalita cuma pernah ngobrol sama Darren sekali!). Dan yang paling penting, kalau Thalita mau lebih dekat sama Darren, jalannya udah terbuka lebar, karena dia dapat support 100% dari Tatyana.

Yang jadi masalah sekarang cuma perasaan Thalita. Dia masih suka kepikiran Andra, apalagi setelah cowok itu nekat datang ke rumahnya kemarin. Dan seganteng apa pun Darren, entah kenapa belum ada deg-degan yang menyerbu hati Thalita kalau kebetulan dia menatap cowok itu. Hanya ada salting-salting nggak penting.

Thalita jadi merasa bersalah karena ingat janjinya pada Tatyana. Dia sendiri bingung, kenapa dulu bisa-bisanya janji sama Tatyana untuk berusaha mendekati Darren. Rasanya waktu itu dia asal janji aja, nggak memikirkan konsekuensi dari janjinya. Ini kan masalah hati. Nggak gampang untuk suka sama seseorang begitu aja. Dan mungkin waktu itu juga dia kebawa suasana karena mendengar cerita tentang Darren dikecewakan cewek yang disukainya setengah mati.
Lamunan Thalita buyar karena lengannya disikut Nita.

"Lagi ngapain sih?" tanya Nita pengin tau.
"Ah, nggak ngapa-ngapain kok. Gue cuma ngantukâ?¦" Thalita sok mengucek matanya dan menguap. Dia memang nggak niat untuk curhat dulu sama Nita, takut Nita nantinya kelepasan cerita sama anak-anak lain soal Thalita yang diminta Tatyana untuk ngedeketin kakaknya itu. Coba bayangin, gimana kalau Darren sampai tahu? Pasti dia bakal marah! Kan kesannya dia "nggak laku" banget!
"Eh, keliatannya Pak Lukas mau bagi kelompok tugas deh," kata Nita lagi.
"Tugas apa?"
"Nggak tau. Dengerin aja, ntar juga kan dikasih tau."

Thalita langsung memperhatikan Pak Lukas yang berdiri di depan kelas.
"Anak-anak, kalian masing-masing akan Bapak bagi dalam kelompok. Masing-masing kelompok akan membuat makalah dengan temaâ?¦," Pak Lukas menulis di papan tulis, "Miskin: Dosa atau Tidak di Mata Tuhan?. Nanti juga akan ada presentasi untuk setiap kelompok. Satu kelompok terdiri atas dua orang, jadi kita akan punya tujuh kelompok."
"Nit, kita sekelompok yuk?" tawar Thalita.
Nita mengangguk riang.
"Nah, Bapak yang akan membagi kelompoknya," kata Pak Lukas.

Thalita langsung lemas. Kalau Pak Lukas yang membagi kelompoknya, ada kemungkinan dia nggak bisa sekelompok sama Nita dong? Yah, nggak apalah, masih ada kemungkinan bisa sekelompok sama Tatyana atau Verina.
"Oke, kelompok pertamaâ?¦ Andika dengan Verina."
Verina langsung cengengesan, senang karena bisa sekelompok sama cowoknya sendiri. Thalita menduga kedua orang itu bakal banyakan mojok dan pacaran dibanding mengerjakan tugas.
"Ronny dengan Freddy." Dua cowok anak X-6 yang nggak Thalita kenal baik.
"Tatyana denganâ?¦" para cowok yang belum dapat pasangan, kecuali Darren, langsung memasang telinga mereka baik-baik, "â?¦Sugeng."

Para cowok itu langsung merosot lemas di bangku mereka masing-masing. Harapan mereka pupus hanya setelah beberapa detik mekar. Kalau Tatyana sekelompok sama Sugeng yang tampangnya di atas rata-rata itu, mereka jelas nggak punya kesempatan untuk deket-deket sama Tatyana!
"Farrel dengan Nita."

Nita kontan melotot. Dia sama sekali nggak menyangka bakal dipasangkan dengan Farrell, cowok dingin bak freezer kulkas dari kelas X-6 itu.
"Sioe Liong dengan Alvin."
"Ya, Pak," jawab dua orang itu serempak.
"Rudy, kamu sama Gio."
Rudy langsung merengut, dan itu sangat bisa dimaklumi. Gio adalah jenis cowok yang mmmâ?¦ berada di "persimpangan". Di kartu pelajarnya jelas-jelas tertulis dia itu cowok, tapi tingkah lakunya lebih feminin daripada cewek asli! Cowok-cowok lain yang mendengar Rudy harus sekelompok sama Gio langsung ngakak. Gio-nya sendiri malah mengedip-ngedip genit. Rudy langsung pasang tampang seolah dia lebih baik disuruh ngepel dan menyikat seluruh WC sekolah daripada sekelompok dengan Gio.

"Berarti, Thalitaâ?¦"
Thalita memandang ke sekeliling kelas agamanya, berusaha mencari tau dengan siapa dia bakal sekelompok. Kalau ini kelompok terakhir, berarti cuma satu orang selain dia yang belum dapat kelompok juga, dan pastinya bakal jadi partnernya.
"Dengan Darren, ya?"

Thalita mengerjap dua kali, tepat saat tatapannya berhenti di Darren, yang menoleh ke arahnya dan nyengir. Diaâ?¦ bakal sekelompok sama cowok itu? Entah kenapa, tapi sepertinya Dewi Fortuna sangat merestui rencana Tatyana.

* * *

Malamnya, Thalita menelepon Jennie. Biasa, untuk lapor kejadian hari ini.
"Jadi lo sekelompok sama dia?" tanya Jennie setelah Thalita selesai "wajib lapor". "Gila, kebetulan banget!"
"Iya, Jen, gue sendiri juga bingung kok bisa-bisanya dari banyak murid di kelas agama itu, gue sekelompok sama Darren," kata Thalita.
"Ya itu namanya jodoh lah. Hihihiâ?¦" Jennie cekikikan.
"Jen! Apaan sih?" Thalita sewot. Kenapa sih Jennie ini nggak pernah berhenti menggodanya? Dia kan nggak naksir Darren!

Thalita memang sudah cerita pada Jennie semua rencana Tatyana, juga perkembangan yang terjadi setiap hari. Maklum aja, Thalita kan udah memutuskan untuk tutup mulut sama Nita, tapi dia masih butuh teman curhat, dan siapa lagi yang bisa jadi temen curhatnya kalau bukan Jennie?
"Tha, gue mau pakai telepon!" kata Acha yang mendadak nongol di pintu kamar Thalita dengan gaya bossy.
"Pakai telepon yang di ruang tamu, kenapa?" tanya Thalita jengkel. "Gue kan lagi telepon Jennie!"
"Ogah! Telepon yang di ruang tamu kan bukan wireless! Gue mau pakai yang wireless!"
"Lo ganggu banget sih?" Thalita mendelik. "Emang mau telepon siapa? Pasti Dina, kan? Mau ngegosip, kan? Telepon itu mahal, nggak boleh dipake ngegosip, tau!" omel Thalita.
"Nah, lo juga telepon Jennie buat ngegosip, kan?" balas Acha nggak mau kalah. Thalita langsung menggeram jengkel. Adiknya yang satu ini memang magnet pertengkaran! Kalau udah ada di dekat Acha yang supernyolot, Thalita bawaannya pengin marah terus deh!
"Tunggu bentar!" kata Thalita sebal, lalu melanjutkan bicara di telepon. "Jen, ntar gue telepon lagi deh ya. Ini ada anak tengil gangguin mulu, bisa nggak asyik kita ngobrolnya! Padahal gue masih mau gosipin Darrenâ?¦"

Jennie tertawa. "Nggak papa, gosipnya bisa lanjut ntar kok. Dadahâ?¦"
Thalita memutuskan sambungan teleponnya, lalu menyerahkan wireless ke Acha dengan tampang kusut.
"Thank you," kata Acha penuh kemenangan. "Oh ya, Darren siapa sih? Gebetan baru lo?"
"Cerewet!" gerutu Thalita.
"Pasti orangnya pendek, gemuk, jorok, kacamataan, ketombean, terusâ?¦" Acha cengengesan sendiri.
"Bawel! Keluar sana!" bentak Thalita lagi. Setelah Acha keluar, dia menghela napas dalam-dalam.
Grrr!!! Dosa apa gue sampai bisa punya adik nggak ketulungan bawelnya gitu? batin Thalita kesal.

* * *

Trending Now
10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

Sangat wajar jika seseorang menyimpan barang yang ia punya dengan pengamanan ekstra agar terhindar dari pencurian. Nggak cuma mobil atau mot
51,952 views 171 shares
10 Postingan Medsos Emak-emak yang Nggak Ada Matinya

10 Postingan Medsos Emak-emak yang Nggak Ada Matinya

Siapa sih yang nggak tahu dengan kelakuan para emak-emak? bukankah truk dan bus yang menjadi raja jalanan, melainkan para magma yang pakai m
6,004 views 0 shares
10 Chat Lucu Pembeli Online Shop yang Bikin Gagal Paham

10 Chat Lucu Pembeli Online Shop yang Bikin Gagal Paham

Belanja online saat ini sudah menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi disaat pandemi seperti sekarang ini, orang-orang y
3,641 views 0 shares
10 Pengumuman di Warung yang Bikin Pembeli Tersenyum Kecut

10 Pengumuman di Warung yang Bikin Pembeli Tersenyum Kecut

Di perkampungan ataupun di pinggiran kota, masih banyak kita temui di toko atau warung kelontong yang menyediakan bahan pokok dan kebutuhan
2,889 views 0 shares
10 Chat Lucu Typo yang Bikin Mikir Kemana-mana

10 Chat Lucu Typo yang Bikin Mikir Kemana-mana

Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi, namun bukan kesalahan yang disengaja ya, melainkan kes
4,071 views 0 shares
10 Tulisan Orang Jualan yang Bikin Pembeli Mengernyitkan Dahi

10 Tulisan Orang Jualan yang Bikin Pembeli Mengernyitkan Dahi

Sudah menjadi hal yang lazim jika seorang pedagang membuat tulisan tentang apa yang mereka jual. Hal ini dilakukan agar para pembeli tahu da
3,846 views 0 shares
Ternyata Ada Ular yang Mati Karena Salah Makan Lho, Ngeri Ngeliatnya

Ternyata Ada Ular yang Mati Karena Salah Makan Lho, Ngeri Ngeliatnya

Tidak ada hewan yang memiliki tubuh yang begitu panjang dan kemampuan melata yang gesit, cepat, dan memiliki bisa yang sangat mematikan sela
439,949 views 11,656 shares
10 Hal Aneh yang Pernah Terjadi di Minimarket Indonesia

10 Hal Aneh yang Pernah Terjadi di Minimarket Indonesia

Di zaman yang sudah modern ini, minimarket selalu menjadi tujuan utama ketika kita ingin berbelanja secara cepat dan dekat dari tujuan. Di d
4,541 views 0 shares
Cewek Mungkin Memang Susah DImengerti Ya... Ini 24 Memenya, Yakin Bikin Kamu Ketawa

Cewek Mungkin Memang Susah DImengerti Ya... Ini 24 Memenya, Yakin Bikin Kamu Ketawa

Perlu ketelatenan dan kejelian membaca psikologi seseorang untuk benar-benar memahami cewek. Tentu saja, itu berlaku bagi kaum cowok kayakny
441,068 views 7,537 shares
10 Status Kurir Paket yang Isinya Bikin Kasihan

10 Status Kurir Paket yang Isinya Bikin Kasihan

Bagi sebagian orang online shop sudah menjadi hal yang lumrah. Apalagi bagi mereka yang tidak punya banyak waktu untuk berbelanja di luar ru
1,718 views 0 shares