Thalita ^^7
Loading...
 
posted on WOW Keren
557 views
Thalita ^^7

* * *

"Hai!" Darren duduk di kursi yang berada persis di sebelah Thalita, bikin cewek itu terkaget-kaget. "Jadi, kita sekelompok nih?"
"Ehâ?¦ iya."
"Gue harus ngerjain apa aja?"
"Heh?" Thalita mengernyit.


"Itu lhoâ?¦ buat tugas kelompok itu, gue harus ngerjain apa aja?"
"Ohâ?¦" Thalita manggut-manggut, lalu mengeluarkan notes kecil dari dalam tasnya, dan merobek selembar kertas yang sudah penuh tulisan untuk Darren. "Ini, gue udah bikin daftar bahan makalah yang harus lo cari di Internet. Ntar kalo udah dapet, kasih ke gue aja, biar gue yang nyusun makalahnya."

Darren mengambil kertas itu, lalu menelitinya sebentar.
"Oke, kayaknya udah lumayan lengkap nih," katanya setelah selesai membaca apa saja yang ditulis Thalita di kertas itu. "Kapan paling telat gue harus ngasih semua bahan ini ke elo?"
"Deadline-nya Senin dua minggu lagi. Jadi paling nggak Jumat ini gue harus udah punya bahannya, biar gue bisa baca-baca dan hari Senin-nya Pak Lukas bisa ngecek draft makalah kita."
"Wah? Jumat? Jumat ini gue nggak masukâ?¦"
"Lho? Kenapa?" tanya Thalita bingung. Mana ada sih orang yang sudah merencanakan bakal nggak masuk hari apa? Kecuali Darren emang sengaja mau bolos, mungkin.
"Jumat ini gue ada pertandingan persahabatan sama SMA Pancasila, dan pertandingannya itu pagi, jadi gue nggak masuk sekolah."
"Ehâ?¦ iya ya? Terus gimana dong?" Thalita jadi bingung sendiri. Dia lupa Darren itu kiper tim sepak bola sekolah, dan Jumat ini tim mereka ada pertandingan persahabatan.

Saat itu hari Selasa, dan Thalita nggak enak kalau minta Darren menyerahkan bahan makalah maju satu hari ke hari Kamis. Menjelang pertandingan gini pasti jadwal
latihan Darren padat banget, dan sepulang latihan cowok itu pasti dalam kondisi energi terkuras. Kalau Sabtu-Minggu sekolah mereka libur, jadi nggak mungkin ketemu juga. Padahal Pak Lukas udah bilang hari Senin depan beliau mau mengecek draft makalah dari kelompok yang sudah dibentuknya. Gimana Thalita bisa membuat draft-nya kalau Darren baru memberikan bahan hari Senin?

"Gini aja deh," kata Darren tiba-tiba. "Sabtu pagi gue ke rumah lo, gimana? Ntar gue bawain deh draft-nya. Nanti gue juga sekalian bawa laptop, jadi bisa bantu lo kerja juga."
Thalita melongo. Apa cowok ini barusan bilang dia mau ke rumah Thalita hari Sabtu?
"Wah, lo bengong lagi, ya?" tanya Darren geli. "Gue nggak tau udah berapa kali lo bengong tiap kali gue ajak ngomong."

Wajah Thalita langsung merona. Kenapa sih cowok di hadapannya itu nggak menyadari dialah yang salah karena punya potensi untuk membuat separuh cewek penghuni planet Bumi ini bengong setiap ngobrol sama dia?

"Mmhhâ?¦ gueâ?¦"
Darren manggut-manggut, padahal Thalita belum menyelesaikan kalimatnya.
"Ya, ya, gue tau gue ini lancang banget. Kita kan baru kenal, tapi gue udah asal ngomong aja mau ke rumah lo. Yahâ?¦ walaupun sebenernya tujuan gue adalah untuk ngerjain tugas, gue bisa ngerti kalau lo nggak sukaâ?¦"
"Aduuhhh, bukan gitu, Renâ?¦"

Thalita memutar otak, membayangkan kemungkinan-kemungkinan apa aja yang bakal terjadi kalau Darren sampai mampir ke rumahnya:
1. Acha, adiknya yang tengil itu, pasti nggak akan membiarkan Thalita dan Darren mengerjakan tugas dalam situasi aman dan tenteram. Thalita jamin, adiknya itu bakal tebar pesona sepanjang waktu di depan Darren. Gimana bisa ngerjain tugas kalau ada makhluk centil berseliweran di depanmu?
2. Tatyana bakal berpikir rencananya menjodohkan Darren dan Thalita sudah berhasil, padahal Thalita belum punya perasaan apa-apa pada cowok itu, selain perasaan bingung sendiri kenapa dia nggak bisa dengan mudah jatuh cinta pada cowok se-perfect Darren.

Di luar kedua alasan itu, Thalita juga agak hmmâ?¦ takut kalau Darren benar-benar mau ke rumahnya. Gimana kalau nanti dia akhirnya suka beneran sama cowok itu? Dia akan merasa sangat bersalah sama Andra kalau sampai itu terjadi. Dia kan sudah janji akan menerima Andra kembali jika cowok itu sudah "bersih", tapi bagaimana ketika Andra bersih, Thalita justru sudah jatuh hati pada Darren? Semua usaha Andra akan sia-siaâ?¦

Nggak, itu nggak boleh terjadi, pikir Thalita. Gue nggak mau mengecewakan Andra nantinyaâ?¦
Baru membayangkan kemungkinan-kemungkinan itu, Thalita sudah pusing. Ditambah lagi, dia melihat Tatyana di kejauhan, dan pikirannya semakin semrawut gara-gara ingat janji konyol yang dibuatnya dulu.

Tapi melihat Tatyana juga membuat Thalita ingat sesuatuâ?¦
"Eh, Ren, gini ajaâ?¦ kalo lo nggak masuk hari Jumat, flashdisk yang ada data-data makalah itu lo titipin aja ke Tatyana, gimana? Ntar biar dia yang ngasih ke gue di sekolah, jadi lo kan nggak perlu repot-repot ke rumah gueâ?¦"
Nah! pikir Thalita girang. Kenapa gue nggak kepikiran ide ini dari tadi sih? Tatyana sama Darren kan serumah. Kalau Darren nggak masuk hari Jumat, dia tinggal nitipin aja flashdisk-nya ke Tatyana yang bakal ketemu gue di sekolah! Dia nggak perlu ke rumah gue, horeeee!

Berlawanan dengan Thalita yang lega setengah mati karena menemukan alasan supaya Darren nggak perlu ke rumahnya, cowok itu malah mengernyit.
"Yah, terserah deh, kalau itu memang mau lo," katanya sambil mengedikkan bahu dan beranjak dari bangku yang didudukinya.
Thalita masih senyam-senyum sendiri, nggak merasa sudah melewatkan chance of a life time dengan membiarkan cowok seganteng Darren main ke rumahnya. Kesempatan yang, kalau diberikan pada seluruh cewek SMA Persada Bangsa lainnya, pasti nggak bakal disia-siakan begitu saja.

* * *

Tatyana manyun setelah Darren selesai menceritakan semua kejadian tadi siang. Dia sama sekali nggak ngerti kenapa Thalita justru terkesan "menjaga jarak". Padahal, abangnya yang cuek bebek justru udah tanpa sadar maju duluan! Memang sih, Darren kayaknya nyantai aja, tapi dia jelas kelihatan bingung karena tampaknya Thalita nggak pengin banget dia datang ke rumah cewek itu, walaupun tujuannya untuk mengerjakan tugas kelompok, bukannya ngapel atau ngajak kencan!

Gimana sih Thalita ini?! pikir Tatyana kesal. Ada kesempatan buat pedekate gini, tapi dia malah ngacir. Gue harus melakukan sesuatu biar Darren tetap ke rumah Thalita!
"Gue juga mau bolos aja ah hari Jumat!" seru Tatyana tiba-tiba.
Darren mendelik. "Maksud lo apa?"
"Ya biar lo tetap bisa ke rumah Thalita! Emangnya siapa yang bilang gue mau dititipin flashdisk? Maaf ya, tapi tas gue udah penuh. Nggak ada ruang tambahan yang bisa dipakai untuk memuat flashdisk lo!"
"Lo kenapa sih?" tanya Darren, semakin bingung. "Gue nggak ngerti kenapa lo jadiâ?¦ ngambek gini. Flashdisk gue itu beratnya satu ons pun nggak ada! Dan ukurannya cuma segini!" Darren menekuk jempol dan telunjuknya untuk menunjukkan ukuran flashdisk-nya, yang nggak lebih dari lima senti.

"Pokoknya gue nggak mau dititipin! Lagian, gue juga pengin bolos karena mau nonton lo tanding lawan SMA Pancasila. Emangnya nggak boleh?" Tatyana berdiri dan berkacak pinggang.
Ini anak kenapa sih? pikir Darren bingung. Jangan-jangan lagi PMS dia! Selalu deh, kalau dia lagi PMS, gue yang kena getahnya!
"See? Pokoknya lo harus tetep ke rumah Thalita! Danâ?¦ danâ?¦"

Tatyana berhenti sebentar untuk merancang kalimatnya. Dia nggak mau Darren curiga bahwa dia sebenarnya berniat mencomblangi kakaknya itu dengan Thalita. "Danâ?¦ masa lo cuma kebagian nyari bahan makalah aja sih, padahal Thalita yang ngerjain semuanya? Itu nggak adil, tau! Kalau gue jadi Thalita, gue sih nggak mau harus nyusun makalah, sementara ada cowok pemalas yang cuma kebagian tugas buka-buka website dan copy-paste di sana-sini!"
Alis Darren terangkat, saking bingungnya melihat Tatyana mengomel panjang-lebar.

"Ya ampun, Lit, Thalita sendiri yang bilang tugas gue tuh buat nyari bahan aja, soalnya dia yang bakal nyusun makalahnya. Kenapa malah lo yang sewot gini sih? Lagian, kalau Thalita yang nggak mau gue ke rumahnya, masa gue harus maksa?"

Tatyana nggak menjawab lagi. Dia malah meninggalkan Darren di ruang tamu, dan masuk ke kamarnya sambil menggerutu tentang sesuatu yang kedengarannya tentang dia-nggak-mau-tau-pokoknya-Darren-harus-ke-rumah-Thalita-hari-Sabtu.
Darren cuma bisa menghela napas. Tingkah adiknya hari ini benar-benar aneh, tapi cewek itu jelas bakal terus menjuteki Darren kalau permintaannya nggak dituruti.

* * *

Rabu pagi itu, Thalita kaget setengah mati karena melihat Darren duduk di bangkunya saat dia masuk ke kelas. Darren tersenyum begitu melihat Thalita di ambang pintu.
"Darrenâ?¦ ada apa?" tanya Thalita kikuk. Thalita merasakan seisi kelas X-5 memelototi mereka berdua. Memang nggak biasanya Darren mendatangi kelas cewek
yang pengin ditemuinya. Biasanya sih justru cewek-cewek yang pada ngejogrok di depan kelas X-6, menunggu Darren datang. Gosip baru nih! Fresh from the oven!
"Mmâ?¦ gue ke sini karena mau nanya alamat rumah lo."
"Heh?" Thalita bengong.
"Soalnyaâ?¦ Lita, mmmâ?¦ maksud gue Tatyana, mau bolos juga hari Jumat nanti buat nonton pertandingan sepak bola. Jadi gue nggak bisa nitipin flashdisk gue ke dia. Dan sampai sekarang gue juga belum dapat bahan. Jadi mau nggak mau hari Sabtu gue harus ke rumah loâ?¦"

Mata Thalita membola, dan dia langsung mencari-cari sosok Tatyana di dalam kelas. Waktu matanya berhasil menemukan Tatyana, cewek itu malah sengaja nggak mau menatap ke arah Thalita. Thalita yakin, mau bolos dan nonton pertandingan sepak bola itu pasti cuma alasan yang dibuat-buat Tatyana biar Darren bisa ke rumah Thalita. Rupanya cewek itu kekeuh banget sama rencananya.
"Mmmâ?¦ Tha, kalau lo masih keberatan, gue bisa kok ke rumah lo cuma buat nganter flashdisk aja dan langsung pulang. Yahâ?¦ biarpun gue masih merasa nggak adil banget kalau gue cuma harus nyari bahan sementara lo yang kerja keras nyusun makalahnyaâ?¦"

Thalita menghela napas. Dia tau, sekonyol apa pun janji yang dibuatnya ke Tatyana dulu, dia harus berusaha menepatinya. Janji itu kan ibarat utang, harus dibayar.

Trending Now
10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

Sangat wajar jika seseorang menyimpan barang yang ia punya dengan pengamanan ekstra agar terhindar dari pencurian. Nggak cuma mobil atau mot
51,897 views 171 shares
10 Postingan Medsos Emak-emak yang Nggak Ada Matinya

10 Postingan Medsos Emak-emak yang Nggak Ada Matinya

Siapa sih yang nggak tahu dengan kelakuan para emak-emak? bukankah truk dan bus yang menjadi raja jalanan, melainkan para magma yang pakai m
5,977 views 0 shares
10 Chat Lucu Pembeli Online Shop yang Bikin Gagal Paham

10 Chat Lucu Pembeli Online Shop yang Bikin Gagal Paham

Belanja online saat ini sudah menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi disaat pandemi seperti sekarang ini, orang-orang y
3,622 views 0 shares
10 Pengumuman di Warung yang Bikin Pembeli Tersenyum Kecut

10 Pengumuman di Warung yang Bikin Pembeli Tersenyum Kecut

Di perkampungan ataupun di pinggiran kota, masih banyak kita temui di toko atau warung kelontong yang menyediakan bahan pokok dan kebutuhan
2,847 views 0 shares
10 Chat Lucu Typo yang Bikin Mikir Kemana-mana

10 Chat Lucu Typo yang Bikin Mikir Kemana-mana

Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi, namun bukan kesalahan yang disengaja ya, melainkan kes
4,040 views 0 shares
10 Tulisan Orang Jualan yang Bikin Pembeli Mengernyitkan Dahi

10 Tulisan Orang Jualan yang Bikin Pembeli Mengernyitkan Dahi

Sudah menjadi hal yang lazim jika seorang pedagang membuat tulisan tentang apa yang mereka jual. Hal ini dilakukan agar para pembeli tahu da
3,440 views 0 shares
Ternyata Ada Ular yang Mati Karena Salah Makan Lho, Ngeri Ngeliatnya

Ternyata Ada Ular yang Mati Karena Salah Makan Lho, Ngeri Ngeliatnya

Tidak ada hewan yang memiliki tubuh yang begitu panjang dan kemampuan melata yang gesit, cepat, dan memiliki bisa yang sangat mematikan sela
439,928 views 11,656 shares
10 Hal Aneh yang Pernah Terjadi di Minimarket Indonesia

10 Hal Aneh yang Pernah Terjadi di Minimarket Indonesia

Di zaman yang sudah modern ini, minimarket selalu menjadi tujuan utama ketika kita ingin berbelanja secara cepat dan dekat dari tujuan. Di d
4,518 views 0 shares
Cewek Mungkin Memang Susah DImengerti Ya... Ini 24 Memenya, Yakin Bikin Kamu Ketawa

Cewek Mungkin Memang Susah DImengerti Ya... Ini 24 Memenya, Yakin Bikin Kamu Ketawa

Perlu ketelatenan dan kejelian membaca psikologi seseorang untuk benar-benar memahami cewek. Tentu saja, itu berlaku bagi kaum cowok kayakny
441,040 views 7,537 shares
10 Status Kurir Paket yang Isinya Bikin Kasihan

10 Status Kurir Paket yang Isinya Bikin Kasihan

Bagi sebagian orang online shop sudah menjadi hal yang lumrah. Apalagi bagi mereka yang tidak punya banyak waktu untuk berbelanja di luar ru
1,705 views 0 shares