Thalita ^^8
Loading...
 
posted on WOW Keren
529 views
Thalita ^^8

Thalita menghela napas. Dia tau, sekonyol apa pun janji yang dibuatnya ke Tatyana dulu, dia harus berusaha menepatinya.

Janji itu kan ibarat utang, harus dibayar. Dan walaupun ia masih merasa ragu kalau teringat Andra, ia tahu kemungkinan Andra bersih dari narkoba masih sangat kecil. Mungkin hal itu masih akan lama terjadi. Mungkin Thalita juga nggak akan dengan mudah suka sama Darren. Lagi pula, ini kan hanya tugas sekolah, bukannya acara kencan. Kenapa harus dibikin ribet sih?

"Nggak papa kok, Renâ?¦ Dan lo bener, kayaknya gue memang harus ngasih lo kerjaan lebih banyak lagi. Jadi jangan lupa bawa laptop, ya!" Thalita nyengir, walaupun masih agak kikuk.
Darren tersenyum kecil. "Beres, Bos!"

* * *

Santi berdiri di depan pintu kamar Andra dengan perasaan kacau-balau. Ia ragu antara harus mengetuk pintu kamar kakaknya itu atau nggak. Akhirnya dia memutuskan memilih yang pertama. Suara Andra menjawab dari dalam, menyuruhnya masuk.
"Kakâ?¦," Santi terbata setelah berdiri di depan kakaknya yang lagi tiduran di atas ranjang sambil membaca komik.
"Hmm?"
"Tadi Papa telepon, katanya besok kita makan siang bareng."
"Oh," sahut Andra pendek. "Mama ikut?"
Santi menggeleng pelan.
"Terus, kita cuma berempat kalau ditambah Papa sama Rio?" Andra menyebutkan nama adik bungsu mereka yang sekarang tinggal bareng Papa setelah Papa dan Mama bercerai.

Ortu Andra bercerai kira-kira setahun yang lalu, dan sejak itu adik bungsunya tinggal bersama Papa. Umur Rio masih sebelas tahun, dan Papa tahu pasti bahwa menempatkan Rio serumah dengan Andra akan membuat anak bungsunya itu ada dalam posisi yang sangat riskan. Siapa yang bisa menjamin Andra nggak akan memengaruhi Rio untuk "mencicipi" narkoba juga?

Tadinya Papa juga ingin Santi tinggal bersamanya, tapi Santi lebih memilih tinggal dengan Mama dan Andra. Akhirnya Papa mengizinkan, walau dengan berat hati.
"Sama Tante Retno dan Ayu juga," jawab Santi takut-takut. Ia sebenarnya lebih senang kalo nggak usah menyebutkan dua nama itu di depan kakaknya. Tapi karena Andra sendiri yang tanya, yahâ?¦ apa boleh buat.
"Kalau mereka ikut, gue nggak ikut." Andra kembali asyik dengan komiknya.

Santi menghela napas, mengerti. Tante Retno adalah istri baru Papa, sementara Ayu adalah anak wanita itu dari pernikahan terdahulunya. Usia Ayu sepantaran dengan Andra, dan dia sayang banget sama Rio, meskipun Rio bukan adik kandungnya. Santi sendiri cukup akrab dengan Ayu, tapi kelihatannya Andra nggak mau ambil pusing dengan saudara tiri mereka itu. Malah, Andra sangat benci pada Tante Retno dan Ayu. Dia selalu berusaha menghindar setiap kali diminta bertemu dua orang itu.

"Kenapa sih, Kakak benci banget sama Tante Retno dan Ayu?" tanya Santi akhirnya. "Mereka kan nggak salah apa-apa sama kita, Kakâ?¦"
"Suka-suka gue dong. Kalau lo suka sama mereka, itu hak lo. Tapi gue nggak suka, karena mereka munafik! Mana ada ibu tiri yang baik di dunia ini? Bullshit!"
"Tapi Tante Retno baik," sanggah Santi. "Aku bisa lihat kebaikan Tante Retno itu tulusâ?¦"
"Ahâ?¦ nggak usah mulai ceramah deh lo! Pokoknya gue nggak suka sama perempuan brengsek itu!"

Sekali lagi Santi menghela napas. Harusnya dia ingat, percuma saja bicara sama kakaknya yang keras kepala itu. Nggak ada gunanya! Sekali Andra menilai buruk seseorang, pendapatnya itu nggak akan pernah berubah.
"Besok gue antar lo ke rumah Papa, tapi gue langsung pulang. Kalau Papa tanya, bilang aja gue nggak tahan makan semeja sama orang munafik!"

Santi nggak menjawab, dia berbalik dan beranjak keluar dari kamar Andra. Besok dia bakal mengarang alasan yang lebih halus kalau Papa bertanya. Menyampaikan alasan yang dibilang Andra tadi hanya akan merusak suasana saja.

Di kamarnya, Andra membanting semua barang yang bisa digapai tangannya. Cih! Kalau ada orang yang penasaran bagaimana rasanya neraka, mereka boleh mencoba hidup dalam posisinya sekarang!

* * *

"Siapa sih yang mau datang? Kok lo rajin amat?" tanya Acha, keheranan melihat Thalita yang sibuk membersihkan meja dan sofa di ruang tamu, plus menata stoples-stoples kue di atas meja.
"Temen gue, mau kerja kelompok."
"Cowok, ya?"
"Bukan urusan lo," jawab Thalita setengah menggerutu. Dia memang nggak suka kalau ada yang mengajaknya bicara saat dia sedang mengerjakan sesuatu, apalagi kalau yang mengajaknya bicara itu orang cerewet macam Acha.
"Cieeeâ?¦ sewot dia! Kalau gitu bener, pasti cowok! Atauâ?¦ yang mau datang sebenernyaâ?¦ Andra?"

Thalita mendongak sedikit mendengar nama itu. Hatinya terasa perih, tapi ia nggak mau menunjukkan hal itu di depan Acha, dan langsung mengubah ekspresinya menjadi sebal lagi.
Acha mengambil biskuit dari salah satu toples yang baru ditata Thalita di atas meja tamu, membuat meja yang tadinya sudah bersih mengilap itu jadi penuh remah-remah biskuit lagi.
"Aduuuuhhhh! Jadi kotor lagi, kan?! Sana, pergi sana! Udah dibersihin susah-susah, juga!" Thalita berusaha menarik tangan Acha supaya menjauh dari ruang tamu, tapi kayaknya bokong adiknya sudah terlanjur lengket di sofa.
"Jahat amat!" gerutu Acha, sambil akhirnya bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.
"Eh, tunggu! Panggilin Mbak Nah dong!" perintah Thalita sebelum Acha meninggalkan ruang tamu. Mbak Nah adalah pembantu keluarga mereka.
"Buat apa?"
"Gue mau minta dia beliin Coca-Cola buat temen gue di supermarket depan. Cepet panggilin!"

Acha geleng-geleng kepala. Kalau kakaknya sampai serepot ini bersih-bersih dan menyiapkan suguhan, pasti yang mau datang bukan teman biasa deh!

* * *

Darren muncul di depan rumah Thalita dengan mengendarai motor Tiger-nya setengah jam kemudian. Dia kelihatan fresh dengan T-shirt hijau tua dan celana jins selututnya. Tas laptopnya terselempang di bahu.

Acha, yang kebetulan membukakan pintu untuk Darren, langsung terbengong-bengong melihat cowok itu. Dia nggak habis pikir kenapa cowok seganteng itu malah datang ke rumah untuk mencari Thalita yang cuek dan seumur-umur cuma pernah pacaran sama satu cowok, bukannya Acha yang girlie dan modis abis. Dunia pasti udah kebalik!

Pantas aja Thalita getol banget tadi bersih-bersih ruang tamu, ternyata ada malaikat mau datang! gerutu Acha dalam hati.
Thalita sudah mengatur meja tamu sedemikian rupa hingga ada tempat untuk Darren meletakkan laptop dan posisi duduknya bisa pewe. Dia bahkan udah jaga-jaga dengan cable roll, kalau-kalau baterai laptop Darren habis. Sebenarnya Thalita sempat heran juga kenapa dia mau melakukan semua itu, padahal beberapa hari sebelum ini dia malah mencari-cari alasan supaya Darren nggak perlu datang ke rumahnya. Tapi Thalita akhirnya menyimpulkan semua yang dia lakukan cuma karena dia nggak mau rumahnya kelihatan berantakan dan memalukan di depan Darren. Bukan karena dia kepengin cowok itu merasa betah dan semakin sering ke rumahnya.

"Eh, gimana kemarin pertandingannya? Menang, kan?" tanya Thalita, basa-basi untuk memulai obrolan.
"Iya dong, gawang gue kan nggak kebobolan sama sekali. Kita menang 3-0!" sahut Darren puas, senyumnya mengembang lebar.
Darren lalu duduk di sofa, dan menyalakan laptop yang diletakkan di atas meja, sementara Thalita ke belakang untuk mengambil minuman.
"Nih, bahan-bahan yang udah gue dapat," kata Darren setelah Thalita kembali ke ruang tamu sambil membawa dua gelas besar Coca-Cola.

Thalita melirik monitor laptop Darren (yang ternyata sama dengan laptop keluaran terbaru yang dilihatnya di computer exhibition bulan lalu dan membuatnya ngiler!). Kemudian Thalita melihat deretan bahan makalah tentang data-data kemiskinan di Indonesia yang sudah dikopi Darren ke MS Word, lengkap dengan referensi website-nya.

"Cukup nggak kira-kira?"
"Wah, ini sih lengkap banget!" gumam Thalita kagum setelah membaca sepintas bahan-bahan yang dikumpulkan Darren. Gila, pikir Thalita, ni cowok kerjanya rapi banget. Mana referensi bahannya bagus-bagus! Nggak biasanya cowok kerja serapi ini!
"Oya? Padahal gue baru nyari tadi pagi, sebelum gue datang ke sini."
Thalita melirik Darren dengan tatapan nggak percaya. "Lo baru nyari tadi pagi?"
"He-eh. Habisnya kemarin-kemarin konsen ke pertandingan, jadi baru sempat nyari bahannya tadi pagi dehâ?¦" Darren menguap, kelihatannya dia memang bangun pagi-pagi untuk mencari bahan makalah ini.
"Gue coba baca dari awal ya, lo makan kue dulu deh." Thalita menyodorkan stoples-stoples biskuit yang sudah disediakannya pada Darren. Cowok itu langsung mengambil satu chocolate chip biskuit dan mengunyahnya.

Thalita membaca lagi bahan-bahan makalah yang dikumpulkan Darren, dan merasa semakin kagum. Ternyata Darren nggak asal comot bahan dari Internet dan menyimpannya di MS Word, tapi dia bener-bener dapat bahan yang qualified untuk makalah pelajaran Agama ini. Rupaya Darren nggak cuma ganteng, enak diajak ngobrol dan baik, tapi juga smart!

Tapiâ?¦ (tiba-tiba radar waspada Thalita bereaksi), apa ini bukan bagian dari rencana Tatyana, ya? Maksudnya, Tatyana kan mau mencomblangi dia sama Darren, tapi dia tau Thalita belum ada "rasa". Mungkinkahâ?¦ Tatyana yang sebenarnya mencari semua bahan ini, dan menyuruh Darren mengaku-aku, cuma supaya Thalita terkesan dan akhirnya perasaan suka Thalita pada Darren bisa tumbuh?

Ah, nggak mungkin, batin Thalita lagi, mengusit pikiran yang terlintas di benaknya barusan. Masa sih Tatyana segila itu? Kayaknya dia cukup easygoing, nggak maksa-maksa amat, biarpun Thalita jelas udah melewati deadline seandainya perjanjian mereka ada expired date-nya.

"Tha, lo udah punya cowok belum?" tanya Darren tiba-tiba, membuyarkan praduga Thalita tentang Tatyana.
"Hah? Apa?"
"Lo udah punya cowok belum?"

Thalita diam, menatap Darren lurus-lurus. Kenapa cowok ini tiba-tiba nanya begitu? Jangan-janganâ?¦ Darren suka sama gue? pikir Thalita panik. Tanpa gue melakukan apa-apa, dia udah suka sama gue dengan sendirinya! Dan sekarang dia pengin tau apa gue udah punya pacar atau belum! Omigod! Nggak, nggakâ?¦ ini nggak boleh terjadi!
"Mmmâ?¦ kenapa lo tanya gitu?" Thalita balik nanya.

Trending Now
10 Foto Kocak Orang Terobos Jalan yang Lagi Dicor. Bikin Gregetan!

10 Foto Kocak Orang Terobos Jalan yang Lagi Dicor. Bikin Gregetan!

Setiap harinya di media sosial ada saja tingkah orang-orang yang membuat kita tergelitik. Yang namanya manusia memang memiliki sifat dan kar
55 views 0 shares
10 Status Facebook Lucu Tentang Pasangan yang Bikin Meringis

10 Status Facebook Lucu Tentang Pasangan yang Bikin Meringis

Jatuh cinta adalah sebuah anugerah, dan ketika kita jatuh cinta pasti memiliki rasa ingin memiliki pasangan. Tentu saja untuk memiliki pasan
14,979 views 0 shares
10 Status Tentang Pinjam Uang yang Isinya Nyeleneh Banget

10 Status Tentang Pinjam Uang yang Isinya Nyeleneh Banget

setiap orang pasti memiliki kebutuhan hidupnya masing-masing. inilah yang terkadang membuat mereka over budget dan harus meminjam uang. Tent
4,203 views 0 shares
10 Status Pamer di Sosmed yang Isinya Bikin Ngakak

10 Status Pamer di Sosmed yang Isinya Bikin Ngakak

Hampir semua orang yang memakai smartphone pasti memiliki aplikasi media sosial di dalamnya. Dewasa ini, sosmed nggak hanya untuk membagikan
203 views 0 shares
Jawaban Imajinatif Netizen dari Penggunaan WC Berbentuk Aneh yang Lagi Viral

Jawaban Imajinatif Netizen dari Penggunaan WC Berbentuk Aneh yang Lagi Viral

Beberapa waktu lalu, dunia maya dihebohkan dengan foto bentuk WC unik Pulsker. Karena tempat air dan klosetnya saling bertolak belakang. Lan
53,101 views 151 shares
10 Komentar Di YouTube yang Lucunya Bikin Mules

10 Komentar Di YouTube yang Lucunya Bikin Mules

YouTube adalah kanal dimana kita bisa melihat berbagai macam video. Siapapun bisa mengunggah videonya di YouTube. Selain itu, kita juga bisa
10,685 views 0 shares
10 Tingkah Orang Lagi Makan yang Bikin Heran

10 Tingkah Orang Lagi Makan yang Bikin Heran

Ketika tidak tersedia makanan di rumah saat lapar, pilihan yang ada di depan mata adalah beli makan di luar. Nggak cuma bisa dibungkus aja,
128 views 0 shares
10 Meme Kutukan Mantan yang Bikin Nangis di Pojokan

10 Meme Kutukan Mantan yang Bikin Nangis di Pojokan

Setiap orang yang menjalin kasih pasti berharap hubungannya berlanjut hingga ke pelaminan. Tapi yang namanya jodoh sudah di atur oleh Tuhan.
21,910 views 186 shares
10 Status WA yang Isinya Nggak Jelas Banget tapi Lucu

10 Status WA yang Isinya Nggak Jelas Banget tapi Lucu

Semakin kesini, aplikasi chatting WhatsApp bukan sekedar aplikasi untuk berkirim pesan saja, tetapi juga mirip dengan media sosial lainnya.
114 views 0 shares
Wow, Kumpulan Karya Seni Street Art Ini Bikin Banyak Orang Kagum!

Wow, Kumpulan Karya Seni Street Art Ini Bikin Banyak Orang Kagum!

Kreatif memang tidak mengenal tempat, dimanapun itu, termasuk ditembok kosong sekalipun bisa jadi kanvas bagi mereka yang kreatif. Seni buka
28,389 views 298 shares