Thalita ^^9
Loading...
 
posted on WOW Keren
777 views
Thalita ^^9

"Mmmâ?¦ kenapa lo tanya gitu?" Thalita balik nanya. Memang ini salah satu "senjata" kaum cewek kalau dapat pertanyaan yang sulit dijawab: tanya aja balik!
"Yahâ?¦ nggak papa sih, pengin tau aja.

Sori kalau lo tersinggung, gue nggak ada maksud apa-apa kok." Darren terlihat agak salah tingkah. Untuk menutupi kesaltingannya, dia mengambil sepotong biskuit lagi dari dalam stoples, dan mengunyahnya perlahan-lahan.
"Nggak, gue lagi jomblo,"bibir Thalita menjawab tanpa terkendali. Dan muka Thalita langsung memerah begitu sadar bibirnya sudah lepas kontrol.
"Oh. Udah lama?"
"Dua bulan," jawab Thalita, sementara tangannya memain-mainkan space bar di laptop Darren. Dia nggak tau apa pertanyaan-pertanyaan Darren kali ini termasuk dalam sesuatu yang dibayangkannya sebagai "akal-akalan Tatyana" atau bukan.
"Pacarannya udah lama?"
"Setahun."

Darren manggut-manggut, dan Thalita merutuki dirinya sendiri dalam hati. Kok jadi sesi tanya-jawab gini sih?! Dan kenapa mulut gue nggak bisa diem?!
"Kalau boleh gue tauâ?¦ kenapa lo putus sama mantan cowok lo ini?"
Seperti ada yang mengiris bagian dalam diri Thalita saat Darren menanyakan itu. Mengingat Andra selalu membuat Thalita merasa terbelah dua dalam keadaan hidup-hidup. Sakit dan kecewa, karena ia ternyata nggak dianggap lebih berharga daripada narkotika. Rasa sakit dan perihnya selalu terasa setiap kali ada yang mengungkit Andraâ?¦

"Ohâ?¦ sori, soriâ?¦ gue lancang. Nggak seharusnya gue nanya-nanya tentang masalah pribadi lo." Darren seperti baru sadar dari hipnotis, dan langsung sok fokus pada layar laptop. "Ada yang kurang nggak bahan makalahnya?"

Thalita seperti baru sadar dari hipnotis juga. "Mmâ?¦ nggak ada. Udah lengkap kok. Bisa gue susun ntar malam. Kalo ada yang kurang, nanti gue cari sendiri deh di Internet."
Thalita sudah menarik garis batas, dan memutuskan Darren harus tetap berdiri di belakang garis itu. Ia nggak mau sampai terlalu dekat dengan Darren, dan ujung-ujungnya nggak akan bisa mengendalikan perasaannya sendiri. Ia nggak mau nanti harus mengecewakan Andra jika cowok itu telah berusaha lepas dari narkobanya.

Dan mereka akhirnya sama sekali nggak saling bicara, sampai Darren pamit pulang setengah jam kemudian. Katanya sih mau main sepak bola bareng temen-temen setimnya di sekolah. Tapi Thalita yakin, alasan sebenarnya pasti karena punggung Darren udah pegal duduk diam di sebelahnya tanpa berani berkutik lagi.

***

Setelah kejadian Sabtu siang itu, Thalita jadi agak salting tiap kali ketemu Darren. Dia nggak tau harus bereaksi gimana sama cowok itu. Selain itu, Thalita juga bingung sendiri karena dia nggak kunjung naksir Darren. Padahal, susah kan pedekate sama cowok yang sebenernya nggak kamu taksir, biarpun dia gantengnya setengah mati? Semua bakal lebih gampang kalau aja perasaan Thalita mau diajak kompromi. Kalau dia udah naksir, nggak perlu pakai dipaksa Tatyana, dia pasti udah gencar maju duluan.

Tapi, selalu ada Andra di antara mereka. Dialah penghalang utamanya. Thalita membentengi dirinya dengan nama Andra, hingga cowok seganteng Darren pun nggak sanggup menembus benteng itu.
Dan ternyata Tatyana bisa melihat semua itu, walau penilaiannya tak sepenuhnya benar. Dia mengira Thalita pasti sedang ada di titik jenuh untuk menepati janjinya. Tatyana memutuskan untuk turun tangan kali ini. Dia sama sekali nggak menduga ada orang lain di masa lalu Thalita yang jadi pengganjal rencananya.

"Tha, bisa ngomong bentar nggak?" Tatyana mencegat Thalita yang mau ke kantin bareng Nita. "Bentaaarrrâ?¦ aja," tambah Tatyana setelah melihat tampang Thalita yang rada enggan membatalkan niatnya ke kantin.
Thalita mengangguk, dan Nita dengan sadar diri pergi sendirian ke kantin, biarpun dalam hati dia penasaran setengah mati kenapa akhir-akhir ini Tatyana dan Thalita seperti punya rahasia berdua. Mana Thalita tutup mulut, lagi! Kalau dipikir-pikir, Nita jadi kesal sendiri!

"Gue mau ngomong soal permintaan gue yang dulu itu," kata Tatyana setelah Nita pergi dan kelas mereka kosong.
Wah, gawat! batin Thalita kecut. Tatyana pasti mau ngaih janji, padahal suerâ?¦ gue kayaknya mati rasa kalau sama Darren! Kayak cowok homo yang nggak demen biarpun di depannya disodori Sandra Dewi!
"Sori, Na, gueâ?¦," Thalita berusaha menjelaskan.
"Iya, gue ngerti kok, makanya gue ngajak lo ngomong sekarang,"potong Tatyana lirih.

Thalita mengerjap, seperti baru mendengar Tatyana bakal mencabut serpihan kayu yang masuk dalam jarinya.
"Mmâ?¦ maksud lo?"
"Gue mau membatalkan kesepakatan kita yang dulu itu. Yang tentang gue minta lo untuk ngedeketin Darren."
Sekarang kayaknya Tatyana udah benar-benar mencabut serpihan kayu itu.
"Yang bener, Na?" tanya Thalita, nggak percaya problemnya sama Darren bisa selesai segampang ini. Ia nggak akan perlu memaksakan dirinya mendekati Darren. Ia nggak perlu bermain-main dengan kemungkinan untuk mengkhianati Andraâ?¦
"Iya. Karena gue lihat, lo agak tertekan sama semua itu. Sori, ya, Thaâ?¦ Padahal gue sama sekali nggak ada maksud. Lo tau kan, gue minta tolong sama lo karena gue suka banget temenan sama lo, dan gue ngerasa lo bakal cocok sama Darren. Tapiâ?¦ yah, ternyata feeling gue nggak selalu benarâ?¦"

Thalita berjalan mendekati Tatyana, dan mengusap bahu cewek itu. "Harusnya gue yang minta maaf, gue nggak bener-bener berusahaâ?¦"
"Nggak, nggak, lo nggak salah. Gue yang bego banget. Bisa-bisanya gue minta hal konyol kayak gitu ke lo dulu. Harusnya kan gue tau cinta nggak bisa dipaksain, ya? Gue sama aja menjajah hak asasi lo dengan nyuruh lo pedekate sama abang gue, cuma karena gue kepengin lihat Darren suka sama cewek lagi. Gue egoisâ?¦ udah mengorbankan lo demi menolong Darrenâ?¦"
"Nggak sedramatis itu kali, Na." Thalita nyengir. "Gue kan nggak diikat dan dibakar untuk dikorbankan seperti yang lo bilang itu. Gue cumaâ?¦ entahlah, gue sndiri nggak tau kenapa gue nggak bisa suka sama Darren. Cuma yahâ?¦ seperti yang gue bilang tadi, perasaan gue belum "kena". Nggak tau deh, mungkin saraf otak gue ada yang rusak gara-gara patah hati sama cowok gue dulu."

Thalita tercenung setelah mengatakan itu. Jangan-jangan yang dibilangnya benar, bahwa ada saraf di otaknya yang rusak karena disakiti Andra, sehingga membuatnya mati rasa pada cowok, bahkan pada yang se-charming Darren sekalipun. Mungkin saraf rusak itu jugalah yang selalu menimbulkan rasa bersalah dalam dirinya setiap kali ia memikirkan ia harus dekat dengan Darren, demi menepati janjinya pada Tatyana.

"Lo memang cewek yang baik banget, Thaâ?¦ Sayang lo nggak bisa jadi ama abang gue. Padahal gue bakal seneng banget kalau lo bisa jadi kakak ipar gue someday."
Thalita cengengesan, campuran antara perasaan lega (karena dia sekarang nggak punya janji sama Tatyana yang harus ditepati) dan rasa geli mendengar Tatyana yang membayangkan mereka bakal jadi ipar someday.

Maaf, ya, Na, gue nggak bisa memenuhi permintaan lo. Hati gue masih belum siap untuk menerima cowok baru lagi. Gue masih sayang banget sama Andra.

* * *

Entah karena Andra panjang umur setelah namanya disebut-sebut Thalita atau apa, tapi dia muncul di SMA Persada Bangsa sore harinya! Thalita benar-benar shock melihat cowok itu, seperti melihat hantu! Dan dia nggak mau repot-repot untuk menanyakan dari mana Andra bisa tau alamat dan jam bubaran sekolahnya sekarang. Mantannya itu kan punya banyak teman di luar sana yang bisa dimintai mencarikan segala informasi dengan bayaran satu-dua linting ganja. Bukan jenis imbalan yang susah, kalau untuk Andra yang punya banyak kenalan bede.

"Ngapain kamu di sini? Aku kan sudah bilang, aku nggak mau ketemu kamu lagi! Pulang sana!" kata Thalita seketus mungkin. Padahal, dalam hati dia kangen banget sama Andra. Perasaan selama setahun jelas nggak bisa dihilangkan cuma dalam dua bulan, kan? Bahkan setelah ada cowok se-charming Darren yang sempat berusaha menyusup di antara mereka. Atau cowok yang coba Tatyana susupkan, tepatnya.

Andra tersenyum lemah, sementara beberapa murid yang berseliweran di dekat mereka menatap heran pada cowok yang sekarang sangat kurus itu. Thalita bergidik ngeri, dia nggak pernah membayangkan dari hari ke hari ternyata Andra semakin kurus. Semua drugs itu sudah menggerogotinyaâ?¦
"Aku bakal tetap di sini sampai kamu mau dengerin aku."

Thalita menghela napas. Sebagian dirinya sebenernya nggak tega mengusir cowok itu. Ia ingin punya waktu lebih lama untuk menatap Andra. Ia ingin bisa menahannya tetap di siniâ?¦
"Asal kamu janji setelah ini kamu nggak akan datang ke sini lagi, atau nyari aku ke mana pun lagi," akhirnya Thalita menjawab. Ini jawaban yang cukup adil bagi akal sehat dan gejolak hatinya.
"Tergantung," jawab Andra sambil tersenyum paksa. "Tergantung jawabanmu."
"Jawabanku? Rasanya dari tadi kamu belum nanyain apa-apa deh sama aku."

Thalita menelan ludah dengan susah payah. Dia bener-bener kangen sama Andra, tapi dia juga nggak sanggup kalau harus kembali lagi menjalani hari-hari bareng cowok itu dan mulai melukai dirinya sendiri lagi. Hatinya masih belum sembuh benar. Dan Andra nggak baik untuknyaâ?¦ Thalita teringat cerita Papa tentang anak temannya yang memakai narkoba. Jika masih bergaul dengan Andra, Thalita bisa terjerumus juga. Ia bisa terancam jerat hukum, berisiko tinggi terkena AIDS, dan terlibat pergaulan bebas. Ia juga bisa matiâ?¦ Mati dengan menderitaâ?¦

"Aku pengin kita balikan. Tha, kamu mau nggak balik sama aku?"
Thalita melotot. Kenapa Andra bisa minta hal seperti itu lagi?

Padahal waktu mereka ketemu terakhir kalinya, Thalita udah jelas-jelas bilang dia nggak mau balik sama Andra, kecuali cowok itu mau benar-benar melepaskan drugs-nya!
Mungkinâ?¦ apa mungkin dia sudah lepas dari drugs-nya? Thalita berusaha membangun tumpukan kecil harapan dalam hatinya. Kalau itu benar, Thalita bakal dengan senang hati balik sama Andra. Dia kan masih sayang banget sama cowok itu.
"Andra, dengerin aku, akuâ?¦ akuâ?¦" Thalita nggak tau harus ngomong apa. Dadanya seperti mau meledak saking kacau-balaunya perasaan dalam hatinya sekarang.

Trending Now
10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

Walaupun saat ini minimarket sudah sangat menjamur di Indonesia, tapi itu tidak membuat para pengusaha warung untuk menutup usahanya. Apalag
1,181 views 0 shares
20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa ANGLE Adalah Segalanya

20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa "ANGLE" Adalah Segalanya

"Angel" atau yang biasa disebut sudut pandang dalam fotografi dapat membuat foto menjadi lebih menarik dan dapat dijadikan kreasi seni. Ange
295,842 views 9,087 shares
10 Meme Larangan yang Cuma Ada di Indonesia. Lucu tapi Ngeselin!

10 Meme 'Larangan yang Cuma Ada di Indonesia'. Lucu tapi Ngeselin!

Perlu diingat, jika suatu larangan dibuat memang untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar.di Indonesia sendiri banyak sekali himbauan atau lara
846 views 0 shares
28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

Pulskers, saat ini ada cara foto yang lagi ngetrend nih, namanya foto remake. foto ini menampilkan foto masa kecil kamu yang kamu ambil lagi
301,314 views 3,828 shares
Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Profesi Dokter Sunat biasanya di lakukan oleh seorang Laki-laki. Seorang Wanita Cantik yang berasal dari Filipina ini mendadak jadi perbinca
306,420 views 16,691 shares
Kumpulan Meme Kocak Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang

Kumpulan Meme Kocak "Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang"

Perubahan jaman sangat berpengaruh pada kehidupan kita, mulai dari teknologi yang terus berkembang, tren dan fashion bahkan sampai kebiasaan
309,648 views 11,787 shares
10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

Stereotype seorang wanita, mereka harus pintar merawat diri seperti menjaga bentuk tubuh dan kecantikan wajah. Bukan hanya dengan polesan ma
1,092 views 0 shares
8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

Jika diperhatikan belakangan ini baik di media TV atau Internet terutama instagram banyak cowok yang berfoto selfie dengan Kucingnya, di Lua
52,887 views 2,456 shares
10 Meme Tentang Bawa Pacar ke Rumah yang Bikin Tersenyum Kecut

10 Meme Tentang 'Bawa Pacar ke Rumah' yang Bikin Tersenyum Kecut

Memiliki pasangan tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Apalagi bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih serius, pasti ada kom
4,794 views 0 shares