Thalita ^^10
Loading...
 
posted on WOW Keren
631 views
Thalita ^^10

"Aku pengin kita balikan. Tha, kamu mau nggak balik sama aku?"
Thalita melotot.

Kenapa Andra bisa minta hal seperti itu lagi? Padahal waktu mereka ketemu terakhir kalinya, Thalita udah jelas-jelas bilang dia nggak mau balik sama Andra, kecuali cowok itu mau benar-benar melepaskan drugs-nya!

Mungkinâ?¦ apa mungkin dia sudah lepas dari drugs-nya? Thalita berusaha membangun tumpukan kecil harapan dalam hatinya. Kalau itu benar, Thalita bakal dengan senang hati balik sama Andra. Dia kan masih sayang banget sama cowok itu.
"Andra, dengerin aku, akuâ?¦ akuâ?¦" Thalita nggak tau harus ngomong apa. Dadanya seperti mau meledak saking kacau-balaunya perasaan dalam hatinya sekarang.
"Tha, pleaseâ?¦ aku masih sayang banget sama kamu. Aku nggak bisa kehilangan kamuâ?¦"

Thalita menutup mata, berusaha menahan tetes air mata yang hampir jatuh. Gila, ini kan di sekolah, dia nggak boleh nangis di sini! Tapi omongan Andra barusanâ?¦ Sumpah, selama dua tahun lebih Thalita mengenal Andra, dia tau mantannya itu bukan cowok yang suka menggombal. Tapi sekarang, Andra sampai bisa bilang seperti itu di depan Thalita, itu pasti bukan hal yang gampangâ?¦

"Kamuâ?¦ kamu sudah bersih?" tanya Thalita takut-takut. Jelas yang Thalita maksud adalah soal drugs-nya.
Andra terpaku, lalu menggeleng kecut. "Kalau kamu bantuin aku, Thaâ?¦ aku janjiâ?¦"

Thalita seperti cangkang telur yang dilempar ke atas, melambung tinggi, tapi jatuh kembali ke bumi. Pecah. Hancur berantakan. Kenapa Andra masih nekat kembali, padahal dia tahu syarat utama Thalita belum dia penuhi?
"Sori, Ndraâ?¦ kalau gitu aku nggak bisaâ?¦"
"Kenapa?"
Kenapa? Ya, kenapa? Gue kan masih sayang banget sama dia, dan kalau dia mau berusahaâ?¦ Thalita membatin pahit. Tuhan, tolong beri aku alasanâ?¦ Aku nggak sanggup sakit hati lagiâ?¦
"Akuâ?¦ udah punya pacar, Ndraâ?¦"

Kata-kata itu meluncur keluar dari mulut Thalita sebelum sempat benar-benar dipikirkan akibatnya.
"Kamu bohong!" teriak Andra kencang setelah sebelumnya sempat terpaku beberapa detik. Untunglah sekarang sudah nggak ada murid-murid berseliweran di dekat mereka, biarpun Thalita melihat beberapa orang di ujung sana menoleh ingin tahu karena mendengar teriakan Andra.
"Aku nggak bohong!" balas Thalita ketus. Dia sudah terlanjur basah, nggak bisa mundur lagi. Kalau cuma dengan cara ini Andra mau menjauhinya, berarti dia nggak boleh ragu-ragu.
"Seperti apa orangnya?" tanya Andra pahit.

"Buat apa kamu tanya-tanya? Kamu kan udah bukan siapa-siapaku lagi!" Thalita masih mempertahankan keketusannya. Dia dan Andra jelas nggak punya masa depan lagi, kenapa harus membangun harapan semu?
"Huh, kamu nggak akan nemuin cowok yang lebih baik dari aku, Tha!"
"Siapa bilang? Cowokku yangsekarang jauh lebih baik segalanya dari kamu!"

Andra mendengus, meremehkan. "Dia cuma pelarianmu, kan? Aku tahu, kamu pasti masih sayang sama aku! Tapi gara-gara ortumu, temen-temenmu, dan semua orang bilang aku ini berbahaya, makanya kamu mutusin aku, ya kan?" Andra menatap Thalita tajam. Thalita cepat-cepat mengalihkan pandangannya. Dari dulu dia nggak pernah bisa membalas kalau Andra menatapnya seperti itu.

"Bisa-bisanya kamu ngomong kayak gitu! Memangnya kamu tahu apa tentang cowokku? Kamu nggak tahu apa-apa soal dia! Asal kamu tahu aja ya, akuâ?¦ aku sudah nggak sayang sama kamu lagi!"
Senyap. Yang terdengar hanya deru kendaraan bermotor di lapangan parkir, dan di jalan besar depan SMA Persada Bangsa.

Setelah mendengar itu, Andra melangkah keluar gerbang sekolah, dan Thalita merosot lemas di halaman parkir sekolahnya. Kalau saja Andra nggak pernah terjerat drugs, mungkin kejadiannya nggak akan seperti ini. Mungkin Thalita nggak perlu punya cerita cinta yang sebegitu ribet di usianya yang belum lagi tujuh belas tahun.

* * *

"Gue nggak bisa bilang Thalita salah, Ndra," kata Darius bingung. Dia sudah putus asa menasihati Andra. Darius salah satu teman Andra yang mantan junkies, tapi sekarang sudah tobat dan bersih total selama enam bulan lebih tinggal di panti rehabilitasi.
"Nah, kalo gitu menurut lo, gue yang salah?"
"Yahâ?¦ mestinya lo dulu nerima tawaran gue buat rehab. Thalita dulu sampai memohon-mohon juga kan sama lo? Tapi lo nggak mau, berarti itu salah lo sendiri dong!"

Lama-lama Darius sebal juga. Andra ini, dia kan udah jelas-jelas tahu gimana caranya menebus kesalahan, kenapa malah nggak dilakukan sih? Malah dia duduk nelangsa di sini, merengek-rengek kayak cewek. Tinggal masuk rehab, sembuh, dan Thalita bakal mau balik sama dia lagi, apa susahnya?! omel Darius dalam hati.
"Iya, tapi gue kan udah minta maaf sama Thalita! Gue bahkan udah minta dia balik sama gue!"
"Emangnya lo kira, Thalita butuh permintaan maaf dari lo? Yang dia butuh itu, lo tobat! Percaya sama gue, Ndra, bersih itu rasanya enak banget. Lo nggak punya beban. Orang-orang yang dulu ngejauhin lo mulai mau deket sama lo lagi, lo nggak dianggap penyakit menular lagi, nggak dikucilkanâ?¦," cerita Darius dengan pandangan mata menerawang.

Andra nggak mendengarkan, dia malah mengeluarkan bong dari dalam lemarinya.
"Mau?" tawarnya pada Darius.
Darius berdecak gusar dan menggeleng cepat. "Lo emang nggak bisa dibilangin ya!" serunya marah. "Gue mau pulang!"
Darius keluar dari kamar Andra, bergegas pulang sebelum dia terpaksa jatuh dua kali dalam lubang yang sama. Kalau itu sampai terjadi, perjuangannya selama ini di panti rehab nggak bakal ada artinya. Semua tangis dan kekecewaan ortunya juga bakal sia-sia.

Di dalam kamarnya, Andra memikirkan lagi semua ucapan Thalita. Senyum Thalita, permohonan-permohonannya supaya Andra mau masuk rehab, caranya tertawa, setiap kejadian waktu mereka jalan bareng, dan tiap tetes air mata cewek itu yang harus tumpah gara-gara Andra.

Tapi tubuhnya tak bisa melawan. Setiap pembuluh darahnya menuntut, dan dia menyerah. Bubuk-bubuk putih itu mulai merasuki tubuhnya tanpa kendaliâ?¦

* * *

Thalita masuk ke kamar dan menjatuhkan diri di ranjang. Sepanjang perjalanan pulang tadi dia nggak bisa berhenti menangis, sampai pandangannya kabur dan berkali-kali dia nyaris menabrak mobil di depannya, atau keluar dari jalur jalan yang seharusnya. Beberapa kali juga dia diklakson habis-habisan oleh mobil-mobil di belakangnya yang emosi karena mobil Thalita nggak juga jalan walaupun traffic light sudah berubah dari merah menjadi hijau. Bagaimana caranya dia bisa sampai di rumah dengan jiwa masih dalam raganya, Thalita sendiri nggak tahu. Kalau orang melihat caranya menyetir tadi, dia seharusnya nggak selamat.

Kenapa sih, pikir Thalita, kenapa gue nggak mati aja tadi di jalan? Kalau gue mati, gue nggak perlu sakit hati mikirin ini semuaâ?¦ Kenapa juga Andra harus datang lagi? Apa nggak cukup dia nyakitin hati gue? Gue masih sayang banget sama dia, tapi gue nggak mau ambil risiko dengan balikan. Hubungan kami pasti bakal suram, dan dia pasti bakal nyakitin gue seperti dulu lagiâ?¦

Tangis Thalita semakin membanjir karena ingat wajah pucat Andra begitu Thalita bilang dia sudah punya pacar lagi. Mantannya itu kelihatanâ?¦ entahlah, seperti kehilangan semangat hidup, padahal Thalita kan bohong. Dia belum punya pacar lagi, bahkan gebetan pun nggak punya. Hatinya sudah terlalu banyak dipenuhi nama Andra, tak ada ruang lagi untuk nama lain. Bagaimana mungkin dia bisa punya pacar lagi?

Dan tiba-tiba Thalita terpikir sesuatu yang tadi sama sekali nggak dipikirkannya. Bagaimana kalau Andra sakit hati karena Thalita udah punya pacar baru, dan diaâ?¦ berbuat sesuatu yang bodoh?
Ah, nggak mungkin, pikir Thalita getir. Andra bukan orang kayak gituâ?¦
Dan mungkin Thalita seharusnya melakukan ini sejak dulu, karena Andra toh lebih sayang drugs-nya daripada Thalita. Bukankah seharusnya sekarang dia bersyukur karena bisa benar-benar lepas dari cowok itu?

Thalita menyusut air matanya. Dia nggak boleh begini terus. Dia sudah melepaskan diri dari Andra, dan sekarang dia HARUS melepaskan diri dari bayang-bayang cowok itu juga.

^^
And when you slammed the front door shut
A lot of others opened up
So did my eyes so I could see
That you never were the best for me
Well, I never saw it coming
I should"ve started running
A long, long time ago
And I never thought I"d doubt you
I"m better off without you
More than you, more than you know
I"m slowly getting closure
i guess it"s really over
I"m finally getting better
And now I"m picking up the pieces
I"m spending all of these years
Putting my heart back together
"Come the day I thought I"d never get through,
I got over you
(Over You " DAUGHTRY)
^^


Trending Now
10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

Walaupun saat ini minimarket sudah sangat menjamur di Indonesia, tapi itu tidak membuat para pengusaha warung untuk menutup usahanya. Apalag
1,186 views 0 shares
20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa ANGLE Adalah Segalanya

20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa "ANGLE" Adalah Segalanya

"Angel" atau yang biasa disebut sudut pandang dalam fotografi dapat membuat foto menjadi lebih menarik dan dapat dijadikan kreasi seni. Ange
295,844 views 9,087 shares
10 Meme Larangan yang Cuma Ada di Indonesia. Lucu tapi Ngeselin!

10 Meme 'Larangan yang Cuma Ada di Indonesia'. Lucu tapi Ngeselin!

Perlu diingat, jika suatu larangan dibuat memang untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar.di Indonesia sendiri banyak sekali himbauan atau lara
849 views 0 shares
28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

Pulskers, saat ini ada cara foto yang lagi ngetrend nih, namanya foto remake. foto ini menampilkan foto masa kecil kamu yang kamu ambil lagi
301,315 views 3,828 shares
Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Profesi Dokter Sunat biasanya di lakukan oleh seorang Laki-laki. Seorang Wanita Cantik yang berasal dari Filipina ini mendadak jadi perbinca
306,457 views 16,691 shares
Kumpulan Meme Kocak Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang

Kumpulan Meme Kocak "Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang"

Perubahan jaman sangat berpengaruh pada kehidupan kita, mulai dari teknologi yang terus berkembang, tren dan fashion bahkan sampai kebiasaan
309,649 views 11,787 shares
10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

Stereotype seorang wanita, mereka harus pintar merawat diri seperti menjaga bentuk tubuh dan kecantikan wajah. Bukan hanya dengan polesan ma
1,093 views 0 shares
8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

Jika diperhatikan belakangan ini baik di media TV atau Internet terutama instagram banyak cowok yang berfoto selfie dengan Kucingnya, di Lua
52,888 views 2,456 shares
10 Meme Tentang Bawa Pacar ke Rumah yang Bikin Tersenyum Kecut

10 Meme Tentang 'Bawa Pacar ke Rumah' yang Bikin Tersenyum Kecut

Memiliki pasangan tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Apalagi bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih serius, pasti ada kom
4,823 views 0 shares