Thalita ^^11
Loading...
 
posted on WOW Keren
673 views
Thalita ^^11

***

"Dimakan dong makanannya, Ndra."
Andra mengaduk-aduk makanan dalam piring yang ada di hadapannya dengan nggak bersemangat. "Kenyang, Paâ?¦"
"Lho, dari tadi kamu kan belum makan apa-apa?" tegur Tante Retno lembut.

Entah kenapa wanita ini, meskipun Andra selalu menjahatinya, dia malah menyayangi Andra seperti anaknya sendiri.
Andra melirik wanita itu dengan galak, membuat Tante Retno jadi bungkam dan nggak berani ngomong apa-apa lagi.

Weekend ini Andra memang diminta Papa menginap di rumah beliau yang baru. Sebenarnya Andra nggak mau, apa lagi alasannya kalau bukan karena di sana ada Tante Retno dan Ayu, dua manusia yang paling dibencinya di muka bumi ini. Tapi entah kenapa Papa memaksa, bikin Andra jadi bingung sendiri.

Memangnya Papa nggak takut kalau selama gue nginep di sana, gue bakal memengaruhi Rio buat nyicipin narkoba? pikir Andra jengah. Yah, memang sih Andra amat sangat nggak mungkin melakukan itu, soalnya dia kan sayang banget sama Rio. Gila aja kalau dia sampai tega mencekoki adiknya sendiri dengan narkoba.
Kalau Ayuâ?¦ Well, sebenarnya pikiran Andra untuk mencekoki Ayu narkoba itu ingin juga dicobanya. Hitung-hitung membalaskan kekesalannya karena Ayu dan ibunya berani merangsek masuk dalam kehidupan keluarga Andra.

"Ayu mana?" tanya Papa ke Tante Retno, berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik lain karena menyadari suasana dingin yang menyergap setelah Andra menatap Tante Retno penuh kebencian. Itu juga membuyarkan lamunan jahat Andra tentang niatnya berusaha mencekoki Ayu dengan narkoba.
"Tadi sih di atas, Mas. Katanya sih tadi sore udah makan waktu main di rumah temannya. Apa mau saya panggilkan?"
"Nggak usah, mungkin dia memang sudah kenyang."
"Biar Andra yang panggil, Pa," kata Andra menawarkan diri. Mungkin sehabis memanggil Ayu nanti dia bisa langsung menyelinap ke kamarnya dan nggak perlu ikut makan malam lagi. Dia sudah muak sama Tante Retno dan semua kepalsuannya!
Atau mungkin dia bisa mulai mengiming-imingi Ayu dengan narkoba juga? Hmmâ?¦

"Tapi, Ndraâ?¦," Tante Retno berusaha mencegah. Dia tahu Andra benci sekali padanya dan Ayu. Aneh kalau sekarang Andra mau memanggilkan Ayu, kalau dia memang nggak punya maksud tersembunyi.
"Nggak apa-apa, Tante. Tante di sini aja, nikmati makanannya, dan semua yang sudah Tante curi dari keluarga saya!" kata Andra ketus, lalu segera berjalan cepat menuju tangga.

Hampir saja Papa menyusul untuk memarahi Andra, tapi ditahan oleh Tante Retno.

* * *

"Bah, lo masih make rupanya?" tanya Agus kasar.
Andra menatap laki-laki berewokan di depannya itu dengan tatapan kosong. "Ada stok nggak, Bang?"
"Lo ada duitnya berapa?"
Andra menyodorkan beberapa lembar uang seratus ribuan, uang jajannya untuk bulan itu.
"Yakin nih, cuma segini?" tanya Agus meremehkan.
"Ya adanya cuma itu, gimana dong?"
"Babe lo kan tajir, Ndra!"

Andra mendengus. "Babe, Babeâ?¦ kalo Papa tahu gue minta duit untuk nyabu, gue bakal langsung dijeblosin ke tempat rehab! Bisa gila gue di sana!"
Agus tertawa ngakak. "Lha, temen lo itu, siapa namanya? Ituâ?¦ yang udah tobat itu?!" tanya Agus sambil berusaha mengingat-ingat.
"Darius, Bos!" sahut Bejo, salah satu anak buah Agus.
"Ah, ya! Darius! Nama aja macho, tapi kelakuan bencong! Dia udah keluar dari panti rehab belon?"
"Udah. Udah tobat," sahut Andra.
"Dia nggak gila, kan?"
Andra menggeleng.
"Berarti panti rehab itu kagak bikin orang jadi gila, Ndra! Bego lo!" Agus ngakak semakin keras.

Andra menuang isi bir yang ada di atas meja ke dalam salah satu gelas dan menghabiskannya sekali tenggak.
"Udah deh, Bang! Hari ini gue nggak punya banyak waktu. Gue nginep di rumah Papa sampai besok. Kalo hari ini gue pulang telat, Papa pasti curiga. Jadi mending cepetan kasih barangnya deh!"
"Wahâ?¦ takut lo sama babe lo?" tanya Agus geli.
Andra nggak menjawab pertanyaan itu.
"Terus, kabar cewek lo gimana? Yang katanya ngebujuk lo biar bisa berhenti make itu?"
Andra menenggak bir lagi, kali ini langsung dari botolnya. "Gue udah putus sama dia."
"Nah, akhirnya lo berani juga mutusin cewek tukang ngatur macem dia!" puji Agus senang. Dia memang sebal banget sama mantan cewek Andra yang tukang ngatur itu. Gara-gara cewek itu, Andra jadi jarang beli barang. Pemasukan Agus kan jadi berkurang!
"Orang gue yang diputusin!" gerutu Andra keki.
Agus melotot. "Hah? Dasar tolol lo! Kenapa lo kagak mutusin dia duluan, hah?"
"Gue tuh sayang sama dia, Bang. Kalo bukan karena badan gue nagih sabu terus, gue pasti udah nurutin kata-kata cewek gue itu!" protes Andra kesal.
"Mantan cewek lo, tau! Bukan cewek lo lagi!"
"Terserah deh!" Andra mengusap bir yang menetes di dagunya dengan punggung tangan. "Mana barangnya?"
"Bejo, ambilin barang buat Andra!" perintah Agus.

Bejo keluar dari ruangan itu, dan sesaat kemudian datang kembali sambil membawa beberapa paket ukuran medium yang diserahkannya ke Agus, tapi dengan ekspresi menahan tawa yang teramat sangat.

Andra mengerutkan keningnya dan menoleh ke arah Agus, tapi ternyata tampang Agus nggak jauh beda. Andra memperhatikan wajah para bodyguard lain di ruangan itu, dan ekspresi mereka semua juga setali tiga uang.
"Abang ngetawain apa sih?" tanya Andra penasaran.
"Ya ngetawain lo! Ngetawain apa lagi?! Hahahaâ?¦"
"Kenapa gue diketawain? Tampang gue ada yang aneh?"
"Bukan tampang lo, tapi nasib lo! Kesian amat lo ditinggal cewek cuma gara-gara barang ini!" Agus melemparkan paket-paket yang tadi diambilkan Bejo ke arah Andra dan tawanya meledak. Begitu juga semua bodyguard di ruangan itu. Yang tadinya cuma mesem-mesem, sekarang udah ngakak abis-abisan. Andra berusaha cuek dan keluar dari ruangan itu dengan tampang biasa, tapi hatinya perih.

Sungguh, kalau dia sanggup, dia kepengin banget meninggalkan semua ini dan kembali pada Thalita, tapi dia nggak bisa. Tubuhnya menderita jika tak menghirup semua bubuk putih itu. Sakitnya tak tertahankan.

* * *

Thalita menutup presentasi makalahnya dengan senyum mengembang. Semua pertanyaan dari Pak Lukas, atau dari teman-teman di kelas pelajaran Agama itu bisa dijawabnya dengan jawaban yang tepat. Darren yang partner sekelompoknya juga tersenyum puas. Jawaban-jawaban yang diberikannya nggak kalah bagus. Dia menguasai banget materi untuk presentasi kali ini, dan Thalita jadi kagum sama cowok itu.

Thalita memang sudah nggak terbeban lagi untuk menepati janjinya pada Tatyana, karena janji itu sudah di-cancel. Dan entah kenapa, setelah itu dia malah merasa jadi lebih enjoy berada di dekat Darren. Rasanya semua tekanan yang mengimpitnya selama ini udah hilang, dan dia jadi nggak harus melakukan "manuver-manuver" untuk pedekate sama Darren cuma karena terbeban janjinya pada Tatyana itu.

Sepertinya semua jadi terasa lebih mudah sekarang, termasuk kerja sama dalam makalah itu dengan Darren. Dan Thalita baru sadar, setelah semua perasaan terbebannya itu hilang, ngobrol-ngobrol sama Darren ternyata bener-bener fun. Cowok itu enak diajak ngobrol apa aja, terutama soal sepak bola. Tiap Senin pagi, mereka berdua pasti udah heboh membahas pertandingan sepak bola liga-liga top Eropa weekend sebelumnya. Kadang-kadang debat kusir kalau tim jagoan mereka bukan tim yang sama. Singkatnya, pembatalan "perjanjian" itu malah membuat Thalita bisa akrab dengan Darren, dan kali ini akrab yang bener-bener akrab, bukan karena terpaksa.

Padahal nih, gara-gara melihat idola mereka bisa segitu gampangnya akrab sama cewek "biasa-biasa aja" macam Thalita (apalagi saat ngobrolin sepak bola), separuh cewek SMA Persada Bangsa jadi rela begadang dan terkantuk-kantuk di depan TV tiap Sabtu dan Minggu subuh, nonton pertandingan sepak bola yang sama sekali nggak mereka mengerti. Dan itu cuma supaya mereka bisa sok nyinggung-nyinggung tentang bola juga di depan Darren hari Senin-nya!

Darren lempeng aja menghadapi semua tingkah gila cewek-cewek itu, karena dia tahu mereka itu sebenarnya nggak ngerti bola, dan melakukan hal gila macam itu cuma untuk menarik perhatiannya. Cuma, Darren agak surprised juga karena nggak nyangka dia bisa membuat segitu banyak cewek rela punya "mata panda" di hari Senin pagi akibat mantengin bola subuh harinya. Kok bisa ya? pikir Darren heran.

Tapi gimanapun akrabnya Thalita sama Darren, masih ada serangan rasa bersalah yang menghampiri Thalita jika sedang terlibat obrolan yang menyenangkan dengan cowok itu. Seperti ada sosok Andra yang hadir tiba-tiba, memaksa Thalita untuk nggak melupakannya. Dan setiap kali itu terjadi, Thalita bisa merasakan ia langsung menarik diri dari obrolannya dengan Darren. Entah dengan cara memutus pembicaraan dengan segala macam alasan, atau jadi menjawab seadanya jika ditanya. Pagar pembatas bernama Andra itu terlalu kuat mengelilinginya.

"Nah, Darren, Thalita, kalian boleh duduk," kata Pak Lukas sambil bertepuk tangan. Presentasi mereka memang dapat giliran paling akhir, dan sekarang sudah hampir waktunya bel pulang.

Darren dan Thalita berjalan ke bangku masing-masing. Tatyana sempat mengedip pada Thalita sebelum cewek itu duduk, yang dibalas Thalita dengan cengiran nggak jelas. Presentasi kelompok Tatyana dan Sugeng tadi diwarnai oleh tatapan mupeng cowok-cowok saat giliran Tatyana, dan tatapan terpesona cewek-cewek saat giliran Sugeng. (Dalam hal ini cewek-cewek itu ya cuma Nita, karena Tatyana ada di depan kelas, Thalita nggak lagi tertarik sama cowok, dan Verina sibuk sendiri sama pacarnya.)
"Nilai presentasi dan makalah kalian semua akan Bapak umumkan minggu depan," Pak Lukas mengumumkan. "Secara keseluruhan, kerja kalian sudah bagus sekali, dan ternyata cukup kompak biarpun ada kelompok yang kelasnya berbeda. Yah, mungkin ke depannya Bapak bakal memberikan banyak tugas kelompok begini."
Bel pulang berdentang, memutus pidato Pak Lukas.
"Nah, kita sambung minggu depan, ya." Pak Lukas rupanya cukup tau diri untuk nggak meneruskan pidatonya. Lagi pula, dia nggak segitu butanya sampai nggak bisa melihat beberapa muridnya yang sudah berdiri sambil menenteng tas masing-masing.

Trending Now
10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

10 Warung yang Lokasinya Nggak Lazim. Bikin Bingung Pembeli!

Walaupun saat ini minimarket sudah sangat menjamur di Indonesia, tapi itu tidak membuat para pengusaha warung untuk menutup usahanya. Apalag
1,172 views 0 shares
20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa ANGLE Adalah Segalanya

20 FOTO INI Jadi Bukti Bahwa "ANGLE" Adalah Segalanya

"Angel" atau yang biasa disebut sudut pandang dalam fotografi dapat membuat foto menjadi lebih menarik dan dapat dijadikan kreasi seni. Ange
295,839 views 9,087 shares
10 Meme Larangan yang Cuma Ada di Indonesia. Lucu tapi Ngeselin!

10 Meme 'Larangan yang Cuma Ada di Indonesia'. Lucu tapi Ngeselin!

Perlu diingat, jika suatu larangan dibuat memang untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar.di Indonesia sendiri banyak sekali himbauan atau lara
845 views 0 shares
28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

28 Foto Remake Dulu Vs Sekarang

Pulskers, saat ini ada cara foto yang lagi ngetrend nih, namanya foto remake. foto ini menampilkan foto masa kecil kamu yang kamu ambil lagi
301,314 views 3,828 shares
Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Inilah Sosok Dokter SUNAT Tercantik di Dunia, Simak foto-fotonya

Profesi Dokter Sunat biasanya di lakukan oleh seorang Laki-laki. Seorang Wanita Cantik yang berasal dari Filipina ini mendadak jadi perbinca
306,398 views 16,691 shares
Kumpulan Meme Kocak Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang

Kumpulan Meme Kocak "Perbedaan Pelajar Jaman Dulu VS Sekarang"

Perubahan jaman sangat berpengaruh pada kehidupan kita, mulai dari teknologi yang terus berkembang, tren dan fashion bahkan sampai kebiasaan
309,648 views 11,787 shares
10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

10 Review Produk Skincare yang Isinya Bikin Gagal Glowing

Stereotype seorang wanita, mereka harus pintar merawat diri seperti menjaga bentuk tubuh dan kecantikan wajah. Bukan hanya dengan polesan ma
1,092 views 0 shares
8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

Jika diperhatikan belakangan ini baik di media TV atau Internet terutama instagram banyak cowok yang berfoto selfie dengan Kucingnya, di Lua
52,887 views 2,456 shares
10 Meme Tentang Bawa Pacar ke Rumah yang Bikin Tersenyum Kecut

10 Meme Tentang 'Bawa Pacar ke Rumah' yang Bikin Tersenyum Kecut

Memiliki pasangan tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Apalagi bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang lebih serius, pasti ada kom
4,786 views 0 shares