Thalita ^^12
Loading...
 
posted on WOW Keren
671 views
Thalita ^^12

"Nah, kita sambung minggu depan, ya." Pak Lukas rupanya cukup tau diri untuk nggak meneruskan pidatonya. Lagi pula, dia nggak segitu butanya sampai nggak bisa melihat beberapa muridnya yang sudah berdiri sambil menenteng tas masing-masing.

Yang ada dia bakal dicaci maki kalau masih terus nekat meneruskan pidatonya.
"Hei, makasih ya!"

Darren tiba-tiba sudah berdiri di depan meja Thalita, membuat Thalita yang lagi sibuk membereskan barang-barangnya mendongak sesaat.
"Buat apa?"
"Ya karena lo udah bikin susunan makalah yang bagus banget. Gue seneng dapat partner kayak lo." Darren tersenyum lebar, sementara Thalita melihat seisi kelas yang ternyata hanya tinggal mereka berdua. Rupanya yang lain-lain sudah pada cabut duluan.
"Ohâ?¦ itu juga kan karena lo bisa dapetin bahan makalah yang bagus. Kalau nggak ya gue nggak bisa bikin makalah yang oke juga. Harusnya gue yang bilang thanks ke loâ?¦"
"Hmmâ?¦ gue punya ide nih, itu juga kalau lo nggak keberatan sihâ?¦"
"Apa dulu?"
"Gue pengin nraktir lo. Yahâ?¦ ngopi, ngeteh, atau nongkrong gitu. Anggap aja buat ngerayain kerja sama pertama kita yang sukses, gimana?"

Thalita terpana. Dia memang akrab sama Darren akhir-akhir ini, tapi tetap dalam batas teman ngobrol aja, itu juga cuma di sekolah. Tapi sekarangâ?¦ kok Darren ngajak kencan?
"Jangan tersinggung atau apa, Tha, tapi gue bener-bener cuma pengin nraktir lo terus ngobrol-ngobrol gitu aja. Tadi pagi kita belum selesai ngebahas Roma lawan Inter Milan semalam, kan? Lebih enak ngobrol di kafe, lagi, daripada di sekolahâ?¦"

Thalita tercenung. Rasa bersalah yang sangat dikenalnya, yang selalu muncul jika ia dekat dengan Darren, sedang menikamnya lagi. Bayangan Andra yang mungkin sedang berjuang melawan narkobanya (walaupun kemungkinan itu sangat kecil, mengingat pengakuan Andra saat terakhir Thalita bertemu dengannya), sementara Thalita enak-enakan hang-out sama Darren, menghantamnya begitu hebat.

"Wah, kayaknya lo keberatan, ya? Ya udah nggak papa. Sori gue udah bikin lo bingung. See you tomorrow." Darren beranjak dari tempatnya berdiri.
"Ehâ?¦ tunggu!" panggil Thalita. Mendadak, kali ini saja, ia ingin mengabaikan bayangan Andra dalam benaknya. Sekali ini saja ia ingin bebas dari serangan rasa bersalah itu. Dia kan bukannya mau kencan sama Darren, tapi cuma mau ngobrol-ngobrol aja. Lagi pula benar kata Darren, debat kusir mereka tadi pagi soal Roma vs. Inter Milan belum selesai! "See you tonight deh. Coffee Bean PIM, seven o"clock, gimana?"

Alis Darren terangkat, sebelum akhirnya dia nyengir lebar. "Sounds great."

* * *

Thalita pucat pasi. Gelas Jasmine Milk Tea yang ada dalam genggamannya nyaris meluncur turun ke lantai Coffee Bean, kalau aja nggak ditahan Darren.
"Lo kenapa, Tha?" tanya Darren cemas.
"Gueâ?¦ ada mantan gueâ?¦" Thalita menunduk, bulu kuduknya berdiri, dan dia sama sekali nggak berani menatap ke arah Andra dan Darius yang baru saja melangkah memasuki Coffee Bean. Thalita juga nggak tau apa cowok itu udah melihatnya ada di sini.

"Mantan lo? Mantan lo yang manaâ?¦?" Darren mengedarkan pandangannya ke seluruh Coffee Bean, dan entah kenapa bisa dengan tepat menebak sosok Andra. "Cowok pakai kaus putih yang baru masuk itu?"
Thalita mengangguk, gemetar. "Kitaâ?¦ kita pergi aja dari sini, ya?"
"Oke."

Darren berdiri dan menggamit tangan Thalita, yang dengan panik melirik ke arah tempat Andra duduk. Cowok itu kelihatannya lagi sibuk ngobrol sama Darius. Mungkin Thalita dan Darren bisa keluar dari situ tanpa sepengetahuan Andraâ?¦
Semakin dekat ke sofa Andra duduk, Thalita semakin mempercepat langkahnya. Kenapa dari sekian banyak tempat dan waktu, dia bisa ketemu sama Andra di sini? Kenapa?

Beberapa langkah lagi sudah pintu keluar, Thalita menunduk semakin dalam. Kalau saja dia bisa mengubah wajahnya jadi wajah orang lain walau cuma beberapa detikâ?¦
"Thalita?"

Suara itu seperti ribuan jarum yang menusuk punggungnya. Andra ternyata masih bisa mengenalinya, bahkan walaupun Thalita sudah menunduk sampai-sampai nggak bisa melihat jalan di depannya.
"Mmmâ?¦ hai, Ndra," sapa Thalita, mengerling Andra sedikit. Cowok itu kelihatan seperti baru ditonjok jatuh.

"Hai! Thalita! Apa kabar?" sapa Darius yang baru menyadari siapa yang disapa Andra.

Thalita bengong sesaat melihat Darius. Cowok itu kelihatan beda banget dengan yang terakhir Thalita lihat. Darius agak gemuk sekarang, dan sepertinya penuh semangat hidup, beda sekali dengan Andra yang berdiri di sebelahnya. Andra tambah kurus, matanya cekung, dan tulang pipinya menonjol. Thalita nggak bisa menahan diri untuk nggak melirik lipatan siku Andra. Masih banyak bekas suntikan di sana. Ia bergidik ngeri.

"Hai, Dar," sapa Thalita seadanya. "Long time no seeâ?¦"
"Siapa dia?" tanya Andra tanpa basa-basi. Tatapannya tertuju pada tangan Darren yang menggenggam tangan Thalita penuh perlindungan.
"Iniâ?¦" Thalita terbata, tapi nggak menarik lepas tangannya. Genggaman Darren terasa aman, dan dia takut kalau-kalau dia bakal jatuh lemas seandainya dia berdiri di hadapan Andra tanpa menggenggam tangan Darren. "Iniâ?¦ ini Darren, pacar gue."

Andra benar-benar kelihatan seperti orang yang baru divonis hukuman mati. Sementara Darren menoleh ke arah Thalita dengan tatapan bingung, tapi pada detik berikutnya dia kelihatan mengerti drama apa yang sedang dimainkan Thalita.

Thalita merasa berdiri di tepi tebing, siap menerjunkan diri ke jurang yang terhampar di hadapannya. Apa yang baru saja ia katakan? Kenapa kata-kata itu terucap begitu saja? Apa itu dorongan emosinya, yang merasa marah karena melihat kondisi Andra masih sama parahnya seperti ketika mereka putus? Apakah itu pengaruh rasa kecewanya, karena ia sama sekali tak melihat ada usaha yang dilakukan Andra untuk bisa melepaskan diri dari drugs? Ya, ia marah dan kecewa, dan kali ini ia ingin Andra merasakan hal yang sama. Biar dia tahu bagaimana rasanya!

"Ren, kenalin, ini Andra. Ndra, ini Darren," kata Thalita, berusaha menekan intonasi suaranya sedatar mungkin.
Darren mengulurkan tangannya untuk bersalaman, tapi Andra tetep diam, sampai akhirnya Darren menarik tangannya lagi. Thalita tercekat, Darius juga.
"Maafin aku, Thaâ?¦ Maafin akuâ?¦"
Dan Andra berlalu pergi dari situ, meninggalkan Thalita, Darius, dan Darren yang terlongong tanpa tahu harus berbuat apa.

* * *

"Maaf ya," kata Thalita pada Darren dalam perjalanan menuju parkir basement PIM2. Setelah kejadian tadi, Thalita memutuskan untuk langsung pulang. Dia sama sekali nggak berselera untuk jalan-jalan atau mencari tempat nongkrong lain. "Gue jadi terpaksa mengaku-aku lo pacar gueâ?¦"
"Nggak papa. Gue cuma kaget kok tadiâ?¦"

Thalita mendongak menatap Darren, merasa sangat berterima kasih. Cowok ini benar-benar baik, bahkan dia nggak keberatan pura-pura jadi pacar Thalita, biarpun selama ini Thalita merasa komitmennya untuk jaga jarak dari Darren sering membuat cowok itu tersinggung.

Entah kenapa, tiba-tiba Thalita merasa dia harus cerita ke seseorang tentang perasaannya yang kacau-balau pada Andra. Dia nggak akan bisa memendam semua ini sendiri lagi. Dia butuh tempat untuk berbagi.

"Mantan gue yang tadi itu, namanya Andra. Gue putus sama dia karena gue nggak tahan terus-terusan melihat dia jadi junkiesâ?¦," jelas Thalita lirih.
Alis Darren terangkat sedikit. Selain itu, dia sama sekali nggak menunjukkan tanda-tanda kekagetan lainnya.
"Gue udah berkali-kali memohon sama dia supaya dia berhenti ngobat, tapi dia cuma janji mulu, nggak pernah menepati janjinya itu. Jadi waktu kenaikan kelas kemarin, gue mengambil keputusan, gue harus putus dari dia. Gue nggak tahanâ?¦ Selain itu, ortu gue juga melarang gue dekat sama Andra lagiâ?¦"

Air mata Thalita menitik, dan dia cepat-cepat mengusapnya. Sungguh memalukan, di depan cowok seganteng Darren, dia malah menangis. Cengeng!
"Andra berulang kali minta balik sama gue, tapi gue tau gue nggak akan sanggup disakiti sekali lagi. Gue beberapa kali nolak dia, tapi dia kekeuh. Sampai akhirnya terakhir kali dia minta balik, gue bilang ke dia gue udah punya pacar baru, dan nggak mungkin balik sama dia lagiâ?¦ Itu alasan gue aja, karena gue mikir kalau Andra tahu gue udah punya gandengan, dia nggak akan minta gue balik sama dia lagi. Dia kelihatan marah banget waktu ituâ?¦ Dan tadi waktu kami ketemu lagi, kebetulan gue lagi sama loâ?¦ Gue marah, kecewa karena gue lihat kondisi dia belum berubah. Gue tau pasti, dia masih ngobat, dan gue kepingin supaya sekali ini aja, dia bisa merasakan kekecewaan seperti yang gue rasakan. Gue nggak tau kenapa gue bisa ngomong sengaco itu, tanpa bilang-bilang ke lo sebelumnyaâ?¦ It was justâ?¦ I don"t knowâ?¦ sepertinya perkataan itu meluncur gitu aja dari bibir gue, tanpa bisa gue kendalikanâ?¦"

"It"s okay, Tha. Kita juga nggak tahu bakalan ketemu sama mantan lo itu di sini, kan?"
Thalita mengangguk. "Tapi tetep aja gue ngerasa nggak enak sama loâ?¦ Lo harus berada di situasi yang nggak nyaman gara-gara gueâ?¦ Apalagi sekarang, lo harus menampung curhat gue jugaâ?¦"

Langkah Darren terhenti, dan dia menatap Thalita lembut. "Gue sama sekali nggak nyalahin lo kok. Dan kalau lo mau tahu, gue justru ngerasa tersanjung banget karena lo ternyata percaya sama gue untuk tahu tentang masa lalu lo dan Andra. Nggak setiap orang bakal lo ceritain tentang masa lalu lo, kan?"

"Iya. Makasih ya, Renâ?¦ Dan kalau gue bisa minta satu hal lagi, tolong jangan cerita soal kejadian hari ini ke siapa-siapa, termasuk ke Tatyanaâ?¦"
Darren mengangguk. "You have my word."

* * *

Trending Now
10 Foto Kocak Orang Terobos Jalan yang Lagi Dicor. Bikin Gregetan!

10 Foto Kocak Orang Terobos Jalan yang Lagi Dicor. Bikin Gregetan!

Setiap harinya di media sosial ada saja tingkah orang-orang yang membuat kita tergelitik. Yang namanya manusia memang memiliki sifat dan kar
50 views 0 shares
10 Status Facebook Lucu Tentang Pasangan yang Bikin Meringis

10 Status Facebook Lucu Tentang Pasangan yang Bikin Meringis

Jatuh cinta adalah sebuah anugerah, dan ketika kita jatuh cinta pasti memiliki rasa ingin memiliki pasangan. Tentu saja untuk memiliki pasan
14,973 views 0 shares
10 Status Tentang Pinjam Uang yang Isinya Nyeleneh Banget

10 Status Tentang Pinjam Uang yang Isinya Nyeleneh Banget

setiap orang pasti memiliki kebutuhan hidupnya masing-masing. inilah yang terkadang membuat mereka over budget dan harus meminjam uang. Tent
4,202 views 0 shares
10 Status Pamer di Sosmed yang Isinya Bikin Ngakak

10 Status Pamer di Sosmed yang Isinya Bikin Ngakak

Hampir semua orang yang memakai smartphone pasti memiliki aplikasi media sosial di dalamnya. Dewasa ini, sosmed nggak hanya untuk membagikan
199 views 0 shares
Jawaban Imajinatif Netizen dari Penggunaan WC Berbentuk Aneh yang Lagi Viral

Jawaban Imajinatif Netizen dari Penggunaan WC Berbentuk Aneh yang Lagi Viral

Beberapa waktu lalu, dunia maya dihebohkan dengan foto bentuk WC unik Pulsker. Karena tempat air dan klosetnya saling bertolak belakang. Lan
53,098 views 151 shares
10 Komentar Di YouTube yang Lucunya Bikin Mules

10 Komentar Di YouTube yang Lucunya Bikin Mules

YouTube adalah kanal dimana kita bisa melihat berbagai macam video. Siapapun bisa mengunggah videonya di YouTube. Selain itu, kita juga bisa
10,682 views 0 shares
10 Tingkah Orang Lagi Makan yang Bikin Heran

10 Tingkah Orang Lagi Makan yang Bikin Heran

Ketika tidak tersedia makanan di rumah saat lapar, pilihan yang ada di depan mata adalah beli makan di luar. Nggak cuma bisa dibungkus aja,
126 views 0 shares
10 Meme Kutukan Mantan yang Bikin Nangis di Pojokan

10 Meme Kutukan Mantan yang Bikin Nangis di Pojokan

Setiap orang yang menjalin kasih pasti berharap hubungannya berlanjut hingga ke pelaminan. Tapi yang namanya jodoh sudah di atur oleh Tuhan.
21,907 views 186 shares
10 Status WA yang Isinya Nggak Jelas Banget tapi Lucu

10 Status WA yang Isinya Nggak Jelas Banget tapi Lucu

Semakin kesini, aplikasi chatting WhatsApp bukan sekedar aplikasi untuk berkirim pesan saja, tetapi juga mirip dengan media sosial lainnya.
112 views 0 shares
Wow, Kumpulan Karya Seni Street Art Ini Bikin Banyak Orang Kagum!

Wow, Kumpulan Karya Seni Street Art Ini Bikin Banyak Orang Kagum!

Kreatif memang tidak mengenal tempat, dimanapun itu, termasuk ditembok kosong sekalipun bisa jadi kanvas bagi mereka yang kreatif. Seni buka
28,385 views 298 shares