Thalita ^^13
Loading...
 
posted on WOW Keren
759 views
Thalita ^^13

***

Andra memacu motornya dengan kencang sepanjang perjalanan pulang. Perasaannya benar-benar campur aduk nggak keruan.

Thalita ternyata nggak bohong, dia sudah punya pacar baru.
Dan pacar baru Thalita itu, sewaktu Andra melihatnya tadi, ia merasakan pukulan yang sangat dahsyat di dadanya. Cowok ituâ?¦ sempurna untuk Thalita. Sehat, tegap, dan mampu melindunginya.

Benar-benar sosok yang akan dibutuhkan Thalita saat ini, jika dibandingkan dengan Andra yang sekarang ringkih digerogoti narkoba. Andra yang mungkin tak punya masa depan lagi.
Meski sakit, Andra mengakui dalam hati, cowok itu lebih pantas bagi Thalita daripada dirinya. Tapi rasa sakit yang menyerbunya sekarang begitu kejam. Ia masih sayang Thalita, sebaik apa pun cowok Thalita sekarang ia tetap tak bisa merelakannya.

Andra berhasil sampai di rumah, dan memarkir motornya sembarangan saja di carport. Ia bergegas masuk ke kamarnya, mencari-cari barang yang baru dibelinya dari Agus.
Kali ini dia benar-benar membutuhkan barang itu, lebih dari yang sebelum-sebelumnya.

* * *

Santi berdiri di depan pintu rumahnya dengan perasaan galau. Jam segini Mama belum pulang juga, dan entah kenapa Santi jadi khawatir. Padahal ini bukan pertama kalinya Mama pulang larut malam. Malah, sering Mama pulang dalam keadaan mabuk, dan diantar orang-orang yang nggak Santi kenal. Hanya kali ini Santi benar-benar cemas. Bukan cuma karena Mama belum pulang, tapi juga karena sejak kemarin malam Andra belum juga keluar dari kamarnya. Santi terakhir kali melihat Andra masuk ke kamar kemarin malam, dengan ekspresi wajah yang aneh, seperti gusar, tapi bercampur sedih yang mendalam.

Santi nggak berani masuk ke kamar Andra, tapi dia juga khawatir kalau-kalau terjadi hal-hal yang buruk sama kakaknya itu. Itulah kenapa sekarang Santi memutuskan untuk menunggu Mama pulang. Mungkin nanti Mama bisa memanggil Andra keluar dari kamarnya.

Baru dua jam kemudian sebuah sedan mewah yang entah milik siapa berhenti di depan rumah, dan Mama keluar dari dalamnya sambil terhuyung. Santi cepat-cepat membukakan pintu untuk Mama.
"Maâ?¦," Santi berusaha memulai pembicaraan setelah Mama masuk ke rumah. Kayaknya pembicaraan ini bakal susah, karena Mama sudah dalam kondisi setengah sadar. Siapa yang bisa diajak bicara kalau sudah dalam kondisi teler begitu?

"Hmmâ?¦," gumam Mama nggak jelas. Dari mulutnya tercium bau alkohol yang keras.
"Kak Andraâ?¦ udah seharian ini nggak keluar dari kamarnyaâ?¦"
"So?"
"Akuâ?¦ aku jadi khawatirâ?¦"
Mama mengibaskan tangannya. "Ah, nggak usah sok khawatir kamu. Dia kan udah biasa kayak gitu, hoaaahhhmmmmâ?¦" Mama menguap.

"Iya, tapi kali ini aneh banget, Ma. Kak Andra bahkan nggak keluar untuk mandi atau makan. Itu kan aneh banget! Aku cuma takut Kak Andra kenapa-napaâ?¦"
"Udahlah, Santi, kamu nggak usah mikir yang aneh-aneh! Kamu tuh kebanyakan nonton sinetron! Kakakmu nggak kenapa-kenapa! Dan apa kamu yakin Andra ada di rumah? Bisa aja dia keluyuran nggak jelas sama teman-teman brengseknya itu dan nggak pulang!" Mama yang teler jadi senewen, dan mulai mengomeli Santi.

"Tapi kemarin aku lihat kok waktu Kak Andra pulang. Aku tahu pasti Kak Andra nggak keluar-keluar lagi setelah itu. Udah gitu, waktu Kak Andra pulang, mukanya suntuk bangetâ?¦"
"Suntuk gimana?"
"Yah, Kak Andra kayak kacau gitu. Aku takut, Maâ?¦," Santi makin gelisah.
"Santi, cukup! Mama capek, mau tidur! Jangan ganggu Mama lagi, oke?" Mama memutuskan untuk menyudahi pembicaraan, dan tanpa babibu lagi masuk ke kamarnya.

Santi menghela napas. Dari ruang makan tempatnya berdiri sekarang, Santi bisa melihat pintu kamar Andra yang tertutup rapat. Entah sedang apa kakaknya di dalam situ. Semoga Mama benar, Andra nggak kenapa-kenapa, dan perasaan cemas Santi cuma karena dia kebanyakan nonton sinetron.

* * *

"Thaâ?¦ aku udah sembuh. Kamu lihat, aku sekarang bukan junkies lagi! Aku bersih!"
Thalita melongo melihat Andra yang ada di hadapannya sekarang. Cowok itu kelihatan seperti Darius, yang sehat dan dan punya semangat hidup. Nggak ada lagi mata cekung, tubuh kurus, atau bekas-bekas suntikan di lipatan sikunya. Air mata Thalita menetes perlahan. Ini Andra yang dulu dia sayangi, Andra yang beberapa bulan belakangan ini dia rindukan setengah mati. Andra yang duluâ?¦

"Kamu? Kamu beneran sembuh, Ndra? Kamu mau nurutin omonganku buat ikut rehab?" tanya Thalita nggak percaya.
Andra mengangguk riang. "Iya, aku sembuh buat kamu, Tha!"
Thalita serasa bisa terbang saking girangnya. "Kamu janji nggak bakal pakai drugs lagi, Ndra?"
"Nggak bakal. Never again!" Andra mengacungkan jarinya yang membentuk huruf V pada Thalita. "Janji deh!"
"Janji nggak bakal ninggalin aku lagi?" tanya Thalita senang. Dia bisa balik sama Andra sekarang. Bisa menjalani masa-masa yang indah seperti di awal mereka pacaran dulu. Nggak akan ada lagi penghalang! Semua drugs itu sudah pergiâ?¦

Tapi tubuh Thalita lemas mendadak waktu dia melihat Andra menggeleng.
"Sori, Tha, tapi aku nggak bisa. Aku nggak bisa bareng kamu lagi. Aku harus pergiâ?¦ Maafin akuâ?¦"
Andra berbalik menghadap pintu gerbang rumah Thalita yang mendadak berubah jadi lorong hitam panjang yang entah di mana ujungnya.
"Nggak bisa? Apa maksudmu nggak bisa? Tapi, Ndraâ?¦ kamu kan udah sembuh! Kenapa kamu mau ninggalin aku? Aku sayang banget sama kamu! Sekarang kita bisa balikan lagi!"
"Aku juga sayang sama kamu, Tha! Tapiâ?¦" Andra nggak meneruskan kalimatnya, dan tiba-tiba Thalita serasa ditarik dari mulut lorong gelap itu dan dijatuhkan di atas tempat tidurnya.

Mimpi.

Thalita mengucek matanya, dan melihat jam dinding. Setengah empat subuh. Dadanya sesak akibat mimpi tadi. Harusnya Thalita tau, Andra nggak akan mungkin meninggalkan drugs-nya, walaupun demi Thalita.
Terdengar suara HP berbunyi, dan tangan Thalita menggapai-gapai ke nakas di samping ranjangnya. Dia terheran-heran menatap nama incoming call yang tertera di LCD HP-nya.

Darius callingâ?¦

Kenapa Darius meneleponnya subuh-subuh begini?
"Thalita? Ini Darius. Sori, gue harus gangguin lo subuh-subuh giniâ?¦"
"Ehâ?¦ lo, Dar. Ada apa?"
"Iniâ?¦ ini soal Andraâ?¦"

Perasaan Thalita langsung nggak enak. Soal Andra? Dan Darius sampai harus meneleponnya subuh-subuh begini karena itu? Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadiâ?¦
"Andraâ?¦ Andraâ?¦ nggak papa, kan?" tanya Thalita ketakutan. Dia nggak bisa membayangkan sesuatu yang buruk terjadi.
"Maaf, Thaâ?¦ tapi Andraâ?¦ Andra udah nggak adaâ?¦ Dia ODâ?¦."

***

Thalita berdiri lemas di samping makam Andra yang baru saja ditutup. Dia sudah nggak bisa meneteskan air mata lagi. Air matanya sudah terkuras habis sejak dia mengetahui Andra meninggal.
Ternyata Andra sudah dua hari meninggal sewaktu jenazahnya ditemukan di kamar. Itu pun karena Santi, yang khawatir karena kakaknya nggak keluar-keluar juga dari kamar, akhirnya menelepon Darius di tengah malam dan meminta cowok itu datang.

Darius datang lalu mendobrak pintu kamar Andra karena temannya itu nggak kunjung menyahut walaupun dipanggil berkali-kali. Waktu pintu itu berhasil didobrak, mereka mendapati Andra tergeletak di atas ranjang dengan tangan dan kepala menjuntai ke bawah. Di sampingnya banyak sekali plastik kosong bekas wadah sabu-sabu, juga bong dan jarum suntik. Santi yang histeris langsung pingsan. Terpaksa Darius yang mengurus semuanya, mulai dari menelepon ambulans dan polisi, karena mama Andra terlalu mabuk di kamarnya untuk mengurus itu semua.

Polisi datang kurang dari sepuluh menit kemudian, disusul ambulans yang sirene membuat penduduk yang tinggal sekompleks dengan rumah Andra terbangun. Dari hasil autopsi, Andra diketahui overdosis zat adiktif atau narkoba. Darius yang mendengar hasil autopsi itu cuma bisa menghela napas. Dia nggak pernah menyangka sahabatnya akan berakhir seperti ini. Tapi Darius sadar semua ini adalah kenyataan yang nggak bisa diubah. Dia memutuskan untuk menghubungi papa Andra, juga Thalita, dan beberapa teman dekat mereka.

Selama satu hari jenazah Andra disemayamkan, dan sepanjang itu mamanya terus menjerit memanggil-manggil anak yang selama hidup diabaikannya itu. Santi menangis di bahu papanya, sementara Tante Retno dan Ayu berulang kali meneteskan air mata. Beberapa tetangga datang melayat, tapi tak banyak karena Andra memang kurang disukai tetangga-tetangganya, yang tahu dia tergolong anak berandalan. Yang datang juga sebagian besar ibu-ibu kompleks yang iba pada Santi, dan ingin mengetahui keadaan anak itu.

Teman Andra hanya segelintir yang datang, karena sejak Andra menjadi junkies, jumlah temannya juga meluntur sedikit demi sedikit.
Dulu, Andra nggak pernah tau bahwa drugs akan membuat kehidupan sosialnya begitu berantakan. Membuat orang-orang yang dulu menyukainya meninggalkannya satu demi satu.

Tapi inilah kenyataannya sekarang, dan sudah terlambat bagi Andra untuk memperbaikinya lagi.

Setelah selesai disemayamkan, papa Andra memutuskan untuk segera memakamkan anaknya. Semuanya disiapkan dengan serba-cepat dalam kegalauan. Diadakan kebaktian yang sangat singkat di taman pemakaman, sebelum peti jenazah Andra diturunkan ke liang lahat.

Kenapa, Ndra? Kenapa? batin Thalita miris, sambil masih berdiri di sisi makam Andra. Dari dulu gue selalu takut hari ini datangâ?¦ Hari saat lo pergi dan nggak bisa kembali lagiâ?¦ Hari di mana gue tau bahwa gue nggak bisa menyelamatkan lo dari obat-obat itu lagiâ?¦

Seseorang menepuk bahu Thalita lembut, dan cewek itu menoleh. Jennie berdiri di belakang Thalita dengan tatapan iba.
"Adik lo nelepon gue tadi, ngasih tau hari ini Andra dimakamkan."
Thalita mengangguk lemah. Sebelumnya dia sama sekali nggak terpikir untuk menelepon Jennie, karena dunia rasanya sudah terbalik begitu dia mengetahui Andra meninggal. Thalita bersyukur karena Acha bisa mengambil inisiatif untuk memberitahu Jennie.

Kebetulan, Thalita memang sangat membutuhkan seseorang untuk menemaninya saat itu.
"Yuk, ikut gue," ajak Jennie, lalu menggamit tangan Thalita menuju salah satu pohon besar yang ada di dekat situ.

Trending Now
10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

Online shop sudah menjadi pilihan alternatif bagi orang-orang yang malas ribet untuk berbelanja keluar rumah. Prosesnya juga dirasa cukup mu
1,845 views 0 shares
9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

Ketika menjalin hubungan, nggak cuma cinta aja yang dibutuhkan, tetapi juga komitmen dan rela berkorban demi pasangan. Ini semua dilakukan t
564 views 0 shares
15 Foto Keren Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

15 Foto 'Keren' Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

Nggak perlu jadi fotografer profesional untuk mengambil gambar yang unik, keren dan menarik. Kamu juga bisa jadi fotografer terbaik dunia de
252,147 views 21,882 shares
10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

Setelah tumbangnya BBM pada BlackBerry, WhatsApp mendominasi semua Smartphone untuk dijadikan aplikasi chatting. Ya, hampir semua pengguna s
27,571 views 0 shares
9 Meme Sindiran Semua Akan Strory Pada Akhirnya

9 Meme Sindiran 'Semua Akan Strory' Pada Akhirnya

Baru-baru ini Twitter mengeluarkan fitur baru dalam aplikasinya, yaitu fitur story yang bisa kita gunakan sama seperti yang ada di Instagram
1,247 views 0 shares
Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Orang-orang di dunia terkadang memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya. Kalau kembar dan lahir dari satu ibu atau dalam satu keluarga itu
58,838 views 2,553 shares
10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

Beruntunglah, karena kehidupan kita saat ini sudah terbantu oleh adanya teknologi. Terutama dengan adanya internet dan smartphone. Komunikas
5,928 views 0 shares
10 Kisah Konyol Salah Beli yang Bikin Ngakak

10 Kisah Konyol 'Salah Beli' yang Bikin Ngakak

Sebagai anak yang berbakti, sudah menjadi kewajiban kita untuk menolong orang tua. Entah itu Ayah, ibu atau kakak. Tapi yang namanya manusia
2,320 views 0 shares
10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

Belanja online saat ini sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi menarik dikarenakan proses belanja online
142,227 views 0 shares
10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

Teknologi membuat kehidupan kita jauh lebih mudah dari dulu. Terlebih lagi masalah komunikasi, dimana kita bisa menghubungi orang yang kita
1,263 views 0 shares