Thalita ^^13
Loading...
 
posted on WOW Keren
782 views
Thalita ^^13

***

Andra memacu motornya dengan kencang sepanjang perjalanan pulang. Perasaannya benar-benar campur aduk nggak keruan.

Thalita ternyata nggak bohong, dia sudah punya pacar baru.
Dan pacar baru Thalita itu, sewaktu Andra melihatnya tadi, ia merasakan pukulan yang sangat dahsyat di dadanya. Cowok ituâ?¦ sempurna untuk Thalita. Sehat, tegap, dan mampu melindunginya.

Benar-benar sosok yang akan dibutuhkan Thalita saat ini, jika dibandingkan dengan Andra yang sekarang ringkih digerogoti narkoba. Andra yang mungkin tak punya masa depan lagi.
Meski sakit, Andra mengakui dalam hati, cowok itu lebih pantas bagi Thalita daripada dirinya. Tapi rasa sakit yang menyerbunya sekarang begitu kejam. Ia masih sayang Thalita, sebaik apa pun cowok Thalita sekarang ia tetap tak bisa merelakannya.

Andra berhasil sampai di rumah, dan memarkir motornya sembarangan saja di carport. Ia bergegas masuk ke kamarnya, mencari-cari barang yang baru dibelinya dari Agus.
Kali ini dia benar-benar membutuhkan barang itu, lebih dari yang sebelum-sebelumnya.

* * *

Santi berdiri di depan pintu rumahnya dengan perasaan galau. Jam segini Mama belum pulang juga, dan entah kenapa Santi jadi khawatir. Padahal ini bukan pertama kalinya Mama pulang larut malam. Malah, sering Mama pulang dalam keadaan mabuk, dan diantar orang-orang yang nggak Santi kenal. Hanya kali ini Santi benar-benar cemas. Bukan cuma karena Mama belum pulang, tapi juga karena sejak kemarin malam Andra belum juga keluar dari kamarnya. Santi terakhir kali melihat Andra masuk ke kamar kemarin malam, dengan ekspresi wajah yang aneh, seperti gusar, tapi bercampur sedih yang mendalam.

Santi nggak berani masuk ke kamar Andra, tapi dia juga khawatir kalau-kalau terjadi hal-hal yang buruk sama kakaknya itu. Itulah kenapa sekarang Santi memutuskan untuk menunggu Mama pulang. Mungkin nanti Mama bisa memanggil Andra keluar dari kamarnya.

Baru dua jam kemudian sebuah sedan mewah yang entah milik siapa berhenti di depan rumah, dan Mama keluar dari dalamnya sambil terhuyung. Santi cepat-cepat membukakan pintu untuk Mama.
"Maâ?¦," Santi berusaha memulai pembicaraan setelah Mama masuk ke rumah. Kayaknya pembicaraan ini bakal susah, karena Mama sudah dalam kondisi setengah sadar. Siapa yang bisa diajak bicara kalau sudah dalam kondisi teler begitu?

"Hmmâ?¦," gumam Mama nggak jelas. Dari mulutnya tercium bau alkohol yang keras.
"Kak Andraâ?¦ udah seharian ini nggak keluar dari kamarnyaâ?¦"
"So?"
"Akuâ?¦ aku jadi khawatirâ?¦"
Mama mengibaskan tangannya. "Ah, nggak usah sok khawatir kamu. Dia kan udah biasa kayak gitu, hoaaahhhmmmmâ?¦" Mama menguap.

"Iya, tapi kali ini aneh banget, Ma. Kak Andra bahkan nggak keluar untuk mandi atau makan. Itu kan aneh banget! Aku cuma takut Kak Andra kenapa-napaâ?¦"
"Udahlah, Santi, kamu nggak usah mikir yang aneh-aneh! Kamu tuh kebanyakan nonton sinetron! Kakakmu nggak kenapa-kenapa! Dan apa kamu yakin Andra ada di rumah? Bisa aja dia keluyuran nggak jelas sama teman-teman brengseknya itu dan nggak pulang!" Mama yang teler jadi senewen, dan mulai mengomeli Santi.

"Tapi kemarin aku lihat kok waktu Kak Andra pulang. Aku tahu pasti Kak Andra nggak keluar-keluar lagi setelah itu. Udah gitu, waktu Kak Andra pulang, mukanya suntuk bangetâ?¦"
"Suntuk gimana?"
"Yah, Kak Andra kayak kacau gitu. Aku takut, Maâ?¦," Santi makin gelisah.
"Santi, cukup! Mama capek, mau tidur! Jangan ganggu Mama lagi, oke?" Mama memutuskan untuk menyudahi pembicaraan, dan tanpa babibu lagi masuk ke kamarnya.

Santi menghela napas. Dari ruang makan tempatnya berdiri sekarang, Santi bisa melihat pintu kamar Andra yang tertutup rapat. Entah sedang apa kakaknya di dalam situ. Semoga Mama benar, Andra nggak kenapa-kenapa, dan perasaan cemas Santi cuma karena dia kebanyakan nonton sinetron.

* * *

"Thaâ?¦ aku udah sembuh. Kamu lihat, aku sekarang bukan junkies lagi! Aku bersih!"
Thalita melongo melihat Andra yang ada di hadapannya sekarang. Cowok itu kelihatan seperti Darius, yang sehat dan dan punya semangat hidup. Nggak ada lagi mata cekung, tubuh kurus, atau bekas-bekas suntikan di lipatan sikunya. Air mata Thalita menetes perlahan. Ini Andra yang dulu dia sayangi, Andra yang beberapa bulan belakangan ini dia rindukan setengah mati. Andra yang duluâ?¦

"Kamu? Kamu beneran sembuh, Ndra? Kamu mau nurutin omonganku buat ikut rehab?" tanya Thalita nggak percaya.
Andra mengangguk riang. "Iya, aku sembuh buat kamu, Tha!"
Thalita serasa bisa terbang saking girangnya. "Kamu janji nggak bakal pakai drugs lagi, Ndra?"
"Nggak bakal. Never again!" Andra mengacungkan jarinya yang membentuk huruf V pada Thalita. "Janji deh!"
"Janji nggak bakal ninggalin aku lagi?" tanya Thalita senang. Dia bisa balik sama Andra sekarang. Bisa menjalani masa-masa yang indah seperti di awal mereka pacaran dulu. Nggak akan ada lagi penghalang! Semua drugs itu sudah pergiâ?¦

Tapi tubuh Thalita lemas mendadak waktu dia melihat Andra menggeleng.
"Sori, Tha, tapi aku nggak bisa. Aku nggak bisa bareng kamu lagi. Aku harus pergiâ?¦ Maafin akuâ?¦"
Andra berbalik menghadap pintu gerbang rumah Thalita yang mendadak berubah jadi lorong hitam panjang yang entah di mana ujungnya.
"Nggak bisa? Apa maksudmu nggak bisa? Tapi, Ndraâ?¦ kamu kan udah sembuh! Kenapa kamu mau ninggalin aku? Aku sayang banget sama kamu! Sekarang kita bisa balikan lagi!"
"Aku juga sayang sama kamu, Tha! Tapiâ?¦" Andra nggak meneruskan kalimatnya, dan tiba-tiba Thalita serasa ditarik dari mulut lorong gelap itu dan dijatuhkan di atas tempat tidurnya.

Mimpi.

Thalita mengucek matanya, dan melihat jam dinding. Setengah empat subuh. Dadanya sesak akibat mimpi tadi. Harusnya Thalita tau, Andra nggak akan mungkin meninggalkan drugs-nya, walaupun demi Thalita.
Terdengar suara HP berbunyi, dan tangan Thalita menggapai-gapai ke nakas di samping ranjangnya. Dia terheran-heran menatap nama incoming call yang tertera di LCD HP-nya.

Darius callingâ?¦

Kenapa Darius meneleponnya subuh-subuh begini?
"Thalita? Ini Darius. Sori, gue harus gangguin lo subuh-subuh giniâ?¦"
"Ehâ?¦ lo, Dar. Ada apa?"
"Iniâ?¦ ini soal Andraâ?¦"

Perasaan Thalita langsung nggak enak. Soal Andra? Dan Darius sampai harus meneleponnya subuh-subuh begini karena itu? Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadiâ?¦
"Andraâ?¦ Andraâ?¦ nggak papa, kan?" tanya Thalita ketakutan. Dia nggak bisa membayangkan sesuatu yang buruk terjadi.
"Maaf, Thaâ?¦ tapi Andraâ?¦ Andra udah nggak adaâ?¦ Dia ODâ?¦."

***

Thalita berdiri lemas di samping makam Andra yang baru saja ditutup. Dia sudah nggak bisa meneteskan air mata lagi. Air matanya sudah terkuras habis sejak dia mengetahui Andra meninggal.
Ternyata Andra sudah dua hari meninggal sewaktu jenazahnya ditemukan di kamar. Itu pun karena Santi, yang khawatir karena kakaknya nggak keluar-keluar juga dari kamar, akhirnya menelepon Darius di tengah malam dan meminta cowok itu datang.

Darius datang lalu mendobrak pintu kamar Andra karena temannya itu nggak kunjung menyahut walaupun dipanggil berkali-kali. Waktu pintu itu berhasil didobrak, mereka mendapati Andra tergeletak di atas ranjang dengan tangan dan kepala menjuntai ke bawah. Di sampingnya banyak sekali plastik kosong bekas wadah sabu-sabu, juga bong dan jarum suntik. Santi yang histeris langsung pingsan. Terpaksa Darius yang mengurus semuanya, mulai dari menelepon ambulans dan polisi, karena mama Andra terlalu mabuk di kamarnya untuk mengurus itu semua.

Polisi datang kurang dari sepuluh menit kemudian, disusul ambulans yang sirene membuat penduduk yang tinggal sekompleks dengan rumah Andra terbangun. Dari hasil autopsi, Andra diketahui overdosis zat adiktif atau narkoba. Darius yang mendengar hasil autopsi itu cuma bisa menghela napas. Dia nggak pernah menyangka sahabatnya akan berakhir seperti ini. Tapi Darius sadar semua ini adalah kenyataan yang nggak bisa diubah. Dia memutuskan untuk menghubungi papa Andra, juga Thalita, dan beberapa teman dekat mereka.

Selama satu hari jenazah Andra disemayamkan, dan sepanjang itu mamanya terus menjerit memanggil-manggil anak yang selama hidup diabaikannya itu. Santi menangis di bahu papanya, sementara Tante Retno dan Ayu berulang kali meneteskan air mata. Beberapa tetangga datang melayat, tapi tak banyak karena Andra memang kurang disukai tetangga-tetangganya, yang tahu dia tergolong anak berandalan. Yang datang juga sebagian besar ibu-ibu kompleks yang iba pada Santi, dan ingin mengetahui keadaan anak itu.

Teman Andra hanya segelintir yang datang, karena sejak Andra menjadi junkies, jumlah temannya juga meluntur sedikit demi sedikit.
Dulu, Andra nggak pernah tau bahwa drugs akan membuat kehidupan sosialnya begitu berantakan. Membuat orang-orang yang dulu menyukainya meninggalkannya satu demi satu.

Tapi inilah kenyataannya sekarang, dan sudah terlambat bagi Andra untuk memperbaikinya lagi.

Setelah selesai disemayamkan, papa Andra memutuskan untuk segera memakamkan anaknya. Semuanya disiapkan dengan serba-cepat dalam kegalauan. Diadakan kebaktian yang sangat singkat di taman pemakaman, sebelum peti jenazah Andra diturunkan ke liang lahat.

Kenapa, Ndra? Kenapa? batin Thalita miris, sambil masih berdiri di sisi makam Andra. Dari dulu gue selalu takut hari ini datangâ?¦ Hari saat lo pergi dan nggak bisa kembali lagiâ?¦ Hari di mana gue tau bahwa gue nggak bisa menyelamatkan lo dari obat-obat itu lagiâ?¦

Seseorang menepuk bahu Thalita lembut, dan cewek itu menoleh. Jennie berdiri di belakang Thalita dengan tatapan iba.
"Adik lo nelepon gue tadi, ngasih tau hari ini Andra dimakamkan."
Thalita mengangguk lemah. Sebelumnya dia sama sekali nggak terpikir untuk menelepon Jennie, karena dunia rasanya sudah terbalik begitu dia mengetahui Andra meninggal. Thalita bersyukur karena Acha bisa mengambil inisiatif untuk memberitahu Jennie.

Kebetulan, Thalita memang sangat membutuhkan seseorang untuk menemaninya saat itu.
"Yuk, ikut gue," ajak Jennie, lalu menggamit tangan Thalita menuju salah satu pohon besar yang ada di dekat situ.

Trending Now
10 Potret Pesta Pernikahan Dengan Konsep yang Aneh

10 Potret Pesta Pernikahan Dengan Konsep yang Aneh

Setiap orang ingin pernikahan mereka terjadi sekali seumur hidup. Makanya selain memilih orang yang tepat, mereka juga mengadakan pesta pern
677 views 0 shares
10 Adegan Nggak Masuk Akal yang Ada di Sinetron Indonesia

10 Adegan Nggak Masuk Akal yang Ada di Sinetron Indonesia

Sinetron adalah film series yang tayang di TV Indonesia. Sampai saat ini, sinetron masih menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang men
134,373 views 0 shares
Jadi Cantik dan Ganteng Itu Emang Butuh Waktu, Lihat Meme Perubahan Orang-Orang Ini!

Jadi Cantik dan Ganteng Itu Emang Butuh Waktu, Lihat Meme Perubahan Orang-Orang Ini!

Cantik dan ganteng itu nilainya relatif Pulsker, tergantung setiap orang yang menilainya. Karena setiap orang pasti punya kriteria masing-ma
635,691 views 34,166 shares
10 Momen Apes yang Bikin Kita Ngilu Saat Melihatnya

10 Momen Apes yang Bikin Kita Ngilu Saat Melihatnya

Enggak bisa dipungkiri jika keteledoran atau kurang hati-hati sering membuat kita menjadi sial. Hari yang pada awalnya biasa aja, saat kita
973 views 0 shares
Ternyata Selama Ini Kita Salah Kaprah Sama Fungsi Produk Ini

Ternyata Selama Ini Kita Salah Kaprah Sama Fungsi Produk Ini

Setiap produk, desain, bentuk pasti ada alasan yang melatarbelakangi kenapa dibuat seperti itu, tapi kadang kita tidak memahami dan mengguna
691,452 views 11,097 shares
15 Foto Penampakan yang Membuatmu Merinding

15 Foto Penampakan yang Membuatmu Merinding

Di era serba modern seperti sekarang ini, internet sudah menjadi sumber informasi yang sangat mudah dijangkau, hampir semua hal bisa kita da
681,726 views 1,970 shares
8 Ilustrasi Ini Bikin Kamu Bisa Membedakan Antara Teman dan Sahabat

8 Ilustrasi Ini Bikin Kamu Bisa Membedakan Antara Teman dan Sahabat

Selain keluarga, orang yang selalu ada disampingmu disaat susah dan senang adalah sahabat. Ya, sahabat adalah orang yang bisa menerima kita
625,084 views 124,527 shares
9 Foto Editan Cewek Selfie di Trotoar Paling Kreatif Hasil Karya Netizen

9 Foto Editan Cewek Selfie di Trotoar Paling Kreatif Hasil Karya Netizen

Selfie  saat ini adalah tren baru dalam fotografi pulsker. Ditambah dengan semakin maraknya penggunaan media sosial dan didukung aplikasi-a
491,902 views 29,770 shares
Macam Macam Modus SMS Penipuan & Cara Mengatasinya Dengan Unik

Macam Macam Modus SMS Penipuan & Cara Mengatasinya Dengan Unik

Bisa dipastikan nomor hp kamu pernah mendapat SMS yang menginfokan kalo menang undian, dapat Mobil, dapat uang puluhan Juta rupiah, dapat li
497,851 views 3,761 shares
Kamu Nggak Bakal Kepikiran Untuk Foto Selfie Dimoment Kayak Gini

Kamu Nggak Bakal Kepikiran Untuk Foto Selfie Dimoment Kayak Gini

Selfie didekat badai tornado..kalo nggak salah sih cwok ini sengaja ngejar badai tornado trus sengaja turun dari mobil dan selfie dehh..WOW
502,806 views 3,597 shares