Thalita ^^14
Loading...
 
posted on WOW Keren
749 views
Thalita ^^14

"Yuk, ikut gue," ajak Jennie, lalu menggamit tangan Thalita menuju salah satu pohon besar yang ada di dekat situ.
Mereka akhirnya duduk di bawah pohon itu, dan air mata Thalita, yang tadi dikiranya sudah habis terkuras, mulai menetes lagi.



"Gue rasanya pengin ikut mati aja, Jenâ?¦"
"Hush!" bentak Jennie. "Jangan ngomong yang nggak-nggak deh!"
"Tapiâ?¦ Andra mati gara-gara gueâ?¦ Kalau aja gue mau balik sama diaâ?¦ Kalau aja gue nggak berpura-pura Darren itu pacar gue di depan diaâ?¦"
Mata Jennie menyipit. "Maksud lo apa? Darren pura-pura jadi pacar lo di depan Andra? Gue nggak ngertiâ?¦"

Thalita mengangguk, lalu menceritakan semua kejadian di Coffee Bean PIM beberapa hari yang lalu. Kejadian yang menjadi awal segala petaka yang terjadi saat ini.
"Jadiâ?¦ menurut lo, Andraâ?¦ bunuh diri karena dia nggak terima lo punya pacar baru lagi, gitu?"
"Iyaâ?¦ Karena gue tau Andra, Jen. Dia nggak mungkin nyabu segitu banyak dalam kondisi normalâ?¦ Pasti dia lagi tertekan banget gara-gara gueâ?¦"
Jennie mendengus. "Cih! Kalau menurut gue, dalam kondisi normal dia justru nggak akan nyabu sama sekali!"

Thalita menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Tapi tetep ajaâ?¦ semua ini gara-gara gueâ?¦ Gue yang udah membunuh Andra! Gue yang nyakitin dia! Padahal seharusnya gue selalu ada di sampingnya, terus mendorong dia untuk sembuh, bukannya menghindar dan jadi pengecutâ?¦"
"Tha, ini bukan salah lo!"
"Nggak! Gue yang salah! Andra mati karena guâ?¦"

Plaakk!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Thalita. Jennie berdiri dengan napas tersengal, memegangi tangannya yang baru saja menampar Thalita.
"Kenapa sih? Kenapa lo harus terus menyalahkan diri lo sendiri?!" tanya Jennie galak. "Andra mati itu sama sekali bukan salah lo, tau nggak?! Dia mati karena ketololannya sendiri! Siapa suruh dia nyabu? Siapa suruh dia nggak mau dengar omongan lo untuk rehab dari dulu-dulu? Kalau aja dia mau nurutin omongan lo, gue yakin kalian bakal bisa balik lagi! Andra tahu gimana harus memperbaiki kesalahannya, tapi dia toh lebhi memilih tetap berkubang dalam ketololannya sendiri!"

Thalita tersedu-sedu, sementara Jennie sudah selesai memuntahkan semua kekesalannya, dan sekarang sedang berusaha mengatur napasnya yang masih tersengal.

"Maafin gue, Tha. Gue cuma nggak mau lo terus-menerus menyalahkan diri lo untuk kesalahan yang sebenernya sama sekali nggak lo perbuatâ?¦" Jennie berjongkok di depan Thalita dan memeluk sahabatnya yang sesenggukan itu.
"Tapi seharusnya gue nggak pura-pura punya pacar baru, kan? Gue tahu itu bakal nyakitin dia, tapi gue tetap ngelakuin ituâ?¦"
"Tuh kan, lo mulai nyalahin diri lo sendiri lagi," gerutu Jennie putus asa. "Lo nggak denger omongan gue yang tadi, ya? Gue tegasin lagi, Tha: ini semua BUKAN salah lo. Dan kalaupun Andra memang patah hati karena dia tau lo punya cowok baru, DIA SENDIRI yang salah, karena memilih semua drugs itu buat pelariannya. Mungkin aja lo memang membuat dia patah hati, tapi kalau dia nggak pakai drugs, dia nggak akan OD, kan? Got my point?"

Thalita menelan ludah dengan susah payah. Jennie memang bisa sangat galak kalau dia mau, dan jujur aja kali ini Thalita agak kaget karena tahu sahabatnya bahkan berani menamparnya. Tapiâ?¦ Thalita mulai bisa menerima kata-kata Jennie. Cewek itu benarâ?¦ Thalita bisa saja membuat Andra patah hati, tapi kalau Andra sendiri nggak memakai drugs, dia toh nggak akan OD.

"Gue ngerti kalau ada perasaan bersalah dalam diri lo, tapi terus menyalahkan diri nggak akan bikin Andra balik lagi, kan?" Jennie memegang bahu Thalita, dan berusaha supaya sahabatnya itu berani menatapnya.
"Iyaâ?¦" Bahu Thalita gemetar karena dia berusaha menghentikan tangisnya.
"Nah, jangan nyalahin diri lo lagi, ya? Emang begini jalannya, Tha, dan lo nggak perlu hidup dalam rasa bersalah."
Thalita mengangguk lagi, dan dia teringat sesuatu.
"Sekarang gue ngerti, apa arti mimpi gue malam ituâ?¦"
"Mimpi?"
"Iya. Sebelum gue ditelepon Darius yang mengabarkan Andra udah nggak ada, gue mimpi Andra datang ke rumah gue. Dia bilang bahwa dia udah bersihâ?¦ udah bukan junkies lagiâ?¦ Tapi waktu gue tanya apa dia janji nggak akan ninggalin gue lagi, dia minta maaf dan bilang dia nggak bisa menemani gue lagi. Lalu dia menghilang begitu saja, tersedot ke dalam terowongan hitam yang tiba-tiba muncul. Sekarang gue ngerti apa maksudnyaâ?¦ dia datang untuk pamitan dan minta maaf sama gue karena dia mau pergi dan nggak kembali lagiâ?¦"
"Ya Tuhan," gumam Jennie pahit.

"Gue nggak tahu harus bagaimana, Jenâ?¦ Gue masih nggak percaya gue nggak akan pernah ngeliat Andra lagiâ?¦ Gue nggak bisa percaya kali ini gue bener-bener kehilangan diaâ?¦"
Jennie terdiam, dia nggak tau harus ngomong apa lagi. Di mata Jennie, Thalita terlihat seperti orang yang sudah kehilangan semangat hidup.

"Yang tabah yaâ?¦ Ini pencobaan biasa kok. Tuhan kan nggak akan memberi percobaan yang melebihi kemampuan kitaâ?¦ Dan Dia pasti punya rencana di balik ini semua, rencana yang kita nggak tahuâ?¦"
Thalita menatap makam Andra sekali lagi, masih ragu apakah dia memang benar-benar akan kuat melalui ini semua. Kematian Andra seperti merenggut setengah hidupnya.
Apakah manusia bisa bertahan hidup hanya dengan setengah jiwa tersisa?

* * *

Papa memeluk Thalita dengan protektif ketika cewek itu tiba di rumah. Papa sudah tahu Andra meninggal. Tadi beliau menawarkan diri untuk menemani Thalita ke pemakaman, tapi gadis itu menolak.

"Sini, Tha, duduk siniâ?¦" Papa membimbing Thalita ke sofa ruang tamu, sofa yang sama yang diduduki Thalita ketika ia diceramahi, dan Papa mengusir Andra beberapa bulan lalu.
"Pa, Andra, Paâ?¦ Andra udah nggak adaâ?¦," kata Thalita dengan suara tercekat.
"Ya, ya, Papa tauâ?¦" Papa kini duduk di hadapan Thalita, dan menggenggam tangan Thalita lembut, sementara Thalita bisa merasakan pipinya mulai dibasahi air mata. "Pasti berat sekali untuk kamu."

Thalita mengangguk dalam tangisnya. "Aku kehilangan dia banget, Paâ?¦ Aku nggak akan bisa melihat dia lagiâ?¦"
"Tapi kamu sudah pernah berusaha untuk menyelamatkan dia, kan? Nggak ada yang perlu kamu sesali, Tha. Kamu sudah mencoba sebisa kamu, tapi Andra sendirilah yang akhirnya memutuskan mengambil jalan seperti ini."

Kata-kata Papa mirip kata-kata Jennie, batin Thalita pahit.
"Kamu salah jika kamu nggak pernah berusaha membantu Andra. Tapi kamu membantunya, kan? Berapa kali kamu memohon dia untuk masuk rehab, tapi dia nggak pernah nurut? Jangan salahkan dirimu, Tha. Papa tau ini berat, dan Papa nggak akan bilang "I"ve told you so", meskipun sudah sering Papa khawatir Andra akan berakhir seperti ini."
"Tapi diaâ?¦"

"Tha, ada hal-hal yang memang harus terjadi, supaya kamu belajar dari hidup ini. Papa nggak pernah mengharap ini akan kamu alami secara langsung, tapi dengan begini kamu bisa melihat sendiri, apa yang bisa direnggut narkoba. Andra masih muda, dan mungkin saja akan punya masa depan yang cerah jika dia nggak pernah mencicipi drugs. Dia seharusnya tau, kematianlah yang akan menantinya di ujung jika dia masih berurusan dengan barang haram itu. Tapi dia nggak berusaha lari jauh-jauh, dia malah mendekat pada kematian itu."

Thalita menyusut air matanya perlahan.
"Kehilangan orang yang kamu sayangi, apalagi dengan cara seperti ini, memang berat. Tapi dengan begitu, kamu akan lebih menghargai hidup yang kamu miliki, dan nggak akan mempertaruhkan diri untuk coba-coba narkoba, karena kamu tahu apa yang menunggumu nanti jika kamu melakukannya. Kuatlah, Tha. Papa yakin kamu bisa melalui semua ini."

Papa memeluk Thalita, dan Thalita merasakan kasih sayang, perlindungan, dan kehangatan, seketika melingkupinya. Ada rasa aman dan damai saat Papa memeluknya, dan ia benar-benar mensyukuri hal itu. Itu membuat jiwanya yang remuk seakan dilekatkan kembali.

* * *

"Thaâ?¦ ada tamu nih," panggil Mama sambil mengetuk pintu kamar Thalita lembut. Thalita masih tetap terdiam di atas ranjangnya, nggak bereaksi.
"Thalita, Sayang, ada tamu buat kamuâ?¦"
Mama terus mengetuk pintu kamar dan memanggil Thalita dari luar, tapi Thalita tetap saja diam. Dia nggak peduli akan apa pun lagi sekarang, karena Andra udah nggak ada. Untuk apa dia hidup? Kenapa dia masih hidup sampai sekarang, Thalita sendiri nggak tahu. Dia seperti terbunuh waktu tahu Andra meninggal, dan entah kenapa sekarang dia masih ada di sini dan bernapas.

Terdengar suara pintu kamar dibuka. Rupaya Mama sudah nggak sabar menunggu Thalita membuka pintu, dan akhirnya memutuskan membuka pintu itu sendiri.

"Tha, ada temenmu tuh nunggu kamu di luarâ?¦"
Akhirnya Thalita bereaksi. "Siapa?" tanyanya, tapi masih dengan terbaring di ranjang dan membelakangi Mama.
"Cowok. Dulu pernah datang ke sini buat ngerjain tugas sekolah kalau nggak salahâ?¦"

Thalita terenyak. Cowok? Yang dulu pernah datang ke sini untuk ngerjain tugas sekolah?
Darren?
Thalita bangun dari ranjang, dan menatap Mama kebingungan. "Orangnya kayak apa?"

Kalau benar Darren yang datang, Thalita benar-benar shock. Dia memang sudah beberapa hari ini bolos sekolah. Alasannya, dia merasa nggak akan sanggup melakukan apa pun dengan bayang-bayang Andra masih melintas di kepalanya, apalagi kalau hal itu adalah mengerjakan soal-soal matematika-fisika-kimia yang bikin para murid berpotensi mengalami kebotakan dini. Makan yang nggak pakai mikir aja Thalita nggak bisa, apalagi untuk sekolah yang harus memutar otak!

Ortu Thalita, yang sadar anaknya butuh waktu untuk menyendiri setelah kematian Andra, mengizinkan saja anaknya bolos. Percuma kalau anak itu masuk sekolah tapi nggak konsen. Lagi pula, kehilangan seseorang yang kita sayangi bukan sesuatu yang gampang dilalu, dan Thalita butuh waktu juga untuk memulihkan kondisi emosionalnya. Rumah jelas tempat yang paling baik untuk itu, daripada Thalita pergi ke sekolah tapi di jalan dia nyetir dengan serampangan karena perasaannya yang kacau? Nah, ortu Thalita nggak mau gambling dengan risiko itu.

Trending Now
8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

Jika diperhatikan belakangan ini baik di media TV atau Internet terutama instagram banyak cowok yang berfoto selfie dengan Kucingnya, di Lua
49,899 views 2,456 shares
Foto-Foto Keren yang Sengaja Diambil Pada Waktu yang Tepat Ini Akan Membuatmu Terkesima

Foto-Foto Keren yang Sengaja Diambil Pada Waktu yang Tepat Ini Akan Membuatmu Terkesima

Kamu bisa mengabadikan moment apapun dengan kamera. Tapi tidak semua yang kamu dapat akan terlihat unik dan menakjubkan. Nah, beberapa foto
309,380 views 10,225 shares
Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Pulsker yang suka banget sama kartun karya Disney mana nih suaranya? Kartun dari Disney emang ga ada matinya ya Pulsker, meskipun udah kuli
293,998 views 23,460 shares
Ternyata 10 Benda Ini Punya Fungsi Lain, Nggak Nyangka!

Ternyata 10 Benda Ini Punya Fungsi Lain, Nggak Nyangka!

Teknologi semakin canggih, itu juga membuktikan jika kemampuan seseorang mulai berkembang untuk menciptakan sesuatu. Apalagi buat mereka yan
295,967 views 16,682 shares
13 Brand / Merek Ini Ternyata Asli Indonesia, Bukan Luar Negeri

13 Brand / Merek Ini Ternyata Asli Indonesia, Bukan Luar Negeri

Tahukah Anda bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan Indonesia. Memang nama yang dimiliki perusahaan ini sangat mencerminkan Negara Amerik
298,446 views 6,225 shares
WASPADA TANGGAL TUA ! 16 Meme Ini Bisa Menghibur Kamu yang Lagi Bokek Di Tanggal Tua

WASPADA TANGGAL TUA ! 16 Meme Ini Bisa Menghibur Kamu yang Lagi Bokek Di Tanggal Tua

memasuki akhir bulan gini biasanya dompet udah pada nipis disertai wajah merengut dan mood uring-uringan. Eitz, jangan panik dulu. Dengan 1
298,755 views 5,854 shares
Sempitnya Rumah Sewa di Hongkong Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

Sempitnya Rumah Sewa di Hongkong Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

Buat sebagian orang, bekerja merantau ke luar kota adalah satu hal yang menjanjikan. Karena penghasilan di kota dianggap lebih besar dibandi
310,343 views 28,054 shares
Foto-Foto Perubahan Drastis Wajah Artis Indonesia, Bikin Kaget!

Foto-Foto Perubahan Drastis Wajah Artis Indonesia, Bikin Kaget!

Kita sering mendengar penampilan artis yang mengalami perubahan. Bukan tanpa usaha para artis bisa berubah makin cantik dan bikin pangling.
296,847 views 11,969 shares
Kocak! 10 Komentar Typo di Online Shop Ini Bikin Gagal Paham

Kocak! 10 Komentar Typo di Online Shop Ini Bikin Gagal Paham

Cara untuk menghemat waktu dan tenaga, beberapa orang memilih untuk berbelanja online. Di samping karena banyak pilihan, online shop juga ba
4,539 views 0 shares
Ekspektasi vs Realita Bentuk Cake Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Parah!

Ekspektasi vs Realita Bentuk Cake Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Parah!

Sudah menjadi tradisi di hampir seluruh keluarga di dunia jika ada satu perayaan pasti ada kue atau cake tart berbentuk. Apalagi saat anak
295,298 views 13,244 shares