Thalita ^^16
Loading...
 
posted on WOW Keren
590 views
Thalita ^^16

Thalita memutuskan untuk masuk sekolah hari ini. Sudah satu minggu sejak dia nggak masuk sekolah, dan ortunya merasa itu sudah melewati jangka waktu toleransi mereka bagi Thalita untuk membolos.

Lagi pula, sedih kelamaan juga nggak baik buat Thalita.

Kalau dia sendirian terus, dia bakal semakin teringat Andra. Nah, kalau di sekolah kan banyak hal yang bakal menyibukkan dia, dan itu bakal mempermudah Thalita untuk melupakan Andra. Ini jalan pikiran ortunya sihâ?¦ karena buat Thalita, Andra itu udah lebih dari bayangannya sendiri. Sementara bayangan hanya ada di tempat terang, bagi Thalita, proyeksi Andra selalu ada di mana pun dia berada, nggak peduli tempat itu gelap ataupun terang.

"Thalitaaaa! Haiii! Aduh, akhirnya lo masuk sekolah lagi. Gue udah kangeeeennn banget sama lo!" Nita bersemangat banget menyambut Thalita di pintu kelas.
"Hai, Nit," sapa Thalita lesu. Dia masih belum bisa kembali kayak dulu. Baru satu minggu Andra pergi, dan Thalita masih merasa kehilangan. Cuma dalam hati dia bisa sedikit bersyukur karena Andra tiada di saat mereka sudah pisah sekolah, dan Thalita sudah cukup terbiasa nggak melihat Andra setiap hari. Thalita nggak bisa membayangkan kalau Andra meninggal saat mereka masih pacaran dan satu sekolah dulu. Bisa-bisa Thalita bunuh diri, atau minimal jadi gila, saking depresinya karena nggak bisa ketemu Andra setiap hari.

"Oya, lo sakit perutnya kenapa sih? Salah makan? Keracunan?" Nita bertanya ngawur.
"Ahâ?¦ nggak taulah, Nit, pokoknya perut gue lagi nggak berfungsi dengan normal aja gitu. Lima menit sekali harus ke kamar mandi. Nggak lucu kan kalo gue tetep masuk sekolah dengan kondisi kayak gitu?" Thalita mengarang cerita.
"Hihihiâ?¦ iya juga sih. Tapi sekarang udah baikan, kan?"
"Yah, lumayanlahâ?¦" Semoga Nita nggak terus nanya-nya alasan gue nggak masuk, karena pasti gue harus terus membohongi dia, batin Thalita pahit.
"Sori ya, Tha, gue nggak nengokin lo selama lo sakitâ?¦ Gueâ?¦"
Belum sempat Nita menyelesaikan kalimatnya, seseorang melintas di depan mereka berdua. Darren.

"Hai, Tha, udah baikan?" sapa Darren tanpa mengacuhkan tatapan bengong Nita.
"Mmmâ?¦ udah." Kepala Thalita tertunduk, masih merasa canggung kalau ingat dia sudah pernah memeluk (atau dipeluk?) Darren beberapa hari yang lalu.
"Ya udah, kalau gitu jangan suka telat makan lagi ya, nanti lo sakit perut lagi kayak kemarin. Bye!"
Darren berlalu, meninggalkan Thalita yang tersipu dan Nita yang melongo.
"Kokâ?¦ kok dia bisa tau lo sakit perut? Lo yang ngasih tahu dia, ya? Udah gitu, dia perhatian banget ya sama lo?" berondong Nita tanpa ampun setelah sosok Darren menghilang di belokan koridor sekolah.

Thalita cepat-cepat menggeleng. "Nggak, dia kan nanya sama Tatyana kenapa gue nggak masuk. Makanya dia bisa tahu gue sakit perut. Terus kalo soal perhatian, itu cuma perasaan lo aja. Gue biasa-biasa aja kok sama diaâ?¦"
Nita terlihat berpikir. "Emang sih waktu hari pertama lo nggak masuk itu Tatyana nanya ke gue, dan gue emang bilang ke dia kalo elo sakit perutâ?¦" Nita mengetuk-ngetukkan telunjuk ke dagunya, "tapi kenapa Darren sampaiâ?¦"
"Nit, jangan mulai bikin gosip yang nggak-nggak deh," tukas Thalita.
"Eitsâ?¦ gue nggak bikin gosip yang nggak-nggak, tapi lo sendiri kan yang emang deket sama Darren? Sampai bikin cewek-cewek sesekolah ini iri! Soalnya, selama ini kan Darren dingin banget sama cewek!" Nita mencerocos.
"Nitaaaaâ?¦ gue sama Darren itu bisa akrab cuma kalau lagi ngobrolin bola. Terus juga karena kami satu kelompok waktu tugas agama kemarin. Di luar itu, gue biasa aja sama dia, dan dia juga biasa aja sama gue."

"Oya?" Nita nyengir. "Menurut gue, yang tadi itu nggak biasa tuh. Kayaknya Darren tuh perhatiaaaannn banget sama lo, hal yang nggak pernah dia lakuin ke cewek-cewek lain!"
Thalita menghela napas. "Yahâ?¦ terserah lo deh, yang penting gue udah nyeritain yang sebenernya bahwa gue sama Darren nggak ada apa-apa. Lo mau percaya atau nggak, itu hak lo kokâ?¦"

Thalita mengedikkan bahunya dan berlalu dari situ, tapi dalam hati dia kepikiran juga semua omongan Nita barusan. Yah, Thalita terpaksa mengakui bahwa Nita benar. Dia sendiri bisa merasakan bahwa Darren memang perhatian banget sama dia. Jenis perhatian yang nggak mungkin diberikan ke teman cewek biasa, apalagi yang baru dikenal seperti Darren mengenal Thalita. Semua kelakuan Darren selama ini udah membuktikannya kok, lebih lagi waktu dia bela-belain menengok Thalita beberapa hari lalu. Kalau Nita tahu tentang itu, Thalita jamin temannya itu bakal semakin yakin bahwa memang ada apa-apa antara Darren dan Thalita.

Sori, Nit, batin Thalita, gue nggak bisa membuat dugaan lo jadi kenyataan. Karena sebaik apa pun Darren, gue masih nggak bisa ngelupain Andraâ?¦
* * *

Thalita menghentikan mobilnya di halaman parkir sebuah mal, lalu mengambil tas selempangnya di kursi belakang mobil, dan berjalan menuju pintu masuk mal tersebut.
Udara sejuk dari AC yang ada di dalam mal menyambutnya begitu dia melangkah memasuki mal yang masih terbilang baru di Jakarta itu. Dia melewati beberapa SPG yang menawarinya parfum keluaran paling gres dengan senyum sekilas, dan berjalan nggak tentu arah selama sepuluh menit kemudian.

Thalita sendiri nggak tahu kenapa dia bisa "mendarat" di mal ini, apalagi dengan kondisinya sekarang. Dia nggak tahu mau ngapain di sini, mau beli apa, atau mau ke mana, tapi dia merasa nyaman ada di antara banyak orang. Ini jauh lebih baik daripada pilihan untuk kembali ke kamarnya yang sepi di rumah dan mulai menangisi Andra lagi.

Thalita berjalan terus, dan akhirnya sampai di depan sebuah kafe yang sepi. Ia melihat poster-poster makanan yang terpajang di bagian depan kafe. Fish and chips, tuna sandwich, french fries with lemon sauceâ?¦ dan entah kenapa perutnya tiba-tiba terasa lapar. Barulah Thalita sadar dia belum makan dari pagi, sementara sekarang sudah jam empat sore.

Akhirnya Thalita memutuskan untuk memasuki kafe itu dan duduk di meja paling pojok, di depan jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan jalanan Jakarta yang macet total. Seorang waiter mendatanginya, mengangsurkan daftar menu. Thalita memesan fish and chips dan strawberry milkshake, lalu waiter itu meninggalkannya sendiri.
Jalanan di luar masih macet, mobil-mobil merayap perlahan, seperti iring-iringan siput yang berjalan lambat. Lamat-lamat Thalita mendengar sebuah lagu yang diputar di kafe ituâ?¦

Tak kan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiriâ?¦

Bulu kuduk Thalita meremang tanpa disadarinya. Lagu iniâ?¦
Adakah di sana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu kuputar
Kan kutunggu dirimuâ?¦

Jantung Thalita berdetak cepat. Dia mengenali lagu ini. Mengenangmu milik Kerispatih, lagu lama yang sudah sering didengarnya sebelum ini, tapi entah kenapa kini terasa benar-benar mengiris. Mengingatkannya kembali pada Andra, bahkan saat Thalita belum benar-benar bisa melupakan cowok ituâ?¦
Biarlah kusimpan
Sampai nanti aku kan ada di sana
Tenanglah dirimu dalam kedamaian
Ingatlah cintaku, kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadiâ?¦
Mata Thalita membasah, dan dalam sekejap, air matanya sudah membanjir, membuat waiter yang mengantarkan pesanannya kebingungan. Tapi akhirnya si waiter meletakkan saja pesanan Thalita di meja, dan berlalu pergi dari situ.

Sepuluh menit kemudian, Thalita beranjak pergi dari kafe itu, dengan meninggalkan uang di atas meja, di sebelah piring fish and chips pesananannya yang masih utuh dan sudah dingin. Juga di dekat gelas besar strawberry milkshake yang masih penuh, dengan titik-titik embun yang membasahi bagian luarnya, yang meninggalkan genangan air di atas meja.
Sama seperti genangan air yang tertampung di pelupuk mata Thalita.

* * *

Hari demi hari berlalu, dan tanpa terasa tahun berganti. Desember terlewatkan dalam hujan deras yang mengguyur sepanjang hari. Januari bergulir menjadi Februari, dan tiba-tiba saja Valentine sudah di depan mata. Anak-anak kelas X-5 SMA Persada Bangsa sibuk mempersiapkan acara Valentine mereka dengan pacar atau gebetan masing-masing.
Verina dan Andika bakal merayakan second anniversary mereka tepat Hari Valentine tahun ini. Tatyana dan Sugeng rencananya mau candlelight dinner di salah satu kafe yang terkenal romantis karena lokasinya yang outdoor. Nita diajak pergi cowok yang tinggal satu kompleks perumahan dengannya ke acara V-Day sebuah radio remaja. Sementara Thalita? Memikirkan Valentine akan datang saja dia sudah miris rasanya.

Valentine tahun lalu dia masih berstatus pacar Andra. Mereka pergi ke sebuah pesta kembang api, dan tertawa-tawa bersama. Tapi tahun iniâ?¦ Andra sudah nggak ada lagi untuk menemaninya. Thalita sendiri, kesepian, pahitâ?¦

Trending Now
15 Foto Editan Gagal #RIPPhotoshop Ini Bakalan Bikin Kamu Nyengir!

15 Foto Editan Gagal #RIPPhotoshop Ini Bakalan Bikin Kamu Nyengir!

Semua orang pasti menginginkan hasil gambar yang diambil lebih bagus dari aslinya. Sehingga kebanyakan orang memilih untuk mengedit fotonya
209,198 views 6,160 shares
8 Kelakuan Orang yang Sedang Berkendara Ini Bikin Nggak Habis Pikir

8 Kelakuan Orang yang Sedang Berkendara Ini Bikin Nggak Habis Pikir

Baru-baru ada peraturan lalu lintas yang baru diresmikan yaitu pengguna kendaraan dilarang merokok sambil berkendara. Karena bukan hanya men
2,889 views 2 shares
Ingin Meniru Gambar Di Internet, 10 Kue Ini Bentuknya Malah Buruk Rupa

Ingin Meniru Gambar Di Internet, 10 Kue Ini Bentuknya Malah Buruk Rupa

Internet merupakan sumber luar biasa untuk orang-orang kreatif. Kamu bisa mendapatkan inspirasi dari semua jenis seni seperti fotografi, des
14,189 views 821 shares
20 Foto Sekitar Yang Bikin Hati Kita Merasa Bahagia & Puas Melihatnya

20 Foto Sekitar Yang Bikin Hati Kita Merasa Bahagia & Puas Melihatnya

Mungkin ungkapan "Bahagia itu Sederhana" terkadang ada benarnya juga bagi sebagian orang, terbukti saat melihat barang barang yang ada disek
54,839 views 0 shares
20 Lucu-lucuan dengan Realita Anak Jaman Sekarang

20 Lucu-lucuan dengan Realita Anak Jaman Sekarang

Ada banyak perilaku yang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang terutama dalam pergaulannya. Kadang perilaku itu cukup menggelitik karena t
321,498 views 7,345 shares
10 Seleb Hollywood Yang Dulu Cupu Tapi Sekarang Jadi Pusat Perhatian

10 Seleb Hollywood Yang Dulu Cupu Tapi Sekarang Jadi Pusat Perhatian

Kita emang nggak pernah tahu masa depan seseorang, begitu juga dengan masa depanmu. Mungkin bisa aja hari ini kamu mengalami masalah dalam p
271,770 views 13,022 shares
11 Potret Kelakuan Orang Yang "Mempersulit Diri Sendiri", Gagal Paham Lihatnya!

11 Potret Kelakuan Orang Yang "Mempersulit Diri Sendiri", Gagal Paham Lihatnya!

Manusia setiap hari terus memikirkan tentang bagaimana teknologi dan inovasi bisa mempermudah aktifitas kehidupan sehari hari, mengatasi kes
8,971 views 0 shares
24 Pemain Film dan Tokoh Asli yang Diperankan, Mana yang Paling Mirip?

24 Pemain Film dan Tokoh Asli yang Diperankan, Mana yang Paling Mirip?

Dalam memilih artis untuk memainkan seorang karakter memang susah susah gampang loh Pulsker. Apalagi kalau filmnya berasal dari kejadian ny
351,793 views 7,815 shares
10 Chat Salah Kirim Gambar yang Endingnya Bikin Nyengir

10 Chat Salah Kirim Gambar yang Endingnya Bikin Nyengir

Kemjuan teknologi saat ini memang sangat memudahkan kehidupan kita. Karena hanya dengan bermodalkan koneksi internet dan menekan tombol, kit
17,383 views 0 shares
13 Foto Pencopet Ketika Melakukan Aksinya

13 Foto Pencopet Ketika Melakukan Aksinya

Mau tau ekspresi pencopet lagi beraksi, Pulsker? Ini dia foto anak kecil di China, yang lagi mau nyopet. Sepertinya yang dibelakangnya adala
372,651 views 4,298 shares