Thalita ^^18
Loading...
 
posted on WOW Keren
742 views
Thalita ^^18

***

"Tha, I"m so sorry to hear thatâ?¦," desah Jennie setelah Thalita cerita tentang e-card yang dikirim Andra. "Lo jadi ingat lagi ya, sama dia?"
"Gue memang nggak pernah ngelupain dia, Jenâ?¦" Thalita menggigit bibirnya kuat-kuat.

Perih, tapi belum seperih hatinya.
"Tapi, gue rasa udah waktunya lo ngelupain diaâ?¦"
Thalita melirik Jennie tajam, membuat sobatnya itu salah tingkah.
"Maksud lo apa?" tanyanya tajam.
"Tha, gue bukannya mau menghilangkan Andra dari hidup lo, tapiâ?¦ kita harus terima kenyataan dia udah nggak ada, kan? Dan lo nggak mungkin kayak gini terus. Lo masih muda, tau. Hidup lo masih panjang. Nggak mungkin lo tetep berkubang dalam keadaan lo yang sekarang."

"Nggak usah mulai ceramah lagi deh, Jen," kata Thalita sambil mengibaskan tangannya, seolah dia nggak mau mendengar apa pun lagi yang keluar dari mulut Jennie.
"Gue tahu lo bakal bersifat defensif kayak sekarang. Itu wajar kok, Tha."
"Gue nggak defensif," sangkal Thalita ketus.
"Dengan bilang kayak gitu aja lo udah membuktikan lo defensif," balas Jennie halus, tahu pasti dia bakal memenangkan debat ini. "Ayolah, Tha, lo udah terlalu banyak sedih setahun ini. Kadang-kadang gue nunggu lo menyerah dan memutuskan untuk bahagia lagiâ?¦"

Thalita menatap seprai ranjangnya yang bermotif bunga-bunga, berusaha menulikan telinga, tapi kata-kata Jennie barusan telanjur menusuk dalam.
"Tapiâ?¦"
"Andra bilang apa di e-card-nya? Walau pelangi menghilang dan hujan datang menggantikan, dia akan selalu ada? Ohâ?¦ bullshit! Buktinya, sekarang dia nggak ada di sini! Gimana bisa dia menjanjikan hal muluk kayak gitu ke elo, kalau untuk menuruti omongan lo buat masuk rehab aja dia nggak mau?"
"Jen, jangan ngejelekin Andraâ?¦"
"Gue nggak ngejelekin, gue cuma bicara fakta kok. Gue dulu nggak benci Andra, tapi kalau ngeliat kondisi lo sekarang, gue jadi benci banget sama dia. Dia hidup, lo sengsara. Sekarang dia udah nggak ada, lo tambah sengsara. Thalita, Thalitaâ?¦ lo tahu gimana cara ngilangin rasa pahit sehabis minum kopi tanpa gula? Makan permen yang manis, bukannya dengan membiarkan rasa pahit itu tetap ada di lidah lo!"

Thalita terkesiap. Jennie kayaknya memang highly trained banget untuk menghasilkan kalimat-kalimat yang menusuk begini.
"Jadiâ?¦ menurut lo, gue harus nyari cowok lagi, gitu?"
"Yahâ?¦ gue nggak berharap lo lari ke PS sekarang dan ngajak kenalan cowok pertama yang lo temui di sana, tapi at least lo nggak berkubang dalam kesedihan lagi lah. Udah berbulan-bulan, Thaâ?¦ Udah cukup."

Thalita menelan ludah dengan susah payah, dan menyadari ada satu hal yang belum diceritakannya pada Jennie.
"Mmmâ?¦ Jen, tadi di sekolah ada yang nembak Darren, tapi Darren nolak dan bilang ada cewek lain yang dia suka," kata Thalita lirih.
"Wow. It was definitely you that he talking about."
"Menurut lo gitu? Kenapa?"
"Ya ampuuunn, Tha, lo ini buta atau apa sih? Gue yang cuma sering denger cerita lo aja yakin dia naksir sama lo, kok lo yang ditaksir malah nggak nyadar sih?"
"Hmmâ?¦ Gueâ?¦ Gue cuma nggak mau kege-eran ajaâ?¦"
"Nggak, lo nggak kege-eran kok. Dia ini "permen manis" yang gue maksud tadi. Go get him, dan biarkan Andra jadi masa lalu, oke?"

Thalita mengendikkan bahu. Tapi dia tahu, akan lebih mudah membiarkan Darren masuk ke hatinya kalau pintunya sudah terbuka. Dan sekarang memang pintu itu mulai terbuka, bersamaan dengan terkuncinya pintu lain yang berisi kenangan-kenangan tentang Andra.

* * *

"Hai! Nonton Milan lawan Fiorentina nggak semalam?" Thalita memukul punggung Darren pelan, membuat cowok itu menoleh dan nyengir setengah heran sewaktu melihatnya. Ini pertama kalinya Thalita mengajaknya ngobrol soal bola lagi setelah Andra nggak ada.
"Nonton dong!" jawab Darren semangat. Dia senang karena entah kenapa Thalita sudah terlihat ceria lagi.

"Yahâ?¦ gue ketiduran sebelum second halfâ?¦" Thalita cemberut. "Skor akhirnya berapa?"
"Satu-satu. Agak ngebosenin juga sih, jadi lo nggak rugi apa-apa kok." Darren nyengir semakin lebar, membuat Thalita nggak tahan untuk nggak nyengir juga.
"Mmmâ?¦ Ren, soal yang di lab komputer Jumat lalu ituâ?¦ Gue minta maaf, ya? Kesannya gue cengeng banget, cuma karena terima e-card gitu aja nangis. Dan udah berapa kali gue nangis di depan lo? Kayaknya bukan cuma Jumat kemarin itu ya?"

"Udahlah, Tha, nggak papa kok. Nggak usah diingat-ingat lagi. Gue ngerti perasaan lo waktu itu, pasti lo sedih banget karena jadi teringat Andra lagi. Gimanapun juga, dia kan mantan lo, lo pernah sayang sama diaâ?¦"
Thalita menghela napas. "Memang. Tapi udahlah, dia udah masa lalu. Dan sekarang kan dia udah nggak adaâ?¦"

Darren menunduk, menatap Thalita yang memang lebih pendek darinya. Baru kali ini dia dengar Thalita menyebut Andra "masa lalu". Sebelum ini, sepertinya Thalita nggak pernah mau rela lepas dari bayang-bayang Andra.
"Kenapa? Kaget?" tanya Thalita, seolah bisa membaca pikiran Darren.
"Mmmâ?¦ ya, sedikit."
"Yah, gue emang baru mengambil keputusan untuk melupakan Andra. Nggak gampang sih, tapi gue tahu gue harus berani nyoba. Gue kan harus menghilangkan rasa kopi pahit dalam mulut gue dengan nyari permen manisâ?¦"

"Hah? Kopi pahit? Apa hubungannya sama kopi pahit?" tanya Darren, heran setengah mati.
Thalita sadar dia baru saja melantur, bener-bener bego! "Heheâ?¦ nggak, bukan apa-apa kok. Itu cuma istilah yang dipakai temen gue aja, bukan dalam artian sebenernya lhoâ?¦"
"Ohâ?¦ gue kirain lo minum kopi pahit beneranâ?¦"
"Hehe, nggak kok. Oyaaaâ?¦ ngomong-ngomong soal kopi, gue juga mau nagih janji lagi! Kalau boleh sihâ?¦"
"Janji apa?"
"Yang di Coffee Bean waktu itu kan gue nggak selera makan apa-apa karena ketemu Andra, jadiiiâ?¦ kalau gue minta traktir lagi, boleh nggak?"

Alis Darren terangkat. "Traktir lagi? Untuk ngerayain makalah Agama yang sukses itu?"
"Ehâ?¦ iyaâ?¦" Thalita menggaruk kepalanya yang nggak gatal, nyadar bahwa permintaannya barusan sangat konyol dan nggak tahu diri banget. Kok dia bisa jadi ngawur gini sih di depan Darren?
"Boleh," jawab Darren, terdengar sama sekali nggak keberatan. "Mau di mana?"

Thalita bingung, nggak nyangka Darren mau saja menuruti permintaan bodohnya.
"J.Co Bintaro Plaza, gimana?"
"Boleh. Jam tujuh?"
"He-eh." Thalita mengangguk menyetujui.
"Oke. See ya later."

* * *

Waktu Thalita sampai di J.Co malam harinya, Darren sudah di sana.
"Hai," sapa Thalita sambil menjatuhkan dirinya di sofa yang berhadapan dengan Darren. "Sori gue telat. Biasa, macet."
"Nggak papa, gue juga baru dateng kok. Eh, lo pesen aja dulu."
Thalita mengangguk, lalu memesan Copa Banana dan Almonetta, plus segelas Toffee"O di kasir. Agak maruk sih makan sebanyak itu, tapi mumpung ditraktir! Hihiâ?¦

Mereka lalu membahas pertandingan-pertandingan Liga Italia kemarin. Beberapa kali adu debat, tapi kebanyakan Thalita dan Darren senyam-senyum karena ternyata tim yang mereka jagokan sama. Thalita merasa fun banget bisa ngobrol-ngobrol bareng

Darren kayak gini lagi. Berbulan-bulan mereka nggak pernah punya waktu untuk seru-seruan kayak gini cuma karena masalah Andra, tapi sekarang Thalita bersyukur banget karena udah mendapatkan teman diskusi bolanya lagi.

Tanpa terasa, pesanan mereka sudah habis semua. Dua jam sudah berlalu, dan Thalita baru sadar setelah melirik jam yang tertera di LCD HP-nya.
"Eh, udah malam," gumamnya.
Darren mengikuti arah pandangan Thalita. "Iya yaâ?¦"
"Ren, makasih ya, gue seneng banget malem ini. Udah lama gue nggak hepi kayak gini, dan gue utang budi sama loâ?¦"
"Ya ampun, Tha, kok ngomong gitu sih? Gue tuh seneng bisa lihat lo balik jadi ceria gini lagi. Tadinya gue kira, gue bener-bener udah kehilangan sosok Thalita yang fun dan asyik kalau diajak ngobrolin bola itu, tapi thanks God, I don"t."

Thalita tersenyum kecil, dan dia jadi merasa bersalah karena mendadak teringat tingkahnya pada Darren dulu, padahal cowok ini begini baiknya sama dia. "Gue juga mau minta maaf, soalnyaâ?¦ mungkin lo nyadar, di awal-awal kita kenal, gue seperti menjaga jarak banget dari loâ?¦"
"Iya, sampai-sampai lo nggak ngizinin gue ke rumah lo walaupun itu buat kerja kelompok. Dan waktu mau nraktir lo aja, gue nyaris ditolak," kelakar Darren. Cowok ini bener-bener easy going, kelihatannya dia nggak pernah pusing akan satu hal pun.

"Maaf ya," pinta Thalita nggak enak. "Gue kayaknya jutek banget waktu itu, padahalâ?¦ cewek-cewek lain pasti bakal dengan senang hati tukar posisi sama gue. Dan loâ?¦ lo juga pasti nggak pernah ditolak cewek, kan? Sementara gue seenaknya ajaâ?¦"
"Nggak juga," potong Darren. "Cewek yang benar-benar gue sayang malah nolak gue habis-habisan."
Seperti ada yang baru menyumbat tenggorokan Thalita dengan sesuatu, karena mendadak dia jadi speechless. Dia, tanpa sadar, sudah memasuki wilayah privasi Darren. Obrolannya dengan Tatyana berbulan-bulan lalu, tentang cewek yang menolak Darren ini, seperti diputar ulang di depan mata Thalita.

"Ehâ?¦ sori, Ren, gue sama sekali nggak bermaksudâ?¦"
"It"s okay. Gue emang berniat cerita sama lo kok. Rasanya nggak fair aja, selama ini lo selalu mau cerita masalah-masalah tentang Andra ke gue, tapi gue nggak pernah cerita apa pun sama lo soal masalah-masalah gue."
"Jangan menganggap itu keharusan lhoâ?¦"
"Nggak kok. Gue emang udah berencana pengin cerita tentang ini sama lo someday, tapi belum nemu saat yang tepat aja. Tapi karena kebetulan tadi kita ngebahas sampai ke sini, yahâ?¦ gue rasa nggak ada salahnya gue cerita ke lo sekarang."

Thalita terenyak. Darren mulai bercerita tentang cewek itu, cewek yang membuatnya patah hati setengah mati sampai dia tanpa sadar jadi dingin pada cewek-cewek lain. Cewek yang dia kira bisa membuatnya lupa pada kekecewaannya pada ibunya yang berselingkuh, tapi ternyata malah membuat luka hatinya makin dalam. Cewek yang menantangnya mencoba drugs dan semua hal terlarang lainnya, yang karena Darren menolak maka dia nggak pernah mendapatkan cewek yang disayanginya itu.

Trending Now
10 Respon Penjual Online Shop yang Isinya Ngegass!

10 Respon Penjual Online Shop yang Isinya Ngegass!

Disaat pandemi seperti sekarang ini, online shop sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Himbauan untuk di rumah aja membuat masyarakat l
5,779 views 0 shares
12 Pose Cowok Yang Meniru Gaya Cewek Di Instagram Ini Bikin Ilfil

12 Pose Cowok Yang Meniru Gaya Cewek Di Instagram Ini Bikin Ilfil

Mayoritas cewek sering mengabadikan aktivitasnya dalam suatu momen tertentu atau bahkan dalam keseharian, dengan alasan untuk dokumentasi at
282,993 views 13,445 shares
10 Foto Yang Diambil Tepat Sebelum Kesialan Terjadi..Lucu!

10 Foto Yang Diambil Tepat Sebelum Kesialan Terjadi..Lucu!

Faktanya setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang memalukan dalam hidupnya Pulsker. Nah, kesialan memalukan yang kita alami ini ad
56,459 views 3,176 shares
10 Chat Bareng Cewek Matre yang Isinya Bikin Gregetan

10 Chat Bareng Cewek Matre yang Isinya Bikin Gregetan

Nggak bisa dipungkiri jika seseorang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun sayangnya nggak semua orang sadar akan hal ini,
104,831 views 0 shares
10 Status Whatsapp Bapak-Bapak yang Lucunya Kebangetan

10 Status Whatsapp Bapak-Bapak yang Lucunya Kebangetan

Aplikasi pesan WhatsApp saat ini menjadi primadona yang dipilih oleh masyarakat dunia. Selain untuk menelpon dan video call, kita juga bisa
11,210 views 0 shares
10 Chat Lucu Dicuekin Ini Bikin Tersenyum Kecut

10 Chat Lucu Dicuekin Ini Bikin Tersenyum Kecut

Diceukin adalah hal yang paling nggak enak, apalagi ketika kita dicuekin sama gebetan kita. Tapi yang namanya cinta emang nggak bisa dipaksa
24,587 views 0 shares
10 Tulisan Jualan dengan Ilmu Marketing Tinggi. Lucu!

10 Tulisan Jualan dengan Ilmu Marketing Tinggi. Lucu!

bisnis jual beli adalah salah satu hal yang membuat roda perekonomian dunia masih berjalan hingga saat ini. semua orang bisa berjualan namun
5,367 views 0 shares
10 Chat Dengan Ibu Kost yang Isinya Tersenyum Tipis

10 Chat Dengan Ibu Kost yang Isinya Tersenyum Tipis

Bagi mereka yang merantau atau tinggal jauh dari orang tua, pasti memilih rumah kos sebagai tempat tinggal. di sinilah mereka menghabiskan w
4,632 views 0 shares
10 Makna Tersembunyi yang Ada Dibalik Logo Brand Ternama

10 Makna Tersembunyi yang Ada Dibalik Logo Brand Ternama

Perkembangan industri saat ini bisa dibilang sedang ramai-ramainya, banyaknya perusahaan baru yang merintis semakin meramaikan persaingan in
5,358 views 0 shares
10 Status Orang Jual HP di Medsos yang Isinya Bikin Gregetan

10 Status Orang Jual HP di Medsos yang Isinya Bikin Gregetan

Dengan adanya internet dan smartphone semua orang bisa berjualan apapun di media sosial. Termasuk yang paling sering dicari adalah jual beli
11,676 views 0 shares