Thalita ^^19
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,118 views
Thalita ^^19

Sepanjang Darren bercerita, Thalita terpaksa pasang tampang pura-pura-nggak-tau, soalnya dia nggak mau membayangkan jika Darren tahu Thalita sudah pernah dengar cerita ini dari Tatyana.

"Namanya Cheryl," kata Darren.

Ekspresinya seperti orang yang dipaksa menelan biji kedondong waktu menyebutkan nama itu. "Gue nggak tau sekarang dia di mana dan entah udah jadi apa."
"Loâ?¦ nggak pernah nyoba nyari tahu?"
"Buat apa? Toh gue kan memang berencana untuk ngelupain dia. Kalau gue nyari tahu soal dia, gue kan bakal makin susah ngelupain. Nggak ketemu bertahun-tahun malah bikin gue akhirnya bisa lupa. Cuma yahâ?¦ nggak mungkin menghapus dia sama sekali, kan? Seperti kalau lo salah tulis di kertas dan menghapusnya pakai Tip-ex, bekas Tip-ex itu masih tetap akan ada, dan kertas yang lo tulisi itu nggak mungkin jadi bersih kembali seperti semula."

Thalita manggut-manggut. Perumpamaan Darren pas banget, dan mungkin seperti itu jugalah segala ingatan tentang Andra dalam hidupnya. Dihapus seperti apa pun, nggak akan mungkin kembali bersih seperti semula.
"Eh, udah mau tutup nih," kata Darren membuyarkan lamunan Thalita. Thalita melihat ke sekelilingnya, dan ternyata pengunjung J.Co yang tersisa cuma mereka. Waktu ternyata berlari begitu cepat ketika mereka mengobrol.
"Yuk, keluar."

Mereka berdiri, lalu keluar menuju tempat parkir. Angin malam yang dingin menerpa wajah Thalita saat ia melewati ambang pintu Bintaro Plaza.
"Mobil lo parkir di mana?" tanya Darren.
"Mmmâ?¦ gue nggak bawa mobil. Tadi di-drop doang sih di sini, soalnya adik gue mau pakai mobilnya."
"Terus, sekarang lo pulang naik apa?"
"Ya taksi. Tuh, ada banyak." Thalita menuding deretan taksi yang ada di depan mereka.
"Gue antar aja deh, gimana?"

"Nggak usah, Ren, rumah gue deket kok. Di sektor tiga situ. Paling naik taksi cuma sepuluh menit."
"Justru karena dekat itu, lo nggak usah takut ngerepotin gue buat minta diantar pulang." Darren nyengir, dan Thalita jadi nggak bisa membantah lagi. "Kebetulan gue bawa mobil. Yah, mobil Bokap sihâ?¦ soalnya akhir-akhir ini kan hujan deras terus, bisa basah kuyup gue kalau naik motor. Yuk, gue antar pulang aja, ya?"

Thalita mengangguk, dan tawaran untuk semobil sama Darren (yang pastinya GRATIS) memang terdengar lebih menggiurkan dibanding harus pulang naik taksi malam-malam sendirian (bayar, lagi!). Jadi Thalita mengekor Darren berjalan menuju mobil cowok itu, yang ternyataâ?¦ sebuah BMW hitam gres!

Kalau nggak ingat kemungkinan buruk Darren bakal menganggapnya cewek matre, pasti Thalita udah melongo di situ. Wow! Cowok cakep dan mobil keren (walau itu mobil bokapnya), benar-benar kombinasi yang bisa bikin para cewek klepek-klepek!

Mau nggak mau Thalita jaim, berlagak dia udah sering naik BMW, dan duduk di jok samping pengemudi. Darren menjalankan mobilnya keluar dari parkiran Bintaro Plaza, dan mereka mulai melaju di jalanan yang ternyata macet. Entah ada apanya di Jakarta ini, sudah malam begini masih aja macet. Tapi entah kenapa, Thalita malah merasa senang melihat kemacetan ini. Dia kan jadi punya waktu lebih lama bareng Darrenâ?¦

Eh? pikir Thalita bingung. Kenapa gue jadi kesenengan gini? Gawat, kalau anak-anak sekolah tau soal ini, apalagi fakta tentang gue yang diantar pulang Darren, pasti gosip langsung meledak tanpa ampun!
Thalita menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengusir sebersit perasaan senang yang tadi hinggap. Lumayan berhasil, dia jadi nggak mikir yang aneh-aneh lagi. Plus, Darren sekarang menyetel radio, jadi perhatian Thalita sedikit teralihkan oleh suara-suara dari radio itu.

"Yap! Barusan lo dengerin Sadis dari Afgan yang di-request sama Parjo. Buseettâ?¦ yang namanya Parjo aja sekarang udah punya HP yak? Bisa SMS request juga doi!"
Penyiar radio itu berceloteh, membuat Thalita nggak tahan untuk nggak nyengir membayangkan mas-mas bernama Parjo, lengkap dengan peci dan sarung tersampir di bahu yang bertampang ndeso, mengirim SMS request ke radio. Bayangan itu membuatnya geli sendiri.

"Nah, Parjo ngirimnya buat Parti, pembokat Bu Vony tetangga sebelah! Alamak!" Si penyiar terkekeh. "Kok buat pacarnya sendiri milih lagu Sadis sih, Bang? Bisa digampar lho ntar!" Si penyiar radio cengengesan lagi. "Ya udah, request berikutnya dari Daisy di SMA 23, buat Arya, gue sayaaanggg banget sama elo! Request Mengenangmu-nya Kerispatih. Lha! Ini lagi! Emang Arya-nya di mane, Mpok?"

Thalita melongo mendengar judul lagu itu, dan dalam hati berdoa mati-matian supaya lagu itu jangan diputar. Dia nggak mau menangis lagi waktu mendengarnya, seperti dulu waktu dia mendengar lagu itu di kafe entah apa namanya.
Tapi harapan Thalita nggak terkabul.

"Ya udah, gue puterin langsung deh, dari Daisy buat Arya, ini dia Mengenangmu dari Kerispatih."
Dan intro lagu yang diiringi orkestra itu mengalun dalam mobil Darren, membuat Thalita menggigit bibirnya kuat-kuat.
Tak "kan pernah habis air matakuâ?¦
Bila kuingat tentang dirimuâ?¦

Ya Tuhan, janganâ?¦ Jangan biarkan aku menangis di siniâ?¦ Janganâ?¦ Thalita memohon dalam hati. Aku harus bisa melupakan Andra, dan itu berarti juga mendengar semua hal yang membuatku teringat padanya, tapi tanpa menangis lagiâ?¦

Lagu itu terus mengalun, sementara Thalita setengah mati menahan air matanya.

Adakah di sana kau rindu padaku?
Meski kita kini ada di dunia berbedaâ?¦
Thalita menggigit bibirnya semakin kuat, dan tiba-tiba saja dia mendapati alunan lagu itu menghilang. Dia menoleh dan melihat ujung jari Darren ada pada tombol power radio.
"Jangan nangis, Tha. Jangan nangis lagiâ?¦"

Entah kenapa sepertinya air mata Thalita menuruti kata-kata Darren. Mendadak bendungan yang ada di pelupuknya menghilang, dan dia menghela napas dalam-dalam.
Dia akan melupakan Andra, seperti Darren melupakan Cheryl.

* * *

Sepuluh menit kemudian, mobil Darren berhenti di depan rumah Thalita, dan cewek itu melangkah turun dari mobil.
"Makasih yaâ?¦ Hati-hati di jalan," kata Thalita sebelum menutup pintu mobil.
"Iya. Eh, Tha?"
"Ya?" Thalita melongokkan kepalanya ke dalam mobil lagi.
"May I try?" tanya Darren, dia menatap Thalita lurus-lurus.
Jantung Thalita berdegup kencang. Apa cowok ini barusan meminta izin untuk mendekatinya? "Try what?"
"Replacing Andraâ?¦"

Thalita mengerjap. Dugaannya nggak salah. "Permen manis"-nya sudah ada.
"You may," jawab Thalita sambil tersenyum, lalu menutup pintu mobil Darren dan berjalan menuju pagar rumahnya.

***

"Ren, gue mau ngomong."
Darren menurunkan majalah sepak bola yang dibacanya, keningnya berkerut melihat tampang Tatyana yang serius menatapnya.
"Ya ngomong aja."
"Tapi janji jangan marahâ?¦"
Kali ini Darren meletakkan majalahnya. "Tunggu, lo nggak melakukan sesuatu yang parah, kan?" tanyanya penuh curiga.
"Yah, cukup parah sihâ?¦"
"Jangan bilang lo ngebakar semua poster dan kliping bola gue."
Tatyana mendengus. "Ya nggaklah, gue nggak segila itu. Iniâ?¦ soal Thalita."
"Thalita kenapa?"

"Mmmâ?¦" Tatyana menjatuhkan dirinya di sofa sebelah Darren. "Gue mau ngakuâ?¦ dulu gue pernah minta Thalita untuk pedekate sama loâ?¦"
Darren melongo. "Maksud lo?"
"Yahâ?¦ soalnya gueâ?¦ gue nggak tega aja lihat lo jadi dingin sama cewek sejak lo dikecewain Cheryl, dan gue lihat Thalita anaknya baik, lucu, danâ?¦ gue rasa dia bakal cocok sama lo, danâ?¦"
Sunyi selama beberapa detik. Darren menatap adiknya ini lekat-lekat.
"Ya ampun, Lita!" seru Darren kemudian, membuat Tatyana nyaris terlonjak dari sofa yang didudukinya. "Lo nyadar nggak sih apa yang lo lakuin? Kesannya gue nggak sanggup cari cewek sendiri, tau nggak?! Terusâ?¦ selama ini Thalita deket sama gue juga karena lo yang nyuruh? Bukan karena keinginan dia sendiri, gitu?" Darren meledak.

"Eh, Ren, bukan gituâ?¦ Sumpah bukan gitu maksud gueâ?¦ Dan gue sama Thalita juga udah ngebatalin semua kesepakatan kami kok. Thalita bilang, perasaannya belum "kena" sama lo, dan itu mungkin karena saraf otaknya rusak gara-gara patah hati sama cowoknya dulu. Itu bikin gue jadi mikir lagi, dan gue nyadar gue ternyata stupid banget udah minta hal konyol kayak gitu ke Thalita, padahal cinta kan nggak bisa dipaksainâ?¦"


Otak Darren berputar cepat. Perasaan Thalita belum "kena" padanya?
"Kapan itu?" Darren mulai mereda. Dia baru sadar percuma saja dia marah-marah sekarang. Malah mungkin lebih baik kalau dia mendengarkan semua omongan Tatyana.
"Udah lama, bulan-bulan awal tahun ajaran baru."

Darren terdiam, dan dia berpikir. Mungkin itu sebabnya di awal tahun ajaran dulu, Thalita seperti "terpaksa" mendekatinya, tapi waktu Darren menunjukkan respons, cewek itu malah mundur teratur. Ya, pasti itu. Thalita mendekatinya karena diminta Tatyana, tapi dia mundur saat Darren menunjukkan respons, karena sebenarnya dia nggak suka pada Darren.

"Terusâ?¦," Darren terdiam, agak ragu melanjutkan kalimatnya, "kenapa sekarang dia mau dekat sama gue? Bukan karena lo yang nyuruh lagi, kan?"
Tatyana cepat-cepat menggeleng. "Sueerrrâ?¦ kali ini bukan gue yang nyuruh! Gue sendiri heran kok, kenapa kalian bisa dekat justru saat gue udah ngebatalin semua kesepakatan itu sama Thalita."

"Dan kenapaâ?¦ Thalita nggak pernah cerita soal semua ini ke gue?"
"Yah, dia kan nggak goblok, Ren. Dia pasti tau lo bakal marah banget seandainya dia cerita soal kesepakatan gue sama dia ini."
"Terusâ?¦ kenapa tiba-tiba lo sendiri yang cerita soal ini semua ke gue?"
"Ehâ?¦ nggak ada maksud apa-apa sihâ?¦ Gue cuma ngerasa nggak enak aja sama lo kalau lo nggak tahu tentang ini. Dan gue juga sebenernya penasaran kenapa sekarang Thalita bisa dekat sama lo tanpa terpaksaâ?¦"

Mungkin karena sekarang Andra udah nggak ada, jawab Darren dalam hati, karena itulah Thalita mulai bisa menerima gue.
Sekarang Darren menatap adiknya penuh selidik, dan Tatyana jadi sewot karena itu. "Kenapa? Lo nggak percaya sama gue, ya?"
"Nggak tau deh."

Trending Now
15 Foto Editan Gagal #RIPPhotoshop Ini Bakalan Bikin Kamu Nyengir!

15 Foto Editan Gagal #RIPPhotoshop Ini Bakalan Bikin Kamu Nyengir!

Semua orang pasti menginginkan hasil gambar yang diambil lebih bagus dari aslinya. Sehingga kebanyakan orang memilih untuk mengedit fotonya
208,978 views 6,160 shares
8 Kelakuan Orang yang Sedang Berkendara Ini Bikin Nggak Habis Pikir

8 Kelakuan Orang yang Sedang Berkendara Ini Bikin Nggak Habis Pikir

Baru-baru ada peraturan lalu lintas yang baru diresmikan yaitu pengguna kendaraan dilarang merokok sambil berkendara. Karena bukan hanya men
2,791 views 2 shares
Ingin Meniru Gambar Di Internet, 10 Kue Ini Bentuknya Malah Buruk Rupa

Ingin Meniru Gambar Di Internet, 10 Kue Ini Bentuknya Malah Buruk Rupa

Internet merupakan sumber luar biasa untuk orang-orang kreatif. Kamu bisa mendapatkan inspirasi dari semua jenis seni seperti fotografi, des
13,890 views 821 shares
20 Foto Sekitar Yang Bikin Hati Kita Merasa Bahagia & Puas Melihatnya

20 Foto Sekitar Yang Bikin Hati Kita Merasa Bahagia & Puas Melihatnya

Mungkin ungkapan "Bahagia itu Sederhana" terkadang ada benarnya juga bagi sebagian orang, terbukti saat melihat barang barang yang ada disek
54,735 views 0 shares
20 Lucu-lucuan dengan Realita Anak Jaman Sekarang

20 Lucu-lucuan dengan Realita Anak Jaman Sekarang

Ada banyak perilaku yang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang terutama dalam pergaulannya. Kadang perilaku itu cukup menggelitik karena t
320,658 views 7,345 shares
10 Seleb Hollywood Yang Dulu Cupu Tapi Sekarang Jadi Pusat Perhatian

10 Seleb Hollywood Yang Dulu Cupu Tapi Sekarang Jadi Pusat Perhatian

Kita emang nggak pernah tahu masa depan seseorang, begitu juga dengan masa depanmu. Mungkin bisa aja hari ini kamu mengalami masalah dalam p
271,674 views 13,022 shares
11 Potret Kelakuan Orang Yang "Mempersulit Diri Sendiri", Gagal Paham Lihatnya!

11 Potret Kelakuan Orang Yang "Mempersulit Diri Sendiri", Gagal Paham Lihatnya!

Manusia setiap hari terus memikirkan tentang bagaimana teknologi dan inovasi bisa mempermudah aktifitas kehidupan sehari hari, mengatasi kes
8,836 views 0 shares
24 Pemain Film dan Tokoh Asli yang Diperankan, Mana yang Paling Mirip?

24 Pemain Film dan Tokoh Asli yang Diperankan, Mana yang Paling Mirip?

Dalam memilih artis untuk memainkan seorang karakter memang susah susah gampang loh Pulsker. Apalagi kalau filmnya berasal dari kejadian ny
351,731 views 7,815 shares
10 Chat Salah Kirim Gambar yang Endingnya Bikin Nyengir

10 Chat Salah Kirim Gambar yang Endingnya Bikin Nyengir

Kemjuan teknologi saat ini memang sangat memudahkan kehidupan kita. Karena hanya dengan bermodalkan koneksi internet dan menekan tombol, kit
17,169 views 0 shares
13 Foto Pencopet Ketika Melakukan Aksinya

13 Foto Pencopet Ketika Melakukan Aksinya

Mau tau ekspresi pencopet lagi beraksi, Pulsker? Ini dia foto anak kecil di China, yang lagi mau nyopet. Sepertinya yang dibelakangnya adala
371,529 views 4,298 shares