Thalita ^^19
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,141 views
Thalita ^^19

Sepanjang Darren bercerita, Thalita terpaksa pasang tampang pura-pura-nggak-tau, soalnya dia nggak mau membayangkan jika Darren tahu Thalita sudah pernah dengar cerita ini dari Tatyana.

"Namanya Cheryl," kata Darren.

Ekspresinya seperti orang yang dipaksa menelan biji kedondong waktu menyebutkan nama itu. "Gue nggak tau sekarang dia di mana dan entah udah jadi apa."
"Loâ?¦ nggak pernah nyoba nyari tahu?"
"Buat apa? Toh gue kan memang berencana untuk ngelupain dia. Kalau gue nyari tahu soal dia, gue kan bakal makin susah ngelupain. Nggak ketemu bertahun-tahun malah bikin gue akhirnya bisa lupa. Cuma yahâ?¦ nggak mungkin menghapus dia sama sekali, kan? Seperti kalau lo salah tulis di kertas dan menghapusnya pakai Tip-ex, bekas Tip-ex itu masih tetap akan ada, dan kertas yang lo tulisi itu nggak mungkin jadi bersih kembali seperti semula."

Thalita manggut-manggut. Perumpamaan Darren pas banget, dan mungkin seperti itu jugalah segala ingatan tentang Andra dalam hidupnya. Dihapus seperti apa pun, nggak akan mungkin kembali bersih seperti semula.
"Eh, udah mau tutup nih," kata Darren membuyarkan lamunan Thalita. Thalita melihat ke sekelilingnya, dan ternyata pengunjung J.Co yang tersisa cuma mereka. Waktu ternyata berlari begitu cepat ketika mereka mengobrol.
"Yuk, keluar."

Mereka berdiri, lalu keluar menuju tempat parkir. Angin malam yang dingin menerpa wajah Thalita saat ia melewati ambang pintu Bintaro Plaza.
"Mobil lo parkir di mana?" tanya Darren.
"Mmmâ?¦ gue nggak bawa mobil. Tadi di-drop doang sih di sini, soalnya adik gue mau pakai mobilnya."
"Terus, sekarang lo pulang naik apa?"
"Ya taksi. Tuh, ada banyak." Thalita menuding deretan taksi yang ada di depan mereka.
"Gue antar aja deh, gimana?"

"Nggak usah, Ren, rumah gue deket kok. Di sektor tiga situ. Paling naik taksi cuma sepuluh menit."
"Justru karena dekat itu, lo nggak usah takut ngerepotin gue buat minta diantar pulang." Darren nyengir, dan Thalita jadi nggak bisa membantah lagi. "Kebetulan gue bawa mobil. Yah, mobil Bokap sihâ?¦ soalnya akhir-akhir ini kan hujan deras terus, bisa basah kuyup gue kalau naik motor. Yuk, gue antar pulang aja, ya?"

Thalita mengangguk, dan tawaran untuk semobil sama Darren (yang pastinya GRATIS) memang terdengar lebih menggiurkan dibanding harus pulang naik taksi malam-malam sendirian (bayar, lagi!). Jadi Thalita mengekor Darren berjalan menuju mobil cowok itu, yang ternyataâ?¦ sebuah BMW hitam gres!

Kalau nggak ingat kemungkinan buruk Darren bakal menganggapnya cewek matre, pasti Thalita udah melongo di situ. Wow! Cowok cakep dan mobil keren (walau itu mobil bokapnya), benar-benar kombinasi yang bisa bikin para cewek klepek-klepek!

Mau nggak mau Thalita jaim, berlagak dia udah sering naik BMW, dan duduk di jok samping pengemudi. Darren menjalankan mobilnya keluar dari parkiran Bintaro Plaza, dan mereka mulai melaju di jalanan yang ternyata macet. Entah ada apanya di Jakarta ini, sudah malam begini masih aja macet. Tapi entah kenapa, Thalita malah merasa senang melihat kemacetan ini. Dia kan jadi punya waktu lebih lama bareng Darrenâ?¦

Eh? pikir Thalita bingung. Kenapa gue jadi kesenengan gini? Gawat, kalau anak-anak sekolah tau soal ini, apalagi fakta tentang gue yang diantar pulang Darren, pasti gosip langsung meledak tanpa ampun!
Thalita menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengusir sebersit perasaan senang yang tadi hinggap. Lumayan berhasil, dia jadi nggak mikir yang aneh-aneh lagi. Plus, Darren sekarang menyetel radio, jadi perhatian Thalita sedikit teralihkan oleh suara-suara dari radio itu.

"Yap! Barusan lo dengerin Sadis dari Afgan yang di-request sama Parjo. Buseettâ?¦ yang namanya Parjo aja sekarang udah punya HP yak? Bisa SMS request juga doi!"
Penyiar radio itu berceloteh, membuat Thalita nggak tahan untuk nggak nyengir membayangkan mas-mas bernama Parjo, lengkap dengan peci dan sarung tersampir di bahu yang bertampang ndeso, mengirim SMS request ke radio. Bayangan itu membuatnya geli sendiri.

"Nah, Parjo ngirimnya buat Parti, pembokat Bu Vony tetangga sebelah! Alamak!" Si penyiar terkekeh. "Kok buat pacarnya sendiri milih lagu Sadis sih, Bang? Bisa digampar lho ntar!" Si penyiar radio cengengesan lagi. "Ya udah, request berikutnya dari Daisy di SMA 23, buat Arya, gue sayaaanggg banget sama elo! Request Mengenangmu-nya Kerispatih. Lha! Ini lagi! Emang Arya-nya di mane, Mpok?"

Thalita melongo mendengar judul lagu itu, dan dalam hati berdoa mati-matian supaya lagu itu jangan diputar. Dia nggak mau menangis lagi waktu mendengarnya, seperti dulu waktu dia mendengar lagu itu di kafe entah apa namanya.
Tapi harapan Thalita nggak terkabul.

"Ya udah, gue puterin langsung deh, dari Daisy buat Arya, ini dia Mengenangmu dari Kerispatih."
Dan intro lagu yang diiringi orkestra itu mengalun dalam mobil Darren, membuat Thalita menggigit bibirnya kuat-kuat.
Tak "kan pernah habis air matakuâ?¦
Bila kuingat tentang dirimuâ?¦

Ya Tuhan, janganâ?¦ Jangan biarkan aku menangis di siniâ?¦ Janganâ?¦ Thalita memohon dalam hati. Aku harus bisa melupakan Andra, dan itu berarti juga mendengar semua hal yang membuatku teringat padanya, tapi tanpa menangis lagiâ?¦

Lagu itu terus mengalun, sementara Thalita setengah mati menahan air matanya.

Adakah di sana kau rindu padaku?
Meski kita kini ada di dunia berbedaâ?¦
Thalita menggigit bibirnya semakin kuat, dan tiba-tiba saja dia mendapati alunan lagu itu menghilang. Dia menoleh dan melihat ujung jari Darren ada pada tombol power radio.
"Jangan nangis, Tha. Jangan nangis lagiâ?¦"

Entah kenapa sepertinya air mata Thalita menuruti kata-kata Darren. Mendadak bendungan yang ada di pelupuknya menghilang, dan dia menghela napas dalam-dalam.
Dia akan melupakan Andra, seperti Darren melupakan Cheryl.

* * *

Sepuluh menit kemudian, mobil Darren berhenti di depan rumah Thalita, dan cewek itu melangkah turun dari mobil.
"Makasih yaâ?¦ Hati-hati di jalan," kata Thalita sebelum menutup pintu mobil.
"Iya. Eh, Tha?"
"Ya?" Thalita melongokkan kepalanya ke dalam mobil lagi.
"May I try?" tanya Darren, dia menatap Thalita lurus-lurus.
Jantung Thalita berdegup kencang. Apa cowok ini barusan meminta izin untuk mendekatinya? "Try what?"
"Replacing Andraâ?¦"

Thalita mengerjap. Dugaannya nggak salah. "Permen manis"-nya sudah ada.
"You may," jawab Thalita sambil tersenyum, lalu menutup pintu mobil Darren dan berjalan menuju pagar rumahnya.

***

"Ren, gue mau ngomong."
Darren menurunkan majalah sepak bola yang dibacanya, keningnya berkerut melihat tampang Tatyana yang serius menatapnya.
"Ya ngomong aja."
"Tapi janji jangan marahâ?¦"
Kali ini Darren meletakkan majalahnya. "Tunggu, lo nggak melakukan sesuatu yang parah, kan?" tanyanya penuh curiga.
"Yah, cukup parah sihâ?¦"
"Jangan bilang lo ngebakar semua poster dan kliping bola gue."
Tatyana mendengus. "Ya nggaklah, gue nggak segila itu. Iniâ?¦ soal Thalita."
"Thalita kenapa?"

"Mmmâ?¦" Tatyana menjatuhkan dirinya di sofa sebelah Darren. "Gue mau ngakuâ?¦ dulu gue pernah minta Thalita untuk pedekate sama loâ?¦"
Darren melongo. "Maksud lo?"
"Yahâ?¦ soalnya gueâ?¦ gue nggak tega aja lihat lo jadi dingin sama cewek sejak lo dikecewain Cheryl, dan gue lihat Thalita anaknya baik, lucu, danâ?¦ gue rasa dia bakal cocok sama lo, danâ?¦"
Sunyi selama beberapa detik. Darren menatap adiknya ini lekat-lekat.
"Ya ampun, Lita!" seru Darren kemudian, membuat Tatyana nyaris terlonjak dari sofa yang didudukinya. "Lo nyadar nggak sih apa yang lo lakuin? Kesannya gue nggak sanggup cari cewek sendiri, tau nggak?! Terusâ?¦ selama ini Thalita deket sama gue juga karena lo yang nyuruh? Bukan karena keinginan dia sendiri, gitu?" Darren meledak.

"Eh, Ren, bukan gituâ?¦ Sumpah bukan gitu maksud gueâ?¦ Dan gue sama Thalita juga udah ngebatalin semua kesepakatan kami kok. Thalita bilang, perasaannya belum "kena" sama lo, dan itu mungkin karena saraf otaknya rusak gara-gara patah hati sama cowoknya dulu. Itu bikin gue jadi mikir lagi, dan gue nyadar gue ternyata stupid banget udah minta hal konyol kayak gitu ke Thalita, padahal cinta kan nggak bisa dipaksainâ?¦"


Otak Darren berputar cepat. Perasaan Thalita belum "kena" padanya?
"Kapan itu?" Darren mulai mereda. Dia baru sadar percuma saja dia marah-marah sekarang. Malah mungkin lebih baik kalau dia mendengarkan semua omongan Tatyana.
"Udah lama, bulan-bulan awal tahun ajaran baru."

Darren terdiam, dan dia berpikir. Mungkin itu sebabnya di awal tahun ajaran dulu, Thalita seperti "terpaksa" mendekatinya, tapi waktu Darren menunjukkan respons, cewek itu malah mundur teratur. Ya, pasti itu. Thalita mendekatinya karena diminta Tatyana, tapi dia mundur saat Darren menunjukkan respons, karena sebenarnya dia nggak suka pada Darren.

"Terusâ?¦," Darren terdiam, agak ragu melanjutkan kalimatnya, "kenapa sekarang dia mau dekat sama gue? Bukan karena lo yang nyuruh lagi, kan?"
Tatyana cepat-cepat menggeleng. "Sueerrrâ?¦ kali ini bukan gue yang nyuruh! Gue sendiri heran kok, kenapa kalian bisa dekat justru saat gue udah ngebatalin semua kesepakatan itu sama Thalita."

"Dan kenapaâ?¦ Thalita nggak pernah cerita soal semua ini ke gue?"
"Yah, dia kan nggak goblok, Ren. Dia pasti tau lo bakal marah banget seandainya dia cerita soal kesepakatan gue sama dia ini."
"Terusâ?¦ kenapa tiba-tiba lo sendiri yang cerita soal ini semua ke gue?"
"Ehâ?¦ nggak ada maksud apa-apa sihâ?¦ Gue cuma ngerasa nggak enak aja sama lo kalau lo nggak tahu tentang ini. Dan gue juga sebenernya penasaran kenapa sekarang Thalita bisa dekat sama lo tanpa terpaksaâ?¦"

Mungkin karena sekarang Andra udah nggak ada, jawab Darren dalam hati, karena itulah Thalita mulai bisa menerima gue.
Sekarang Darren menatap adiknya penuh selidik, dan Tatyana jadi sewot karena itu. "Kenapa? Lo nggak percaya sama gue, ya?"
"Nggak tau deh."

Trending Now
10 Respon Penjual Online Shop yang Isinya Ngegass!

10 Respon Penjual Online Shop yang Isinya Ngegass!

Disaat pandemi seperti sekarang ini, online shop sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Himbauan untuk di rumah aja membuat masyarakat l
5,767 views 0 shares
12 Pose Cowok Yang Meniru Gaya Cewek Di Instagram Ini Bikin Ilfil

12 Pose Cowok Yang Meniru Gaya Cewek Di Instagram Ini Bikin Ilfil

Mayoritas cewek sering mengabadikan aktivitasnya dalam suatu momen tertentu atau bahkan dalam keseharian, dengan alasan untuk dokumentasi at
282,970 views 13,445 shares
10 Foto Yang Diambil Tepat Sebelum Kesialan Terjadi..Lucu!

10 Foto Yang Diambil Tepat Sebelum Kesialan Terjadi..Lucu!

Faktanya setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang memalukan dalam hidupnya Pulsker. Nah, kesialan memalukan yang kita alami ini ad
56,439 views 3,176 shares
10 Chat Bareng Cewek Matre yang Isinya Bikin Gregetan

10 Chat Bareng Cewek Matre yang Isinya Bikin Gregetan

Nggak bisa dipungkiri jika seseorang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun sayangnya nggak semua orang sadar akan hal ini,
102,756 views 0 shares
10 Status Whatsapp Bapak-Bapak yang Lucunya Kebangetan

10 Status Whatsapp Bapak-Bapak yang Lucunya Kebangetan

Aplikasi pesan WhatsApp saat ini menjadi primadona yang dipilih oleh masyarakat dunia. Selain untuk menelpon dan video call, kita juga bisa
11,174 views 0 shares
10 Chat Lucu Dicuekin Ini Bikin Tersenyum Kecut

10 Chat Lucu Dicuekin Ini Bikin Tersenyum Kecut

Diceukin adalah hal yang paling nggak enak, apalagi ketika kita dicuekin sama gebetan kita. Tapi yang namanya cinta emang nggak bisa dipaksa
24,544 views 0 shares
10 Tulisan Jualan dengan Ilmu Marketing Tinggi. Lucu!

10 Tulisan Jualan dengan Ilmu Marketing Tinggi. Lucu!

bisnis jual beli adalah salah satu hal yang membuat roda perekonomian dunia masih berjalan hingga saat ini. semua orang bisa berjualan namun
5,344 views 0 shares
10 Chat Dengan Ibu Kost yang Isinya Tersenyum Tipis

10 Chat Dengan Ibu Kost yang Isinya Tersenyum Tipis

Bagi mereka yang merantau atau tinggal jauh dari orang tua, pasti memilih rumah kos sebagai tempat tinggal. di sinilah mereka menghabiskan w
4,604 views 0 shares
10 Makna Tersembunyi yang Ada Dibalik Logo Brand Ternama

10 Makna Tersembunyi yang Ada Dibalik Logo Brand Ternama

Perkembangan industri saat ini bisa dibilang sedang ramai-ramainya, banyaknya perusahaan baru yang merintis semakin meramaikan persaingan in
5,349 views 0 shares
10 Status Orang Jual HP di Medsos yang Isinya Bikin Gregetan

10 Status Orang Jual HP di Medsos yang Isinya Bikin Gregetan

Dengan adanya internet dan smartphone semua orang bisa berjualan apapun di media sosial. Termasuk yang paling sering dicari adalah jual beli
11,638 views 0 shares