Thalita ^^20
Loading...
 
posted on WOW Keren
638 views
Thalita ^^20

"Kenapa? Lo nggak percaya sama gue, ya?"
"Nggak tau deh."
"Darren, denger deh, kalau ada yang harus disalahkan atas semua ini, itu adalah gue. Gue yang minta Thalita pedekate sama lo, gue yang punya ide konyol itu, dan Thalita sama sekali nggak salah.

Lo jangan marah sama dia ya? Gue udah seneng banget lihat kalian bisa deket kayak sekarang iniâ?¦ dan gue nggak mau semuanya jadi kacau karena pengakuan gue barusan."

"Iya deh iyaâ?¦ gue percaya. Jadi, yang sekarang ini bener-bener tanpa campur tangan lo?" Darren memastikan.
"Sejuta persen tanpa campur tangan gue!" kata Tatyana mantap. "Ehâ?¦ tapi ada kontribusi gue juga sih. Gue kan berdoa tiap malam supaya lo bisa dapat cewek yang baik, dan ternyata lo malah bisa dekat sama Thalita. Itu kan bukti gue berkontribusi juga!"

Darren meringis., lalu mengacak rambut Tatyana. "Makasih ya, Lit. Doain lagi supaya semuanya bisa lancar dan seperti yang lo dan gue inginkan, oke? Dan jangan ngulangin hal konyol itu lagi!"
"Oke!"

* * *

"Thaaaa, ngaku aja deh!"
"Apa sih, Nit???" desis Thalita jengkel. Sedari tadi Nita mengusiknya terus, sampai-sampai dia nggak konsen menyelesaikan latihan Kimia-nya, padahal buku latihan harus dikumpulkan kurang dari sepuluh menit lagi!
"Lo jadian ya, sama Darren? Ya, kan? Ya, kan? Ya, kan?"
"Nggak!"
"Ihhâ?¦ ngaku aja kenapa sih? Kan biar gue nggak gangguin lo lagi! Gue penasaran banget, tahu nggak? Mana anak-anak pada tanya semua ke gue! Gue kan keki juga kalau gue bilang nggak tahu, padahal lo sahabat gue!"

Thalita manyun. Memang wajar kalau anak-anak SMA Persada Bangsa curiga dan kepengin tahu, soalnya bisa dibilang Darren dan Thalita sekarang kayak kembar siam. Ke mana-mana mereka nempel terus dan nggak pernah lepas! Yahâ?¦ lepasnya cuma sekali-sekali sih, kalau Nita minta ditemani ke kantin tapi dia nggak mau jadi obat nyamuk, atau kalau Darren lagi ngumpul sama teman-temannya. Fakta di-mana-ada-Thalita-di-situ-pasti-ada-Darren-dan-sebaliknya itu jelas membuat sebagian besar isi SMA Persada Bangsa blingsatan saking penasarannya. Dan sekarang Nita jadi ikut-ikutan heboh, kayak wartawan infotainment yang kepengin mengorek gosip terpanas.

"Ya ampun, Nitaâ?¦ Ya lo bilang aja kalau gue nggak jadian sama Darren! Kenyataannya gitu kok!"
"Tapi kalo nggak jadian, kok kalian bisa deket banget? Dia pedekate sama lo, ya?"
"Nggak tahu!" jawab Thalita sewot. Tujuh menit sebelum waktu pengumpulan buku latihan.
"Yeeeâ?¦ kok nggak tau? Gimana sih?"
"Aduh, Nit, udahlahâ?¦ nanti kalau misalnya gue jadian atau apa gitu, pasti lo yang pertama gue kasih tahu kok!"
"Bener?" tanya Nita, dan Thalita melihat mata sobatnya itu berbinar. Haduh, ampun deh anak satu ini!
"Iya! Sekarang diam deh!"

Nita diam, dan Thalita setengah mati berusaha konsen menyelesaikan latihan Kimia-nya. Sayang, dia gagal, karena waktu dia baru mau menulis rumus untuk soal
nomor empat, bel pergantian pelajaran berbunyi, dan itu berarti buku latihan harus dikumpulkan, selesai atau nggak.
Thalita jadi bete sepanjang sisa hari itu. Ternyata jadi "artis" yang lagi digosipkan memang nggak enak. Pantas aja Cut Memey dan Angel Lelga dulu selalu pasang tampang kusut bak kaus kaki kucel yang belum dicuci tiap kali nongol di infotainment.

* * *

Thalita menerima arum manis yang disodorkan Darren, dan langsung mencuili benda itu dengan penuh semangat. Malam ini mereka sedang jalan-jalan di pasar malam yang kebetulan ada di dekat kompleks perumahan Thalita. Thalita jelas girang banget, soalnya udah bertahun-tahun sejak terakhir kali dia ke pasar malam.

Bukan berarti sebelum-sebelum ini nggak ada, tapi Thalita kan bete aja gitu kalau ke pasar malam sendirian. Gimana kalo di situ ada mas-mas jablay iseng yang doyan gangguin cewek yang datang sendirian kayak dia?

Satu jam yang lalu Thalita agak kaget waktu Darren bilang mau mengajaknya ke sini. Darren bilang sih, dia tadi melewati pasar malam ini dalam perjalanan ke rumah Thalita, dan mendadak jadi punya ide untuk mengajak Thalita jalan-jalan ke situ.

Yah, seperti sudah diduga, intensitas Darren main ke rumah Thalita memang semakin sering, dan semakin membuat Acha curigation (ini istilah ngaco anak bengal ini sendiri untuk mendefinisikan perasaannya, karena mana ada sih kata curigation di kamus bahasa Inggris mana pun?) Darren dan kakaknya sudah jadian. Papa-Mama juga sumringah karena melihat Thalita nggak kehilangan semangat hidup lagi sejak meninggalnya Andra.

"Sayang ya, di sini ukuran permainannya mini semua, kita jadi nggak bisa naik deh," celoteh Thalita sambil menunjuk komidi putar yang jelas-jelas memasang tulisan "untuk anak usia 3-10 tahun" yang ada di depan mereka.
"Emang kenapa? Lo masih kepingin naik?" tanya Darren geli.
"Iya sihâ?¦ tapi daripada permainannya jebol dan gue dimintain ganti rugi sama yang punya, mending nggak usah deh, heheâ?¦"

Darren tertawa. Dia udah sangat terbiasa dengan segala tingkah Thalita yang polos dan lucu itu, terutama sejak frekuensi mereka bareng meningkat seminggu belakangan ini. Dan ia sangat menikmati semua itu.
Lalu, tiba-tiba Darren teringat obrolannya dengan Tatyana kemarin, dan dia nggak bisa menahan diri untuk bertanya.
"Tha, gue mau nanya sesuatu, boleh?"

Thalita berhenti mencuili arum manisnya, dan menatap Darren. Mau nanya apa dia? batin Thalita heran. Jangan-janganâ?¦ dia mau nembak gue sekarang? Haduh, Tuhan, tolong!
"Mmmâ?¦ bolehâ?¦ Nanya ajaâ?¦," jawab Thalita, deg-degan karena sama sekali nggak punya persiapan kalau dugaannya soal apa yang bakal ditanyakan Darren ternyata benar.
"Apa dulu lo sama Tatyana pernah bikinâ?¦ suatu kesepakatan?"
Kalau saja mulut Thalita masih penuh dengan arum manis, dia pasti sudah tersedak. Untung semua arum manis di dalam mulut sudah habis ditelannya, jadi dia sekarang hanya bengong.
"Ehâ?¦ ngâ?¦ kesepakatan apa maksud lo?" tanya Thalita sok nyantai. Dia nggak tahu kalau Darren sebenarnya udah tahu semuanya dari Tatyana.
"Hmmâ?¦ sebenernya gue agak malu ngomongnya, tapiâ?¦ kesepakatan itu tentang Tatyana yang minta lo untuk pedekate gue."
Sekarang, nggak peduli ada atau nggak ada arum manis di dalam mulutnya, Thalita benar-benar tersedak.

"Uhukkkâ?¦ Uhukkkkâ?¦"
"Eh, Tha, lo nggak papa?" tanya Darren khawatir. Dia menepuk-nepuk punggung Thalita lembut, dan jadi merasa nggak enak karena udah mengajukan pertanyaan yang bikin Thalita tersedak saking kagetnya.
"Uhukkâ?¦ nggak papa. Nggak papaâ?¦"
"Sori, pertanyaan gue bikin lo kaget, ya?"
"Mmmhhâ?¦ iyaâ?¦ sedikitâ?¦" Thalita menggigit bibirnya.
"So? Itu bener apa nggak?"

Thalita memutar otak. Aduuhhâ?¦ kalau gue jawab jujur, nanti Darren tahu dan dia bisa ngamuk sama Tatyanaâ?¦ batin Thalita bingung. Tapi gue juga nggak enak harus bohong sama diaâ?¦
Darren rupanya bisa melihat tampang Thalita yang pusing tujuh keliling, jadi dia menambahkan, "Tenang aja, sebenernya Tatyana sendiri udah cerita ke gue. Gue cuma pengin mastiin aja ke lo."
Hah? Jadi dia udah tahu? Dan cuma pengin mastiin aja? pikir Thalita keki.
"Yahâ?¦ kalau lo udah tahu sih, gue mau ngomong apa lagi? Itu benerâ?¦" Thalita menelan ludah. Dia merasa malu sekali. "Eh, tapi gue sama Tatyana udah membatalkan kesepakatan itu kok," tambahnya cepat, takut Darren mengira sekarang mereka dekat karena Thalita masih "utang" menepati janji pada Tatyana.
"Iya, Tatyana juga bilang gitu kok." Darren menendang batu-batu kecil yang kebetulan berada di depan kakinya. "Jadiâ?¦ sekarang ini kita bisa dekat bukan karena lo dipaksa Tatyana, kan?" tanya Darren memastikan.
Thalita kontan menggeleng. "Nggak lah, Renâ?¦"

Darren tersenyum, sementara Thalita masih merasa nggak enak dalam hatinya.
"Sebenernya," lanjut Thalita, "kalau boleh jujur, gue memang dulu awalnya berusaha deketin lo karena disuruh Tatyana. Dia nggak tega lihat lo kecewa terus-menerus sama cewek yang bikin lo patah hati dulu itu. Tapi setelah gue kenal eloâ?¦ gue justru merasa berterima kasih sama Tatyana. Kalau dulu dia nggak nyuruh gue, mungkin gue nggak akan tahu lo ternyata orang yang menyenangkan banget."

"Oh, jadi gue nggak kelihatan menyenangkan ya kalo dari luarnya aja?"
"Hahaâ?¦ bukan gitu. Tapi lo kanâ?¦ cakep. Idola sekolah. Dan biasanya cowok-cowok semacam itu tuh belagu banget. Snob. Gue nggak nyangka aja lo ternyata orang yang care sama temen dan friendly banget."
Darren tampak terpukau karena Thalita barusan memujinya.
"Tapi sekarang udah ketahuan kan kalo gue humble, nggak sok seperti yang lo bayangin sebelumnya?"
"Itulah. Dan gue senang banget bisa kenal Darren yang humble itu," kata Thalita lucu, sengaja menekankan suaranya pada kata "humble".
"Gue juga seneng banget karena lo ngasih gue kesempatan untuk bisa mengenal lo. Makasih ya, Tha."

Thalita cuma bisa merah padam seperti kepiting rebus waktu dia menyadari tangan Darren sudah melingkari bahunya. Rasanya aneh, tapi jugaâ?¦ hangat. Sama seperti ketika Darren memeluknya sebelum-sebelum ini.

Dengan heran Thalita tersadar, perasaan hangat seperti inilah yang dulu dimilikinya kalau Andra ada di dekatnya. Sekarang ada orang lain yang mampu menghadirkan perasaan yang sama di hatinya setelah Andra nggak ada.

* * *

Darren menghentikan motornya di tepi jalan, tepat di puncak bukit. Thalita turun dari jok motor dan melepas helm teropongnya. Angin dingin menerpa, tapi Thalita nggak sempat menggigil, karena dia sudah keburu melongo saat dihadapkan pada pemandangan indah yang membentang di depannya.

Malam ini Darren bilang mau menunjukkan sesuatu yang indah pada Thalita. Tadinya Thalita bingung "sesuatu" itu apa. Tapi sekarang dia tahu, pasti yang dimaksud Darren pemandangan lembah dengan lampu-lampu beraneka warna dari rumah-rumah penduduk di bawah sana.

Mereka sudah berkendara satu jam lebih dari rumah Thalita, dan pastinya sekarang berada di luar Jakarta, entah di kawasan apa, tapi yang jelas udaranya masih sejuk. Thalita bahkan bisa mendengar suara jangkrik bersahutan di sekitarnya.
"Lo suka?" tanya Darren.
"Iniâ?¦ ini bagus banget, Renâ?¦ Dari mana lo tahu ada tempat sebagus ini?"

Trending Now
10 Status Tutorial di FB yang Nggak ada Manfaatnya

10 Status Tutorial di FB yang Nggak ada Manfaatnya

Hidup saat ini memang sangat mudah. Ketika butuh sesuatu, kita bisa mencarinya di internet, termasuk ketika kita mencari suatu cara ketika i
2,175 views 0 shares
10+ Hasil Bidikan Kamera yang Diambil Pada Saat yang Tepat..Keren Banget!

10+ Hasil Bidikan Kamera yang Diambil Pada Saat yang Tepat..Keren Banget!

Sebuah foto yang sempurna ditangkap pada saat yang tepat. Dan untuk mendapatkan momen itu, kita nggak harus menjadi fotorgrafer profesional
200,999 views 6,660 shares
TRANSFORMASI Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik Wanita Korea (Bukan Artis)!

TRANSFORMASI Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik Wanita Korea (Bukan Artis)!

mungkin Pulskers udah sering lihat transformasi ekstrim wajah artis korea baik pria dan wanita setelah operasi plastik, walaupun kadang bany
205,174 views 7,777 shares
10 Status Facebok Salah Bahasa Ini Bikin Tepuk Jidat

10 Status Facebok Salah Bahasa Ini Bikin Tepuk Jidat

Kita belum tahu pasti ada berapa banyak bahasa yang digunakan oleh para penduduk di dunia. Di Indonesia saja,hampir setiap suku memiliki bah
8,192 views 0 shares
9 Foto Akibat Cuaca Panas Ekstrim yang Bikin Kita Mengernyitkan Dahi

9 Foto Akibat Cuaca Panas Ekstrim yang Bikin Kita Mengernyitkan Dahi

Isu pemanasan global dan peningkatan suhu bumi menjadi bahan pembicaraan semua kalangan sampai kini. Hal tersebut bukanlah hanya isu belaka
205,668 views 17,595 shares
Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Siapa yang tidak tahu dengan makanan bersalah dari Tempe ini, Netizen Indonesia membuktikan kreatifitasnya dengan mengedit dan membuat meme
204,701 views 3,543 shares
10 Percakapan Khayalan Bareng Pacar Ini Isinya Lucu Banget

10 Percakapan Khayalan Bareng Pacar Ini Isinya Lucu Banget

Mungkin kamu berfikir jika menjadi seorang jomblo adalah hal yang menyedihkan. Tapi jangan salah, Pulsker, justru menjadi jomblo adalah hal
6,700 views 0 shares
10 Gambar Anak Ini Diwujudkan Nyata, Hasilnya Konyol Banget!

10 Gambar Anak Ini Diwujudkan Nyata, Hasilnya Konyol Banget!

Biasanya nih Pulsker, anak kecil itu suka mengekspresikan kreatifitasnya melalui gambar. Dia menggambar setiap imajinasi yang dipikirkannya
218,327 views 8,414 shares
Deretan Quote Gagal Bijak Ini Bikin Kamu Meringis

Deretan Quote Gagal Bijak Ini Bikin Kamu Meringis

Nggak bisa dipungkiri jika media sosial saat ini bisa membuat seseorang menjadi lebih bijak. Nggak percaya? Buktinya banyak banget pengguna
7,441 views 493 shares
10 Chat Minta Bantuan yang Endingnya Bikin Gregetan

10 Chat Minta Bantuan yang Endingnya Bikin Gregetan

Manusia adalah makhluk sosial yang nggak bisa hidup sendirian. Kita harus hidup berdampingan untuk bertahan hidup, bahkan untuk memperoleh k
131,086 views 0 shares