Thalita ^^21
Loading...
 
posted on WOW Keren
737 views
Thalita ^^21

"Lo suka?" tanya Darren.
"Iniâ?¦ ini bagus banget, Renâ?¦ Dari mana lo tahu ada tempat sebagus ini?"
"Dari sopir gue waktu kecil, namanya Mang Ujang."
Thalita mengangkat alis, heran.

Darren tahu tempat sebagus ini dari sopirnya semasa kecil?

"Lo pasti masih ingat ortu gue udah cerai?" tanya Darren.
Thalita mengangguk.
"Jauh sebelum itu, sejak bertahun-tahun sebelumnya, Papa dan Mama udah sering bertengkar. Mereka selalu adu mulut di rumah, apalagi setelah Mama ketahuan berselingkuh. Waktu ituâ?¦ gue sendiri nggak tahu gimana gue bisa melalui masa-masa itu. Tapi yang gue ingat adalah, setiap malam saat Mama nggak pulang dan Papa memilih untuk mendekam di kantornya, gue dan Tatyana menangis sepanjang malam di kamar. Besoknya kami bangun dan ke sekolah dengan mata bengkakâ?¦"

Darren tertawa kecil, dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Thalita sampai bingung harus ngomong apa, jadi dia membiarkan Darren melanjutkan ceritanya.
"Mang Ujang selalu sedih kalau melihat mata gue dan Tatyana bengkak setiap dia mengantar kami ke sekolah. Jadi suatu malam, waktu Papa dan Mama nggak ada di rumah seperti biasa, dia mengajak kami jalan-jalanâ?¦ ke sini."
"Ke sini?"

"Iya. Dia bilang, semasa remajanya dulu, apalagi sewaktu ayahnya baru meninggal, dia selalu ke sini untuk memandangi lampu dan mendengar suara jangkrik setiap malam. Kadang menghitung bintang juga. Semua itu dia lakukan untuk melupakan rasa sedihnya, and it works. Jadi dia pengin gue dan Tatyana bisa melakukan hal yang sama. At least, kalau ada sesuatu yang terlalu indah di depan mata untuk dikagumi, gue dan Tatyana nggak akan ingat kenangan buruk tentang ortu kami lagi."

Darren merentangkan tangannya lebar-lebar dan menghela napas dalam, seolah ingin menyimpan seluruh udara sejuk yang ada di bukit itu ke dalam paru-parunya.
"Sejak itu, gue dan Tatyana nggak pernah menangisi ortu kami lagi. Kami diajak ke sini setiap malam, dan Mang Ujang mengajak kami ngobrol segala macam, sampai kadang gue merasaâ?¦ gue lebih menyayangi dia daripada menyayangi bokap gue sendiriâ?¦"

"Mang Ujang baik banget, ya? Gue jadi kepengin ketemu diaâ?¦"
"Gue juga, Tha. Di saat-saat sedih, gue selalu ingat dia. Sayang, kami nggak pernah bisa ketemu lagiâ?¦"
"Kenapa? Mang Ujang pindah ke kota lain?"
"Iya. Sekitar empat tahun yang lalu, Mang Ujang nikah, setelah itu dia pindah ke Banda Aceh bersama istrinya. Tapiâ?¦"
"Lo lose contact sama dia?" tebak Thalita.
Darren menggeleng. "Mang Ujang, juga istrinyaâ?¦ termasuk di antara ribuan korban tewas dalam bencana tsunami di Acehâ?¦"
"Ya Tuhan," gumam Thalita pahit.

"Gue bener-bener nggak tahu harus gimana waktu itu. Gue nggak habis pikir kenapa orang sebaik Mang Ujang bisa bernasib begitu buruk, sementara banyak orang jahat di dunia ini punya nasib yang jauh lebih baik."
"Yahâ?¦ we never know. Itu kan rahasia Tuhan, Ren. Banyak rencana Tuhan yang memang nggak bisa dinalar logika manusia."
"Iya juga sih. Dan dengan kejadian itu gue jadi bisa lebih kuat, plus ingat untuk sering-sering datang ke tempat ini lagi, sekadar mengingat gimana baiknya Mang Ujang dulu ke gue dan Tatyana."
"Terusâ?¦ kenapa lo sekarang ngajak gue ke sini?"
"Karena dulu gue pernah janji sama Mang Ujang, kalau suatu saat gue kenal seseorang yang istimewa buat gue, gue akan mengajaknya ke tempat ini."

Thalita mendongak, dan sekali lagi memandangi pemandangan luar biasa yang terpampang di hadapannya. Ini semua memang indah, tapi mendengar Darren menganggapnya istimewa entah mengapa membuat semua pemandangan itu jadi terlihat sejuta kali lebih indah.

* * *

Thalita menutup pintu depan rumah dengan senyum yang masih mengembang lebar. Dia nggak menyadari ada seseorang yang menunggunya di ruang tamu.

"Hei."
Thalita menengok, dan melihat Acha berdiri di belakangnya dengan tampang penuh rasa ingin tahu. Idiihhhâ?¦
"Apa?"
"Gue to the point aja ya, sebenernya lo sama Darren udah jadian belum sih?"
Kalau ini di dalam komik, pasti sudah muncul gambar keringat segede gaban di kepala Thalita.

"Emang kenapa?" tanya Thalita nggak minat. Di sekolah, Nita merongrongnya dengan pertanyaan ini, ehâ?¦ sekarang di rumah, Acha juga melakukan hal yang sama!
"Ya kan kalau udah jadian, ada pajaknya," jawab Acha sambil mengedip usil.

Oohhâ?¦ ternyata ini maksud Acha nanya-nanya! gerutu Thalita dalam hati. "Kalau udah urusan perut aja, dia mau repot!
"Gue belum jadian kok."
"Ahâ?¦ jangan bohong!" Acha maju beberapa langkah dan menepuk bahu Thalita kuat-kuat. "Atau lo mau menghindar dari kewajiban nraktir? Jangan harap ya! Dulu waktu gue baru sepuluh menit jadian sama Ruben, lo udah nodong traktiran! Jadi jangan kira sekarang gue nggak akan melakukan hal yang sama!"
"Apaan sih? Orang gue jawab jujur, juga!" Thalita mulai sewot.
"Eh? Jadi bener nih belum jadian? Tapi, Tha, kok gue lihat kalian dekeeettt banget gitu. Dan itu kanâ?¦ udah hampir dua bulan? Masa Darren masih pedekate sih? Kelamaan tau! Lo bisa keburu basi ntar!"

Thalita terdiam, dalam hati mengakui kata-kata Acha ada benarnya juga. Sudah hampir dua bulan sejak Darren meminta kesempatan pada Thalita untuk menggantikan Andra, tapi sampai sekarang Darren belum nembak juga.

Bukannya Thalita mau buru-buru ditembak sih, tapi kanâ?¦
Okeeeâ?¦ sekarang dia memang MENGHARAP Darren bakal segera menyatakan perasaannya. Soalnya, jujur aja nih, Thalita mulai gerah sama pertanyaan orang-orang di sekitarnya soal status dia dan Darren. Dibilang belum jadian, nggak ada yang percaya. Tapi dibilang jadian juga belum, dan Thalita nggak mau sok berkoar-koar. Bisa gawat kan kalau Darren tahu soal ini dan buntut-buntutnya malah ilfil?!

Selain ituâ?¦ Thalita juga menyadari, dia sudah benar-benar sayang sama Darren. Cowok itu selalu ada di dekatnya saat dia butuh, dan selalu bisa mengerti dia. Seperti menemukan pengganti Andra dalam sejuta kali lebih baik. Dan Thalita nggak bisa membayangkan kalau nantinya dia bakal kehilangan Darren. Sama siapa lagi dia bisa ngobrolin bola sampai berjam-jam? Sama siapa lagi dia bakal menjelajah kafe-kafe seantero Jakarta? Cowok mana lagi yang bisa membawanya ke puncak bukit indah dan menyebut dirinya

"istimewa"? Cowok mana lagi kalau bukan Darren?
"Tha! Eeehhâ?¦ malah ngelamun ini anak!" Acha mengomel. "Darren udah nunjukin tanda-tanda bakal nembak belum sih?!"
"Udahlah, Cha, lo nggak usah heboh gitu deh. Gue nggak mau jadi kepikiran gara-gara semua omongan lo barusan. Gue udah cukup hepi kok sama kondisi gue yang sekarang."
"Iya sih lo hepi, tapi gue gemeesss! Gimana kalauâ?¦"
"Tenang aja, gue yakin Darren nggak punya niat buruk atau bermaksud mainin gue kok. Mungkin diaâ?¦ cuma nunggu waktu yang tepat aja. Who knows?"

Acha terdiam. Thalita melihat adiknya itu dua kali menghela napas dalam-dalam.
"Gue nggak bermasuk ngerecokin, Tha, gue cumaâ?¦ nggak mau lihat lo sedih lagiâ?¦"
"Sedih lagi? Kenapa gue harus sedih?"
"Yahâ?¦ kalau Darren ternyata cuma mau HTS aja sama lo, dan lo jadi patah hatiâ?¦ padahal gue udah seneng banget lo deket sama Darren sekarang. Dia kan orang yang bisa membuat lo bersemangat hidup lagi setelah Andra meninggal."

Thalita bengong, terpukau kata-kata Acha. Dia nggak pernah tau adiknya ternyata perhatian banget sama dia. Padahal Acha yang dikenalnya selama ini adalah Acha yang suka usil dan mengganggunya dalam segala hal.
"Jangan khawatir, Cha. Kalau lo harus percaya sama seseorang untuk nggak membuat gue sedih, orang itu adalah Darren."

* * *

"Gue harus gimana dong?" Gara-gara kepikiran semua omongan Acha, Thalita jadi nggak bisa tidur. Akibatnya, dia menelepon Jennie tengah malam, membuat sobatnya itu entah mendengarkan entah tidur di telepon seberang sana.
"Jeeeeennnâ?¦ gue harus gimana? Tadinya gue nggak mikir sampai ke sini. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, kayaknya emang udah terlalu lama dehâ?¦ Hampir dua bulan! Padahal gue baca di majalah C-Girl minggu ini, jangka waktu pedekate cowok ke cewek itu rata-rata cuma dua minggu!" Thalita mencerocos panjang-lebar. Mau nggak mau akhirnya Jennie merespons juga, walaupun dia bicara dengan mata masih terpejam.

"Hoaahhmmmâ?¦ itu kan RATA-RATA, jadi nggak harus semua cowok pedekate dalam jangka waktu segitu."
"Iya, tapi rata-rata kan berarti mayoritas! Dan yang mayoritas itu biasanya yang normal! Gue jadi takutâ?¦"
"Udahlah, jangan dipikirin lagi! Ini sama kayak standar di kalangan cewek. Kalau ukuran bra rata-rata cewek umur enam belas tahun adalah 34A, memangnya dengan begitu cewek yang ukurannya cuma 32 berarti nggak normal? Terus gimana yang 36B? Nggak normal juga?"

Thalita nggak bisa menahan diri untuk nggak ngakak habis-habisan. Jennie ini! Dalam kondisi setengah tidur aja dia bisa bikin perumpamaan dahsyat!
"Teruuuusssâ?¦ gue harus gimana?"
"Ya udah sabar aja, kaleeee. Darren kan jelas-jelas menunjukkan dia suka sama lo. Perhatian, sering ngajak jalan, dan dia juga terang-terang minta kesempatan ke lo untuk berusaha menggantikan tempat Andra! Itu udah cukup menunjukkan dia suka sama lo, tau nggak? Soal peresmian status sih tinggal masalah waktu. Lo-nya aja yang nggak sabaran!"

"Jadi, gue nunggu aja nih?" Thalita berusaha memastikan sekali lagi, berharap Jennie punya saran yang lebih tokcer. Ngasih guna-guna ke Darren biar cowok itu nggak pedekate kelamaan, mungkin.
"Lhaelaahhâ?¦ masih nanya? Ya udah tunggu aja! Kecuali lo emang udah ngebet dan mau nembak duluan, gue rasa itu boleh juga."
"Ihâ?¦ Jennie! Ya nggaklah! Gue tuh tipe cewek "penunggu", tau nggak?"

"Penunggu kuburan? Hwahahahaâ?¦!" Jennie terbahak. Thalita jadi manyun. "Udahlah, Neng, nyatai aja, oke? Gue seneng banget ngeliat lo yang sekarang, dan gue jadi berterima kasih juga sama Darren karena udah bikin lo bisa punya semangat hidup lagi. Tapi kalau lo mau nunggu ditembak, ya lo sabar ajaâ?¦ Dalam waktu dekatlah, prediksi gue."

Thalita terdiam. Malam ini saja sudah dua orang terdekatnya yang mengatakan mereka sangat bersyukur ada cowok bernama Darren di dekat Thalita: Acha dan Jennie.

Trending Now
10 Barang Absurd yang Dijual di Online Shop Ini Bikin Nggak Habis Pikir

10 Barang Absurd yang Dijual di Online Shop Ini Bikin Nggak Habis Pikir

Semenjak adanya internet dan smartphone, semua orang bisa menggunakan media sosial dan melakukan jual beli online. Entah sebagai penjual ata
40,931 views 0 shares
10 Status WhatsApp yang Isinya Kocak Banget

10 Status WhatsApp yang Isinya Kocak Banget

WhatsApp adalah aplikasi yang bisa mengirimkan pesan singkat kepada seseorang. Hampir semua orang yang memakai smartphone memakai WA untuk b
2,715 views 0 shares
10 Status Lucu Orang Lagi Liburan yang Bikin Gagal Pahan

10 Status Lucu Orang Lagi Liburan yang Bikin Gagal Pahan

Salah satu hal yang bisa menghilangkan rasa penat adalah liburan. Tapi disaat pandemi seperti saat ini, liburan tinggallah sebuah rencana, k
12,167 views 0 shares
10 Gaya Baju Absurd di Tempat Umum Ini Bikin Kamu Bertanya Tanya Heran

10 Gaya Baju Absurd di Tempat Umum Ini Bikin Kamu Bertanya Tanya Heran

Hak azasi setiap manusia melakukan segala sesuatu yang disukainya asalkan tidak melanggar Undang Undang dan hak azasi orang lain. Bermacam a
16,455 views 306 shares
10 Potret Driver Ojek Online Saat Beristirahat Ini Bikin Terharu

10 Potret Driver Ojek Online Saat Beristirahat Ini Bikin Terharu

Dijaman yang sudah melek teknologi ini, kehidupan kita tentu sangat terbantu. Kita bisa melakukan segala hal hanya dengan mengakses Internet
24,236 views 1,805 shares
10 Komentar Di YouTube yang Lucunya Bikin Mules

10 Komentar Di YouTube yang Lucunya Bikin Mules

YouTube adalah kanal dimana kita bisa melihat berbagai macam video. Siapapun bisa mengunggah videonya di YouTube. Selain itu, kita juga bisa
4,704 views 0 shares
10 Tutorial Nyeleneh yang Ada di Facebook. Mau Meniru?

10 Tutorial Nyeleneh yang Ada di Facebook. Mau Meniru?

Beberapa tahun belakangan ini di internet banyak sekali tutorial-tutorial yang dibagikan unruk memudahkan hidup kita. Hal ini sering disebut
68,871 views 0 shares
8 Momen Kesialan Driver Nemu Uang di Jalan. Kasihan tapi Lucu!

8 Momen Kesialan Driver Nemu Uang di Jalan. Kasihan tapi Lucu!

Rejeki, jodoh dan maut sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kita sebagai manusia hanya perlu berusaha dan berdoa. Ketika kita mendapatkan
2,366 views 0 shares
10 Status Tanya Jawab di Facebook yang Isinya Lucu Banget

10 Status Tanya Jawab di Facebook yang Isinya Lucu Banget

Media sosial saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Buat kita yang aktif bermedia sosial, pasti jika tidak membukanya sehari saj
5,137 views 0 shares
10 Chat Penjual Olshop yang Isinya Iseng Abiss

10 Chat Penjual Olshop yang Isinya Iseng Abiss

semenjak adanya internet dan media sosial, semua orang bisa menjadi penjual dan pembeli online shop. Dan bisa dibilang berbelanja di online
1,667 views 0 shares