Thalita ^^22
Loading...
 
posted on WOW Keren
764 views
Thalita ^^22

Thalita terdiam. Malam ini saja sudah dua orang terdekatnya yang mengatakan mereka sangat bersyukur ada cowok bernama Darren di dekat Thalita: Acha dan Jennie.

Berarti Darren memang sudah mendapat tempat di hati orang-orang terdekat Thalita. Dan gimana mungkin Darren nggak mendapat tempat di hati Thalita juga?
"Ya udah ya, gue mau tidur lagi nih! Ngantuk! Dadahhh!"
Tanpa menunggu jawaban Thalita lagi, Jennie menutup teleponnya.
"Huuuh! Ya sudahlahâ?¦ Kok gue jadi pusing gini? Emang gue sekarang sayang banget sih sekarang sama Darrenâ?¦ tapi kok kayaknya gue jadi ngebet gini, ya? Hiiâ?¦ jadi serem sama diri sendiri!" Thalita bergidik, lalu membenamkan diri ke balik selimut. Dalam waktu kurang dari lima menit, dia sudah terlelap.

* * *

Menurut nasihat Jennie, Thalita berusaha lebih sabar kalau ada di dekat Darren. Berulang kali cowok itu menunjukkan gelagat mau nembak, tapi ujung-ujungnya malah dia cuma melakukan tindakan manis, seperti memberi Thalita bunga atau mengajaknya menjelajahi kafe-kafe yang terkenal dengan menunya yang sedap-sedap.

Thalita juga berpikir, bego banget dia kalau malah kepikiran soal kapan-Darren-akan-menembaknya ini terus-menerus, karena bisa-bisa dia jadi nggak menikmati setiap momen bersama Darren.

Akhirnya Thalita berusaha nyantai, dan setiap kali kepikiran soal itu menyerbu otaknya, dia sudah punya berbagai alasan. Lagi pula, Thalita tahu, ada kemungkinan Darren kepengin lebih memantapkan hatinya dulu sebelum nembak. Gimanapun juga, Darren dulu pernah ditolak oleh cewek pertama dan satu-satunya yang pernah ditembaknya! Apa mungkin sekarang dia takut bakal ditolak juga?

Ah, pikir Thalita, apa gue masih terkesan kaku ya kalau dekat dia? Atau dia takut gue masih terbayang-bayang Andra? Memang sih, gue belum ngelupain Andra sepenuhnya, tapi gue udah mulai bisa terima kenyataan. Sekarang gue tahu, kalau dulu Tuhan memanggil Andra pulang, itu supaya gue punya alasan untuk melupakan Andra, dan punya kesempatan untuk menikmati masa-masa indah sama cowok lain yang lebih baik segalanya daripada diaâ?¦

"Hei, Tha, berangkat sekarang?"
Lamunan Thalita buyar seketika, karena Darren sudah berdiri di hadapannya. Malam ini mereka memang punya rencana nonton bola di acara Nonton Bareng di Random Cafe. Kebetulan sedang ada Final Liga Champions yang sangat seru antara Manchester United dan Chelsea, jadi kafe ini mengadakan acara nonton bareng.

"Eh, lo udah datang," gumam Thalita nggak penting. Kan jelas-jelas Darren udah di depan matanya. "Iya deh, berangkat sekarang aja."
Mereka berpamitan pada ortu Thalita, lalu berangkat ke Random Cafe. Lalu lintas nggak begitu padat, jadi dalam waktu kurang dari setengah jam mereka udah sampai di sana. Kafe itu terlihat ramai dari luar. Kelihatannya banyak penggemar The Red Devils dan The Blues yang sudah berkumpul di dalam sana.

"Wah, rame banget, ya?" gumam Thalita, melihat lahan parkir yang penuh.
"Iyalah. Final Liga Champions. Gengsinya gede dan pertandingannya bakal seru, makanya penontonnya rame."
Thalita menyerahkan helm yang tadi dipakainya pada Darren, lalu mereka berjalan memasuki Random Cafe. Suasana di dalam ternyata sudah ramai sekali. Ada presenter yang sedang mengadakan kuis, juga bolamania yang berlomba mengungkapkan prediksi masing-masing untuk pertandingan nanti.

Thalita berjalan mengikuti Darren melewati orang-orang yang penuh sesak di Random Cafe. Dia heran mendapati mereka berjalan menuju meja terdepan, tempat mereka bisa mendapat pandangan tanpa gangguan ke giant screen yang nantinya akan dipakai menyiarkan acara.

Waiter datang, dan langsung mengangkat papan bertuliskan RESERVED yang tadinya terpasang di atas meja.
"Ren, emangnya lo udah reservasi, ya?" tanya Thalita heran. DIa pernah beberapa kali datang ke acara nonton bareng seperti ini, dan dia tahu pasti bahwa memesan meja sebelum acara, apalagi kalau posisi meja tersebut strategis, pasti menghabiskan uang yang nggak sedikit.

"Iya. Habis kalau nggak, ntar kita nggak dapat tempat, lagi. Lo lihat deh, acara belum mulai aja tempatnya udah penuh gini. Kalau gue nggak reservasi, bisa-bisa kita cuma dapat tempat di sana tuh!" Tangan Darren menunjuk ke bagian belakang kafe, yang jelas memiliki tingkat kenyamanan jauh di bawah tempat mereka sekarang.

"Iya sihâ?¦ tapi kenapa lo reservasi meja paling depan?"
"Mmmâ?¦ nggak papa sih. Gue cuma pengin mastiin lo dapat tempat terbaik aja," jawab Darren.
Thalita speechless mendengar jawaban itu. Wow! Dia nggak pernah dapat perlakuan semanis ini sebelumnya!
Sekali lagi waiter datang, dan meletakkan dua botol coke di atas meja, lengkap dengan dua gelas besar berisi es batu. Dia juga meletakkan sekeranjang french fries kuning keemasan yang kayaknya yummy banget.

"Ada pesanan tambahan, Mas?" tanya waiter itu.
Darren dan Thalita sama-sama menatap kartu berisi daftar menu yang ada di atas meja.
"Lo mau pesan, Tha?"
Thalita menggeleng. "Kan udah ada french fries nih." Dia menuding keranjang mungil di hadapan mereka.
"Ya itu kan cuma camilan. Nanti lo nggak kenyang. Pesan lagi, ya? Mumpung bolanya belum mulai?"

Thalita jadi bingung, dan dia juga nggak bisa menutupi rasa mupengnya melihat tulisan Cajun Calamari, Omelette with Onion and Sausages, Club Sandwich, dan lain sebagainya di kartu menu di hadapannya itu.
"Mmmâ?¦ kalau gitu Club Sandwich satu deh," pesannya. Sang waiter dengan sigap mencatat pesanan Thalita dalam notes mungil yang ada dalam genggamannya.
"Saya Cajun aja deh kalau gitu," Darren ikut memesan.
Waiter itu mencatat sekali lagi, lalu beranjak dari situ. Lima belas menit kemudian dia kembali sambil membawa pesanan Darren dan Thalita, menguarkan aroma sedap yang membuat perut Thalita meronta-ronta.

Begitu sandwich itu terhidang di hadapannya, Thalita langsung melahapnya. Dia nggak ingat lagi untuk memotongnya menjadi potongan kecil-kecil, hal yang PASTI akan dilakukan sejuta cewek jaim lainnya kalau mereka makan semeja dengan cowok seperti Darren. Untunglah, Darren kayaknya nggak keberatan dengan kelakuan Thalita yang selebor itu.

Tepat ketika makanan mereka habis, acara dimulai. Thalita langsung asyik menyimak para komentator yang memberikan prediksi-prediksi, dan dia semakin nggak berkedip ketika pertandingan dimulai. Sesekali dia mengomel kalau tendangan Christiano Ronaldo jauh di atas mistar gawang, atau kalau ada pemain Chelsea yang berusaha menyerang gawang MU. Saking asyiknya, Thalita nggak sadar Darren beberapa kali memandanginya diam-diam.

Akhirnya pertandingan itu selesai juga. Berakhir dengan adu penalti yang benar-benar menegangkan. MU akhirnya menang penalti dengan skor 6-5. Thalita turun dari kursi tinggi yang didudukinya, lalu meregangkan badan sedikit (lagi-lagi tindakan yang nggak mungkin dilakukan cewek jaim mana pun di depan Darren!). Dia melihat Darren memanggil waiter, lalu waiter yang tadi mengantarkan pesanan mereka datang sambil membawa buku kecil bersampul kulit cokelat berisi bill mereka.

Darren membuka buku cokelat itu, tapi tak sampai lima detik dia sudah menutupnya lagi, seakan-akan ada gambar horor di dalam buku itu. Sekali lagi dia membukanya, dan kali ini ekspresinya berubah. Dia kelihatan seperti orang khawatir, dan Thalita sampai bisa membayangkan sebentar lagi bakal ada bulir-bulir keringat yang muncul di dahi Darren.

"Ren? Lo nggak papa?" tanya Thalita, keningnya berkerut.
"Mmmhhâ?¦ nggak, gue nggak papa. Everything"s alright," jawab Darren dengan nada yang sama sekali nggak meyakinkan. Dan dari cara Darren melirik waiter yang sedang menunggu di sebelah mereka, Thalita yakin, everything isn"t alright.

"Ada yang nggak beres, ya?"
"Ah, nggak kok. Semuanya beres. Iyaâ?¦ beresâ?¦" Darren tersenyum, tapi itu jelas senyum yang dipaksakan. Apalagi cowok itu terlihat mulai merogoh-rogoh saku celana jinsnya, dan tampangnya semakin kecut. Gelagatnya benar-benar aneh!

Akhirnya Thalita paham apa yang nggak beres itu, karena Darren terus-terusan melihat ke arah buku bill yang ada di meja.
Mati gue! rutuk Thalita dalam hati. Apa uang Darren nggak cukup buat bayar bill-nya? Ya ampuuunnâ?¦ ini gara-gara gue sih, pakai pesan club sandwich segala! Padahal kan gue tau di Random ini makanannya mahal-mahal. Dan karena ingin menyenangkan gue juga, Darren sampai bela-belain reservasi meja paling depan! Pasti sekarang tagihannya gede banget. Haduh, gue emang bisanya nyusahin orang doang!

"Mmmâ?¦ Ren, apaâ?¦ apa ada masalah samaâ?¦ bill-nya?" tanya Thalita dengan suara rendah. Dia sebenarnya gambling juga bertanya seperti ini. Gimana kalau Darren malah merasa terhina karena Thalita menganggapnya nggak sanggup membayar bill mereka? Cowok kan biasanya punya gengsi selangit! Tapiâ?¦ kalau Thalita nggak nanya, dia bisa mati penasaran di sini! Lagi pula, dia nggak keberatan kok kalau harus ikut membayar.

"Nggak kok, Tha, nggak ada masalah sama bill-nya. Nggak ada masalah sama apa pun. Semuanya baik-baik aja kok."
Thalita mengernyit, seperti melihat ibu-ibu yang hamil tua mengerang kesakitan karena kontraksi menjelang melahirkan, tapi malah mengaku-aku dia mengaduh karena jarinya baru saja terjepit pintu.
"Loâ?¦ yakin?"

Darren menggigit bibir, dan sekarang dia kelihatan benar-benar ketakutan. "Yahâ?¦ sebenarnya gue nggak yakin-yakin amatâ?¦" jawabnya lirih.
Thalita mencelos. Benar kan dugaannya! Darren pasti bersikap aneh begini gara-gara bill mereka yang overbudget!
"Kurang berapa?"
"Apanya?" tanya Darren bingung.

"Ehâ?¦ uangnyaâ?¦," kata Thalita sambil mulai mengoprek-oprek isi tasnya, dan mengeluarkan dompet. Dia memaki-maki dalam hati karena dia tadi sengaja nggak membawa uang banyak, plus meninggalkan kartu debitnya di rumah! Goblok pangkat sejuta!
"Ituâ?¦ anuâ?¦" Darren tergagap, tangannya menuding buku bill mereka.

Trending Now
Ingin Meniru Gambar Di Internet, 10 Kue Ini Bentuknya Malah Buruk Rupa

Ingin Meniru Gambar Di Internet, 10 Kue Ini Bentuknya Malah Buruk Rupa

Internet merupakan sumber luar biasa untuk orang-orang kreatif. Kamu bisa mendapatkan inspirasi dari semua jenis seni seperti fotografi, des
11,821 views 821 shares
20 Foto Sekitar Yang Bikin Hati Kita Merasa Bahagia & Puas Melihatnya

20 Foto Sekitar Yang Bikin Hati Kita Merasa Bahagia & Puas Melihatnya

Mungkin ungkapan "Bahagia itu Sederhana" terkadang ada benarnya juga bagi sebagian orang, terbukti saat melihat barang barang yang ada disek
53,701 views 0 shares
20 Lucu-lucuan dengan Realita Anak Jaman Sekarang

20 Lucu-lucuan dengan Realita Anak Jaman Sekarang

Ada banyak perilaku yang dilakukan oleh anak-anak jaman sekarang terutama dalam pergaulannya. Kadang perilaku itu cukup menggelitik karena t
318,133 views 7,345 shares
10 Seleb Hollywood Yang Dulu Cupu Tapi Sekarang Jadi Pusat Perhatian

10 Seleb Hollywood Yang Dulu Cupu Tapi Sekarang Jadi Pusat Perhatian

Kita emang nggak pernah tahu masa depan seseorang, begitu juga dengan masa depanmu. Mungkin bisa aja hari ini kamu mengalami masalah dalam p
270,581 views 13,022 shares
11 Potret Kelakuan Orang Yang "Mempersulit Diri Sendiri", Gagal Paham Lihatnya!

11 Potret Kelakuan Orang Yang "Mempersulit Diri Sendiri", Gagal Paham Lihatnya!

Manusia setiap hari terus memikirkan tentang bagaimana teknologi dan inovasi bisa mempermudah aktifitas kehidupan sehari hari, mengatasi kes
7,736 views 0 shares
24 Pemain Film dan Tokoh Asli yang Diperankan, Mana yang Paling Mirip?

24 Pemain Film dan Tokoh Asli yang Diperankan, Mana yang Paling Mirip?

Dalam memilih artis untuk memainkan seorang karakter memang susah susah gampang loh Pulsker. Apalagi kalau filmnya berasal dari kejadian ny
351,141 views 7,815 shares
10 Chat Salah Kirim Gambar yang Endingnya Bikin Nyengir

10 Chat Salah Kirim Gambar yang Endingnya Bikin Nyengir

Kemjuan teknologi saat ini memang sangat memudahkan kehidupan kita. Karena hanya dengan bermodalkan koneksi internet dan menekan tombol, kit
14,874 views 0 shares
13 Foto Pencopet Ketika Melakukan Aksinya

13 Foto Pencopet Ketika Melakukan Aksinya

Mau tau ekspresi pencopet lagi beraksi, Pulsker? Ini dia foto anak kecil di China, yang lagi mau nyopet. Sepertinya yang dibelakangnya adala
368,919 views 4,298 shares
Kecil Tapi Nyakitin? Ini Nih Kumpulan Memenya Yang Kocak & Bikin Ketawa Ndiri...

Kecil Tapi Nyakitin? Ini Nih Kumpulan Memenya Yang Kocak & Bikin Ketawa Ndiri...

Terkadang hal kecil yang kita lakukan dapat berdampak besar bagi orang-orang disekitar kita bahkan bagi kelanjutan kehidupan mereka. Apalagi
372,018 views 22,017 shares
10+ Permintaan Customer Kepada Driver Ojol yang Bikin Geleng-geleng Kepala

10+ Permintaan Customer Kepada Driver Ojol yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Di zaman yang sudah modern ini, keberadaan ojek online atau ojol memang sangat bermanfaat. Selain bisa mengantar kita ke tempat tujuan, Kita
485,704 views 16,479 shares