Thalita ^^22
Loading...
 
posted on WOW Keren
786 views
Thalita ^^22

Thalita terdiam. Malam ini saja sudah dua orang terdekatnya yang mengatakan mereka sangat bersyukur ada cowok bernama Darren di dekat Thalita: Acha dan Jennie.

Berarti Darren memang sudah mendapat tempat di hati orang-orang terdekat Thalita. Dan gimana mungkin Darren nggak mendapat tempat di hati Thalita juga?
"Ya udah ya, gue mau tidur lagi nih! Ngantuk! Dadahhh!"
Tanpa menunggu jawaban Thalita lagi, Jennie menutup teleponnya.
"Huuuh! Ya sudahlahâ?¦ Kok gue jadi pusing gini? Emang gue sekarang sayang banget sih sekarang sama Darrenâ?¦ tapi kok kayaknya gue jadi ngebet gini, ya? Hiiâ?¦ jadi serem sama diri sendiri!" Thalita bergidik, lalu membenamkan diri ke balik selimut. Dalam waktu kurang dari lima menit, dia sudah terlelap.

* * *

Menurut nasihat Jennie, Thalita berusaha lebih sabar kalau ada di dekat Darren. Berulang kali cowok itu menunjukkan gelagat mau nembak, tapi ujung-ujungnya malah dia cuma melakukan tindakan manis, seperti memberi Thalita bunga atau mengajaknya menjelajahi kafe-kafe yang terkenal dengan menunya yang sedap-sedap.

Thalita juga berpikir, bego banget dia kalau malah kepikiran soal kapan-Darren-akan-menembaknya ini terus-menerus, karena bisa-bisa dia jadi nggak menikmati setiap momen bersama Darren.

Akhirnya Thalita berusaha nyantai, dan setiap kali kepikiran soal itu menyerbu otaknya, dia sudah punya berbagai alasan. Lagi pula, Thalita tahu, ada kemungkinan Darren kepengin lebih memantapkan hatinya dulu sebelum nembak. Gimanapun juga, Darren dulu pernah ditolak oleh cewek pertama dan satu-satunya yang pernah ditembaknya! Apa mungkin sekarang dia takut bakal ditolak juga?

Ah, pikir Thalita, apa gue masih terkesan kaku ya kalau dekat dia? Atau dia takut gue masih terbayang-bayang Andra? Memang sih, gue belum ngelupain Andra sepenuhnya, tapi gue udah mulai bisa terima kenyataan. Sekarang gue tahu, kalau dulu Tuhan memanggil Andra pulang, itu supaya gue punya alasan untuk melupakan Andra, dan punya kesempatan untuk menikmati masa-masa indah sama cowok lain yang lebih baik segalanya daripada diaâ?¦

"Hei, Tha, berangkat sekarang?"
Lamunan Thalita buyar seketika, karena Darren sudah berdiri di hadapannya. Malam ini mereka memang punya rencana nonton bola di acara Nonton Bareng di Random Cafe. Kebetulan sedang ada Final Liga Champions yang sangat seru antara Manchester United dan Chelsea, jadi kafe ini mengadakan acara nonton bareng.

"Eh, lo udah datang," gumam Thalita nggak penting. Kan jelas-jelas Darren udah di depan matanya. "Iya deh, berangkat sekarang aja."
Mereka berpamitan pada ortu Thalita, lalu berangkat ke Random Cafe. Lalu lintas nggak begitu padat, jadi dalam waktu kurang dari setengah jam mereka udah sampai di sana. Kafe itu terlihat ramai dari luar. Kelihatannya banyak penggemar The Red Devils dan The Blues yang sudah berkumpul di dalam sana.

"Wah, rame banget, ya?" gumam Thalita, melihat lahan parkir yang penuh.
"Iyalah. Final Liga Champions. Gengsinya gede dan pertandingannya bakal seru, makanya penontonnya rame."
Thalita menyerahkan helm yang tadi dipakainya pada Darren, lalu mereka berjalan memasuki Random Cafe. Suasana di dalam ternyata sudah ramai sekali. Ada presenter yang sedang mengadakan kuis, juga bolamania yang berlomba mengungkapkan prediksi masing-masing untuk pertandingan nanti.

Thalita berjalan mengikuti Darren melewati orang-orang yang penuh sesak di Random Cafe. Dia heran mendapati mereka berjalan menuju meja terdepan, tempat mereka bisa mendapat pandangan tanpa gangguan ke giant screen yang nantinya akan dipakai menyiarkan acara.

Waiter datang, dan langsung mengangkat papan bertuliskan RESERVED yang tadinya terpasang di atas meja.
"Ren, emangnya lo udah reservasi, ya?" tanya Thalita heran. DIa pernah beberapa kali datang ke acara nonton bareng seperti ini, dan dia tahu pasti bahwa memesan meja sebelum acara, apalagi kalau posisi meja tersebut strategis, pasti menghabiskan uang yang nggak sedikit.

"Iya. Habis kalau nggak, ntar kita nggak dapat tempat, lagi. Lo lihat deh, acara belum mulai aja tempatnya udah penuh gini. Kalau gue nggak reservasi, bisa-bisa kita cuma dapat tempat di sana tuh!" Tangan Darren menunjuk ke bagian belakang kafe, yang jelas memiliki tingkat kenyamanan jauh di bawah tempat mereka sekarang.

"Iya sihâ?¦ tapi kenapa lo reservasi meja paling depan?"
"Mmmâ?¦ nggak papa sih. Gue cuma pengin mastiin lo dapat tempat terbaik aja," jawab Darren.
Thalita speechless mendengar jawaban itu. Wow! Dia nggak pernah dapat perlakuan semanis ini sebelumnya!
Sekali lagi waiter datang, dan meletakkan dua botol coke di atas meja, lengkap dengan dua gelas besar berisi es batu. Dia juga meletakkan sekeranjang french fries kuning keemasan yang kayaknya yummy banget.

"Ada pesanan tambahan, Mas?" tanya waiter itu.
Darren dan Thalita sama-sama menatap kartu berisi daftar menu yang ada di atas meja.
"Lo mau pesan, Tha?"
Thalita menggeleng. "Kan udah ada french fries nih." Dia menuding keranjang mungil di hadapan mereka.
"Ya itu kan cuma camilan. Nanti lo nggak kenyang. Pesan lagi, ya? Mumpung bolanya belum mulai?"

Thalita jadi bingung, dan dia juga nggak bisa menutupi rasa mupengnya melihat tulisan Cajun Calamari, Omelette with Onion and Sausages, Club Sandwich, dan lain sebagainya di kartu menu di hadapannya itu.
"Mmmâ?¦ kalau gitu Club Sandwich satu deh," pesannya. Sang waiter dengan sigap mencatat pesanan Thalita dalam notes mungil yang ada dalam genggamannya.
"Saya Cajun aja deh kalau gitu," Darren ikut memesan.
Waiter itu mencatat sekali lagi, lalu beranjak dari situ. Lima belas menit kemudian dia kembali sambil membawa pesanan Darren dan Thalita, menguarkan aroma sedap yang membuat perut Thalita meronta-ronta.

Begitu sandwich itu terhidang di hadapannya, Thalita langsung melahapnya. Dia nggak ingat lagi untuk memotongnya menjadi potongan kecil-kecil, hal yang PASTI akan dilakukan sejuta cewek jaim lainnya kalau mereka makan semeja dengan cowok seperti Darren. Untunglah, Darren kayaknya nggak keberatan dengan kelakuan Thalita yang selebor itu.

Tepat ketika makanan mereka habis, acara dimulai. Thalita langsung asyik menyimak para komentator yang memberikan prediksi-prediksi, dan dia semakin nggak berkedip ketika pertandingan dimulai. Sesekali dia mengomel kalau tendangan Christiano Ronaldo jauh di atas mistar gawang, atau kalau ada pemain Chelsea yang berusaha menyerang gawang MU. Saking asyiknya, Thalita nggak sadar Darren beberapa kali memandanginya diam-diam.

Akhirnya pertandingan itu selesai juga. Berakhir dengan adu penalti yang benar-benar menegangkan. MU akhirnya menang penalti dengan skor 6-5. Thalita turun dari kursi tinggi yang didudukinya, lalu meregangkan badan sedikit (lagi-lagi tindakan yang nggak mungkin dilakukan cewek jaim mana pun di depan Darren!). Dia melihat Darren memanggil waiter, lalu waiter yang tadi mengantarkan pesanan mereka datang sambil membawa buku kecil bersampul kulit cokelat berisi bill mereka.

Darren membuka buku cokelat itu, tapi tak sampai lima detik dia sudah menutupnya lagi, seakan-akan ada gambar horor di dalam buku itu. Sekali lagi dia membukanya, dan kali ini ekspresinya berubah. Dia kelihatan seperti orang khawatir, dan Thalita sampai bisa membayangkan sebentar lagi bakal ada bulir-bulir keringat yang muncul di dahi Darren.

"Ren? Lo nggak papa?" tanya Thalita, keningnya berkerut.
"Mmmhhâ?¦ nggak, gue nggak papa. Everything"s alright," jawab Darren dengan nada yang sama sekali nggak meyakinkan. Dan dari cara Darren melirik waiter yang sedang menunggu di sebelah mereka, Thalita yakin, everything isn"t alright.

"Ada yang nggak beres, ya?"
"Ah, nggak kok. Semuanya beres. Iyaâ?¦ beresâ?¦" Darren tersenyum, tapi itu jelas senyum yang dipaksakan. Apalagi cowok itu terlihat mulai merogoh-rogoh saku celana jinsnya, dan tampangnya semakin kecut. Gelagatnya benar-benar aneh!

Akhirnya Thalita paham apa yang nggak beres itu, karena Darren terus-terusan melihat ke arah buku bill yang ada di meja.
Mati gue! rutuk Thalita dalam hati. Apa uang Darren nggak cukup buat bayar bill-nya? Ya ampuuunnâ?¦ ini gara-gara gue sih, pakai pesan club sandwich segala! Padahal kan gue tau di Random ini makanannya mahal-mahal. Dan karena ingin menyenangkan gue juga, Darren sampai bela-belain reservasi meja paling depan! Pasti sekarang tagihannya gede banget. Haduh, gue emang bisanya nyusahin orang doang!

"Mmmâ?¦ Ren, apaâ?¦ apa ada masalah samaâ?¦ bill-nya?" tanya Thalita dengan suara rendah. Dia sebenarnya gambling juga bertanya seperti ini. Gimana kalau Darren malah merasa terhina karena Thalita menganggapnya nggak sanggup membayar bill mereka? Cowok kan biasanya punya gengsi selangit! Tapiâ?¦ kalau Thalita nggak nanya, dia bisa mati penasaran di sini! Lagi pula, dia nggak keberatan kok kalau harus ikut membayar.

"Nggak kok, Tha, nggak ada masalah sama bill-nya. Nggak ada masalah sama apa pun. Semuanya baik-baik aja kok."
Thalita mengernyit, seperti melihat ibu-ibu yang hamil tua mengerang kesakitan karena kontraksi menjelang melahirkan, tapi malah mengaku-aku dia mengaduh karena jarinya baru saja terjepit pintu.
"Loâ?¦ yakin?"

Darren menggigit bibir, dan sekarang dia kelihatan benar-benar ketakutan. "Yahâ?¦ sebenarnya gue nggak yakin-yakin amatâ?¦" jawabnya lirih.
Thalita mencelos. Benar kan dugaannya! Darren pasti bersikap aneh begini gara-gara bill mereka yang overbudget!
"Kurang berapa?"
"Apanya?" tanya Darren bingung.

"Ehâ?¦ uangnyaâ?¦," kata Thalita sambil mulai mengoprek-oprek isi tasnya, dan mengeluarkan dompet. Dia memaki-maki dalam hati karena dia tadi sengaja nggak membawa uang banyak, plus meninggalkan kartu debitnya di rumah! Goblok pangkat sejuta!
"Ituâ?¦ anuâ?¦" Darren tergagap, tangannya menuding buku bill mereka.

Trending Now
10 Chatting WhatsApp yang Isinya Recehan

10 Chatting WhatsApp yang Isinya Recehan

Nggak bisa dipungkiri jika kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari. Termasuk dalam hal komunikasi. jika zaman
1,697 views 0 shares
Kumpulan Meme Nagih Utang Ini Bakalan Menusuk dan Bikin Kamu Ngakak

Kumpulan Meme 'Nagih Utang' Ini Bakalan 'Menusuk' dan Bikin Kamu Ngakak

Berhutang adalah salah satu cara yang dipilih seseorang untuk menyelesaikan masalah, terutama masalah keuangan. Utang juga bukan perkara yan
129,972 views 12,336 shares
10 Status Lucu Facebook Yang Isinya Bikin Kita Tertipu

10 Status Lucu Facebook Yang Isinya Bikin Kita Tertipu

Setelah Friendster tenggelam, muncullah media sosial Facebook yang sampai saat ini masih menjadi primadona di kalangan warganet. mungkin kar
402,368 views 0 shares
10 Status WhatsApp Ibu-ibu Ini Bikin Ngakak

10 Status WhatsApp Ibu-ibu Ini Bikin Ngakak

Dunia digital saat ini sangat berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari. Enggak cuma anak muda saja yang bisa menikmatinya, tetapi juga or
2,342 views 0 shares
10 Tweet "Kalau Kamu Cari" yang Isinya Bikin Ngakak

10 Tweet "Kalau Kamu Cari" yang Isinya Bikin Ngakak

Setiap orang pasti ingin memiliki pasangan yang langgeng seumur hidup. Namun nggak cuma sekedar pendamping saja, semua orang pasti punya kri
615 views 0 shares
10 Respon Penjual Online Shop yang Isinya Ngegass!

10 Respon Penjual Online Shop yang Isinya Ngegass!

Disaat pandemi seperti sekarang ini, online shop sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Himbauan untuk di rumah aja membuat masyarakat l
8,478 views 0 shares
12 Pose Cowok Yang Meniru Gaya Cewek Di Instagram Ini Bikin Ilfil

12 Pose Cowok Yang Meniru Gaya Cewek Di Instagram Ini Bikin Ilfil

Mayoritas cewek sering mengabadikan aktivitasnya dalam suatu momen tertentu atau bahkan dalam keseharian, dengan alasan untuk dokumentasi at
288,332 views 13,445 shares
10 Foto Yang Diambil Tepat Sebelum Kesialan Terjadi..Lucu!

10 Foto Yang Diambil Tepat Sebelum Kesialan Terjadi..Lucu!

Faktanya setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang memalukan dalam hidupnya Pulsker. Nah, kesialan memalukan yang kita alami ini ad
59,839 views 3,176 shares
10 Chat Bareng Cewek Matre yang Isinya Bikin Gregetan

10 Chat Bareng Cewek Matre yang Isinya Bikin Gregetan

Nggak bisa dipungkiri jika seseorang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun sayangnya nggak semua orang sadar akan hal ini,
348,862 views 0 shares
10 Status Whatsapp Bapak-Bapak yang Lucunya Kebangetan

10 Status Whatsapp Bapak-Bapak yang Lucunya Kebangetan

Aplikasi pesan WhatsApp saat ini menjadi primadona yang dipilih oleh masyarakat dunia. Selain untuk menelpon dan video call, kita juga bisa
18,782 views 0 shares