Thalita ^^23
Loading...
 
posted on WOW Keren
790 views
Thalita ^^23

"Ituâ?¦ anuâ?¦" Darren tergagap, tangannya menuding buku bill mereka. Si waiter yang berdiri di sebelah mereka kelihatannya udah nggak sabar untuk menggiring mereka ke air comberan di belakang sana dan memaksa mereka kerja rodi semalaman dengan mencuci piring karena nggak sanggup bayar tagihan.

Dari ekspresi si waiter, Thalita bisa memperkirakan waiter itu pasti sedang mengomel kalau-nggak-sanggup-bayar-ya-jangan-pesan! dalam hatinya.

Takut-takut, Thalita meraih buku bill itu. Dalam hati dia berdoa, semoga tagihannya nggak besar-besar amat, dan berapa pun yang dia bawa sekarang, bisa dipakai untuk menutupi kekurangannya.
Tangan Thalita gemetar sewaktu membukanya, dan dia melongo begitu sudah membaca apa yang tertulis di dalam buku bill itu.

Bukan, bukan tagihan yang selangit. Di situ malah nggak tertera tagihan apa pun, atau daftar makanan yang sudah mereka pesan tadi. Yang ada malah kertas kalkir berwarna biru lembut yang berkilau, dengan huruf-huruf perak yang membentuk tulisan:

Would you be my girl?

Thalita menurunkan buku bill itu dari hadapan wajahnya, dan dia mendapati Darren yang tersenyum, walaupun dia masih bisa menangkap serbesit rasa nervous di senyum itu. Wajah si waiter yang tadi sepertinya nggak sabar menyeret mereka ke bak
cuci piring juga sekarang berubah jadi berseri-seri, kayak anak kecil yang baru dibelikan es krim satu wadah penuh dan diizinkan menghabiskannya.

Dan entah Thalita berhalusinasi saking kagetnya atau apa, dia juga menyadari seluruh waiter di Random Cafe, bahkan beberapa pengunjung yang belum pulang, sekarang menatapnya dengan pandangan berterima kasih karena sudah mengizinkan mereka menyaksikan adegan romantis secara live.

"Iniâ?¦"
"Maaf ya, aku sampai harus bikin kamu khawatir kayak tadi," kata Darren sambil tersenyum.

Thalita bengong mendengar Darren menggunakan aku-kamu dalam kalimatnya. Selama ini kan mereka selalu ngomong pakai lo-gue, kenapa sekarangâ?¦? Ah ya, Darren kan baru saja menembaknya. Dan kalau mereka jadian (in case THalita menjawab "ya"), nggak mungkin mereka masih tetap bicara dengan lo-gue, kan?

"Ren, iniâ?¦"
"What"s your answer?"

Thalita menelan ludah. Dia nggak bisa bohong. Sudah beberapa minggu belakangan ini dia menunggu untuk bisa menjawab pertanyaan itu, tapi sekarang, saat pertanyaan itu benar-benar diajukan, rasanya lidah Thalita mendadak keluâ?¦

Apalagi, di sekitarnya sekarang penuh dengan orang yang memandangi mereka, yang dengan nggak sabaran menunggu jawaban keluar dari mulut Thalita. Bahkan, Thalita bisa menangkap dengan ekor matanya, di pojok kiri sana ada cewek yang kelihatannya gemas sekali ingin berteriak "YA!" pada Darren. Sayang, cewek itu punya satu masalah. Pertanyaan itu ditujukan pada Thalita, bukan padanya. Jadi, sudah jelas dia sama sekali nggak punya hak untuk menjawab.

"Udaaahhhâ?¦ terima aja! Lama amiirr jawabnya! Gue mau pulang nih! Ngantuk!" seru seseorang entah siapa dari belakang Thalita. Kayaknya dia nggak sabaran banget menunggu Thalita memberikan jawaban. Celetukan orang itu jelas memancing tawa seisi kafe.

Thalita dan Darren sendiri juga nggak tahan untuk nggak nyengir.
Tapi situasi itu cuma berlangsung selama beberapa detik, karena sesaat sesudah itu, Thalita jadi tegang lagi.

"Tha?" panggil Darren. "Kamuâ?¦ belum bisa ngelupain Andra? Aku belum berhasil menggantikan dia?"

Thalita mengerjap, berusaha setengah mati untuk nggak melakukan tindakan bodoh di sini saking kacau-balaunya perasaannya. Dia jelas nggak mau diingat sebagai cewek yang membentur-benturkan kepalanya di meja kafe karena ditembak seorang cowok charming macam Darren di depan begitu banyak orang, kan?

Dalam pikirannya, Thalita berusaha mem-flash back semua momen yang pernah dilaluinya bersama Darren. Saat pertama mereka kenal, kerja kelompok yang sukses, traktiran di Coffee Bean, ketemu Andra, lalu saat Darren menjenguk Thalita yang dikiranya sakit, Darren yang meminta untuk diberi kesempatanâ?¦

"Aku mau," jawab Thalita akhirnya, yang disambut sorak-sorai, tepuk tangan, dan siulan seisi kafe. Dan tiba-tiba saja confetti berjatuhan ke lantai, juga balon yang minta ampun banyaknya, seolah sedang ada pesta ultah sweet seventeen! Thalita menengadah dan bengong begitu melihat semua benda itu ternyata berasal dari jaring yang tadinya dipasang di langit-langit kafe. Rupanya Darren memang sudah mempersiapkan semuanya ini! Khusus untuk Thalita!

Setelah semua confetti dan balon itu bertebaran di lantai, Darren langsung memeluk Thalita erat-erat. Kepala Thalita menempel ke dada cowok itu, sampai-sampai Thalita bisa mendengar degup jantung Darren. Seperti biasanya, pelukan Darren terasa hangat, dan Thalita benar-benar bersyukur karena cowok ini sekarang miliknya.
Officially.

* * *

"Achaaaâ?¦ jangan yang piring merah dong! Yang putih aja! Atau biru deh!"
"Biarin, wee! Mumpung ditraktir! Ya nggak, Jen?"
Jennie mengangguk bersemangat. "Iya, Cha, betul banget! Kalau kita makan sendiri sih emang harus piring biru-putih melulu! Tapi kalau ditraktir, mau piring hitam, piring merah, atau piring emas sekalipun okeeee! Atau dragon roll aja sekalian!" Jennie terus mengunyah di sela kalimatnya.
Thalita cuma bisa mendengus jengkel.

Siang itu Thalita memang dipaksa membayar pajak jadian oleh Acha, jadi dia memutuskan untuk mengajak Jennie, juga Nita, supaya dia bisa sekalian melunasi pajak jadian pada semua orang itu. Daripada nanti dia harus mentraktir mereka satu per satu, bisa-bisa budget-nya membengkak. (Tapi kalau melihat kondisi sekarang, justru kayaknya pilihan untuk mentraktir Jennie dan Acha bersama-sama adalah pilihan yang buruk. Kedua anak itu seperti berlomba mengganyang sushi-sushi yang berada di sushi bar di depan mereka.)

Akhirnya, menuruti kemauan Acha, mereka semua pergi ke Sushi Tei di Pondok Indah Mall. Dan sepanjang acara makan itu, Acha sudah menghabiskan dua piring hitam, tiga piring merah, dan satu piring emas. Padahal piring hitam, merah, dan emas dipakai untuk menghidangkan jenis-jenis sushi termahal yang dijual di restoran itu!

Thalita sampai ketar-ketir sendiri melihat kerakusan Acha. Belum lagi Jennie, yang menghabiskan dua piring putih, satu piring biru, dua piring hitam, dan dua piring merah. Nggak cuma itu, mereka juga menolak minum ocha (yang sebanyak apa pun kamu minum tetap GRATIS), dan malah memesan jus yang harganya pasti enam kali lipat harga jus di counter jus langganan Thalita di sekolah!

Untunglah, Nita masih cukup tahu diri untuk nggak serakus dua cewek yang baru dikenalnya itu. Dia cuma menghabiskan dua piring biru dan satu piring pink. Plus, dia bersedia dicekoki ocha terus-terusan tanpa menggerundel. Thalita sendiri nggak memesan apa-apa. Bukan karena dia nggak lapar, tapi karena dia takut uang yang dibawanya nggak cukup kalau dia ikut-ikutan memesan juga! .

Acha baru saja mau mengambil satu piring merah dengan ornamen emas dari sushi bar bergerak yang ada di hadapannya (Tidaaaakkk! jerit Thalita dalam hati. Yang piring merah ornamen emas itu kan harganya selangit!!), namun tangan Acha terhenti sebelum menyentuh piring itu. Si piring merah dengan ornamen emas yang cantik itu berlalu pergi, masih terpajang manis di atas sushi bar, dan Thalita bersyukur setengah mati dalam hati karena menduga Acha sudah kenyang sampai membatalkan niatnya untuk nambah lagi. Sayang, dugaan Thalita salah. Acha belum kenyang, dia hanya sedang terlongong bengong.

"Darren," ucap Acha lirih.
Thalita bereaksi. "Apa? Lo masih mau minta traktir sama Darren juga?" tanya Thalita galak. "Kok tega sih lo? Ini aja lo udah makan banyak banget! Cukup gue aja deh yang lo mintain traktir, jangan Darren juga!"
"Bukannya gitu! Tapiâ?¦ ohh damn! Menunduk!" Acha menyambar kepala Thalita, dan menariknya sampai nyaris menempel ke meja mereka.

"Acha! Heiiii! Lepasin gue!" Thalita setengah mati meronta karena kepalanya jadi nggak bebas lagi akibat ditahan tangan Acha.
"Jen, sembunyikan Nita, bahaya kalau Darren tahu Nita ada di sini!" seru Acha tanpa memedulikan protes Thalita tadi. Jennie menurut, dan tanpa ampun melakukan hal yang sama pada Nita, seperti yang dilakukan Acha pada Thalita.

"Heeiiiâ?¦ ini kenapa sih? Jangan sampai Darren lihat Nita di sini? So what gitu loohhhh! Tapiâ?¦ tunggu! Jangan bilang! Darren ada di sini?" tanya Thalita bingung.
"Sssttt! Lo diam kenapa sih? Dia emang ada di sini, duduk cuma dua meja dari kita! Dan dia sama cewek! Cewek cantiiiiikk banget!"

Kalau saja bola mata Thalita bisa copot, mungkin sekarang kedua bola mata itu sudah bergelindingan di meja mereka.
"Hah? Darren sama cewek? Di sini?" Nita terdengar nggak percaya. Dia tak berkutik di bawah kuasa tangan Jennie.
"Eh, tapiâ?¦ yang mana sih Darren? Yang mana?" tanya Jennie bingung. Dia memang satu-satunya di antara mereka berempat yang belum tahu tampang Darren.

"Ituâ?¦ yang pakai polo shirt putih! Yang ceweknya pakai tank top pink!" sembur Acha. Jennie menoleh mencari-cari, lagaknya bak burung elang baru dikasih tahu kandang yang penuh berisi anak ayam.
"Kurang ajar dia! Baru jadian sama Thalita berapa hari udah berani-beraninya selingkuh!" geram Jennie. "Mesra pula sama ceweknya!"
"Iya! Minta dilabrak tu orang!" Acha mengompori. "Biar kita tangkap basah aja dia sekarang!"

"Boleh!" Jennie manggut-manggut. "Tapi, Cha, kita kan mesti mantengin dia dulu. Nanti kalau dia lebih mesra sama tu cewek, baru kita pergokin. Dan lo juga harus ngumpet. Dia kan tahu tampang lo!"

Acha seperti baru tersadar dia baru aja melakukan hal luar biasa bodoh. Dia menyuruh Thalita dan Nita yang tampangnya dikenal Darren untuk sembunyi, tapi dia sendiri masih duduk-duduk tenang pamer wajah di situ. Benar-benar seperti burung unta yang memasukkan kepalanya dalam lubang tapi pantatnya jelas-jelas masih menyembul keluar deh! Tanpa dikomando dua kali, akhirnya Acha menempelkan kepalanya di meja juga. Dia nggak tahu tindakannya itu jadi membuatnya lupa memegangi kepala Thalita.

Trending Now
Pria Ini Di Protes Tetangga Karena Membentuk Pohon Di Rumahnya Mirip Organ Vital

Pria Ini Di Protes Tetangga Karena Membentuk Pohon Di Rumahnya Mirip Organ Vital

Niat hati pengen memiliki pohon yang tumbuh di taman rumahnya berbeda seorang pria malah mendapat protes dan kecaman dari tetangga yang ada
11,480 views 351 shares
10 Testimoni Lucu Customer Online Shop yang Isinya Nggak Nyambung

10 Testimoni Lucu Customer Online Shop yang Isinya Nggak Nyambung

Mungkin jika dihitung, di dunia ini orang hobby yang belanja dan yang tidak, pasti lebih banyak orang yang suka menghabisakan uangnya untuk
623 views 0 shares
10 NEGARA dengan KEKUATAN MILITER TERKUAT di DUNIA, Indonesia ada ngga ya?

10 NEGARA dengan KEKUATAN MILITER TERKUAT di DUNIA, Indonesia ada ngga ya?

Walaupun kekuatan militer tidak menjamin bahwa kejahatan di dalam negeri akan berakhir, tetapi kekuatan militer dapat menjamin suatu negara
159,728 views 356 shares
Kumpulan Foto Nyata Menakjubkan yang Sulit Dipercaya

Kumpulan Foto Nyata Menakjubkan yang Sulit Dipercaya

Kita harus bersyukur dengan kemajuan teknologi yang selalu membantu hidup kita agar lebih mudah. Berkat teknologi juga kita bisa melihat dun
184,553 views 13,779 shares
10 Momen Terjebak Keadaan ini Bikin Kamu Bingung Cari Jalan Keluarnya

10 Momen Terjebak Keadaan ini Bikin Kamu Bingung Cari Jalan Keluarnya

Pernah mengalami momen yang sangat tidak mengenakkan? Pasti  kita akan merasa sangat bingung apalagi kalau di sekitar kita tidak ada oran
44,137 views 182 shares
10 Jawaban Nyeleneh "Lulus jadi Apa" Ini Bikin Ketawa Geli

10 Jawaban Nyeleneh "Lulus jadi Apa" Ini Bikin Ketawa Geli

Ada kutipan kata yang mengatakan jika "hidup kita yang jalanin, tapi orang lain yang ngomentarin". Sepertinya kata-kata itu memang realate d
2,616 views 0 shares
10 Orang yang Pernah Mengalami Keberuntungan Besar Dalam Hidupnya

10 Orang yang Pernah Mengalami Keberuntungan Besar Dalam Hidupnya

Hidup, mati dan rejeki semua sudah diatur oleh Sang Pencipta. Jika bisa request, kita semua pasti memilih untuk hidup enak, kaya raya, sehat
63,326 views 4,485 shares
Cuma Anak 90-an yang Mengerti Tentang Kumpulan Ilustrasi Ini

Cuma Anak 90-an yang Mengerti Tentang Kumpulan Ilustrasi Ini

Siapa bilang jadi anak jaman dulu itu nggak asik? Memang sih, dulu belum ada gadget dan internet, apalagi TiKTok. Tapi walaupun itu semua ng
8,279 views 375 shares
Pemandangan Menakjubkan Air Terjun Niagara yang Membeku, Seperti di Film Frozen

Pemandangan Menakjubkan Air Terjun Niagara yang Membeku, Seperti di Film Frozen

Sebagai salah satu air terjun paling indah di Amerika Utara dan dunia, Niagara menjadi destinasi favorit para pelancong. Keindahannya semaki
17,794 views 170 shares
10 Aksi Tingkah Laku Kucing Di Dalam Rumah, Bikin Gemes Bahkan Geregetan

10 Aksi Tingkah Laku Kucing Di Dalam Rumah, Bikin Gemes Bahkan Geregetan

Gak sedikit orang yang memelihara kucing di rumahnya, dengan berbagai macam alasan termasuk diantaranya karena kucing adalah hewan yang lucu
9,974 views 0 shares