Thalita ^^26
Loading...
 
posted on WOW Keren
649 views
Thalita ^^26

Jam istirahat, Thalita menghampiri bangku Tatyana. Cewek itu masih bertampang nggak bersemangat seperti tadi pagi.

Thalita jadi ragu untuk mengajaknya bicara. Gimana kalau mood Tatyana sedang jelek-jeleknya, dan Thalita nanti malah disemprot karena dianggap terlalu pengin tau urusan orang lain?

"Eh, Tha, lo ngapain di situ?"

Thalita tersentak. Tatyana rupanya menyadari dirinya sedang diperhatikan, jadi dia menoleh dan mendapati Thalita berdiri hanya dua langkah dari bangkunya, dengan tampang yang sulit dijelaskan.
"Mmmâ?¦ eehh, nggakâ?¦ gue cuma mau nanya kenapa lo nggak ke kantin, heheâ?¦" Thalita cengengesan nggak jelas. Dia sadar basa-basinya barusan parah banget.

"Ah, lo pasti mau nanya-nanya ke gue, ya?" tembak Tatyana langsung. Thalita jadi salting mendengarnya. Ketahuan dehâ?¦ Tapi baguslah, dia jadi nggak perlu susah-susah menjelaskan maksudnya lagi pada Tatyana.
"Iya sih sebenernya. Itu pun kalau bolehâ?¦"
"Darren nggak cerita ke lo?"

Thalita menggeleng. Itulah kenapa gue pengin tau dari lo, Na, Thalita membatin.
Tatyana terlihat menghela napas. "Anak itu! Padahal gue udah bilang sama dia supaya jujur sama lo, tapi ternyata dia bener-bener keras kepala! Gue nggak habis pikir kenapa dia bisa segitu nyebelinnya!"

"Jujurâ?¦ soal apa?"
"Emang dia bilang apa ke lo waktu lo tanya kenapa dia nggak masuk tiga hari kemarin?"
"Diaâ?¦ dia bilang itu nggak usah dibahas, soalnya yang penting kan dia udah masuk lagi sekarang."

Tatyana langsung cemberut mendengar itu. Malah, dia melengos.
"Na, loâ?¦ mau nggak jelasin ke gue apa yang sebenernya terjadi? Kenapa lo sama Darren nggak masuk tiga hari? Kenapa kalian juga nggak bisa dihubungi?"

Tatyana terlihat seperti baru menelan sesuatu yang mengerikan. Wajahnya tiba-tiba pucat.
"Mmâ?¦ Tha, gueâ?¦ gue rasa, gue nggak berhak untuk menjelaskan ke lo. Darren yang harus menjelaskan semua itu ke lo, Tha, bukan gueâ?¦"
"Tapi Darren nggak mau!" bentak Thalita. Lalu sedetik kemudian dia menutup mulutnya rapat-rapat, sadar dia sudah membentak Tatyana. "Sori, Na. Gue tadiâ?¦ emosi."
"Gue ngerti. Nggak papa. Gue juga pasti sewot kalau jadi lo. Tapi beneran, Tha, gue nggak bisa ngejelasin ke loâ?¦ Gue takut salah bicaraâ?¦ Gue nggak mau memperkeruh masalah ini, jadi tolongâ?¦ lo ngertiin gue, ya?"

Thalita mengangguk. Perasaannya makin kacau-balau sekarang, padahal tadi dia kira bicara dengan Tatyana akan membuat semua masalahnya jelas.

* * *

"Terus Acha bilang aku seharusnya mulai diet, soalnya udah banyak lemak bertumpuk di pinggangku. Nyebelin nggak sih?" Thalita mengadu pada Darren ketika mereka berdua duduk di pojok kantin sekolah pada jam istirahat.

Thalita menoleh menatap Darren, mengharap cowok itu memberikan respons atas semua celotehnya barusan, tapi ternyata dia malah mendapati Darren sedang menerawang. Boro-boro memberi respons, Thalita yakin cowoknya itu pasti sama sekali nggak mendengar ceritanya barusan!
"Ren?"

Darren masih tetap diam. Dugaan Thalita benar, perhatian cowok itu sedang terpusat pada sesuatu yang lain, bukan padanya.
"Darren?" Kali ini Thalita menyentuh lengan Darren lembut, dan dia benar-benar bingung karena Darren langsung terlonjak kaget.
"Aduh, Tha, kamu ngagetin aja deh!" serunya dengan nada yangâ?¦ kasar.
"Sori," kata Thalita pelan. "Tapi aku udah panggil kamu berulang kali dan kamu nggak ngasih respons, makanyaâ?¦"
"Iya, tapi nggak berarti kamu harus ngagetin aku!"

Thalita jadi makin bengong melihat Darren marah-marah. Harusnya kan dia yang marah karena Darren nyuekin dia, kenapa sekarang malah terbalik begini?
"Iya, aku minta maaf, aku sama sekali nggak bermaksudâ?¦"
"Udahlah!" potong Darren dengan intonasi tinggi. Setelah mengatakan itu, dia pergi dari situ tanpa bilang apa-apa lagi pada Thalita. Thalita cuma bisa cengar-cengir dengan perasaan kacau karena mendapati beberapa pasang mata yang menoleh penuh rasa ingin tahu ke arahnya.

* * *

"Suer, Jen, gue nggak tahu kenapa dia sekarang berubah jadi aneh gituâ?¦"
"Lo punya salah kali sama dia?"
"Salah apa? Lagi pula, kalau emang bener gue punya salah, gue bakal dengan senang hati minta maaf, asalkan dia mau bilang apa kesalahan gue ituâ?¦"
"Yah, makanya coba sekarang lo ingat-ingat, apa lo punya salah sama dia?" Jennie berusaha men-support Thalita. Dia tahu banget sobatnya itu sekarang sedang down. Ini kan pertengkaran perdana Darren dan Thalita setelah mereka jadian, pastinya Thalita lagi butuh banget tempat curhat, plus sahabat yang bisa men-support-nya.
"Ah, nggak tahulah gueâ?¦ Gue rasa dia emang berubah banget sejak tiga hari menghilang tanpa kabar itu."

"Dan dia masih belum mau bilang sama lo apa yang terjadi dalam tiga hari itu?"
"Boro-boro deh, Jen. Gue takut dia malah semakin marah sama gue kalau gue singgung soal itu. Orang diajak ngomong baik-baik kayak tadi aja judes banget, gimana kalau gue tanya soal tiga hari menghilangnya itu?"
"Iya juga yaâ?¦"
"Gue nggak nyangka dia bisa jadi kayak gini. Padahal dulu, dia baiiikkâ?¦ banget sama gue. Romantis. Perhatian. Sekarang aja setelah jadian, dia malah jadi kayak giniâ?¦"
"Sabar ya, Thaâ?¦ Mungkin dia lagi ada masalah."
"Ya tapi kenapa dia nggak mau cerita sama gue? Seenggaknya kan gue jadi nggak usah bingung mikirin dia yang aneh beginiâ?¦"

"Ada beberapa masalah yang kadang orang kepengin menyimpannya sendiri, Tha. Mungkin Darren sedang menghadapi masalah macam itu. Lo harus bisa ngertiin diaâ?¦"
Thalita tercenung. Gue berusaha ngertiin Darren, tapi kenapa Darren nggak berusaha ngertiin gue juga? Kenapa dia nggak bisa memahami perasaan gue? Apa dia nggak tahu gue segitu bingungnya mikirin dia?

* * *

"Ren, kamu itu kenapa sih?" tanya Thalita kesal setelah untuk kesekian kalinya darren melamun saat Thalita mengajaknya bicara dalam perjalanan pulang sekolah siang itu.
"Aku? Aku nggak apa-apa. Emang aku kenapa?"
"Kamu nggak nyadar kamu kenapa?! Kamu jadi aneh sejak menghilang tanpa kabar tiga hari itu, tahu nggak?!"

Darren terdiam, wajahnya tiba-tiba memucat. Dia menghentikan mobilnya di tepi jalan.
"Sebenarnya tiga hari itu kamu ke mana?" desak Thalita. "Aku bisa ngerti kalau kamu jadi kayak gini karena kamu ada masalah atau apa, tapi seenggaknya kamu cerita ke aku dong. Aku itu bingung sama sikapmuâ?¦"

Thalita nggak berniat menangis, tapi ternyata air matanya menitik begitu saja di luar kendalinya. Mungkin inilah puncak rasa kesalnya pada perubahan Darren. Dia nggak tahan penasaran lebih lama lagi. Pokoknya hari ini dia harus mendesak Darren untuk menjelaskan semuanya. Harus!
"What you don"t know won"t hurt you, Thaâ?¦"
"Oohhâ?¦ bullshit! Apa pun itu, nggak akan lebih melukai aku daripada sikapmu yang aneh belakangan ini!"
"Kamu yakin kamu mau dengar apa yang terjadi sebenarnya?"

Sesaat tiba-tiba ada perasaan takut menyusup dalam hati Thalita. Kenapa Darren bilang Thalita akan terluka setelah mendengar penjelasan dari cowok itu? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa dia benar-benar bisa menerima apa pun penjelasan Darren nanti? "Aku nggak akan kenapa-kenapa. Kamu cerita aja."

"Oke. Hari pertama aku menghilang tanpa kabar itu, sebenarnya aku udah mau berangkat untuk jemput kamu, tapi waktu aku keluar dari rumahâ?¦ di depan pintu udah ada Cherylâ?¦"
"Cherylâ?¦?" Thalita memutar otaknya.
Cheryl adalahâ?¦ cewek yang membuat Darren patah hati sampai dia tanpa sadar jadi "dingin" pada cewek-cewek lain.

Cheryl adalahâ?¦ cewek yang Darren kira bisa membuatnya lupa dengan kekecewaannya pada ibunya yang berselingkuh, tapi ternyata malah membuat luka hatinya makin dalam.
Cheryl adalahâ?¦ cewek yang menantang Darren mencoba drugsâ?¦

"Ngapainâ?¦ ngapain dia ke rumahmu?" suara Thalita bergetar.
Ingatan Darren kembali pada hari itu, saat dia nyaris terlonjak mendapati Cheryl di depan rumahnya. Seperti mimpi buruk yang menjadi nyata.

* * *

"Mau apa lo ke sini?" tanya Darren dengan suara tercekat karena menahan marah.
"Gue butuh ngomong sama lo," jawab Cheryl tanpa beban.

Darren hanya bisa melongo mendengar jawaban itu. Lebih-lebih lagi, dia kaget banget melihat Cheryl, yang penampilannya sudah sangat berbeda dengan yang terakhir diingatnya.

Cheryl nggak lagi terlihat seperti pecandu narkoba yang kurus kering dan tanpa semangat hidup. Cheryl terlihatâ?¦ cantik. Matanya berbinar, dan dia tersenyum menatap Darren.

"Ren, kok lo belum berangkat jempâ?¦" Tatyana muncul di pintu, kata-katanya terputus begitu saja melihat siapa yang ada di hadapannya. "Ngapain lo ke sini?" tanyanya dengan nada supersinis. Dia bahkan bergidik melihat Cheryl.

"Hai, Na," sapa Cheryl sambil tersenyum. Kelihatannya dia nggak terganggu dengan nada sinis dalam suara Tatyana. "Long time no see."
"Foreverno see lebih baik," sambar Tatyana galak.
Cheryl bukannya keder, dia malah tertawa mendengar kata-kata Tatyana itu. "Lo masih benci sama gue?"
"Tunggu matahari suhunya nol derajat dulu, baru gue nggak benci sama lo!"
"Wah, masih lama dong?" Cheryl nyengir, sementara Tatyana kelihatannya nyaris meledak. "Sudahlahâ?¦ gue ke sini untuk minta maaf."

"Siapa yang butuh?" Tatyana nyolot. "Asal lo tau aja ya, kedatangan lo ke sini tuh nggak akan berarti apa-apa buat Darren! Dia udah ngelupain lo! Bagi dia, lo tuh cuma masa lalu! Masa lalu yang buruk!"
Kali ini ekspresi Cheryl berubah. Kata-kata Tatyana sepertinya berhasil mengusiknya.

"Benar, Ren? Lo udah ngelupain gue? Bagi lo, gue cuma masa lalu yangâ?¦ buruk?"
Darren nggak menjawab. Dia hanya menatap Cheryl dalam-dalam. Tatyana sampai harus menyikut kakaknya itu agar bersuara lagi.
"Kenapa lo diem?!Jawab sana!"
"Lo nggak bisa jawab?" tanya Cheryl halus. "Apa karena Tatyana benar? Atau memang lo masih sayang sama gue?"
"Ehhhâ?¦ mimpi ya lo!" seru Tatyana. "Nggak ada tuh yang namanya Darren masih sayang sama lo! Dia sekarang udah punya cewek, tau! Dan ceweknya itu, sejuta kali lebih baik daripada lo! Jadi mending lo nggak usah ganggu Darren lagi, morfinis!"

Trending Now
10 Merek Nggak Sesuai Dengan Barangnya Ini Bikin Ngakak Online

10 Merek Nggak Sesuai Dengan Barangnya Ini Bikin Ngakak Online

Cina terkenal dengan negara yang suka meniru apapun dari negara lain. Contohnya adalah beberapa produk terkenal dunia. Tapi bukan cuma Cina
23,031 views 310 shares
10 Perbedaan Penampilan Superhero Dulu dan Sekarang, Beda Banget!

10 Perbedaan Penampilan Superhero Dulu dan Sekarang, Beda Banget!

Buat kamu penggemar Avanger, pasti udah nggak asing lagi dengan berbagai karakter Superhero. Dan tahukah kamu jika para Superhero ini sudah
224,188 views 219 shares
Kumpulan Quote Ala Cak Lontong, Bukannya Menginspirasi Malah Bikin Ngakak !

Kumpulan Quote Ala Cak Lontong, Bukannya Menginspirasi Malah Bikin Ngakak !

Lies Hartono (atau yang lebih dikenal sebagai Cak Lontong, lahir di Magetan, 7 Oktober 1970; umur 45 tahun) adalah pelawak asal Indonesia,
402,296 views 5,100 shares
10 Cara Menutupi Penyok yang Out of the Box!

10 Cara Menutupi Penyok yang Out of the Box!

Dalam berkendara kita tidak tau pasti apa yang akan kita hadapi, entah ibu-ibuselfishyang lampu sen ke kanan tapi belok kiri, sampe para pem
2,579 views 0 shares
Ekspektasi vs Realita Bentuk Cake Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Parah!

Ekspektasi vs Realita Bentuk Cake Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Parah!

Sudah menjadi tradisi di hampir seluruh keluarga di dunia jika ada satu perayaan pasti ada kue atau cake tart berbentuk. Apalagi saat anak
302,481 views 13,244 shares
Kumpulan Cara-Cara Jenius Untuk MENGERJAIN Dan MENGUSILI TEMAN!

Kumpulan Cara-Cara Jenius Untuk MENGERJAIN Dan MENGUSILI TEMAN!

seneng ngerjain atau ngusilin temen gak gaes? salah satu hal yang paling menyenangkan dan paling bikin ngakak saat ngeliat temen berhasil ma
298,255 views 3,974 shares
10 Status Jualan di Facebook yang Isinya Ngaco tapi Lucu

10 Status Jualan di Facebook yang Isinya Ngaco tapi Lucu

Seiring perkembangan zaman, dengan adanya teknologi, hampir semua bisa berjualan online. Jualan online memang sangat mudah, nggak perlu malu
16,182 views 0 shares
10 Spanduk Jualan yang Isinya Bikin Tapuk Jidat

10 Spanduk Jualan yang Isinya Bikin Tapuk Jidat

Setiap orang yang berperan sebagai pelaku usaha,wajib memiliki ilmu marketing agar barang yang mereka jual bisa menarik perhatian konsumen.
2,867 views 0 shares
8 Perbedaan Foto Dulu dan Sekarang yang Paling Menyentuh

8 Perbedaan Foto Dulu dan Sekarang yang Paling Menyentuh

Seringkali kita mendengar ungkapan bahwa satu buah foto tersimpan jutaan cerita. Dan hal ini benar juga pulsker. Terkadang foto dapat mewaki
309,505 views 22,681 shares
10 Salah Tangkap Tempat Jemput Ojol yang Bikin Tengsin Driver

10 Salah Tangkap Tempat Jemput Ojol yang Bikin Tengsin Driver

Tidak dapat dipungkiri, saat ini kehidupan sehari-hari kit atidak terlepas dari yang namanya Ojek Online. Mulai dari memesan makanan hingga
47,159 views 0 shares