Thalita ^^27
Loading...
 
posted on WOW Keren
716 views
Thalita ^^27

"Ehhhâ?¦ mimpi ya lo!" seru Tatyana. "Nggak ada tuh yang namanya Darren masih sayang sama lo! Dia sekarang udah punya cewek, tau! Dan ceweknya itu, sejuta kali lebih baik daripada lo! Jadi mending lo nggak usah ganggu Darren lagi, morfinis!"

Setelah rentetan makian itu, semuanya diam.

Cheryl menunduk dan menggigit bibirnya, terlihat hampir menangis. Darren, seperti sebelumnya, masih saja belum berkata-kata.

"Gue minta maaf, Ren," kata Cheryl lainnya. "Gue nggak pernah tahu lo sayang banget sama gueâ?¦ Gue kira, dulu lo cuma kasihan sama gue yang broken home ini. Dan gue juga menganggap lo nggak pernah bisa mengerti gue, karena lo nggak mau ikut masuk dunia drugs gueâ?¦ Tapi sekarang gue baru sadar, ternyata elo-lah yang benar-benar sayang sama gue, danâ?¦ dan gue kehilangan lo saat lo nggak adaâ?¦ Gue sayang sama lo, Ren."

"Ahhhâ?¦ ngasal!" Tatyana berjalan ke arah Cheryl dan mendorong bahu cewek itu, sampai Cheryl terpaksa mundur beberapa langkah agar nggak terjatuh. "Lo kira, sebegitu gampangnya minta maaf dan bilang lo sayang sama Darren? Gue kasih tahu ya, jangan mimpi!"

Cheryl menyeka air matanya yang sekarang sudah membanjir. "Gue tahu gue salah, dan gue bener-bener nyesel, tapiâ?¦ apa nggak ada kesempatan kedua buat gue? Gue sampai masuk rehab dan bersih total dari drugs untuk nunjukin ke Darren kalau gue sungguh-sungguhâ?¦"
Tatyana tercekat, apalagi Darren.

"Loâ?¦ serius, Cher?" tanya Darren penuh harap. Cheryl mengangguk dalam tangisnya.
"Keluar," desis Tatyana. "Keluar dan jangan pernah datang ke rumah ini lagi!" Dia mendorong Cheryl sampai ke pintu pagar. "Lo boleh aja menancapkan paku ke hati Darren dan mencabutnya lagi, berusaha menyembuhkannya, tapi bekasnya nggak akan pernah hilang, goblok! Jangan ganggu abang gue lagi!"

Cheryl sekarang telah berada di luar pagar, yang digembok Tatyana dengan emosi. Cheryl menatap Darren tanpa mengatakan apa-apa, tapi tidak beranjak pergi. Dia masih tetap berdiri di depan pagar, seolah ada yang mengelem kakinya di sana.
"Masuk, Ren. Jangan keluar sebelum dia pergi."
"Tapi, Litâ?¦"
"Nggak ada tapi-tapian. Lo nggak boleh terpengaruh omongan dia! Masuk!" Tatyana setengah menyeret Darren masuk ke rumah.
Sesampainya mereka di dalam rumah, Tatyana mengunci pintu dan menutup semua tirai.

"Lo nggak pantes mikirin dia lagi, Ren! Lo nggak inget dia pernah ngejek lo habis-habisan dulu? Ngejek lo karena lo nggak berani nyoba drugs! Dia itu cewek nggak bener!" kata Tatyana begitu dia sudah menutup semua pintu dan tirai jendela.
"Tapi tadiâ?¦ dia bilang dia udah sembuh."
"Sembuh? Memangnya kenapa kalo dia sembuh? Itu urusan dia sendiri! Dia mau tetep berkubang di drugs juga itu urusan dia, nggak ada hubungannya sama lo!"

"Litâ?¦ Dia bilang dia sayang sama gue, dia masuk rehab demi gueâ?¦"
"So?"
"Gueâ?¦"
"Oh noâ?¦ Ren, lo masih suka sama Cheryl?!"
Darren terdiam.
"Jawab gue! Lo pasti masih suka sama dia, ya kan?"
"Diaâ?¦ dia cewek pertama yang gue suka, Lit. Gimanapun juga, dia masih punya tempat di hati gueâ?¦"

Darren menelungkupkan kedua tangan ke wajahnya. Rasanya aneh sekali, setelah dia susah payah berusaha melupakan Cheryl, sekarang justru cewek itu muncul lagiâ?¦
"Terus, Thalita gimana? Setelah dia percaya sama lo, mau menerima lo setelah trauma sama cowoknya, sekarang lo mau bikin dia merasa dilukai lagi? Lo mau bikin Thalita kehilangan lagi? Dulu, dia kehilangan cowoknya karena drugs, apa sekarang lo mau dia kehilangan cowoknya karena seorang cewek pecandu drugs???"
"Cheryl udah sembuh, Lit! Jangan terus-terusan menyebutnya pecandu!"

"Oh ya, udah jelas sekarang, lo masih suka sama dia. Thalita cuma mainan aja buat lo, lo nggak pernah benar-benar sayang sama dia, ya kan? Gue jadi menyesal udah membuatnya kenal sama cowok brengsek kayak lo!"

* * *

"Jadiâ?¦" Thalita seperti kehabisan napas. "Apa kamuâ?¦"
"Cheryl tetap datang ke rumah selama tiga hari berturut-turut, dan aku nggak tega melihatnya kayak gitu, Thaâ?¦ Dia udah berusaha keras demi aku, diaâ?¦" "Lalu aku? Aku harus gimana?"

Darren menatap Thalita, nanar. "Kalau aja aku benar-benar bisa memilih di antara kalian. Dia orang yang pertama aku sayangi, Thaâ?¦ Tapi aku juga sayang sama kamuâ?¦"
"Stop, Darren! Stop! Kamu tinggal bilang, siapa yang kamu pilih. Kalau kamu memilih Cheryl, akuâ?¦"
"Tha, kamu nggak ngertiâ?¦ Ini sulit banget buat akuâ?¦ Coba kamu bayangin ada di posisi aku. Saat kita pacaran, laluâ?¦ lalu seandainya Andra datang ke rumahmu dengan kondisi yang sehat, dan dia bilang dia masuk rehab demi kamu, dan dia sembuh, siapa yang akan kamu pilih?"

"Tentu saja aku milih kamu!" teriak Thalita histeris. "Andra boleh aja masuk rehab demi aku, dia boleh aja sembuh, tapi dia nggak ada saat aku butuh dia! Kamu yang ada! Itu saja sudah cukup untuk menunjukkan siapa yang benar-benar sayang sama aku!"
"Tapi kalau Andra sembuh demi kamu, apa kamuâ?¦"
"Udah, Ren, cukup! Kalau itu semua cuma alasanmu supaya aku mengerti kenapa kita harus putus, aku terima. Sekarang kamu bebas. Kamu boleh kembali ke Cheryl, atau ke cewek mana pun, terserah kamu."

Setelah mengatakan itu, Thalita membuka pintu mobil Darren, dan turun dari mobil. Dia berjalan menuju halte busway terdekat dengan mata berlinang. Air matanya makin deras begitu dia menyadari Darren sama sekali nggak menyusulnya, apalagi mengatakan dia memilih Thalita dan bukannya Cheryl. Cowok itu malah berlalu pergi dengan mobilnya. Meninggalkan Thalita yang sakit hati dan terduduk lemas di halte. Sakit hati yang lebih parah dibanding yang pernah dibuat Andra padanya dulu.

* * *

Sama seperti berita jadian mereka yang tersebar heboh di seluruh sekolah, berita putusnya Darren dan Thalita juga jadi hot gossip. Dua orang itu, yang tadinya ke mana-mana selalu nempel kayak iPod dan earphone-nya, mendadak berubah saling menghindar, seolah masing-masing punya penyakit menular, dan yang lain nggak mau ketularan.

Kalau udah begitu, semua orang jelas bisa menebak bahwa dua orang ini putus. Dan bukan cuma itu, tapi para bigos juga berubah super-agresif dalam hal mencari info dalang putusnya hottest couple sekolah itu. Sayang, usaha mereka semuanya mentok, karena Darren dan Thalita sama-sama nggak mau bicara. Thalita langsung ngacir begitu ada yang menyebut-nyebut nama Darren, sementara Darren suka sok tiba-tiba mengalihkan pembicaraan kalau ada yang menyinggung Thalita di depannya.

"Tha, ke kantin yuk?" tawar Nita.
Thalita menggeleng. "Lo sendiri aja ya, Nit? Gue lagi malesâ?¦"
"Tapi ntar lo sakit kalau nggak makan."
"Nggak, tenang aja."
"THALITA!"

Thalita dan Nita langsung mendongak ke pintu kelas begitu mendengar teriakan itu, dan mereka mendapati Gio ada di sana, ngos-ngosan dan mandi keringat.
"Ada apa sih, Yo?"
"Udah, lo ikut gue!" Gio nggak memedulikan napasnya yang masih ngos-ngosan ataupun protes Thalita, tapi dia langsung menarik cewek itu menuju halaman parkir mobil sekolah. Nita mau nggak mau mengekor di belakang mereka.

"Ada apa sih?" tanya Thalita begitu Gio akhirnya berhenti menyeret-nyeretnya, dan mereka sekarang berada di balik sebuah pohon besar di halaman parkir.
"Sstttâ?¦ jangan ribut-ribut! Tuh, lihat!"

Thalita mengernyit, tapi dia melongokkan juga kepalanya dari balik pohon, melihat ke arah yang ditunjuk Gio. Ia terdiam begitu melihat apa yang dimaksud Gio.

Darren sedang duduk di atas kap mobil, bersebelahan dengan seorang cewek berambut pendek model bob yang wajahnya manis sekali, dan Darren merangkul bahu cewek itu erat-erat. Thalita nggak pernah melihat cewek itu sebelumnya, tapi biarpun begitu, dia bisa menebak siapa cewek itu.

"Cherylâ?¦," desis Thalita tanpa sadar.

Nita mendelik mendengar nama itu. Thalita memang cerita padanya tentang bagaimana dia dan Darren putus, dan mengetahui orang yang bernama Cheryl itu ada di dekat mereka membuat Nita jadi gerah!
"Gue nggak nyangka Darren cepet banget dapat pacar baru setelah putus dari lo," Gio mulai berceloteh. "Tadi gue mau ambil buku fisika gue yang ketinggalan di mobil, taunya pas gue lewat sini, gue lihat mereka, jadinya yahâ?¦ gue panggil lo aja."

Bletakk!

"Auuuww!" Gio memegangi ubun-ubunnya, yang baru saja dijitak Nita.
"Kalau lihat yang beginian lagi, nggak usah bilang-bilang ke Thalita deh!" Nita marah-marah. "Kayak Thalita bakal peduli aja gitu lhooo! Iya kan, Tha?" Nita menoleh ke arah Thalita, tapi dia jadi kehilangan kata-kata begitu melihat Thalita ternyata udah banjir air mata.
"Eh, Tha, maafin gue yaaâ?¦ Gue sama sekali nggak ada maksud bikin lo sedih. Tadinya gue cuma mauâ?¦ Argghhhâ?¦ emang bego banget gue! Bego!!!" Gio menjitaki kepalanya sendiri. Dia jadi panik karena melihat Thalita menangis.

"Tha, jangan nangis yaâ?¦," Nita berusaha membujuk Thalita, tapi sobatnya itu masih terus menangis. "Gue ngerti lo pasti sakit hati, tapi kalau Darren emang ternyata kayak gitu, lo harus bersyukur karena udah bisa lepas dari diaâ?¦"
"Tapi gue sakit hati, Nitâ?¦ Dia lebih milih Cheryl dibanding gueâ?¦"
"Udah, nggak usah mikirin dia lagi. He"s not that worth." Nita memeluk Thalita, berusaha menenangkannya. Sambil melakukan itu, dia memelototi Gio, nggak habis pikir kenapa cowok satu ini segitu gobloknya membawa Thalita ke sini untuk menonton Darren pacaran. Gio, yang merasa bersalah, menjitaki kepalanya lagi.

Trending Now
10 Potret Pesta Pernikahan Dengan Konsep yang Aneh

10 Potret Pesta Pernikahan Dengan Konsep yang Aneh

Setiap orang ingin pernikahan mereka terjadi sekali seumur hidup. Makanya selain memilih orang yang tepat, mereka juga mengadakan pesta pern
601 views 0 shares
10 Adegan Nggak Masuk Akal yang Ada di Sinetron Indonesia

10 Adegan Nggak Masuk Akal yang Ada di Sinetron Indonesia

Sinetron adalah film series yang tayang di TV Indonesia. Sampai saat ini, sinetron masih menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang men
134,310 views 0 shares
Jadi Cantik dan Ganteng Itu Emang Butuh Waktu, Lihat Meme Perubahan Orang-Orang Ini!

Jadi Cantik dan Ganteng Itu Emang Butuh Waktu, Lihat Meme Perubahan Orang-Orang Ini!

Cantik dan ganteng itu nilainya relatif Pulsker, tergantung setiap orang yang menilainya. Karena setiap orang pasti punya kriteria masing-ma
635,612 views 34,166 shares
10 Momen Apes yang Bikin Kita Ngilu Saat Melihatnya

10 Momen Apes yang Bikin Kita Ngilu Saat Melihatnya

Enggak bisa dipungkiri jika keteledoran atau kurang hati-hati sering membuat kita menjadi sial. Hari yang pada awalnya biasa aja, saat kita
886 views 0 shares
Ternyata Selama Ini Kita Salah Kaprah Sama Fungsi Produk Ini

Ternyata Selama Ini Kita Salah Kaprah Sama Fungsi Produk Ini

Setiap produk, desain, bentuk pasti ada alasan yang melatarbelakangi kenapa dibuat seperti itu, tapi kadang kita tidak memahami dan mengguna
691,439 views 11,097 shares
15 Foto Penampakan yang Membuatmu Merinding

15 Foto Penampakan yang Membuatmu Merinding

Di era serba modern seperti sekarang ini, internet sudah menjadi sumber informasi yang sangat mudah dijangkau, hampir semua hal bisa kita da
681,143 views 1,970 shares
8 Ilustrasi Ini Bikin Kamu Bisa Membedakan Antara Teman dan Sahabat

8 Ilustrasi Ini Bikin Kamu Bisa Membedakan Antara Teman dan Sahabat

Selain keluarga, orang yang selalu ada disampingmu disaat susah dan senang adalah sahabat. Ya, sahabat adalah orang yang bisa menerima kita
625,065 views 124,527 shares
9 Foto Editan Cewek Selfie di Trotoar Paling Kreatif Hasil Karya Netizen

9 Foto Editan Cewek Selfie di Trotoar Paling Kreatif Hasil Karya Netizen

Selfie  saat ini adalah tren baru dalam fotografi pulsker. Ditambah dengan semakin maraknya penggunaan media sosial dan didukung aplikasi-a
491,888 views 29,770 shares
Macam Macam Modus SMS Penipuan & Cara Mengatasinya Dengan Unik

Macam Macam Modus SMS Penipuan & Cara Mengatasinya Dengan Unik

Bisa dipastikan nomor hp kamu pernah mendapat SMS yang menginfokan kalo menang undian, dapat Mobil, dapat uang puluhan Juta rupiah, dapat li
497,841 views 3,761 shares
Kamu Nggak Bakal Kepikiran Untuk Foto Selfie Dimoment Kayak Gini

Kamu Nggak Bakal Kepikiran Untuk Foto Selfie Dimoment Kayak Gini

Selfie didekat badai tornado..kalo nggak salah sih cwok ini sengaja ngejar badai tornado trus sengaja turun dari mobil dan selfie dehh..WOW
502,799 views 3,597 shares