Thalita ^^28
Loading...
 
posted on WOW Keren
973 views
Thalita ^^28

***

Ujian akhir semester sekaligus kenaikan kelas berhasil sedikit mengalihkan perhatian Thalita dari Darren. Sepanjang tahun ajaran ini, nilainya lebih banyak jelek daripada bagus, karena banyak masalah.

Mulai dari kesedihannya karena harus putus dari Andra, kemurungannya saat Andra meninggal, sampai ke hari-hari ketika dia lebih banyak gelisah memikirkan Darren yang kelamaan pedekate tapi belum nembak-nembak.

Nilai Thalita hanya bagus saat ia jadian sama Darren, saat hari-hari terasa indah dan bahagia, dan ia bisa berkonsentrasi penuh pada pelajarannya di sekolah. Tapi ketika Cheryl muncul lagiâ?¦ nilai-nilai Thalita mencapai titik terendah.

Untung, Thalita tersadar tepat pada waktunya. Walaupun masih terpuruk, dia tahu, sekolahnya harus tetap menjadi prioritas. Sebodo amat dengan patah hati, itu bisa diurus belakangan. Yang penting sekarang naik kelas dulu!

Selepas minggu ujian yang melelahkan, Thalita mendapati usaha kerasnya untuk belajar ternyata nggak sia-sia. Nilai-nilainya cukup lumayan, at least sanggup mengatrol nilai-nilai jeleknya sebelum ini hingga memenuhi standar untuk naik kelas.

Tapi, setelah itu ia tetap berkubang dalam keterpurukannya. Sebulan libur kenaikan kelas hanya dihabiskannya dengan diam di rumah, berusaha mengusir bayang-bayang Darren yang lebih memilih Cheryl ketimbang dirinya, tapi Thalita lebih banyak gagal daripada berhasil.

Bahkan ketika semua itu terasa menyesakkan, waktu terus berjalan. Tahun ajaran baru dimulai, dan Thalita menjalaninya dengan setengah hati. Semuanya terasa lebih gelap daripada ketika Andra meninggal. Tapi karena telah melaluinya, Thalita tahu, satu-satunya cara menghilangkan perasaan itu adalah dengan terus menjalaninya. Suka atau tidak, waktu terus berputar, ia hanya bisa berharap kata-kata time heals sekali lagi akan berlaku dalam hidupnya.

Untunglah, Thalita nggak sekelas sama Darren di tahun ajaran baru ini. Ia nggak bisa membayangkan gimana kalau itu sampai terjadi Ia memang masih tetap sekelas dengan Tatyana, dan meski setiap pelajaran agama kelasnya dan Darren akan digabung seperti dulu, Thalita nggak keberatan. Memangnya ia bisa apa? Mungkin berada dalam satu ruangan bersama Darren selama dua kali dalam seminggu masih akan bisa diatasinya.

* * *

Sejak putus dari Darren, Thalita jadi jarang ngobrol sama Tatyana. Tatyana juga sepertinya jadi canggung setiap kali ada di dekat Thalita. Sering kali dia lebih memilih menjauh dari Thalita kalau mereka kebetulan ada di tempat yang sama. Sebenarnya, Tatyana kepengin minta maaf sama Thalita untuk semua kelakuan Darren yang brengsek itu, tapi kata-katanya selalu tertelan lagi setiap kali dia berniat melakukannya. Kalau melihat wajah Thalita yang sekarang selalu suram itu, Tatyana jadi merasa benci pada dirinya sendiri.

Kenapa dia nggak pernah tahu abangnya ternyata brengsek? Kenapa dia malah mendorong Thalita untuk dekat sama Darren dulu? Dia nggak bakalan melakukan itu kalau aja dia tahu Darren bakal menyakiti Thalitaâ?¦ Dia kan juga cewek, dia bisa mengerti gimana perasaan Thalita sekarang. Tatyana bisa terima kalau Thalita jadi membencinya juga.

Sampai suatu hari, Tatyana nggak tahan lagi. Dia merasa harus minta maaf sama Thalita. Yah, walaupun itu nggak akan mengubah apa-apa, at least dia bisa sedikit mewakili abangnya yang sialan itu untuk minta maaf.

"Tha, gue mau minta maafâ?¦"

Thalita mendongak menatap Tatyana, dan mengerutkan keningnya. "Untuk apa?"
Tatyana gelagapan dia nggak menyangka Thalita bakal seketus ini. Tapi dia salah sangka Thalita nanya kayak gitu bukan bermaksud sinis, tapi dia memang bener-bener bingung kenapa Tatyana tiba-tiba minta maaf. Seingatnya Tatyana nggak punya salah apa-apa ke dia.
"Gue ngerti kenapa sikap lo jadi kayak gitu ke gue, Thaâ?¦ Gimanapun juga, gue salah satu penyebab lo sakit hati kayak giniâ?¦ Kalau aja gue duluâ?¦"

"Tunggu, tunggu! Lo salah sangka, Na. Tadi gue nanya "untuk apa" itu karena gue bener-bener nggak ngerti kenapa lo mendadak minta maaf ke gue."
"Oh," gumam Tatyana. Dia baru ngeh sekarang, dan jadi agak malu juga karena tadinya mengira Thalita bersikap ketus ke dia. "Ngâ?¦ anuâ?¦ minta maaf soal Darrenâ?¦"
"Kenapa lo harus minta maaf soal Darren?"
"Mmmâ?¦ yahâ?¦ lo tahu lahâ?¦ kan bisa dibilang dulu gue yang mendorong lo untuk dekat sama Darren. Sampai akhirnya kalian dekat beneran dan jadian. Lalu Darrenâ?¦ yah, Darren nyakitin lo kayak giniâ?¦ Gue merasa bersalah bangetâ?¦" Tatyana meremas jemarinya sendiri. Rasanya berat banget bicara seperti tadi di depan Thalita, tapi Tatyana tahu dia harus melakukannya. Kalau nggak, dia akan merasa bersalah terus seumur hidup.

"Na, lo bukan Darren, kan?"
"Eh?" Tatyana bingung, nggak menangkap maksud kata-kata Thalita.
"Yang nyakitin gue tuh Darren, bukan lo. Harusnya dia yang minta maaf ke gue, bukan lo" kata Thalita datar. Thalita sendiri nggak tahu kenapa belakangan ini dia jadi datar begitu. Dia menganggap itu sebagai tameng yang dimunculkannya untuk melindungi diri sendiri.
"Iya sihâ?¦" Tatyana jadi makin merasa nggak enak. "Tapi gue tahu dia terlalu pengecutâ?¦ Dia nggak akan mau datang ke lo dan minta maaf buat segala kebodohan yang udah dia lakukan. Dan kalau lo nggak mau maafin dia, gue bisa ngerti kok. Mungkin lo juga nggak bisa maafin gueâ?¦"

"Iya, gue nggak bisa maafin lo."
Tatyana mendongak, sedikit takut menatap Thalita tapi dia memberanikan diri.
"Gue nggak bisa maafin lo, karena memang nggak ada yang perlu dimaafin, Na."
Untuk kedua kalinya, Tatyana kaget. Dia bingung, kenapa Thalita jadi jago bermain kata-kata begitu.
"Lo minta maaf karena menganggap diri lo lah yang membuat gue bisa dekat sama Darren, tapi gue sama sekali nggak menganggap itu salah lo. Ingat kan, gue bisa aja menolak waktu itu. Gue bisa aja benar-benar menjauhi Darren, tapi nyatanya? Gue malah memilih untuk mendekati dia. Gue sendiri yang membiarkan diri gue dibodohi, dan itu bukan salah lo. Gue yang nggak bisa melihat ternyata Darren nggak benar-benar sayang sama gue. Gue nggak bisa melihat ternyata diaâ?¦ dia masih menyimpan Cheryl dalam hatinya."

Tatyana speechless mendengar semua kalimat Thalita barusan. Dia jadi kepengin nangis. Bukan karena lega banget Thalita nggak menyalahkan dia, tapi karena terharu. Setelah disakiti seperti ini pun, Thalita masih nggak menyalahkannya, nggak menyalahkan Darren.
"Thaâ?¦ lo baik bangetâ?¦ Gue nggak pernah tahu ada orang sebaik loâ?¦ Kalau aja ada yang bisa gue lakukan untukâ?¦"
"Hmmâ?¦ gimana kalauâ?¦ lo nggak mengungkit Darren di depan gue lagi? It hurts me so bad, soalnya."

Tatyana diam sesaat, tapi lalu mengangguk. Dia sadar satu sekolah dengan Darren dan memiliki kemungkinan untuk bertemu cowok itu setiap hari saja bukan hal yang gampang. Mungkin Thalita sudah belajar berpura-pura Darren itu tembok kalau mereka kebetulan berpapasan, Tatyana nggak tahu. Tapi pasti akan lebih mudah lagi bagi Thalita untuk menyembuhkan lukanya, kalau Tatyana nggak menyinggung-nyinggung Darren lagi di depannya.

"I promise," janji Tatyana.

* * *

Waktu Thalita pulang sekolah, ia mendapati rumahnya kosong. Cuma ada pembantu. Acha nggak tahu udah keluyuran ke mana. Mama dan Papa yang biasanya sudah pulang kantor jam segini pun nggak kelihatan batang hidungnya.

"Mama sama Papa belum pulang, Bi?" tanya Thalita ke pembantunya.
"Oh, tadi telepon, Non. Katanya malam ini masaknya untuk Non sama Non Acha aja, soalnya Bapak sama Ibu mau langsung ada acara. Makan di sana, katanya. Pulangnya malam."

"Oh." Thalita mengangguk. Mama dan papanya memang punya perusahaan kecil sendiri, distributor original spare part untuk salah satu merek sepeda motor top di Indonesia. Penjualan mereka lumayan besar, jadi sering kali mereka dapat undangan kalau si produsen sepeda motor itu punya gawe. Entah di hotel, stasiun TV atau apalah. Thalita beberapa kali ikut, lumayan juga bisa makan enak dan nonton Ungu atau artis-artis lainnya dengan gratis tanpa perlu berdesak-desakan.

"Non mau makan sekarang atau nanti aja? Biar sup kacang merah sama ayam gorengnya Bibi panasinâ?¦"
"Ngâ?¦ nggak usah, Bi. TAdi aku udah makan di sekolah, kayaknya nggak makan lagi. Acha juga kayaknya makan dil uar tuh. Bibi beresin aja meja makannya."
"Ohâ?¦ iya deh, Non. Tapi nanti kalau Non mendadak lapar, panggil Bibi aja, ya? Bibi di belakang, nonton sinetronâ?¦"

Thalita tersenyum sedikit, dan mengangguk. Biar deh malam ini dia nggak merepotkan dan mengganggu keasyikan pembantunya nonton sinetron. Toh dia memang nggak lapar, dan nggak nafsu makan.

Thalita naik ke lantai dua, tempat kamarnya berada, dan langsung mengempaskan diri ke ranjang. Rasanya seluruh tubuhnya pegal, padahal hari ini dia nggak ngapa-ngapain. Dan sungguh aneh, hatinya juga masih terasa sakit akibat Darren nggak menyusulnya di halte waktu itu.

Sudah hampir dua bulan sejak kejadian itu, tapi Thalita serasa masih bisa melihat semua itu di depan matanya. Darren yang lebih memilih Cheryl daripada diaâ?¦ Darren yang membiarkan Thalita turun di halte begitu saja tanpa menyusulnya sama sekaliâ?¦ Mungkin dia lega karena Thalita tahu diri juga setelah mendengar cerita tentang
Cheryl, dan dengan begitu dia nggak perlu memutar otak lagi mencari cara untuk minta putus dari Thalita.

Tapi entah kenapa rasanya begitu sakitâ?¦

Darren-lah yang dulu menopangnya ketika Andra meninggal. Darren-lah yang dengan hati-hati mendekatinya, pelan tapi pasti, menawarkan diri untuk menggantikan Andra. Darren yang ganteng, tapi humble dan pengertian. Darren yang selalu ada. Disakiti oleh cowok macam itu jelas akan terasa lebih sakit daripada disakiti cowok brengsek. Lukanya menusuk lebih dalam.

Thalita merasa dia sudah dibawa terbang tinggi selama kebersamaannya dengan Darren, tapi kemudian dia dijatuhkan lagi setelah kedatangan Cheryl. Sakitnya lebih terasa kecewanya lebih dalam, dan ada sejuta pertanyaan "kenapa" di otaknya yang ingin dia ajukan, tapi dia tahu itu nggak akan ada gunanya.

Darren memilih Cheryl, bukankah itu sudah jelas?

Trending Now
10 Barang Absurd yang Dijual di Online Shop Ini Bikin Nggak Habis Pikir

10 Barang Absurd yang Dijual di Online Shop Ini Bikin Nggak Habis Pikir

Semenjak adanya internet dan smartphone, semua orang bisa menggunakan media sosial dan melakukan jual beli online. Entah sebagai penjual ata
945 views 0 shares
PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

Jepang! gak abis-abis ngomongin negara nyelempit mirip kue semprit dan bermata sipit ini. selain terkenal dengan kekuatan agresinya pada mas
280,601 views 7,283 shares
10 Status Driver Ojol Kelewat Pede Ini Malah Bikin Tepuk Jidat

10 Status Driver Ojol Kelewat Pede Ini Malah Bikin Tepuk Jidat

Sebagai manusia, tentu saja kita harus memiliki rasa percaya diri. Karena jika kita terlalu insecure, kita jadi menutup diri dan tidak pede
281,340 views 0 shares
10 Inovasi yang Diciptakan Oleh Orang-Orang Kepepet, Boleh Juga!

10 Inovasi yang Diciptakan Oleh Orang-Orang Kepepet, Boleh Juga!

Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi mendesak atau kepepet. Nah, saat itulah kita dituntut untuk berpikir lebih agar masalahnya bisa
285,783 views 23,289 shares
10 Chat Bukan Pembeli Onine Shop yang Isinya Ngeselin

10 Chat Bukan Pembeli Onine Shop yang Isinya Ngeselin

Di zaman yang sudah modern seperti saat ini, dalam urusan belanja bukan lagi hal yang sulit. Kita bisa berbelanja melalui online shop yaitu
4,089 views 0 shares
Kumpulan Foto Sejarah Dunia Yang Mungkin Belum Pernah Kamu Lihat Sebelumya

Kumpulan Foto Sejarah Dunia Yang Mungkin Belum Pernah Kamu Lihat Sebelumya

Sebuah foto bisa menyimpan sejuta cerita Pulsker, bahkan kita bisa tahu tentang sejarah masa lalu dari adanya foto. Beberapa peristiwa yang
28,833 views 1,585 shares
10 Pertanyaan di Facebook yang Jawabannya Bikin Ngakak

10 Pertanyaan di Facebook yang Jawabannya Bikin Ngakak

Walaupun saat ini banyak media sosial yang berkembang di internet, Facebook masih menjadi idaman para penggunanya. Mungkin karena kemudahan
6,577 views 0 shares
9 Tingkah Siswa Saat Jam Kosong Ini Bikin Kagen Masa Sekolah

9 Tingkah Siswa Saat Jam Kosong Ini Bikin Kagen Masa Sekolah

Sekolah menjadi kewajiban anak setiap hari. Karena  nantinya anak tersebut akan tau apa yang beleum mereka tau, dan bisa menjadi orang yang
12,481 views 263 shares
10 Chat Kocak Seller dan Pembeli Online Shop yang bikin Sakit Perut

10 Chat Kocak Seller dan Pembeli Online Shop yang bikin Sakit Perut

Dewasa ini fenomena online shop seakan sudah menjamur dikalangan masyarakat, khususnya Warganet Indonesia. Mudahnya membagikan informasi, se
5,628 views 0 shares
KEREN BANGET! Iklan Mobil Jadul Yang Pernah Ada Di Indonesia, Wajib Masuk!

KEREN BANGET! Iklan Mobil Jadul Yang Pernah Ada Di Indonesia, Wajib Masuk!

Mobil-mobil legendaris belum tentu jadi legendaris kalo gak laku banyak. Dan supaya laku, perlu dibikin iklan dong. Nah di tulisan ini, kamu
135,675 views 2,781 shares