Thalita ^^29
Loading...
 
posted on WOW Keren
821 views
Thalita ^^29

Darren memilih Cheryl, bukankah itu sudah jelas?

Kenapa dia masih harus bicara banyak-banyak lagi ke Darren, kalau akhirnya pun dia tahu dia akan sampai pada kenyataan itu?
Akan lebih mudah jika ia memutuskan untuk melupakan cowok itu saja, dan bangkit lagi. Dulu kan dia pernah terpuruk juga, tapi buktinya dia bisa bangkit lagi, kan?

Hanya saja Thalita raguâ?¦ Dulu waktu dia jatuh karena Andra, ada Darren yang membantunya berdiri.

Tapi sekarangâ?¦ saat dia jatuh karena Darren, siapa yang akan membantunya berdiri?

Tiba-tiba saja Thalita merasakan matanya panas, dan air mata berkejaran menuruni pipinya.

* * *

Pagi itu Thalita berencana online dulu sebelum bel sekolah. Kepengin ngecek e-mail, siapa tahu ada e-mail yang menarik dalam inbox-nya.

Thalita masuk ke lab komputer, yang pagi itu masih kosong melompong, dan menyalakan komputer favoritnya. Tapi belum sampai logo Windows menghilang dari layar, pintu lab terbuka, dan Darren berdiri di sana.
"Eh," gumam Darren, kayaknya sih nggak menyangka bakal melihat Thalita di sana.

Thalita cuma balas melihat Darren tanpa bilang apa-apa. Menurutnya, lebih baik dia diam. Dia takut kalau bicara nanti, dia justru mengeluarkan sejuta pertanyaan "kenapa" yang disimpannya itu.

"Ngâ?¦ sori, gue nggak tahu lo di siniâ?¦," kata Darren lagi, canggung.
Thalita berusaha mengalihkan perhatiannya ke layar komputer lagi, yang sekarang sudah menampilkan desktop, tapi tetap aja kata-kata Darren barusan terasa mengusiknya. Darren mengucapkannya seolahâ?¦ Thalita memang orang yang dihindarinya. Mungkin yang nggak kepengin dilihatnya bahkan sampai sejuta tahun cahaya sekalipun.

Tapi Thalita nggak menyalahkan Darren. Dia juga bukannya nggak menghindari cowok itu, kan? Sering dia mendekam di kelas saat jam istirahat, hanya supaya nggak perlu ke kantin, dan menghindari kemungkinan berpapasan dengan Darren di koridor.

Tapi kalau kamu pernah tertusuk jarum, bukannya wajar kalau kamu sebisa mungkin berusaha nggak menyentuh jarum lagi? Seperti itulah yang Thalita rasakan. Kalau Darren, memangnya dia punya motif untuk menghindari Thalita? Nggak ada, kecuali mungkin perasaan bersalah.

"Mmmâ?¦ yahâ?¦ gue pergi aja dehâ?¦ Byeâ?¦"

Darren menutup kembali pintu lab komputer dan berlalu dari situ. Thalita terpaku di tempatnya. Rupanya hubungannya dengan Darren memang sudah sedingin dan secanggung ini, nggak akan bisa dipulihkan lagi.

Padahal dulu, di ruangan inilah Darren menghiburnya setelah Thalita menerima e-card dari Andra, dan dia jadi cengeng mendadak. Di ruangan inilah dulu Darren ngumpet dari Gio sang bigos sekolah, dan tanpa sengaja malah mendapati Thalita yang lagi nangis. Tapi sekarang ruangan ini malah jadi ruangan tempat Darren muncul, tapi pergi lagi setelah melihat Thalita ada di sanaâ?¦

Thalita nggak tahu harus gimana. Ia mematikan komputer yang tadi dinyalakannya, dan keluar dari lab.

***

Darren sampai harus mengerjap dua kali untuk memastikan dia nggak salah lihat. Tapi yang dilihatnya masih tetap sama. Cheryl hari ini pucat sekaliâ?¦

"Cher, kamu nggak papa?"
"Nggak papa?" Cheryl mendongak dan menatap Darren dengan ekspresi bingung yang aneh. "Tentu aja aku nggak papa. Kenapa kamu nanya kayak gitu?"
"Kamu kelihatanâ?¦ pucat banget."

Darren bisa melihat Cheryl menelan ludah. "Oh, mungkin ini gara-gara aku belajar semalam."
"Belajar?" Darren makin bingung. Cheryl dan "belajar" bukanlah dua kata yang akan cocok jika dipadukan dalam satu kalimat. Darren tahu, Cheryl menganggap sekolah lebih untuk formalitas saja, plus karena dia nggak mau kalau kebetulan bertemu teman ortunya atau saudara jauhnya dan ketika ditanya "sekolah di mana?" dia cuma bisa menjawab "aku nggak sekolah". Orang yang bertanya itu pasti bakal menatapnya dengan pandangan aneh.

Cheryl lebih tua setahun dari Darren. Harusnya sekarang dia duduk di kelas dua belas, tapi kecanduan narkoba dan proses rehab yang diikutinya ternyata membuatnya nggak naik kelas tahun ajaran lalu. Jadi tahun ini dia terpaksa mengulang lagi tingkatan yang sama, tapi di sekolah yang berbeda, karena sekolah lamanya sudah menendangnya keluar begitu tahu dia pecandu.

"Iya. Aku ada ujian kimia hari ini. Aku harus buktikan ke guruku kalau aku bisa, Ren. Aku nggak mau diremehkan terusâ?¦"
"Oh." Darren tersenyum kecil dan mengacak rambut Cheryl dengan sayang. "Iya, kamu harus belajar yang giat yaâ?¦ Kita tunjukin kamu pantas dapat kesempatan kedua. Kita tunjukin kamu sekarang adalah Cheryl yang baru."
"Thanks yaâ?¦ You know, that"s why I came back to you."

* * *

"Lit, lo tahu nggakâ?¦ gue kepikiran satu hal," kata Darren sewaktu dia ketemu Tatyana di rumah malam harinya.
"Apa? Akhirnya lo nyadar udah melakukan kebodohan dengan balik sama Cheryl?" tanya Tatyana galak. Setelah ngobrol sama Thalita waktu itu, Tatyana jadi makin kesal sama Darren, dan makin benci pada Cheryl. Coba lihat dong, apa yang sudah dua orang brengsek itu lakukan ke cewek sebaik Thalita? pikir Tatyana kesal.

"Gue sama sekali nggak nyesal," sergah Darren jengkel.
"You will." Tatyana menjatuhkan diri ke sofa ruang keluarga lalu menyalakan TV. Dia sengaja mengeraskan suara TV itu, supaya nggak usah mendengar lagi sampah apa pun yang bakal diocehkan Darren sekarang.

"Okay, enough "bout that stuff. Gue bener-bener butuh lo dengerin gue sekarang."
"Ngomong aja." Tatyana masih sok asyik dengan remote control TV-nya.

Darren cukup pintar untuk nggak membiarkan aksi cuek Tatyana menghalangi niatnya untuk bicara. Lebih baik to the point aja.
"Gue kepengin pindah sekolah. Ke sekolah Cheryl."
"LO UDAH GILA???"

Sekali lagi Darren mengabaikan reaksi Tatyana, walau dia senang juga kali ini kata-katanya berhasil membuat Tatyana memperhatikan, bukannya cuek bebek seperti tadi.
"Gue serius. Gue kepengin bantuin Cheryl. Dia agakâ?¦ kesulitan sama pelajaran-pelajarannyaâ?¦"
"Pantes aja, otaknya pasti udah bolot gara-gara semua drugs itu. Oh, dia memang asalnya udah bolot sih, sekarang pasti bolotnya makin menjadi-jadi."

Darren langsung menatap Tatyana tajam, tapi Tatyana cuma mengedikkan bahu. Dia begitu bencinya sama Cheryl sekarang, yang terlihat di matanya hanya sisi negatif cewek itu saja.
"Lo nggak boleh ngomong kayak gitu."
"Boleh aja, ini kan mulut gue sendiri! Dan kalau lo udah lupa, gue benci banget sama dia! Dia yang dulu ngerusak lo, sampai lo jadi manusia dingin nggak berperasaan! Dan ketika lo udah mulai normal kembali, seenaknya aja dia datang dan merebut lo! Apa yang lo lihat dari cewek kayak dia Darren? Please deh!

"Lit, udah berapa kali gue bilang, dia udah berubah. Dia bukan Cheryl yang dulu lagi. Tuhan aja mau maafin dosa-dosa kita, dosa-dosa lo, masa sih lo nggak mau maafin kesalahan orang lain?"
"Nggak usah bawa-bawa Tuhan deh. Dosa lo nyebut nama Tuhan dengan sembarangan! Lagian, salah Cheryl sendiri kenapa dia segitu nyebelinnya! Bukan salah gue kalau nggak bisa maafin dia!"

Darren jadi bingung kenapa Tatyana jadi mempersulit keadaan kayak gini. Padahal tadinya dia cuma berniat curhat dan minta pendapat soal keinginannya pindah ke sekolah Cheryl, tapi mereka sekarang malah bertengkar!

"Ya ampunâ?¦ susah banget ngomong sama lo! Pikirin baik-baik dong, Lit, dia udah berusaha keras! Bersedia masuk rehab itu nggak gampang! Lo lihat aja mantannya Thalita, si Andra, dia nggak pernah mau masuk rehab, dan apa jadinya dia? Mati! Dan asal lo tahu, di rehab Cheryl juga bukannya santai-santai, dia berjuang. Nggak pantas ya dia dapat kesempatan lagi setelah semua usahanya itu? She deserves the second chance!"

"Whatever lah, Darren! Kalau dia memang mau jadi anak baik setelah lepas dari narkoba, kenapa dia ke sini? Kenapa dia mengusik lo lagi? Dia bisa aja jadi anak baik di luar sana, dengan nggak mengganggu lo lagi! Dengan menata hidupnya lagi tanpa perlu melibatkan lo di dalamnya. Nah, kalau dia melakukan itu, gue akan beranggapan dia pantas dapat kesempatan kedua. Tapi nyatanya. Nggak, dia nggak berusaha jadi manusia yang lebih baik. Dia datang ke sini dan membuat lo putus sama Thalita. Dia merebut pacar orang!" Tatyana terengah-engah setelah menumpahkan semuanya itu. Seolah dia gunung berapi yang baru meletus, mengeluarkan lahar kekesalan dan kemarahannya yang lama disimpan.

"Itu bukan salah dia, gue yang memutuskanâ?¦"
"Bagus, belain aja dia terus! Dengar ya, gue nggak mau lagi lo ngebahas dia di depan gue, gue muak! Dan kalau nilai-nilainya memang jelek, suruh aja dia cari guru les. Ngapain harus lo yang pindah ke sekolahnya dan tutoring dia? Stupid!"

Tatyana membanting remote control TV yang dipegangnya ke karpet, membuat titik-titik debu yang menempel di sana beterbangan. Dia menatap Darren tajam, lalu beranjak ke kamarnya dengan marah dan membanting pintu keras-keras, masih nggak habis pikir kenapa abangnya begitu dibutakan oleh cewek bernama Cheryl itu.

* * *

Pagi itu Thalita shock luar biasa.
Waktu mobilnya melintasi sekolah swasta yang terletak nggak jauh dari sekolahnya, Thalita melihat Darren berboncengan dengan seorang cewek, yang nggak perlu diragukan lagi pasti Cheryl.
Persis di depan gerbang sekolah, Darren berhenti. Cheryl turun dari boncengan, melepas helmnya, dan mengembalikannya ke Darren. Thalita menelan ludah. Itu helm yang dulu sering dipakainyaâ?¦

Helmnyaâ?¦ sekarang itu helm Cherylâ?¦

Seperti ada yang baru menghantam dadanya ketika melihat itu. Cheryl sudah merebut semua miliknya dulu. Cowoknya, masa-masa indah yang seharusnya masih dia miliki bersama Darren, bahkan hal sepele seperti helmnyaâ?¦ Cheryl sudah menggantikannya.

Thalita sampai terpaksa menepikan mobilnya, terlalu shock untuk terus menyetir setelah melihat pemandangan itu. Untung saja mobilnya Honda Jazz hitam, jenis mobil yang cukup pasaran di Jakarta, dan kelihatannya Darren nggak memperhatikan mobil itu menepi di seberang jalan tempat cowok itu menurunkan Cheryl.

Trending Now
10 Merek Nggak Sesuai Dengan Barangnya Ini Bikin Ngakak Online

10 Merek Nggak Sesuai Dengan Barangnya Ini Bikin Ngakak Online

Cina terkenal dengan negara yang suka meniru apapun dari negara lain. Contohnya adalah beberapa produk terkenal dunia. Tapi bukan cuma Cina
23,109 views 310 shares
10 Perbedaan Penampilan Superhero Dulu dan Sekarang, Beda Banget!

10 Perbedaan Penampilan Superhero Dulu dan Sekarang, Beda Banget!

Buat kamu penggemar Avanger, pasti udah nggak asing lagi dengan berbagai karakter Superhero. Dan tahukah kamu jika para Superhero ini sudah
224,392 views 219 shares
Kumpulan Quote Ala Cak Lontong, Bukannya Menginspirasi Malah Bikin Ngakak !

Kumpulan Quote Ala Cak Lontong, Bukannya Menginspirasi Malah Bikin Ngakak !

Lies Hartono (atau yang lebih dikenal sebagai Cak Lontong, lahir di Magetan, 7 Oktober 1970; umur 45 tahun) adalah pelawak asal Indonesia,
402,359 views 5,100 shares
10 Cara Menutupi Penyok yang Out of the Box!

10 Cara Menutupi Penyok yang Out of the Box!

Dalam berkendara kita tidak tau pasti apa yang akan kita hadapi, entah ibu-ibuselfishyang lampu sen ke kanan tapi belok kiri, sampe para pem
2,609 views 0 shares
Ekspektasi vs Realita Bentuk Cake Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Parah!

Ekspektasi vs Realita Bentuk Cake Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Parah!

Sudah menjadi tradisi di hampir seluruh keluarga di dunia jika ada satu perayaan pasti ada kue atau cake tart berbentuk. Apalagi saat anak
302,544 views 13,244 shares
Kumpulan Cara-Cara Jenius Untuk MENGERJAIN Dan MENGUSILI TEMAN!

Kumpulan Cara-Cara Jenius Untuk MENGERJAIN Dan MENGUSILI TEMAN!

seneng ngerjain atau ngusilin temen gak gaes? salah satu hal yang paling menyenangkan dan paling bikin ngakak saat ngeliat temen berhasil ma
298,278 views 3,974 shares
10 Status Jualan di Facebook yang Isinya Ngaco tapi Lucu

10 Status Jualan di Facebook yang Isinya Ngaco tapi Lucu

Seiring perkembangan zaman, dengan adanya teknologi, hampir semua bisa berjualan online. Jualan online memang sangat mudah, nggak perlu malu
16,305 views 0 shares
10 Spanduk Jualan yang Isinya Bikin Tapuk Jidat

10 Spanduk Jualan yang Isinya Bikin Tapuk Jidat

Setiap orang yang berperan sebagai pelaku usaha,wajib memiliki ilmu marketing agar barang yang mereka jual bisa menarik perhatian konsumen.
2,943 views 0 shares
8 Perbedaan Foto Dulu dan Sekarang yang Paling Menyentuh

8 Perbedaan Foto Dulu dan Sekarang yang Paling Menyentuh

Seringkali kita mendengar ungkapan bahwa satu buah foto tersimpan jutaan cerita. Dan hal ini benar juga pulsker. Terkadang foto dapat mewaki
309,582 views 22,681 shares
10 Salah Tangkap Tempat Jemput Ojol yang Bikin Tengsin Driver

10 Salah Tangkap Tempat Jemput Ojol yang Bikin Tengsin Driver

Tidak dapat dipungkiri, saat ini kehidupan sehari-hari kit atidak terlepas dari yang namanya Ojek Online. Mulai dari memesan makanan hingga
47,246 views 0 shares