Thalita ^^31
Loading...
 
posted on WOW Keren
811 views
Thalita ^^31

Dalam kondisi begini kan dia harusnya mendukung Cheryl, bukan malah meragukannya.

"Huffâ?¦ kamu itu, kok nggak bilang-bilang dulu sih kalau mau ke toko buku? Kan bisa aku anterin? Lagian, aku bingung banget nunggu kamu di sekolah tadi.

Aku tunggu satu jam lebih, kamu nggak keluar-keluar. Anak sekolahmu bilang dia lihat kamu nyegat taksi setelah bubaran. Aku kan jadi khawatir kamu kenapa-kenapa, Cherâ?¦" Darren menyentuh lengan Cheryl pelan.
"Iya, Cheryl, HP-mu juga nggak bisa dihubungiâ?¦," tambah Tante Alena.

"Iya, soriâ?¦ Aku buru-buru soalnya. Aku butuh buku ini buat tugas yang harus dikumpulin lusa. Aku kira aku bisa ke toko buku sebentar sambil nunggu kamu datang. Kan toko bukunya nggak terlalu jauhâ?¦ tapi tadi taksiku kena macet. Pas aku nyampe di sekolah lagi, kamu udah nggak adaâ?¦ Terus aku baru tahu ternyata HP-ku low batt. Udah mati di dalam tas."

Darren menghela napas. Dia kasihan juga melihat Cheryl dimarah-marahi begini, padahal cewek itu pergi untuk cari buku bahan referensi, dan kebetulan saja HP-nya low batt, jadi dia nggak bisa ngasih kabar atau dihubungi.

"Ya udah, nggak papa. Tapi lain kali, kalau kamu mau pergi ke mana-mana habis pulang sekolah, jangan pergi sendirian ya? Tunggu aku aja. Biar kejadian kayak gini nggak keulang lagi."

Cheryl kelihatannya sudah akan protes. Dia merasa diperlakukan kayak tahanan rumah, ke mana-mana harus lapor dulu. Dia kan bukan anak kecil lagi!
Tapi akhirnya Cheryl memilih mengiyakan saja apa yang diminta Darren. Daripada ribut.

* * *

Kejadian Cheryl pergi tanpa bilang-bilang dulu itu mau nggak mau bikin Darren kepikiran juga. Dia jadi makin berniat untuk pindah sekolah. Cheryl butuh bantuan untuk belajar, dan pasti lebih manjur kalau Darren selalu ada di dekatnya untuk membantu dia. Darren kan pintar. Dia bisa menjelaskan ke Cheryl kalau ada pelajaran yang nggak dimengerti cewek itu.

"Ren, Darren, sini deh!" Tatyana berteriak memanggil Darren dari ruang keluarga. Darren langsung menuju ke sana.
"Apaan?"
"Tuhâ?¦ lihat deh." Tatyana menuding ke arah TV, dan Darren berusaha melihat apa yang sedang ingin ditunjukkan Tatyana.
Channel TV yang disetel Tatyana entah sedang menayangkan apa. Kelihatannya sih beritaâ?¦

Di TV terlihat seorang ibu setengah baya yang menggendong bayi yang kelihatannya baru berusia beberapa minggu. Yang membuat Darren melotot, bayi yang digendong ibu itu hanya punya satu kaki dan satu tangan.

Entah reporter entah presenter acara itu menanyakan beberapa hal kepada si ibu. Rupanya bayi yang digendong ibu itu adalah cucunya, putri dari putrinya. Si ibu menceritakan penyebab cucunya lahir cacatâ?¦ karena putrinya, ibu dari bayi itu, dulu adalah pengguna narkoba.
Darren seperti mengejang.

Sang ibu di TV terus diwawancarai. Dia menceritakan, putrinya masih muda ketika mulai terjerat narkoba, masih SMA. Setelahi itu, putrinya yang alim mendadak berubah jadi liar. Yang tadinya selalu punya nilai bagus di sekolah jadi terancam nggak naik kelas. Kelakuannya pun mulai mencurigakan, sampai puncaknya dia kepergok mencuri uang simpanan milik ibunya, dan menggunakannya untuk beli narkoba.

Waktu semua itu terbongkar, ternyata sudah terlambat. Putri ibu itu sudah hamil dengan pacarnya yang juga sesama pecandu. Tentu saja, pacarnya nggak mau bertanggung jawab, dia kabur. Ironisnya lagi, ketika usia kehamilan putri ibu itu mencapai lima bulan, ia tiba-tiba jadi gila.

Dokter yang memeriksa mendiagnosis adanya kerusakan pada otaknya, yang diakibatkan pemakaian obat-obatan terlarang dalam frekuensi dan dosis tinggi, bahkan pada masa kehamilannya. Dia juga sudah sering melakukan usaha bunuh diri, tapi selalu berhasil dicegah oleh keluarganya. Sampai akhirnya dia melahirkan, tapi ternyata bayinya cacat.

"Lo mau, bernasib kayak gitu?" tanya Tatyana.
Darren melotot. "Maksud lo apa, ngomong kayak gitu?"
"Yah, katakanlah worst situation happenâ?¦ Lo MUNGKIN nikah sama Cheryl, lalu kalian punya anak, siapa yang tahu bakal seperti apa anak itu nanti? Kita nggak tahu kan sudah seperti apa dampak kerusakan akibat semua drugsyang Cheryl pakai?"

"HEI! Berapa kali sih harus gue bilang, Cheryl udah bersih!" Darren emosi.
"Iya, kalau itu memang bener dia nggak ngobat lagi. Dan kalaupun bener, sudah seperti apa kerusakan di organ-organnya, kita nggak tau, kan? Gue bukannya mau nakut-nakutin, Ren, tapi ada kemungkinan Cheryl, bersama lo, punya anak kayak bayi tadiâ?¦"

Darren melongo, bener-bener nggak tau harus ngomong apa. Tatyana kok jadi ngaco gini sih?
"Ren, walaupun Cheryl bersih, dia tetap ajaâ?¦ bekas pecandu. Gue bukan mau semakin menjelek-jelekkan dia atau gimana, tapi kita sama-sama tahu seperti apa dia, kan? Dia bukan cuma nge-drugs, dia juga ngerokok, suka minum-minum, nongkrong di diskotek. Gimana dia bisa punya keturunan yang baik kalau di dalam tubuhnya sudah rusak begitu?"

"Alitaâ?¦," Darren tiba-tiba merasa mual mendengar semua itu.
"Lo memang nggak bakal merit sama dia dalam waktu dekat, tapi kalau lo berniat melakukan hal itu di masa depan pun, kondisinya masih akan tetap sama. Cheryl pernah pakai narkoba, itu nggak bisa lo sangkal. Tolonglah, Ren, gue nggak lagi mengada-ada. Lo lihat sendiri di TV tadi, risikonya akan terlalu besar kalau lo tetap memilih Cherylâ?¦"

"Oh, jadi gue harus membuang dia gitu aja, itu maksud lo? Dan bikin dia putus asa? Dan mungkin tadinya dia sudah tobat dan bersih, tapi karena stres dia kembali lagi jadi pemakai, gitu?"
"Ren, gue ngomong gini demi kebaikan lo sendiriâ?¦ Gue care sama masa dpean loâ?¦" Tatyana memegang bahu Darren dan mengguncang-guncangnya. "Gue cuma kepengin lo melihat risiko apa yang bakal lo ambil di masa depan kalau lo tetap dengan pilihan lo sekarangâ?¦"

"Banyak anak yang cacat padahal orangtuanya bukan junkiesâ?¦ Dan nggak semua anak junkies itu cacat," denial Darren keluar dengan sendirinya. Ia sendiri kaget mendengar nada tajam dalam suaranya.
"Ck!" Tatyana berdecak. "Memang, tapi harus gimaan gue membuka mata lo, kalau pecandu, atau bekas pecandu, punya kemungkinan yang lebih besar untuk itu, daripada mereka yang sama sekali nggak pernah pakai narkoba? Ayolah, Darren, lo bisa melihat itu semua. Jangan membutakan mata lo sendiriâ?¦"

Darren melepaskan tangan Tatyana yang mencengkeram bahunya, dan menurunkan tangan itu.
"Gue nggak mau ngebahas itu lagi."
Lalu ia pergi meninggalkan Tatyana di ruang keluarga. Tatyana hanya bisa menghela napas dalam-dalam. Tadinya dia kira tayangan di TV itu bisa membantunya menyadarkan Darren tentang risiko yang bakal dihadapi abangnya itu jika masih bersama Cheryl di masa depan.

Dan bukan, Tatyana bukan melakukan itu karena rasa bencinya pada Cheryl, atau karena ia kepengin lihat Darren balik sama Thalita, tapi semata-mata karena ia peduli pada darren.
Biar brengsek kayak apa pun, Darren kan tetap kakaknya.

* * *

Acha bingung setengah mati waktu melihat Thalita bersenandung riang siang itu.
"Tha? Lo kokâ?¦ hepi?"
Thalita, yang sedang memasukkan baju-bajunya yang habis disetrika ke dalam lemari, menoleh dengan wajah bingung.
"Kenapa lo harus bingung lihat gue hepi?"
"Ngâ?¦ yah, karenaâ?¦ belakangan ini lo selalu bermuram durjaâ?¦"

Thalita nggak tahan untuk nggak ketawa. "Bermuram durja? Ya ampun Acha, lo habis baca novel-novel Harlequin? Pilihan bahasa lo aneh banget dehâ?¦"
Thalita memasukkan lagi baju-bajunya ke lemari, nggak memedulikan Acha yang sekarang sudah masuk ke kamarnya dan memandangnya penuh selidik.

"Apa?" tanya Thalita lagi, akhirnya merasa terganggu juga dilihatin kayak gitu.
"Lo lagi jatuh cinta, ya?"
"Hah? Nggakâ?¦ gue nggak lagi jatuh cinta. Apaan sih? Dan tadi nanya aneh-aneh mulu. Udah sana! Gue masih banyak kerjaan nih. Mau bersih-bersih kamar habis ini."

Ini juga aneh. Sejak diketahui putus dari Darren, dan (berasal keterangan dari Jennie yang dikorek Acha) itu karena Darren memilih kembali pada mantan pacarnya, Thalita selalu mengurung diri di kamar. Dia menjadikan kamar seperti "sarangnya", melarang Bik Nah masuk dan membersihkannya. Sudah bisa diduga sendiri kan seperti apa kondisi kamar itu? Berantakan, penuh sampah, bau apek. Tapi sekarang Thalita mau bersih-bersih? What a surprise!

"Tha, Tha, jelasin ke gueâ?¦ lo kenapa sih? Kenapa lo mendadak mau beresin kamar lo? Kenapa lo jadi nyanyi-nyanyi gini? Apa Darrenâ?¦ Darren balikan sama lo?"

Thalita diam sesaat, bikin Acha makin gemas kepengin tahu jawabannya. "Nggak, Darren nggak balikan sama gue."
"Terus kenapa loâ?¦? Aduh, sebelumnya sori ya, tapi lo jadi aneh kayak kemarin-kemarin kan gara-gara Darrenâ?¦ jadi kalau sekarang lo udah kembaliâ?¦"
"Cha, ini nggak ada hubungannya sama Darren. Yah, ada sihâ?¦ tapi ini lebih ke gue-nya."

"Maksud lo?"
"Yah, kelakuan childish gue yang kemarin itu kanâ?¦ karena gue masih nggak bisa terima Darren gitu aja ninggalin gue, tapi sekarang gue udah bisa terimaâ?¦"
"Kenapa tiba-tibaâ?¦?"

"Sorry, it"s a lil bit private," potong Thalita sambil nyengir.
"Ah, gaya lo!" Acha melempar salah satu boneka yang ada di atas ranjang Thalita pada pemiliknya, tapi Thalita dengan sukses mengelak. Boneka itu jatuh persis di atas tumpukan baju kotor Thalita di sudut kamar.

"Heheâ?¦ yang penting gue udah normal lagi, ya kan?"
"Iya sihâ?¦ tapi, Tha, gue cuma berharap setelah ini lo lebih selektif lagi milih cowok, ya? Bukannya apa-apa, tapi lo dulu pernah bilang kalau gue bisa percaya pada seseorang untuk nggak membuat lo sakit hati, orang itu adalah Darren. Tapi nyatanya? Dia malah bikin lo lebih down daripada Andra dulu. Gue cuma nggak bisa ngeliat lo down untuk ketiga kalinyaâ?¦"

Thalita bengong. Dia nggak menyangka adiknya yang usil dan bawel itu ternyata care banget sama dia.
"Cha?"
"Ya?" tanya Acha serius. Dia masih berharap Thalita mau cerita kenapa sekarang kakaknya itu sudah bisa menerima fakta bahwa Darren mencampakkannya.

Trending Now
10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

Online shop sudah menjadi pilihan alternatif bagi orang-orang yang malas ribet untuk berbelanja keluar rumah. Prosesnya juga dirasa cukup mu
1,849 views 0 shares
9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

Ketika menjalin hubungan, nggak cuma cinta aja yang dibutuhkan, tetapi juga komitmen dan rela berkorban demi pasangan. Ini semua dilakukan t
564 views 0 shares
15 Foto Keren Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

15 Foto 'Keren' Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

Nggak perlu jadi fotografer profesional untuk mengambil gambar yang unik, keren dan menarik. Kamu juga bisa jadi fotografer terbaik dunia de
252,149 views 21,882 shares
10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

Setelah tumbangnya BBM pada BlackBerry, WhatsApp mendominasi semua Smartphone untuk dijadikan aplikasi chatting. Ya, hampir semua pengguna s
27,571 views 0 shares
9 Meme Sindiran Semua Akan Strory Pada Akhirnya

9 Meme Sindiran 'Semua Akan Strory' Pada Akhirnya

Baru-baru ini Twitter mengeluarkan fitur baru dalam aplikasinya, yaitu fitur story yang bisa kita gunakan sama seperti yang ada di Instagram
1,247 views 0 shares
Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Orang-orang di dunia terkadang memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya. Kalau kembar dan lahir dari satu ibu atau dalam satu keluarga itu
58,838 views 2,553 shares
10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

Beruntunglah, karena kehidupan kita saat ini sudah terbantu oleh adanya teknologi. Terutama dengan adanya internet dan smartphone. Komunikas
5,932 views 0 shares
10 Kisah Konyol Salah Beli yang Bikin Ngakak

10 Kisah Konyol 'Salah Beli' yang Bikin Ngakak

Sebagai anak yang berbakti, sudah menjadi kewajiban kita untuk menolong orang tua. Entah itu Ayah, ibu atau kakak. Tapi yang namanya manusia
2,320 views 0 shares
10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

Belanja online saat ini sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi menarik dikarenakan proses belanja online
142,228 views 0 shares
10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

Teknologi membuat kehidupan kita jauh lebih mudah dari dulu. Terlebih lagi masalah komunikasi, dimana kita bisa menghubungi orang yang kita
1,266 views 0 shares