Thalita ^^33
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,227 views
Thalita ^^33

"Ngâ?¦ Tha?"
Untuk kedua kalinya hari ini, Thalita terlonjak dari sofa. "Ya?"
"Ini udah semua bahannya.

Lo bisa mulai nyusun."
"Oh. Iya iyaâ?¦"

Darren bergeser dari tempatnya duduk, memberi tempat pada Thalita di depan laptop. Thalita membaca bahan-bahan itu sebentar, tapi waktu dia membuka new document di MS Word, Darren memanggilnya lagi.

"Tha?"
"Ya?"
"Gue bener-bener minta maafâ?¦"

Jari-jari Thalita yang siap mengetik terhenti beberapa senti di atas keyboard, menggantung di udara. Dia tahu untuk apa Darren ingin minta maaf.
"Gue udah maafin lo kok."
"Bener?" Darren terdengar kaget, jadi Thalita menoleh menatapnya. Cowok itu benar-benar kaget, ternyata.
"Kalau belum, nggak mungkin dong gue ngizinin lo menginjakkan kaki di rumah gue. Kalau belum, mungkin gue bakal langsung menolak begitu Pak Lukas bilang ingin pembagian kelompok tugas seperti yang dulu."

Darren diam sesaat. "Ahâ?¦ iya. Makasih ya, Tha. Gue bener-bener merasa bersalah sama lo, tapiâ?¦ gue rasa ini lebih baik daripada kita tetep pacaran tapi gue selalu mikirin Cheryl, ya kan?"
"Yep. This is much much better."
Lalu mereka duduk dalam diam lagi, sementara Thalita mulai mengetik makalah tugas. Sampai akhirnya HP Darren berbunyi. Ada telepon masuk.

"Halo?" Darren menjawab panggilan masuk itu. "Hah? Dia nggak bilang ke mana, Tante? Aduhâ?¦ nggak, dia nggak bilang sama sayaâ?¦ Dia nggak lagi sama sayaâ?¦ Iya, Tante, saya cari dia sekarangâ?¦ Iya, nanti saya kabari begitu ketemuâ?¦ Makasih, Tante."
Darren memutus sambungan telepon, wajahnya gelisah.
"Ada apa?" tanya Thalita penasaran.
"Cherylâ?¦ Cheryl pergi dari rumahâ?¦"
"Pergi dari rumah???" Thalita melotot. "Minggat, maksudnya?"
"Ngâ?¦ bukan minggat. Dia nggak bawa baju atau apa, tapi dia pergi nggak bilang-bilang mau ke manaâ?¦ Dan HP-nya nggak aktifâ?¦"
Thalita mengernyit. "Mungkin dia ke rumah temennya? Atau keluar sebentar, ada keperluan?"

Darren menggeleng sedih. "Tha, dia nggak punya temen lagi. Semua temennya menjauh setelah dia masuk rehab. Di sekolah yang baru juga dia dijauhiâ?¦ Dan dia
seharusnya nggak boleh ke mana-mana tanpa ditemani. Kondisinya masih labil, dia rawan terjerat narkoba lagiâ?¦"
Thalita menelan ludah. Dia nggak menyangka kondisi Cheryl ternyata begitu buruk. Bahkan keluar rumah pun harus ditemani karena masih rawan terjerah narkoba lagi? Pantas Darren begitu ingin ada di dekat Cheryl. Melindunginya. Menjaganya.

"Sori, Tha, tapiâ?¦ gue cabut sekarang nggak papa ya? Nyokapnya Cheryl minta tolong gue cari dia. Nyokapnya nggak bisa keluar rumah sekarang, siapa tahu Cheryl pulang saat dia nggak adaâ?¦ Tugas kelompoknya, bisa kanâ?¦?"
"Iya, iya, nggak masalah. Lo pergi aja, nanti gue selesaikan tugasnya."
"Makasih yaâ?¦"

Lalu Thalita mengantar Darren sampai ke depan rumah, dan menyaksikan Darren memacu motornya dengan kecepatan tinggi, membuktikan betapa khawatirnya dia pada Cherylâ?¦

* * *

Darren memejamkan mata, dan menghela napas gelisah. Cheryl belum ketemu juga, dan HP-nya masih nggak aktif. Padahal Darren sudah mencarinya ke mana-mana, mulai dari lingkungan sekolahnya, kafe yang sering mereka datangi berdua, bahkan ke pub yang seingat Darren dulu jadi tempat dugem langganan Cheryl, tapi semuanya nihil. Pub itu bahkan masih tutup, karena jelas nggak ada orang yang dugem di siang hari.

Hampir tiga jam Darren mencari Cheryl ke sana kemari, tapi nggak ada sedikit pun tanda keberadaan cewek itu. Dia sudah dua kali menelepon ke rumah Cheryl, yang selalu dijawab dengan terburu-buru oleh Tante Alena yang cemas menunggu kabar, tapi ternyata Cheryl belum pulang juga.

Sampai akhirnya Darren memutuskan pulang dulu ke rumah, karena nggak tahu lagi harus mencari ke mana.
"Kamu ke mana, Cherâ?¦?" Darren mengusap wajahnya lagi, menenggelamkan diri di kursi teras. "Kenapa sih kamu menghilang kayak giniâ?¦"

Tiba-tiba HP Darren berbunyi nyaring. Caller ID-nya menunjukkan itu telepon dari rumah Cheryl. Darren mendesah. Pasti Tante Alena lagi, yang ingin menanyakan apakah Darren sudah berhasil menemukan Cheryl atau belum.
"Ya?"
"Darren? Cheryl sudah pulang!"

Punggung Darren langsung tegak. "Kapan, Tante? Dia bilang dari mana?"
"Baru saja. Dia bilang dari rumah temannya, kerja kelompokâ?¦ Ini, anaknya ada. Kamu mau bicara sama dia?"
"Iya, Tante, kalau bolehâ?¦"
Gagang telepon di seberang sana tampaknya berpindah tangan.
"Haloâ?¦"
"Halo, Cher? Kamu ke mana aja? Kamu baik-baik aja, kan?"
"Iya, Ren, aku baik-baik aja. Aku ke rumah temen, kerja kelompokâ?¦"
"Aduh, aku cemas banget mikirin kamuâ?¦" Darren menghela napas dalam-dalam lagi, tapi kali ini karena lega. Kalau menuruti kata hatinya, dia kepengin ngomel sama Cheryl, tapi dia nggak mau Cheryl jadi makin suntuk. Yang penting sekarang dia udah pulang. "Terus, HP kamu kok nggak bisa dihubungi?"
"Iyaâ?¦ ngâ?¦ low battâ?¦"

Alasan yang sama seperti waktu pertama kali Cheryl menghilang. Standar. Klise.
"Lain kali jangan lupa nge-charge baterainya ya? Aku susah banget kalau kamu nggak bisa dihubungi. Kamu juga nggak bilang ke mama kamu waktu mau pergi tadiâ?¦" Walaupun nggak puas dengan alasan Cheryl, Darren nggak mau jadi cerewet dengan mengomeli Cheryl.

"Aku udah bilang kok ke Mama waktu mau berangkat, tapi Mama aja yang nggak dengerâ?¦"
Terdengar sedikit ribut-ribut, sepertinya Cheryl dan mamanya berdebat.
"Halo? Cheryl? Kamu masih di sana."
"Mmmâ?¦ iya."
"Ya udah. Sekarang kamu istirahat aja ya. Kau pasti capek."
"Oke."
"Bye, hunâ?¦"

Cheryl menutup telepon tanpa membalas ucapan Darren. Tapi Darren maklum, pasti Cheryl masih suntuk karena habis berdebat dengan mamanya tadi. Dia juga pasti capek.
Nggak papa lah, yang penting Cheryl sudah pulang, dan dia baik-baik aja.

Tapi Darren masih merasa ada yang ganjil. Kenapa sih Cheryl sekarang suka menghilang dan nggak bisa dihubungi begini? Bukannya Darren nggak percaya sama semua alasan yang diajukan Cheryl, tapi feeling-nya merasakan ada yang nggak beres.

"Hoi! Kenapa lo?"
Darren menoleh. Tatyana sedang memandanginya dengan wajah bingung.
"Kenapa apanya?"
"Lo tuh jalan mondar-mandir terus dari tadi, nggak nyadar ya?"
Kali ini ganti Darren yang bingung. Masa sih dia tanpa sadar udah jalan mondar-mandir sambil memikirkan Cheryl tadi?
"Lo ada masalah?" Tatyana berjalan mendekat dan menepuk bahu Darren pelan.

Darren menimbang-nimbang dalam hati, apa sebaiknya dia cerita ke Tatyana ya soal kelakuan aneh Cheryl belakangan ini? Mungkin Tatyana punya saran, atau bisa memberi Darren jalan keluar. Siapa tau Cheryl sedang menghadapi masalah yang hanya dimengerti cewek. Nah, Tatyana kan cewek, pasti dia lebih ngerti daripada Darren.

"Nggâ?¦ gini, Litâ?¦"
"Ya?" alis Tatyana terangkat, kentara banget penasaran.
Darren nyaris membuka mulut, waktu dia ingat bagaimana bencinya Tatyana pada Cheryl. Bagaimana Tatyana selalu mengambil setiap kesempatan yang ada untuk membuktikan pada Darren betapa bejatnya Cheryl itu. Gimana nggak pantasnya Darren untuk kembali pada Cheryl.

Dan kata-kata Darren tertelan lagi.
"Itu, gue lagi pengin makan es krim, tapi lagi nggak punya duit. Lo beliin dong di supermarket depan," katanya asal. Cuma itu tadi yang sempat melintas di otaknya.

"Hah? Lo mondar-mandir dari tadi itu cuma karena kepengin makan es krim tapi nggak punya duit??? Ya ampun, Darren, please deh! Nggak make sense banget gitu lho!"
Tatyana lalu menghilang lagi ke dalam rumah sambil geleng-geleng kepala. Darren cuma bisa menatap punggung adiknya itu.
Sori, Lit, gue belum bisa cerita ke lo, katanya dalam hati. Gue nggak bisa denger lo jelek-jelekin Cheryl lagi.

***

"Cher?"
Cheryl tersentak dari lamunannya. "Ya?"
"Kamu ngelamun, ya?" tanya Darren, antara geli dan bingung.
"Mmmâ?¦ iya, soriâ?¦ tadi akuâ?¦" Cheryl terdiam sesaat. "Aku kepikiran ulangan kimia di sekolahâ?¦"

"Oya? Kenapa? Susah ngerjainnya?"
"Ngâ?¦ nggak juga sihâ?¦ Eh, tadi kamu bilang apa emangnya?"
"Oh. Aku nanya, gimana hasil kerja kelompokmu kemarin? Ada tugas apa emangnya?"
"Oh ituâ?¦ ituâ?¦ tugas mading! Iya, iya, tugas mading! Pelajaran bahasa Indonesia!"

Darren mengalihkan perhatian sesaat dari jalanan macet di depannya pada Cheryl, dan ternyata cewek itu sudah melamun lagi. Ditambah, Darren baru memerhatikan, wajah Cheryl pucat pasiâ?¦ bibirnya pecah-pecah. Matanya juga merah, dan berulang kali dia meringis seolah menahan nyeri. Hari ini dia juga pakai jaket, nggak biasanyaâ?¦

"Cher? Kamu sakit, ya?"
"Eh? Nggak, aku nggak papa."
"Kamu pucat banget lhoâ?¦ terus, kamu kayak nahan sakit gitu."
"Masa sih? Mungkin aku kurang zat besi aja. Akuâ?¦ aku lagi datang bulan, soalnyaâ?¦ Terus perutku, kram."

Demi mendengar kata-kata "datang bulan", Darren nggak berkomentar lagi. Yang pernah dia dengar dari Tatyana adalah, kalau cewek lagi datang bulan, sebaiknya dia nggak digerecokin, karena salah-salah, cewek itu bisa jadi segalak macan!

* * *

Darren dan Thalita baru saja selesai mempresentasikan tugas agama mereka, dan dapat aplaus yang cukup meriah. Waktu Thalita duduk kembali di bangkunya, Nita menyikutnya keras-keras.
"Auw!" Thalita memelototi Nita. "Ada apa sih? Sakit, tau!"
"Kok lo udah baikan gitu sih sama darren? Tadi akrab banget pas presentasi!" Nita merepet. "Apa jangan-janganâ?¦ kalian udah balikan, ya?"

"Sembarangan!" Thalita mendesis. "Gue cuma nggak kepengin marah terus-terusan aja, Nitâ?¦ Kalaupun gue sama dia udah nggak pacaran lagi, dan dia pernah nyakitin gue, bukan berarti kami harus diem-dieman terus, kan?" Thalita memang belum cerita ke temen-temen sekolahnya bahwa dia udah maafin Darren, lagi males aja cerita. Yang tahu cuma Jennie.

Nita tercenung. "Ohâ?¦ gitu ya? Tapi bener kan, ini bukan karena kalian balikan lagi?"
"Ya ampuuuun, udah dibilangin nggak. Kenapa sih? Kok kekeuh banget nanyanya?"
"Ya soalnya kalau balikan lagi kan gue kepengin majakin Sushi Teiâ?¦"
Thalita langsung menoyor kepala Nita. Dasar, sama aja kayak Acha. Kalau udah urusan perut, baru dia mau repot!

* * *

Trending Now
10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

Online shop sudah menjadi pilihan alternatif bagi orang-orang yang malas ribet untuk berbelanja keluar rumah. Prosesnya juga dirasa cukup mu
1,839 views 0 shares
9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

Ketika menjalin hubungan, nggak cuma cinta aja yang dibutuhkan, tetapi juga komitmen dan rela berkorban demi pasangan. Ini semua dilakukan t
552 views 0 shares
15 Foto Keren Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

15 Foto 'Keren' Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

Nggak perlu jadi fotografer profesional untuk mengambil gambar yang unik, keren dan menarik. Kamu juga bisa jadi fotografer terbaik dunia de
252,139 views 21,882 shares
10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

Setelah tumbangnya BBM pada BlackBerry, WhatsApp mendominasi semua Smartphone untuk dijadikan aplikasi chatting. Ya, hampir semua pengguna s
27,567 views 0 shares
9 Meme Sindiran Semua Akan Strory Pada Akhirnya

9 Meme Sindiran 'Semua Akan Strory' Pada Akhirnya

Baru-baru ini Twitter mengeluarkan fitur baru dalam aplikasinya, yaitu fitur story yang bisa kita gunakan sama seperti yang ada di Instagram
1,245 views 0 shares
Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Orang-orang di dunia terkadang memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya. Kalau kembar dan lahir dari satu ibu atau dalam satu keluarga itu
58,834 views 2,553 shares
10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

Beruntunglah, karena kehidupan kita saat ini sudah terbantu oleh adanya teknologi. Terutama dengan adanya internet dan smartphone. Komunikas
5,920 views 0 shares
10 Kisah Konyol Salah Beli yang Bikin Ngakak

10 Kisah Konyol 'Salah Beli' yang Bikin Ngakak

Sebagai anak yang berbakti, sudah menjadi kewajiban kita untuk menolong orang tua. Entah itu Ayah, ibu atau kakak. Tapi yang namanya manusia
2,315 views 0 shares
10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

Belanja online saat ini sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi menarik dikarenakan proses belanja online
142,220 views 0 shares
10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

Teknologi membuat kehidupan kita jauh lebih mudah dari dulu. Terlebih lagi masalah komunikasi, dimana kita bisa menghubungi orang yang kita
1,257 views 0 shares