Thalita ^^34
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,501 views
Thalita ^^34

* * *
"Cher, ke dokter, ya?" Darren meraba kening Cheryl. Nggak panas, tapi cewek itu terlihat menggigil dan menahan sakit terus sedari tadi.


"Nggak, nggak usahâ?¦"
"Tapi kamu udah menggigil gini. Kayak nahan sakit. Kamu mau demam nihâ?¦"

Sudah satu minggu lebih sejak Darren memergoki Cheryl pucat dan Cheryl mengaku itu karena dia sedang datang bulan, tapi sekarang Cheryl menunjukkan gejala yang sama. Nggak mungkin dong Cheryl masih datang bulan? Biarpun Darren cowok, dia tahu cewek datang bulan nggak selama itu.

"Ke dokter yuk? Aku anterinâ?¦" Cheryl pasti beneran sakit, batin Darren.
"Nggak usahâ?¦ ini karena aku kecapekan belajar aja. Sering begadang kalau mau ulanganâ?¦"

Darren menghela napas. Dia sedih tapi juga bangga melihat gimana kerasnya Cheryl berusaha memperbaiki nilai-nilainya. Sayang, keinginan Darren pindah ke sekolah Cheryl, untuk membantu cewek itu belajar, gagal karena ditentang papanya. Ribet dan mahal, katanya. Nanti harus membayar uang gedung lagi lah, ini lah, itu lah.

Papa Darren memang orangnya nggak suka ribet, dan dia ogah banget membayangkan harus beribet ria mengurus tetek-bengek pindah sekolah hanya karena anak laki-lakinya kepingin satu sekolah dengan pacarnya. Kalau Cheryl memang kesulitan belajar, kata papa Darren, dia boleh datang ke rumah mereka kapan pun dia mau, supaya Darren bisa membantunya.

Yeah, asal Tatyana lagi nggak ada di rumah aja, batin Darren. Kalau dia ada, boro-boro deh belajar, Cheryl pasti udah ditendang sebelum kakinya menginjak ubin teras mereka!

"Ren, Ren, puter balik, Ren!" Cheryl tiba-tiba berseru, membuat Darren kaget setengah mati. Mobil yang disetirnya jadi oleng sesaat.
"Aduh, Cher, kamu ngagetin aja! Ada apa sih?" Darren setengah mengomel setelah berhasil mengendalikan kemudinya.
"Puter balik, Ren, cepeeettâ?¦," Cheryl setengah merengek, membuat kening Darren berkerut.

"Ada apa sih? Ada barang kamu yang ketinggalan di sekolah?"
"Nggakâ?¦ ituâ?¦ ada raziaâ?¦ Udah, cepetan puter balikâ?¦."
Darren memandang lagi ke depan, dan benar saja, di depan mereka sedang ada razia. Semua kendaraan yang lewat di jalan itu dihentikan dan minta menepi.
"Ohâ?¦ razia biasa. Tenang, aku bawa SIM sama STNK kokâ?¦"
"Bukannya gitu, tapiâ?¦" Nggak tahu kenapa, Cheryl jadi blingsatan luar biasa, seolah yang ada di depan mereka sekarang bukan razia polisi, tapi rumah penjagalan. "Plis, Ren, puter balikâ?¦"

Tapi Darren nggak sempat menuruti permintaan Cheryl, atau bertanya lagi kenapa Cheryl segitu ngototnya, karena mobilnya keburu dihentikan seorang petugas polisi yang sedang melakukan razia.
"Selamat siang, Mbak, Mas," sapa petugas itu ketika Darren menurunkan jendela di sisi Cheryl dengan power window.
"Selamat siang, Pak."
"Maaf, mengganggu sebentar. Kami sedang mengadakan razia di daerah ini."

"Oh, nggak apa-apa, Pak. Iniâ?¦ SIM dan STNK sayaâ?¦" Darren mengeluarkan SIM dan STNK dari dompet, dan menyerahkannya pada polisi itu.
"Baik, terima kasih." Polisi itu mengembalikan kedua kartu yang dipegangnya pada Darren setelah selesai mengecek. "Tapi kami bukan hanya memeriksa kelengkapan surat pengendara. Kami juga sedang mengadakan razia NAZA. Boleh kami izin untuk memeriksa mobil Mas?"

Darren mengangguk. Razia NAZA, Narkotik dan Zat Adiktif, belakangan memang sedang marak, tapi baru kali ini Darren terjaring. Walaupun begitu, dia sama sekali nggak takut. Dia kan bersih.

"Bisa minta tolong turun sebentar dari mobil, Mas, Mbak?"
Darren mengangguk, dan mengajak Cheryl turun dari mobil. Aneh, Cheryl kelihatan takut, dan gelisahâ?¦

Dua petugas polisi mengecek mobil Darren. Mereka mengintip ke bawah jok, memeriksa laci-laci yang ada pada dasbor, menyenteri celah-celah tersembunyi di dalam mobil, pokoknya nggak ada yang terlewatkan.

"Maaf, boleh sekarang kami memeriksa tas Mbak dan Mas?"
Darren mengangguk, dan salah satu petugas mengambil tas Darren yang ada di jok belakang mobil, lalu menggeledahnya. Setelah selesai, petugas itu memasukkan kembali buku-buku pelajaran Darren dengan rapi. Rupanya dia sangat profesional dalam melakukan razia, teliti tapi tetap membuat orang lain merasa nyaman.

"Maaf, Mbak, boleh kami periksa tasnya?" petugas polisi yang pertama tadi mengulurkan tangannya, meminta tas Cheryl. Cheryl diam kaku, seolah nggak mengerti apa yang dibicarakan petugas itu.
"Mbak, boleh kami periksa tasnya?" ulang petugas polisi itu. Cheryl mengerling ke Darren, dan Darren semakin bingung. Kok Cheryl bertingkah aneh begini? Apa dia membawa barang pribadi yang akan membuatnya malu jika diketahui orang lain? Pembalut, mungkin? Tapi itu kan biasa saja. Sangat normal kalau ada siswi SMA membawa-bawa pembalut dalam tasnya.

Benar-benar aneh. Jiwa Cheryl seperti nggak berada di situ, kayak melayang-layang entah di mana. Tapi dia diam saja waktu akhirnya petugas polisi yang berinisiatif mengambil tasnya.
Rasanya baru sepersekian detik berlalu, waktu Darren mendengar seruan menggelegar.

"ANGKAT TANGAN! MERAPAT KE MOBIL!"

Darren dan Cheryl didesak sampai menempel ke sisi kiri mobil Darren, tangan mereka terangkat ke atas.
"Lho? Lho? Ada apa ini, Pak?" tanya Darren bingung.
"Saudara kami tangkap karena kedapatan membawa narkotika!" Polisi yang tadi mengambil tas Cheryl berseru lantang. Tangan kanannya mengacungkan bungkusan plastik transparan. Di dalamnya, Darren dapat melihat dengan jelas, bubuk-bubuk putih yang memancarkan kilau memuakkan.

Sabu.

Seperti ada tornado yang menghantamnya, Darren menoleh secepat kilat pada Cheryl, tapi cewek itu sekarang menunduk dalam diam, sama sekali nggak berani menatapnya.

"Cherâ?¦," desis Darren nggak percaya. "Kamu bilang, kamu udah bersihâ?¦"

Seperti ada yang meninju-ninju perut Darren, rasa sakitnya menyebar ke seluruh tubuh. Nggak pernah Darren merasa dikecewakan dan sakit hati seperti ini seumur hidupnya. Mungkin dulu, waktu mamanya pergi meninggalkan dia, Tatyana, dan Papa, demi selingkuhannya.

Mungkin waktu Cheryl pertama menolaknya dulu, karena Darren nggak cukup "jantan" untuk mencicipi narkoba. Tapi entah kenapa sekarang sakitnya terasa lebih hebat dari itu semua. Ia memercayai Cheryl, membelanya jika ada yang mengolok-olok, meninggalkan Thalita karena Cheryl kembaliâ?¦

Darren sudah memberi Cheryl kesempatan kedua, tapi Cheryl menyia-nyiakannya begitu saja.

* * *

Darren menyandarkan punggungnya di kursi ruang tunggu Polda Metro Jaya. Ia dan Cheryl baru saja menjalani tes urine tadi, untuk mendeteksi kandungan narkotika dalam diri mereka. Darren bersih, tentu saja. Tapi tes urine Cheryl menunjukkan dia positif pemakai.

Seisi dunia serasa runtuh di atas kepala Darren, menghujaninya. Dia percaya pada Cheryl, hanya karena Cheryl tiba-tiba datang dan bilang ia sudah "bersih". Dia percaya pada Cheryl, meskipun Cheryl begitu saja muncul setelah menyakitinya dulu. Dia mau menerima Cheryl lagi, melindunginya, menjaganya, menemaninya saat tak ada lagi yang mau menjadi temannya, tapi ternyata Cheryl belum berubahâ?¦

Darren masih nggak bisa percaya pada pengakuan Cheryl yang didengarnya di dalam tadi.

* * *

"Kamu udah bohongin aku, Cher," desis Darren, perasaannya campur aduk antara marah, kecewa, sedih, dan bingung.
"Sori, Ren. Aku nggak bermaksud nyakitin kamu, hanya sajaâ?¦ aku nggak bisa mengendalikan tubuhku. Aku kesakitan kalau nggak nyabu, tubuhku nagih. Kamu nggak tahu gimana sakitnya. Kalau aku boleh mati setiap kali aku sakaw, tentu aku akan lebih memilih mati.

Rehab yang pernah kuikuti memang membantu memulihkan untuk sementara, tapi belakangan ini tubuhku menagih sangat hebatâ?¦"
"Jadi selama iniâ?¦ wajah pucatmu, ekspresimu yang sering menahan sakit ituâ?¦"
"Ya. Aku lagi sakaw waktu itu. Tapi aku berusaha menutupinya dari kamu. Aku nggak mau kamu tahu, dan akhirnyaâ?¦ akhirnya kamu ninggalin aku. Aku nggak punya siapa-siapa lagi selain kamu, Ren. Akan jadi apa aku ini kalau kamu pergi?"

Darren menelah ludah. Kalau dalam kondisi normal dia mendengar kata-kata itu, pasti dia sudah menenangkan Cheryl. Tapi sekarang ia justru merasa muak.
Darren bukan tipe bajingan yang akan menjauhi seorang cewek kalau ternyata cewek itu punya rahasia yang memalukan. Masalahnya sekarang adalah, Cheryl sudah membohonginya. Dan dia nggak tahu apa dia masih bisa memaafkan Cheryl lagi setelah ini.

"Terusâ?¦ kalau kamu sering menghilang belakangan ini, itu ada hubungannyaâ?¦?"
"Ya. Ada." Cheryl menghela napas dalam-dalam. "Aku kerja pada bandarku. Jadi kurir. Mengantarkan barang pesanan orang."

Barang, pikir Darren. Sabu. Saat-saat Cheryl pergi dari rumah tanpa kabar dan HP-nya nggak aktif, dia mengantarkan sabu pada junkies lainnya. Mendistribusikan narkoba. Menyebarkan racun pada manusia-manusia lainnya.

"Kenapaâ?¦?"
"Bukannya udah cukup jelas?" tanya Cheryl pahit. "Aku nggak bisa lepas dari sabu, biarpun aku sudah direhab. Tubuhku terus menagih, dan aku bisa apa selain memenuhinya? Tapi sabu bukan barang murah yang gampang didapat. Harganya selangit, sementara aku nggak punya uang. Nggak mungkin mengandalkan uang saku dari ortukuâ?¦" Cheryl tertawa miris.

"Imbalanku dari mengantar barang bukan uang, tapi barang jugaâ?¦"
Ini benar-benar seperti mimpi buruk yang paling buruk dalam hidup Darren. Kenapa dia selama ini nggak menyadari semua itu? Nggak bisa mereka-reka semua itu? Dia sudah merasakan ada sesuatu yang ganjil, tapi bagian dalam dirinya selalu bilang itu perasaannya saja.

Darren terlalu takut menghadapi kemungkinan bahwa Cheryl nggak semanis yang dijanjikannya ketika kembali dulu. Darren ingin semuanya baik-baik saja, dan mendorong otaknya agar menciptakan sugesti serupa, padahal kenyataannya nggak begitu.
Dan kini Cheryl akan menghadapi hari-hari yang sangat panjang di balik jeruji penjara.

* * *

Trending Now
8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

8 Foto Tren Cowok Pelihara Kucing, Terlihat Ganteng, Macho & Penyayang

Jika diperhatikan belakangan ini baik di media TV atau Internet terutama instagram banyak cowok yang berfoto selfie dengan Kucingnya, di Lua
49,906 views 2,456 shares
Foto-Foto Keren yang Sengaja Diambil Pada Waktu yang Tepat Ini Akan Membuatmu Terkesima

Foto-Foto Keren yang Sengaja Diambil Pada Waktu yang Tepat Ini Akan Membuatmu Terkesima

Kamu bisa mengabadikan moment apapun dengan kamera. Tapi tidak semua yang kamu dapat akan terlihat unik dan menakjubkan. Nah, beberapa foto
309,396 views 10,225 shares
Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Pulsker yang suka banget sama kartun karya Disney mana nih suaranya? Kartun dari Disney emang ga ada matinya ya Pulsker, meskipun udah kuli
294,002 views 23,460 shares
Ternyata 10 Benda Ini Punya Fungsi Lain, Nggak Nyangka!

Ternyata 10 Benda Ini Punya Fungsi Lain, Nggak Nyangka!

Teknologi semakin canggih, itu juga membuktikan jika kemampuan seseorang mulai berkembang untuk menciptakan sesuatu. Apalagi buat mereka yan
295,978 views 16,682 shares
13 Brand / Merek Ini Ternyata Asli Indonesia, Bukan Luar Negeri

13 Brand / Merek Ini Ternyata Asli Indonesia, Bukan Luar Negeri

Tahukah Anda bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan Indonesia. Memang nama yang dimiliki perusahaan ini sangat mencerminkan Negara Amerik
298,454 views 6,225 shares
WASPADA TANGGAL TUA ! 16 Meme Ini Bisa Menghibur Kamu yang Lagi Bokek Di Tanggal Tua

WASPADA TANGGAL TUA ! 16 Meme Ini Bisa Menghibur Kamu yang Lagi Bokek Di Tanggal Tua

memasuki akhir bulan gini biasanya dompet udah pada nipis disertai wajah merengut dan mood uring-uringan. Eitz, jangan panik dulu. Dengan 1
298,757 views 5,854 shares
Sempitnya Rumah Sewa di Hongkong Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

Sempitnya Rumah Sewa di Hongkong Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

Buat sebagian orang, bekerja merantau ke luar kota adalah satu hal yang menjanjikan. Karena penghasilan di kota dianggap lebih besar dibandi
310,972 views 28,054 shares
Foto-Foto Perubahan Drastis Wajah Artis Indonesia, Bikin Kaget!

Foto-Foto Perubahan Drastis Wajah Artis Indonesia, Bikin Kaget!

Kita sering mendengar penampilan artis yang mengalami perubahan. Bukan tanpa usaha para artis bisa berubah makin cantik dan bikin pangling.
296,853 views 11,969 shares
Kocak! 10 Komentar Typo di Online Shop Ini Bikin Gagal Paham

Kocak! 10 Komentar Typo di Online Shop Ini Bikin Gagal Paham

Cara untuk menghemat waktu dan tenaga, beberapa orang memilih untuk berbelanja online. Di samping karena banyak pilihan, online shop juga ba
4,549 views 0 shares
Ekspektasi vs Realita Bentuk Cake Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Parah!

Ekspektasi vs Realita Bentuk Cake Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Parah!

Sudah menjadi tradisi di hampir seluruh keluarga di dunia jika ada satu perayaan pasti ada kue atau cake tart berbentuk. Apalagi saat anak
295,300 views 13,244 shares