Thalita ^^35
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,584 views
Thalita ^^35

"Ren! Darren!"

Darren merasa ada yang mengguncang-guncang bahunya, dan ia menoleh. Tatyana menatapnya dengan mata sembap.

Di belakangnya ada Papa, Sugeng, danâ?¦ Thalita.
"Litâ?¦," Darren memanggil Tatyana.

"Lo nggak papa? Ya Tuhan, gue cemas banget! Gue nyaris pingsan berdiri waktu ada polisi yang menelepon ke rumah dan bilang lo ditahan karena kedapatan membawa narkoba!"
"Bukan gue yang bawa narkoba, Litâ?¦"
"Jadi? Mereka salah tangkap?" Darren menggeleng. "Maksud loâ?¦ Astagaâ?¦ yang bawa narkoba ituâ?¦ Cheryl?"
"Ya."

Darren menunggu Tatyana mengeluarkan sejuta makian dari bibirnya untuk Cheryl, tapi ternyata adiknya itu nggak berkomentar lagi. Dia hanya menatap Papa, Sugeng, dan Thalita bergantian, dengan mulut yang masih menganga lebar.

"Sekarang gue baru sadar, dia sudah bohongin gue selama ini. Dia menyia-nyiakan kesempatan yang gue kasih gitu aja. Dia nggak mau berusaha, nggak mau berjuang, seperti yang udah gue lakukan demi diaâ?¦"

Dan tanpa bisa dicegahnya, Darren menangis. Ia marah, kecewa, malu, putus asa, dan sedih pada saat yang sama. Kenapa dia bisa begitu bodoh? Kenapa dia mau saja menerima Cheryl tanpa mempertimbangkannya masak-masak lebih dulu? Kenapa dia bisa begitu saja tertipu mulut manis dan janji-janji Cheryl?

"Gue bego bangetâ?¦ tololâ?¦ bodohâ?¦" Darren menghujani kepalanya sendiri dengan tinju.
"Ren, udah, Renâ?¦" Tatyana berusaha menahan tangan Darren agar cowok itu berhenti menyakiti dirinya sendiri, tapi gagal. Tenaganya kalah jauh dari Darren.

"Seharusnya gue dengerin semua kata-kata lo, Litâ?¦ Seharusnya gue percaya semua yang lo bilang duluâ?¦" Darren makin keras memukuli dirinya, seolah dengan begitu dia bisa menebus kebodohan yang telah dilakukannya.

"Pa, Sugengâ?¦ tolong dongâ?¦," Tatyana masih berusaha memegangi tangan Darren. Dia sendiri sekarang berlinang air mata. Dia nggak menyangka kondisi Darren akan sehancur ini.

Tapi Thalita sudah bertindak sebelum papa Tatyana atau Sugeng maju dan ikut memegangi lengan Darren. Dia mencengkeram lengan Darren kuat-kuat, membuat Tatyana ternganga di sela tangisnya.

"Ren, cukup," desis Thalita tajam.
Entah Darren kaget setengah mati lalu kehilangan tenaganya, atau cengkeram Thalita yang memang sangat kuat, Darren berhenti memukuli kepalanya sendiri.
"Gue dulu juga kacau waktu Andra meninggal. Gue merasa nggak berguna, nggak bisa menolong dia. Tapi waktu itu lo ada buat gue, dan lo yang bantu gue melewati masa-masa sulit itu, memulihkan lagi kepercayaan diri gue. Di mana Darren yang gue kenal waktu itu?"

"Tha, gueâ?¦"
"Ingat nggak, lo udah ninggalin gue demi cewek bernama Cheryl ini? Lo kenal Cheryl, lo tahu persis seperti apa dia, tapi lo tetap berani mengambil risiko. Sekarang, gue pengin lihat lo berani juga menghadapi risiko ini. This was your choice, Darren!"

Tatyana makin bengong. Dia nggak menyangka Thalita bakal sevokal ini. Tadi kebetulan Thalita sedang ada di rumah Tatyana untuk mengembalikan catatan agama, ketika ada telepon dari Polda. Mendengar Darren terjerat razia narkoba dan sekarang ada di kantor polisi, Thalita memaksa ikut. Tatyana sama sekali nggak mengira, cewek inilah yang berhasil mengontrol keadaan.

"Tapi gue harus gimanaâ?¦?" Darren bertanya dengan suara lemah.
"Harus gimana???" Thalita mendelik marah. "Lo harus terima kenyataan! Dan menghadapinya sebagai seorang cowok, bukan duduk dan nangis bombai di sini, menyesali pilihan yang lo ambil. Itu nggak akan mengubah apa-apa, tau!"

Sekarang semuanya terdiam, seolah Thalita adalah sekjen PBB yang sedang berpidato, dan seisi ruangan hening demi mendengar pidatonya.
"Gue akan bantu lo melalui semua ini," kata Thalita. "Asal lo janji, lo juga akan berusaha."

* * *

Begitu Tatyana, Darren, dan papa mereka menghilang ke dalam rumah, Thalita langsung terbirit-birit masuk ke mobilnya. Di dalam sana, ia memaki-maki dirinya sendiri.
"Ya ampuuuuuunnn, ngomong apa gue di kantor polisi tadi??? Kenapa gue jadi marah-marahin Darren? Apa gue udah gila??? Orang lagi emosi gitu gue marah-marahin! Untung dia nggak gebukin gue! Aduh, Tuhan, kok aku jadi gila begini???" Thalita menjambaki rambutnya sendiri, lalu ia menyalakan mesin mobil.

"Bilang semua ini risiko yang Darren pilih sendiri, dan dia harus berani menghadapinya, dan gue bakal bantu diaâ?¦ what was I talking about?! Bisa-bisanya gue nyerocos tanpa pikir panjang duluâ?¦ Stupid stupid stupid!!! Mampus, habis ini gue nggak akan pernah berani muncul di depan Darren lagi, malu bangeeeettt!"

Lalu Thalita menjalankan mobilnya, berusaha menjauh dari rumah Darren secepatnya. Mungkin itu bisa membantu melupakan kata-kata tolol dan asal bunyi yang diucapkannya sewaktu di kantor polisi tadi.

* * *

"Tha, Tha, beneran Cheryl ditahan di kantor polisi???" Gio langsung menghambur ke arah Thalita, padahal Thalita baru saja keluar dari mobil. "Gimana ceritanya? Darren gimana? Dia nggak masuk hari ini?" serbu Gio.
"Yo, udahlahâ?¦ Gue nggak pengin ngomongin ituâ?¦"

Thalita mengambil tasnya dari jok belakang mobil, lalu, tanpa memedulikan Gio lagi, berjalan menuju kelas. Dia bisa merasakan tatapan-tatapan yang menghunjam padanya.
Mereka, orang-orang itu, batin Thalita, nggak bisa merasakan gimana sakit hatinya Darren. Orang yang dia pilih, yang dia bela mati-matian, justru membohonginya. Membodohinyaâ?¦

Entah bagaimana, berita tertangkapnya Cheryl bisa menyebar di sekolah. Thalita sendiri bingung. Iya kalau Cheryl selebriti, mungkin warga sekolah ini tahu dari siaran infotainment. Nah ini, mereka tahu dari mana, coba?

Tapi sekali lagi Thalita memutuskan untuk mengabaikannya. Nggak ada gunanya juga dia susah-susah mencari tahu siapa informan berita itu, walau kali ini Thalita menyesali fakta bahwa Darren termasuk cowok populer di sekolah. Tentu saja banyak die-hard fans-nya yang dengan sukarela mengorek info tentang dia, bahkan dalam momen seburuk ini sekalipun.

* * *

Thalita nyaris nggak bisa memercayai matanya saat melihat kondisi Darren sore itu.
"Dia nggak mau makan dari pagi, Thaâ?¦," bisik Tatyana pahit. "Seharian dia ngurung diri terus di kamar."

Thalita menghela napas. Dia nggak pernah membayangkan dampak ditangkapnya Cheryl akan jadi sedahsyat ini. Yang ada di hadapan Thalita sekarang adalah Darren yang pucat, lemas, dan terbaring hampa di atas ranjang, seperti orang yang kehilangan harapan. Padahal Thalita kira, bentakan-bentakannya kemarin itu bakal sedikit menyadarkan Darren.

Darren dan Tatyana hari ini nggak masuk sekolah. Thalita berasumsi, itu karena mereka nggak mau diberondong pertanyaan oleh teman-teman sekolah jika mereka muncul. Lama-lama, Thalita jadi merasa ini tabiat Darren dan Tatyana, nggak masuk sekolah ketika ada masalah.

Dulu, ketika Cheryl muncul, mereka nggak masuk sekolah beberapa hari. Sekarang ketika Cheryl ditangkap, mereka juga nggak masuk sekolah. Darren jelas masih terlalu shock untuk sekolah lagi, dan Tatyana"sebagai orang terdekat Darren"tentu saja ogah masuk sekolah sendirian dan berpotensi untuk dicecar oleh para bigos sotoy atau para fans Darren yang ingin mencari info tentang idolanya.

"Keadaan di sekolah gimana, Tha?"

Thalita mengusap wajahnya. "Yahâ?¦ begitulah. Gio sudah menerjang gue dengan pertanyaan begitu gue keluar dari mobil tadi pagi."
"Ck, Gio," Tatyana berdecak. "Gue rasa di masa depan dia mungkin banget jadi wartawan infotainment, nafsu mencari beritanya gede banget!"

Kedua cewek itu tertawa kecil, tapi Darren yang masih nggak bereaksi membuat mereka sadar, ini bukan saat yang tepat untuk bercanda.

"Ren?" panggil Thalita lembut. "Lo makan dulu, ya? Gue temenin?"
"Gue nggak laper, Thaâ?¦ Gue nggak mau makanâ?¦"
"Ayolahâ?¦ Lo bukan anak kecil yang harus dipaksa-paksa lagi, kan? Lo nggak makan pun nggak akan mengeluarkan Cheryl dari penjaraâ?¦"

"Gue nggak kepengin mengeluarkan dia dari penjara! Gue cuma kepengin memutar balik waktu, supaya gue nggak perlu melakukan kebodohan dengan percaya sama semua kata-katanya lagi! Dasar penipu!" seru Darren emosi.

Tatyana memandang Thalita dengan kekhawatiran yang tersirat jelas. Seolah dia mengatakan, begini-inilah-Darren-sekarang, dan-gue-nggak-bisa-melakukan-apa-apa-dan-karena-itu-lo-harus-bantuin-gue.
"Tapi kalau lo nggak ngalamin kejadian kayak gini, lo bakal tetap mencintai Cheryl dalam hati, kan? Lo bakal tetap mungkin meninggalkan gue sewaktu-waktu jika Cheryl kembali, kan?"

Thalita bisa melihat rahang Darren mengeras. Cowok itu menatap Thalita tajam.
"Jadi menurut lo, ada baiknya gue mengalami semua ini?"
"Ya," jawab Thalita pasti. "Sama seperti ada baiknya bagi gue Andra meninggal, karena gue akhirnya paham dia nggak cukup menyayangi gue untuk bersedia masuk rehab. Ada baiknya Andra meninggal, karena dengan begitu gue jadi tahu ada cowok yang jauh lebih baik segalanya daripada Andra, yang selama ini gue abaikan."

Thalita menelan ludah, nyaris nggak percaya semua kalimat barusan terlontar dari mulutnya. Kenapa dia jadi agak-agak flirting begini? Jadi pintar bicara dan menyusun kata? Sebelumnya kan dia nggak pernah menang lomba pidato!
"Tapi lo selalu kepengin Andra kembali, kan?" desak Darren. "Walaupun lo menyadari ada kemungkinan dia membohongi lo?"
Sabar, sabarâ?¦, Thalita menenangkan dirinya sendiri dalam hati. Darren sekarang ini sangat labil. Dia cenderung sinis dan menentang omongan semua orang. Kebohongan Cheryl telah mengubahnya menjadi getir.

"Dulu iya. Sekarang, entahlah. Gue belajar bahwa Tuhan selalu kasih kita yang terbaik, Ren. Lo nggak ingat kata Pak Lukas minggu lalu? Tuhan nggak akan menguji kita di luar kemampuan kita. Dia tahu di mana batas kemampuan kita. Seorang guru SD nggak mungkin memberi murid-muridnya soal ujian anak SMP, karena dia tahu mereka nggak akan mampu. Kalau guru SD aja tahu di mana batas kemampuan muridnya, apalagi Tuhan!"

"Mungkin lo mengalami semua ini supaya lo tahu bahwa Thalita-lah cewek yang pantas buat lo, bukannya Cheryl," Tatyana tiba-tiba menyela.

Trending Now
8 Tingkah Bapak-bapak Main HP yang Bikin Tepuk Jidat

8 Tingkah Bapak-bapak Main HP yang Bikin Tepuk Jidat

Saat ini gadget bukanlah barang istimewa yang hanya dimiliki oleh orang yang berada saja. Tapi sudah menjadi semacam kebutuhan yang digunaka
1,841 views 0 shares
Deretan Status Facebook Orang Indonesia yang Isinya Nyeleneh

Deretan Status Facebook Orang Indonesia yang Isinya Nyeleneh

Facebook adalah salah satu media sosial yang bisa bikin kita bertemu dan berkenalan dengan orang yang nggak kita kenal lewat di dunia maya.
32,906 views 0 shares
10 Chat Permintaan Aneh Penumpang Ojek Online. Bikin Tepuk Jidat!

10 Chat Permintaan Aneh Penumpang Ojek Online. Bikin Tepuk Jidat!

Seperti yang kita tahu, saat ini ojek online sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Dari mulai mengantar kita ke tempat tujua
12,097 views 0 shares
10 Foto Kendaraan Terjepit yang Bikin Nggak Habis Pikir

10 Foto Kendaraan Terjepit yang Bikin Nggak Habis Pikir

Semua orang yang yang bisa mengendarai kendaraan bermotor, enggak cuma harus memiliki skill menyetir saja. Tetapi juga harus piawai saat mem
1,749 views 0 shares
10 Momen "Maksa Banget" Ini Bikin Kamu Gregetan

10 Momen "Maksa Banget" Ini Bikin Kamu Gregetan

Segala sesuatu yang kita lakukan harus didasari dengan rasa ikhlas, karena kalau tidak, bisa menimbulkan penyakit hati. Tapi kali ini, kita
14,187 views 548 shares
9 Kelakuan Pengendara Motor yang Bikin Gregetan

9 Kelakuan Pengendara Motor yang Bikin Gregetan

Di Indonesia motor adalah kendaraan yang paling banyak penggunanya. Selain Karena harganya lebih terjangkau dibanding mobil, dengan mengguna
4,679 views 0 shares
Bijak Tapi Kocak ! Ini Dia Kumpulan Quote Terbaru Cak Lontong, Salam Lemper !

Bijak Tapi Kocak ! Ini Dia Kumpulan Quote Terbaru Cak Lontong, Salam Lemper !

Di dunia ini sudah terlalu banyak orang pintar, tapi minteri orang. Yang kita butuhkan adalah orang yang mengerti. Mengerti keadaan bangsa,
317,678 views 2,833 shares
10 Chat ke Gebetan yang Endingnya Bikin Patah Hati

10 Chat ke Gebetan yang Endingnya Bikin Patah Hati

Stereotip seorang jomblo adalah mereka yang nggak punya pacar dan selalu berusaha untuk memilikinya. Jadi ketika punya gebetan, itu adalah p
1,392 views 0 shares
10 Perbedaan Penampilan Superhero Dulu dan Sekarang, Beda Banget!

10 Perbedaan Penampilan Superhero Dulu dan Sekarang, Beda Banget!

Buat kamu penggemar Avanger, pasti udah nggak asing lagi dengan berbagai karakter Superhero. Dan tahukah kamu jika para Superhero ini sudah
323,120 views 219 shares
10 Tingkah Konyol dan Memalukan yang Tertangkap Kamera

10 Tingkah Konyol dan Memalukan yang Tertangkap Kamera

Jika kamu merasa kamu adalah orang yang paling normal tentang pola pikir dan kelakuan, mungkin nggak ada yang salah. Tapi bisa jadi orang la
76,980 views 0 shares