Thalita ^^35
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,563 views
Thalita ^^35

"Ren! Darren!"

Darren merasa ada yang mengguncang-guncang bahunya, dan ia menoleh. Tatyana menatapnya dengan mata sembap.

Di belakangnya ada Papa, Sugeng, danâ?¦ Thalita.
"Litâ?¦," Darren memanggil Tatyana.

"Lo nggak papa? Ya Tuhan, gue cemas banget! Gue nyaris pingsan berdiri waktu ada polisi yang menelepon ke rumah dan bilang lo ditahan karena kedapatan membawa narkoba!"
"Bukan gue yang bawa narkoba, Litâ?¦"
"Jadi? Mereka salah tangkap?" Darren menggeleng. "Maksud loâ?¦ Astagaâ?¦ yang bawa narkoba ituâ?¦ Cheryl?"
"Ya."

Darren menunggu Tatyana mengeluarkan sejuta makian dari bibirnya untuk Cheryl, tapi ternyata adiknya itu nggak berkomentar lagi. Dia hanya menatap Papa, Sugeng, dan Thalita bergantian, dengan mulut yang masih menganga lebar.

"Sekarang gue baru sadar, dia sudah bohongin gue selama ini. Dia menyia-nyiakan kesempatan yang gue kasih gitu aja. Dia nggak mau berusaha, nggak mau berjuang, seperti yang udah gue lakukan demi diaâ?¦"

Dan tanpa bisa dicegahnya, Darren menangis. Ia marah, kecewa, malu, putus asa, dan sedih pada saat yang sama. Kenapa dia bisa begitu bodoh? Kenapa dia mau saja menerima Cheryl tanpa mempertimbangkannya masak-masak lebih dulu? Kenapa dia bisa begitu saja tertipu mulut manis dan janji-janji Cheryl?

"Gue bego bangetâ?¦ tololâ?¦ bodohâ?¦" Darren menghujani kepalanya sendiri dengan tinju.
"Ren, udah, Renâ?¦" Tatyana berusaha menahan tangan Darren agar cowok itu berhenti menyakiti dirinya sendiri, tapi gagal. Tenaganya kalah jauh dari Darren.

"Seharusnya gue dengerin semua kata-kata lo, Litâ?¦ Seharusnya gue percaya semua yang lo bilang duluâ?¦" Darren makin keras memukuli dirinya, seolah dengan begitu dia bisa menebus kebodohan yang telah dilakukannya.

"Pa, Sugengâ?¦ tolong dongâ?¦," Tatyana masih berusaha memegangi tangan Darren. Dia sendiri sekarang berlinang air mata. Dia nggak menyangka kondisi Darren akan sehancur ini.

Tapi Thalita sudah bertindak sebelum papa Tatyana atau Sugeng maju dan ikut memegangi lengan Darren. Dia mencengkeram lengan Darren kuat-kuat, membuat Tatyana ternganga di sela tangisnya.

"Ren, cukup," desis Thalita tajam.
Entah Darren kaget setengah mati lalu kehilangan tenaganya, atau cengkeram Thalita yang memang sangat kuat, Darren berhenti memukuli kepalanya sendiri.
"Gue dulu juga kacau waktu Andra meninggal. Gue merasa nggak berguna, nggak bisa menolong dia. Tapi waktu itu lo ada buat gue, dan lo yang bantu gue melewati masa-masa sulit itu, memulihkan lagi kepercayaan diri gue. Di mana Darren yang gue kenal waktu itu?"

"Tha, gueâ?¦"
"Ingat nggak, lo udah ninggalin gue demi cewek bernama Cheryl ini? Lo kenal Cheryl, lo tahu persis seperti apa dia, tapi lo tetap berani mengambil risiko. Sekarang, gue pengin lihat lo berani juga menghadapi risiko ini. This was your choice, Darren!"

Tatyana makin bengong. Dia nggak menyangka Thalita bakal sevokal ini. Tadi kebetulan Thalita sedang ada di rumah Tatyana untuk mengembalikan catatan agama, ketika ada telepon dari Polda. Mendengar Darren terjerat razia narkoba dan sekarang ada di kantor polisi, Thalita memaksa ikut. Tatyana sama sekali nggak mengira, cewek inilah yang berhasil mengontrol keadaan.

"Tapi gue harus gimanaâ?¦?" Darren bertanya dengan suara lemah.
"Harus gimana???" Thalita mendelik marah. "Lo harus terima kenyataan! Dan menghadapinya sebagai seorang cowok, bukan duduk dan nangis bombai di sini, menyesali pilihan yang lo ambil. Itu nggak akan mengubah apa-apa, tau!"

Sekarang semuanya terdiam, seolah Thalita adalah sekjen PBB yang sedang berpidato, dan seisi ruangan hening demi mendengar pidatonya.
"Gue akan bantu lo melalui semua ini," kata Thalita. "Asal lo janji, lo juga akan berusaha."

* * *

Begitu Tatyana, Darren, dan papa mereka menghilang ke dalam rumah, Thalita langsung terbirit-birit masuk ke mobilnya. Di dalam sana, ia memaki-maki dirinya sendiri.
"Ya ampuuuuuunnn, ngomong apa gue di kantor polisi tadi??? Kenapa gue jadi marah-marahin Darren? Apa gue udah gila??? Orang lagi emosi gitu gue marah-marahin! Untung dia nggak gebukin gue! Aduh, Tuhan, kok aku jadi gila begini???" Thalita menjambaki rambutnya sendiri, lalu ia menyalakan mesin mobil.

"Bilang semua ini risiko yang Darren pilih sendiri, dan dia harus berani menghadapinya, dan gue bakal bantu diaâ?¦ what was I talking about?! Bisa-bisanya gue nyerocos tanpa pikir panjang duluâ?¦ Stupid stupid stupid!!! Mampus, habis ini gue nggak akan pernah berani muncul di depan Darren lagi, malu bangeeeettt!"

Lalu Thalita menjalankan mobilnya, berusaha menjauh dari rumah Darren secepatnya. Mungkin itu bisa membantu melupakan kata-kata tolol dan asal bunyi yang diucapkannya sewaktu di kantor polisi tadi.

* * *

"Tha, Tha, beneran Cheryl ditahan di kantor polisi???" Gio langsung menghambur ke arah Thalita, padahal Thalita baru saja keluar dari mobil. "Gimana ceritanya? Darren gimana? Dia nggak masuk hari ini?" serbu Gio.
"Yo, udahlahâ?¦ Gue nggak pengin ngomongin ituâ?¦"

Thalita mengambil tasnya dari jok belakang mobil, lalu, tanpa memedulikan Gio lagi, berjalan menuju kelas. Dia bisa merasakan tatapan-tatapan yang menghunjam padanya.
Mereka, orang-orang itu, batin Thalita, nggak bisa merasakan gimana sakit hatinya Darren. Orang yang dia pilih, yang dia bela mati-matian, justru membohonginya. Membodohinyaâ?¦

Entah bagaimana, berita tertangkapnya Cheryl bisa menyebar di sekolah. Thalita sendiri bingung. Iya kalau Cheryl selebriti, mungkin warga sekolah ini tahu dari siaran infotainment. Nah ini, mereka tahu dari mana, coba?

Tapi sekali lagi Thalita memutuskan untuk mengabaikannya. Nggak ada gunanya juga dia susah-susah mencari tahu siapa informan berita itu, walau kali ini Thalita menyesali fakta bahwa Darren termasuk cowok populer di sekolah. Tentu saja banyak die-hard fans-nya yang dengan sukarela mengorek info tentang dia, bahkan dalam momen seburuk ini sekalipun.

* * *

Thalita nyaris nggak bisa memercayai matanya saat melihat kondisi Darren sore itu.
"Dia nggak mau makan dari pagi, Thaâ?¦," bisik Tatyana pahit. "Seharian dia ngurung diri terus di kamar."

Thalita menghela napas. Dia nggak pernah membayangkan dampak ditangkapnya Cheryl akan jadi sedahsyat ini. Yang ada di hadapan Thalita sekarang adalah Darren yang pucat, lemas, dan terbaring hampa di atas ranjang, seperti orang yang kehilangan harapan. Padahal Thalita kira, bentakan-bentakannya kemarin itu bakal sedikit menyadarkan Darren.

Darren dan Tatyana hari ini nggak masuk sekolah. Thalita berasumsi, itu karena mereka nggak mau diberondong pertanyaan oleh teman-teman sekolah jika mereka muncul. Lama-lama, Thalita jadi merasa ini tabiat Darren dan Tatyana, nggak masuk sekolah ketika ada masalah.

Dulu, ketika Cheryl muncul, mereka nggak masuk sekolah beberapa hari. Sekarang ketika Cheryl ditangkap, mereka juga nggak masuk sekolah. Darren jelas masih terlalu shock untuk sekolah lagi, dan Tatyana"sebagai orang terdekat Darren"tentu saja ogah masuk sekolah sendirian dan berpotensi untuk dicecar oleh para bigos sotoy atau para fans Darren yang ingin mencari info tentang idolanya.

"Keadaan di sekolah gimana, Tha?"

Thalita mengusap wajahnya. "Yahâ?¦ begitulah. Gio sudah menerjang gue dengan pertanyaan begitu gue keluar dari mobil tadi pagi."
"Ck, Gio," Tatyana berdecak. "Gue rasa di masa depan dia mungkin banget jadi wartawan infotainment, nafsu mencari beritanya gede banget!"

Kedua cewek itu tertawa kecil, tapi Darren yang masih nggak bereaksi membuat mereka sadar, ini bukan saat yang tepat untuk bercanda.

"Ren?" panggil Thalita lembut. "Lo makan dulu, ya? Gue temenin?"
"Gue nggak laper, Thaâ?¦ Gue nggak mau makanâ?¦"
"Ayolahâ?¦ Lo bukan anak kecil yang harus dipaksa-paksa lagi, kan? Lo nggak makan pun nggak akan mengeluarkan Cheryl dari penjaraâ?¦"

"Gue nggak kepengin mengeluarkan dia dari penjara! Gue cuma kepengin memutar balik waktu, supaya gue nggak perlu melakukan kebodohan dengan percaya sama semua kata-katanya lagi! Dasar penipu!" seru Darren emosi.

Tatyana memandang Thalita dengan kekhawatiran yang tersirat jelas. Seolah dia mengatakan, begini-inilah-Darren-sekarang, dan-gue-nggak-bisa-melakukan-apa-apa-dan-karena-itu-lo-harus-bantuin-gue.
"Tapi kalau lo nggak ngalamin kejadian kayak gini, lo bakal tetap mencintai Cheryl dalam hati, kan? Lo bakal tetap mungkin meninggalkan gue sewaktu-waktu jika Cheryl kembali, kan?"

Thalita bisa melihat rahang Darren mengeras. Cowok itu menatap Thalita tajam.
"Jadi menurut lo, ada baiknya gue mengalami semua ini?"
"Ya," jawab Thalita pasti. "Sama seperti ada baiknya bagi gue Andra meninggal, karena gue akhirnya paham dia nggak cukup menyayangi gue untuk bersedia masuk rehab. Ada baiknya Andra meninggal, karena dengan begitu gue jadi tahu ada cowok yang jauh lebih baik segalanya daripada Andra, yang selama ini gue abaikan."

Thalita menelan ludah, nyaris nggak percaya semua kalimat barusan terlontar dari mulutnya. Kenapa dia jadi agak-agak flirting begini? Jadi pintar bicara dan menyusun kata? Sebelumnya kan dia nggak pernah menang lomba pidato!
"Tapi lo selalu kepengin Andra kembali, kan?" desak Darren. "Walaupun lo menyadari ada kemungkinan dia membohongi lo?"
Sabar, sabarâ?¦, Thalita menenangkan dirinya sendiri dalam hati. Darren sekarang ini sangat labil. Dia cenderung sinis dan menentang omongan semua orang. Kebohongan Cheryl telah mengubahnya menjadi getir.

"Dulu iya. Sekarang, entahlah. Gue belajar bahwa Tuhan selalu kasih kita yang terbaik, Ren. Lo nggak ingat kata Pak Lukas minggu lalu? Tuhan nggak akan menguji kita di luar kemampuan kita. Dia tahu di mana batas kemampuan kita. Seorang guru SD nggak mungkin memberi murid-muridnya soal ujian anak SMP, karena dia tahu mereka nggak akan mampu. Kalau guru SD aja tahu di mana batas kemampuan muridnya, apalagi Tuhan!"

"Mungkin lo mengalami semua ini supaya lo tahu bahwa Thalita-lah cewek yang pantas buat lo, bukannya Cheryl," Tatyana tiba-tiba menyela.

Trending Now
10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

Online shop sudah menjadi pilihan alternatif bagi orang-orang yang malas ribet untuk berbelanja keluar rumah. Prosesnya juga dirasa cukup mu
1,854 views 0 shares
9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

Ketika menjalin hubungan, nggak cuma cinta aja yang dibutuhkan, tetapi juga komitmen dan rela berkorban demi pasangan. Ini semua dilakukan t
574 views 0 shares
15 Foto Keren Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

15 Foto 'Keren' Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

Nggak perlu jadi fotografer profesional untuk mengambil gambar yang unik, keren dan menarik. Kamu juga bisa jadi fotografer terbaik dunia de
252,154 views 21,882 shares
10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

Setelah tumbangnya BBM pada BlackBerry, WhatsApp mendominasi semua Smartphone untuk dijadikan aplikasi chatting. Ya, hampir semua pengguna s
27,577 views 0 shares
9 Meme Sindiran Semua Akan Strory Pada Akhirnya

9 Meme Sindiran 'Semua Akan Strory' Pada Akhirnya

Baru-baru ini Twitter mengeluarkan fitur baru dalam aplikasinya, yaitu fitur story yang bisa kita gunakan sama seperti yang ada di Instagram
1,254 views 0 shares
Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Orang-orang di dunia terkadang memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya. Kalau kembar dan lahir dari satu ibu atau dalam satu keluarga itu
58,841 views 2,553 shares
10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

Beruntunglah, karena kehidupan kita saat ini sudah terbantu oleh adanya teknologi. Terutama dengan adanya internet dan smartphone. Komunikas
5,949 views 0 shares
10 Kisah Konyol Salah Beli yang Bikin Ngakak

10 Kisah Konyol 'Salah Beli' yang Bikin Ngakak

Sebagai anak yang berbakti, sudah menjadi kewajiban kita untuk menolong orang tua. Entah itu Ayah, ibu atau kakak. Tapi yang namanya manusia
2,323 views 0 shares
10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

Belanja online saat ini sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi menarik dikarenakan proses belanja online
142,233 views 0 shares
10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

Teknologi membuat kehidupan kita jauh lebih mudah dari dulu. Terlebih lagi masalah komunikasi, dimana kita bisa menghubungi orang yang kita
1,271 views 0 shares