Thalita ^^36
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,711 views
Thalita ^^36

"Mungkin lo mengalami semua ini supaya lo tahu bahwa Thalita-lah cewek yang pantas buat lo, bukannya Cheryl," Tatyana tiba-tiba menyela.

Darren langsung memelototinya, dan Thalita menyayangkan kata-kata Tatyana yang keluar pada waktu yang nggak tepat. Biarpun Darren sudah sakit hati banget sama Cheryl, Thalita tahu bahwa Darren masih bersikap protektif terhadap cewek itu.

Dia tetap nggak suka Cheryl dijelek-jelekkan, kecuali dia sendiri yang melakukannya, dengan tujuan melindungi harga dirinya sendiri.

"Keluar dari kamar gue deh, Lit," kata Darren pelan, tapi dengan nada yang menusuk.
Tatyana melongo sesaat, lalu keluar dengan sakit hati. Thalita menyusul di belakangnya.
"Na, sabar ya. Dia lagi emosi," hibur Thalita.
"Tapi dia nggak pernah sekali pun ngusir gue dari kamarnya, Thaâ?¦ Nggak pernah sekali punâ?¦" Tatyana kelihatan bakal menangis, dan Thalita jadi merasa makin payah.

"Udah, udahâ?¦ jangan lo masukin hati. Lo kan tahu, walaupun sakit hati, Darren nggak mungkin begitu saja bisa membenci Cheryl. Dia masih akan memprotes kalau kita menjelek-jelekkannyaâ?¦"
"Tapi dia sendiriâ?¦," Tatyana memprotes.
"Iya, iya, gue ngerti. Itu cuma upaya Darren untuk menyelamatkan gengsinya. Dia cowok, dan lo tahu sendiri kan, gimana tingginya gengsi seorang cowok?"

Tatyana diam, tapi untungnya nggak menunjukkan tanda-tanda bakal banjir air mata lagi. Thalita menghela napas dalam-dalam.
"Kita nggak bisa berharap Darren bisa langsung terima kenyataan ini, Na. Dia perlu waktu, sama seperti gue dulu perlu waktu untuk recover setelah dia ninggalin gue untuk kembali sama Cheryl. Yang bisa kita lakukan sekarang cuma membantu supaya proses recovery itu lebih cepat. Lo ngerti kan, apa maksud gue?"

Tatyana mengangguk. "Makasih ya, Tha? Gue nggak tahu deh harus ngapain kalau nggak ada lo. Sekarang gue ngerti, kenapa dulu gue kepengin banget lo bisa dekat sama Darren, sampai gue maksa-maksa lo untuk coba deketin Darren segala. Ternyata intuisi gue sudah memilih orang yang tepat dari dulu."
Thalita cuma bisa nyengir nggak jelas mendengar puja-puji Tatyana.

* * *

Proses recovery Darren ternyata berjalan jauh lebih lambat dari perkiraan Thalita. Cheryl benar-benar sudah menyakiti cowok itu, mengubahnya jadi sosok yang getir dan pahit. Thalita merasakan banget perubahan itu. Sering kali dia harus menghadapi Darren yang kasar, bukan seperti Darren yang dikenalnya dulu.

Mungkin, kalau bukan karena Thalita adalah cewek yang dikenalnya sebagai cewek baik-baik (setelah mamanya yang meninggalkan keluarga mereka dan Cheryl yang dua kali menyakitinya), Darren juga akan antipati sama Thalita. Bisa dibilang, sekarang Thalita-lah satu-satunya cewek yang dipercayai Darren. Dia lebih memercayai Thalita daripada Tatyana, adiknya sendiri.

Perubahan dalam diri Darren ternyata bukan hanya pada perangainya. Nilai-nilainya di sekolah juga banyak yang menurun, karena dia banyak bengong saat jam pelajaran. Seolah keadaan masih kurang parah, Darren juga nggak dipercayai lagi untuk menjabat kiper utama tim sepak bola sekolahnya. Pelatihnya sering melihat Darren nggak konsen berlatih, karena itu menganggap Darren nggak lagi punya keinginan membawa timnya menang.

Apa jadinya sebuah kesebelasan kalau kipernya sendiri nggak niat melindungi gawangnya? Yep, hujan gol saat pertandingan persahabatan melawan SMA lain. SMA yang salah pula, karena itu SMA tempat Cheryl sekolah dulu. Jelas Darren makin nggak konsen saat pertandingan.

Akhir ceritanya sudah jelas, Darren dicopot dari jabatan kiper utama kesebelasan sekolahnya, dan beberapa anggota tim jadi kesal padanya sekarang. Mereka merasa Darren-lah penyebab kekalahan memalukan yang mereka derita. Sampai ada yang terang-terangan bilang Darren pasti sudah ikut-ikutan jadi junkies seperti mantan pacarnya yang sekarang dipenjara, makanya dia jadi suka bengong dan nggak konsen karena lagi fly.

Orang itu Paul, salah satu pemain inti kesebelasan.

Thalita bener-bener ngamuk mendengar semua ocehan itu. Dia sampai nekat melabrak cowok asbun itu suatu siang sepulang sekolah. Paul dan teman-teman satu kesebelasannya yang lain sedang mengobrol di koridor sekolah, di depan deretan loker.

"Heh, lo jangan nyebarin info nggak bener ya tentang Darren!" bentak Thalita pada Paul, penyerang kesebelasan sekolah mereka. Thalita yakin banget, dari dulu Paul kepengin merebut posisi Darren sebagai kapten tim.

"Wah, Tha, gue bingungâ?¦ Lo bukannya dicampakkan Darren ya gara-gara cewek junkies itu? Harusnya lo sakit hati dong sekarang, dan bersenang-senang karena Darren udah kena batunya akibat perlakuan dia ke lo dulu. Ehâ?¦ kok lo sekarang malah belain dia?" cibir Paul.

Thalita tertegun. Paul benar, Thalita bisa saja bersikap jahat jika dia mau. Darren kan udah nyakitin dia, kenapa sekarang dia mau bersusah payah membantu Darren untuk pulih, bahkan berani melabrak orang-orang yang menghina cowok itu? Harusnya dia senang dong, karena Darren terbukti telah melakukan kesalahan tolol dengan meninggalkannya demi Cheryl.

"Iya ya, mestinya gue nggak usah ngebelain dia, ya?" tanya Thalita pada Paul, berusaha minta penegasan.
"Yoi, Tha. Seharusnya lo seneng karena dia sekarang udah kena karmanya." Paul menyeringai puas.

"Iyaâ?¦" Thalita terdiam. "Iya, kalau gue jenis orang picik-nggak-tahu-malu-dan-penjilat kayak lo!" Thalita menuding Paul dengan marah. Berani-beraninya Paul bilang kayak gitu tentang Darren! Dia nggak tahu gimana dulu Darren selalu ada untuk Thalita saat Andra nggak melakukan hal yang sama!

Paul nggak tahu gimana dulu Darren berusaha menyadarkan Thalita, menolongnya agar nggak terpuruk semakin dalam. Semua orang hanya tahu Darren mencampakkan Thalita, mereka nggak tahu Darren-lah yang dulu menyelamatkannyaâ?¦

"Eh, apa maksud lo?!" Paul, yang tadinya shock karena nggak menyangka bakal dibentak begitu, sekarang jadi emosi. Thalita sudah mempermalukan dia di depan teman-temannya! Mau ditaruh di mana mukanya?

"Bukannya udah jelas? Gue nggak suka lo ngomongin yang jelek-jelek tentang Darren! Lo ngelakuin itu karena lo kepingin Darren makin dibenci anak-anak tim lainnya, kan? Biar lo yang kepilih jadi kapten kesebelasan menggantikan dia?"

Paul menegang, sementara teman-temannya menatap Paul dengan bingung. Bukan rahasia umum bahwa Paul berambisi jadi kapten kesebelasan mereka, tapi kalau ada orang yang mengatakan, ngâ?¦ meneriakkannya secara blak-blakan begini sihâ?¦

"Watch your mouth," desis Paul geram, tapi Thalita sama sekali nggak berhasil digertak. Kalau dulu Darren menjadi tameng baginya, sekarang ia juga akan melakukan hal yang sama! Bodo amat kalau dia pernah dicampakkan cowok itu!

"Chicken," balas Thalita nggak kalah tajam, dan mulai berkotek menirukan hewan petelur itu. Wajah Paul langsung merah seperti kepiting rebus, beberapa anggota timnya berusaha menahan tawa di balik punggungnya.

"Loâ?¦ berani-beraninyaâ?¦" Karena terprovokasi gengsinya yang dihancurleburkan di hadapan teman-temannya, Paul mencengkeram kerah seragam Thalita, dan berusaha mengangkatnya tinggi-tinggi. Thalita nyaris nggak bisa bernapas. Bukan karena tercekik, tapi saking takutnya. Dia nggak menyangka Paul bakal seemosi ini. Dan kok dia bisa lupa Paul itu cowok bertinggi 184 sentimeter dan bertubuh kekar? Dia bisa membanting Thalita dengan mudah kalau dia mau!

Thalita memejamkan mata. Sebentar lagi dia bakal dibanting ke lantai koridor sekolah. Mungkin tulang-tulangnya bakal patah semuaâ?¦

Thalita memang terbanting ke lantai, tapi nggak sekeras yang dibayangkannya. Justru orang yang jatuh di sebelahnyalah yang terlihat seolah diempaskan dari lantai dua puluh. Cowok itu terbanting ke lantai dengan suara berdebum keras.

Thalita membuka matanya perlahan, dan melihat di sebelahnya, Paul mengerang kesakitan di lantai.
"Lain kali kalau mau mengkritik, ngomong di depan gue langsung, jangan di belakang!" bentak sosok yang berdiri menjulang di atas Thalita dan Paul.

Darren membantu Thalita berdiri, dan membersihkan debu yang menempel di seragam cewek itu. "Lo nggak apa-apa, Tha?"
Thalita mengangguk gugup. Jadiâ?¦ dalam sepersekian detik yang cepat tadi, Darren meninju Paul, dan menumbangkan cowok itu ke lantai, sebelum Paul sendiri sempat melakukannya pada Thalita?

"Asal lo tahu aja, gue nggak akan ngebiarin cowok pengecut kayak lo jadi kapten kesebelasan gue. This team deserves a better leader!"
Paul berusaha duduk dengan susah payah, menyusut darah yang menitik di sudut bibirnya, lalu pergi dari situ. Tak satu pun teman satu timnya yang menyusulnya. Entah karena mereka semua takut dibanting juga oleh Darren seperti tadi atau apa.

* * *

"Sori ya, Tha, gara-gara gue, lo jadi harus dapat perlakuan kasar kayak gini," kata Darren. Dia membelai rambut Thalita dengan sayang, perlakuan yang sudah beberapa bulan ini nggak diterima Thalita, akibat kembalinya Cheryl.

"Nggak papa kok, Ren. Gue juga bego, nekat ngelabrak Paul, lupa badan dan tenaganya kayak gajahâ?¦" Thalita memijit-mijit siku kirinya yang masih terasa sakit akibat membentur tembok tadi. Biarpun tingkat benturannya telah diminimalisir oleh Darren saat cowok itu menonjok Paul, tetap aja siku Thalita terasa sakit.

"Tangan lo sakit, ya? Gara-gara jatuh tadi?" Darren berusaha meraih tangan Thalita, ingin memeriksanya.
"Ehâ?¦ iya. Sedikit. Nggak papa kok, beneranâ?¦"
Darren menatap Thalita dan mengangguk pelan. "Ngâ?¦ Tha, makasih ya, lo udah ngebelain gue sampe segitunya. Kebetulan tadi gue mau ke loker, dan gue denger lo marah-marah sama Paul kaerna dia udah nyebarin gosip gue ini junkies. Dan waktu lo bilang Paul pasti melakukan itu untuk bikin image gue jelek, agar dia yang terpilih jadi kapten kesebelasanâ?¦"

"Mukanya merah banget pas gue ngomong gitu tadi," celetuk Thalita.
Darren tertawa kecil. "I know. Kelihatan kok, meski dari tempat ngumpet gue tadi. Mmmâ?¦ sori ya, seharusnya gue tadi nggak usah pakai ngumpet segala. Seharusnya gue langsung aja menghajar dia begitu dia mulai ngomong kasar sama lo, tapiâ?¦"

Trending Now
10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

Online shop sudah menjadi pilihan alternatif bagi orang-orang yang malas ribet untuk berbelanja keluar rumah. Prosesnya juga dirasa cukup mu
1,854 views 0 shares
9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

Ketika menjalin hubungan, nggak cuma cinta aja yang dibutuhkan, tetapi juga komitmen dan rela berkorban demi pasangan. Ini semua dilakukan t
572 views 0 shares
15 Foto Keren Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

15 Foto 'Keren' Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

Nggak perlu jadi fotografer profesional untuk mengambil gambar yang unik, keren dan menarik. Kamu juga bisa jadi fotografer terbaik dunia de
252,151 views 21,882 shares
10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

Setelah tumbangnya BBM pada BlackBerry, WhatsApp mendominasi semua Smartphone untuk dijadikan aplikasi chatting. Ya, hampir semua pengguna s
27,577 views 0 shares
9 Meme Sindiran Semua Akan Strory Pada Akhirnya

9 Meme Sindiran 'Semua Akan Strory' Pada Akhirnya

Baru-baru ini Twitter mengeluarkan fitur baru dalam aplikasinya, yaitu fitur story yang bisa kita gunakan sama seperti yang ada di Instagram
1,254 views 0 shares
Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Orang-orang di dunia terkadang memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya. Kalau kembar dan lahir dari satu ibu atau dalam satu keluarga itu
58,841 views 2,553 shares
10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

10 Chat Nggak Nyambung yang Endingnya Ngeselin

Beruntunglah, karena kehidupan kita saat ini sudah terbantu oleh adanya teknologi. Terutama dengan adanya internet dan smartphone. Komunikas
5,946 views 0 shares
10 Kisah Konyol Salah Beli yang Bikin Ngakak

10 Kisah Konyol 'Salah Beli' yang Bikin Ngakak

Sebagai anak yang berbakti, sudah menjadi kewajiban kita untuk menolong orang tua. Entah itu Ayah, ibu atau kakak. Tapi yang namanya manusia
2,322 views 0 shares
10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

10 Barang Yang Dijual di FB Ini Bikin Gagal Paham

Belanja online saat ini sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi menarik dikarenakan proses belanja online
142,230 views 0 shares
10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

10 Chat Ngajak Kenalan yang Ujungnya Bikin Ngakak

Teknologi membuat kehidupan kita jauh lebih mudah dari dulu. Terlebih lagi masalah komunikasi, dimana kita bisa menghubungi orang yang kita
1,269 views 0 shares