Thalita ^^37
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,472 views
Thalita ^^37

"Mukanya merah banget pas gue ngomong gitu tadi," celetuk Thalita.
Darren tertawa kecil.

"I know. Kelihatan kok, meski dari tempat ngumpet gue tadi. Mmmâ?¦ sori ya, seharusnya gue tadi nggak usah pakai ngumpet segala. Seharusnya gue langsung aja menghajar dia begitu dia mulai ngomong kasar sama lo, tapiâ?¦"

"Lo penasaran, sejauh apa gue bakal ngebelain lo?" potong Thalita.
Darren langsung salting. "Ngâ?¦ ituâ?¦ jadiâ?¦ yahâ?¦"
"Ren, gue tetap, dan akan selalu ngebelain lo, nggak peduli siapa yang harus gue lawan. Bukan cuma sebagai tanda terima kasih gue karena lo dulu yang membuat gue punya semangat hidup lagi, tapi juga karenaâ?¦"

Thalita diam. Tadinya dia nyaris keceplosan bilang bahwa itu karena jauh di dalam lubuk hatinya dia masih menyayangi Darren, dan dia nggak bisa terima ada orang yang menjelek-jelekkan cowok yang disukainya itu, tapi kata-katanya terhenti dalam perjalanan menuju bibir.

"Karena apa?" tanya Darren.
"Karenaâ?¦ karena Paul itu cowok yang brengsek, jadi nggak ada salahnya dia dapat sedikit semprotan dari gue!" sambar Thalita. Untunglah ide itu melintas dengan cepat di otaknya.

"Oh," gumam Darren. "Tapi tetap ajaâ?¦ makasih ya? Setelah perlakuan gue ke lo, rasanya gue nggak pantas menerima pembelaan kayak giniâ?¦"
Thalita hanya tersenyum kecil mendengarnya.

* * *

Ide itu mendadak muncul di kepala Thalita saat ia nonton TV (atau mungkin lebih tepatnya, saat Thalita DITONTON TV, karena ia melamun terus di depan TV, nggak menyimak acara apa yang sedang disiarkan). Dia ingin ketemu Cherylâ?¦ Dia nggak pernah ketemu dan bicara langsung pada cewek itu, dan ada hal yang mendesak yang harus dikatakannya pada Cheryl sekarang. Ini nggak bisa ditunda lagi.

Tatyana pernah memberitahukan di mana Cheryl ditahan pada Thalita. Thalita menelepon penerangan, menanyakan nomor telepon LP itu, lalu menelepon ke sana untuk menanyakan jam dan waktu berkunjung. Petugas yang menjawab teleponnya memberitahu bahwa waktu kunjungan adalah setiap hari Sabtu, pukul tiga sampai empat sore.

Hari ini hari Jumat, jadi Thalita baru bisa melaksanakan rencananya besok.
Besok, pikir Thalita. Besok gue bakal menyelesaikan semuanya.

* * *

Jam dua siang keesokan harinya, Thalita memacu mobilnya ke LP wanita tempat Cheryl ditahan. Ia sampai di sana sepuluh menit sebelum jam kunjungan dimulai.

Setelah melalui proses pemeriksaan yang ribet, Thalita akhirnya bisa menunggu juga di ruang tunggu LP, sementara Cheryl dibawa dari selnya menuju ruangan itu.

Begitu Cheryl muncul di pintu ruang tunggu, Thalita sudah bisa menebak, inilah orang yang dicarinya. Tapi, karena belum pernah ketemu dan kenal sama Thalita, Cheryl menatapnya dengan wajah bingung.

"Soriâ?¦ Katanya, Mbak cari saya?" tanya Cheryl.
"Mmmhâ?¦ iya. Cheryl, gueâ?¦ Thalita."

Demi mendengar nama itu, Cheryl melonjak dari kursi plastik yang didudukinya.
"Ngapain lo ke sini?!" tanyanya galak. "Mau ngetawain gue, ya? Mau nyukur-nyukurin gue, hah?!"

Petugas polisi yang melihat perubahan tingkah Cheryl yang drastis langsung berniat menenangkan cewek itu, tapi Thalita menahannya. Petugas itu akhirnya mundur kembali ke dinding, tempatnya mengawasi Cheryl tadi. Cheryl kembali duduk, karena petugas itu memelototinya dengan galak.

"Gue sama sekali nggak punya niat untuk ngetawain atau nyukur-nyukurin lo," kata Thalita.
"Oh," Cheryl berlagak meludah. "Nggak usah pura-pura deh. Lo pasti seneng kan, sekarang gue nggak bisa merebut Darren lagi dari lo? Darren pasti benci banget sama gue sekarang. Dia nggak pernah sekali pun datang menjenguk gue sejak gue ditahanâ?¦" Cheryl terdiam sesaat setelah mengatakan itu, mungkin sadar ia sudah keceplosan mengungkap sesuatu yang, menurutnya, akan membuat Thalita makin bersorak gembira.

"Ya, dia benci sama lo," kata Thalita lagi, hanya bermaksud untuk memberitahukan fakta itu pada Cheryl, bukan memojokkannya. "Gue nggak suka ngeliat dia kayak gitu, Cherâ?¦"
"Hah? Nggak salah?" tanya Cheryl dengan nada meledek. "Lo nggak suka ngeliat Darren benci sama gue?"
"Ya, gue nggak suka, karena itu akan membuat dia memendam kebencian itu pada lo seumur hidupnya. Kebencian itu akan menggerogotinya dari dalam. Gue nggak mau Darren jadi rusak begitu gara-gara lo. Lo nggak cukup berharga."

Cheryl terlongo. Thalita memang nggak datang untuk menertawainya, tapi semua yang baru dikatakan cewek itu seolah membuat lidah Cheryl terpaku ke langit-langit mulutnya. Speechless.

"Darren itu orang yang peka, Cher. Dia memendam sakit hati karena nyokapnya ninggalin dia dan keluarganya demi laki-laki lain saat dia kecil dulu. Dia jadi dingin, nggak percaya lagi sama perempuan. Tapi saat lo datang, dia mencari, dia menjadikan lo pengecualian dari kebenciannya, dan berusaha setengah mati untuk mendapatkan lo. Sayang, lo menolak dia mentah-mentah." Thalita menghela napas dalam-dalam.

"Saat gue pertama kali ketemu dia, dia masih tetap dingin, tapi entah kenapa dia jadi baik banget, peduli dan melindungi gue saat mantan gue meninggal akibat overdosisâ?¦"
Cheryl terdiam, tapi Thalita bisa melihat cewek itu mulai mendengarkannya dengan saksama.

"Ya, mantan gue memang meninggal akibat overdosis narkoba yang sering lo konsumsi itu. Gue dan Darren merasa senasib, kehilangan cowok dan cewek yang kami sayangi karena narkoba. Cowok gue, karena meninggal, dan lo, karena narkobalah jurang yang nggak ingin Darren lompati demi lo. Darren membuat gue merasa lengkap, dan punya semangat hidup lagi. We were happy, until you were backâ?¦"

Thalita merasa tenggorokannya sakit karena bicara terlalu banyak, tapi ia tahu, ia harus meneruskan semua perkataannya, sampai ke maksud sesungguhnya ia datang ke sini.

"Darren hancur lagi, lebih parah dari yang sudah-sudah. Dan gue nggak bisaâ?¦ gue nggak bisa melihat dia hancur kayak gituâ?¦ Walaupun dia pernah mencampakkan gue demi lo, walaupun dia udah nyakitin hati gueâ?¦"

Cheryl menggigit bibir. Air mukanya bercampur antara tegang danâ?¦ sedihkan ia?

"Gue datang ke sini untuk memohon sama lo, Cher. Kalau nanti lo keluar dari sini, gue mohonâ?¦ jangan temui Darren lagi. Bukan karena gue takut lo akan merebut dia lagi, tapi karena gue nggak akan sanggup melihat dia hancur lagi lebih dari yang sekarangâ?¦"
"Seandainyaâ?¦ seandainya gue kembali tapi nggak menghancurkan dia lagi?" tanya Cheryl, Thalita menangkap harapan dari suaranya.

"Nggak. Gue tetep berharap lo nggak kembali lagi. Kehadiran lo bakal membuat dia teringat luka lamanya, dan itu akan membuat segala usaha gue untuk membuatnya memaafkan lo jadi sia-sia." Thalita menatap Cheryl lurus-lurus di matanya, dan melihat cewek di hadapannya itu kini menelan kekecewaan.

"Kalau Darren memang nggak digariskan untuk gue, gue yakin dengan atau tanpa kehadiran lo sekalipun, suatu saat kami akan terpisah. Tapi walau gue nggak berstatus sebagai pacar Darren lagi, gue tetap ingin dia bahagia menjalani hidupnya."

"Jadiâ?¦"

"Jangan kembali lagi, Cheryl. Lo masih muda, lo bisa menata hidup lo lagi sekeluarnya lo dari sini. Tapi gue mohonâ?¦ jangan libatkan Darren di dalamnya."

Cheryl nggak bereaksi, tapi Thalita yakin banget semua kata-katanya sudah meresap ke dalam diri cewek itu. Dan karena semua tujuannya datang ke tempat ini telah terlaksana, Thalita nggak melihat ada gunanya lagi ia tetap di situ.

Ia bangun, dan melangkah pergi meninggalkan ruang tunggu LP wanita itu, dan Cheryl.

* * *

DUA tahun kemudianâ?¦

"Ren, lo udah dapet pembicara buat penyuluhan di SMA 44 minggu depan?"
"Udah dong, Darreeeenn!" Darren menepuk dadanya sendiri dengan bangga, sementara Thalita meleletkan lidah padanya.
"Sugeng jadi ikut kan ntar?"
"Harus! Dia kan magnet utamanya. Acara kita bakal berantakan kalau dia nggak ada. Tapi tenang, Sugeng kan nggak mungkin mau diomelin Alita satu jam penuh karena dia nggak datang, heheâ?¦"

Thalita nyengir, dan merapikan kembali brosur-brosur yang baru diterimanya dari percetakan pagi ini. Brosur itu bergambar ilustrasi-ilustrasi keren yang menghimbau para remaja untuk menjauhi narkoba. Dan bukan hanya berani mengatakan "TIDAK" pada narkoba, tapi juga menolong jika ada orang yang dikenalnya memakai narkoba, agar terlepas dari lingkaran setan itu.

Ya, Darren dan Thalita sekarang aktif dan tergabung dalam WHD atau We Hate Drugs, sebuah lembaga sosial yang mengimbau kaum muda untuk menolak narkoba. Sudah satu tahun mereka bergabung, dan banyak seminar yang lembaga mereka prakarsai berlangsung sukses. Mereka bekerja sama juga dengan beberapa lembaga rehabilitasi narkoba, yang menyediakan layanan konseling dan rehab bagi para pemakai yang berniat untuk bersih kembali.

Sejak Thalita dan Darren bergabung dalam lembaga itu, mata mereka makin terbuka akan fakta banyaknya remaja yang kehilangan orang-orang yang mereka sayangi,e ntah adik, kakak, pacar, atau malah orangtua, akibat narkoba. Dan mungkin karena melihat Thalita dan Darren yang masih muda, banyak pelajar SMP atau SMA yang datang dan curhat bahwa ada beberapa orang yang mereka kenal yang tersangkut narkoba. Thalita dan Darren menerima dengan baik setiap curhatan itu, dan meneruskannya pada para konselor dan terapis dari lembaga rehabilitasi yang mereka kenal. Banyak junkies yang akhirnya mau dibujuk, atau punya kesadaran sendiri untuk ikut terapi setelah diberikan sesi konsultasi dengan para konselor dan terapis itu.

Trending Now
10 Chat Kocak Grup Kelas Online yang Bikin Ngakak

10 Chat Kocak Grup Kelas Online yang Bikin Ngakak

Dimasa pandemi seperti sekarang ini, kita diharuskan untuk melakukan segala kegiatan dari rumah. Mulai dari bekerja hingga sekolah. Hal ini
3,049 views 0 shares
10 Tweet Cara Menolak Dengan Halus Ini Bikin Nangis di Pojokan

10 Tweet Cara Menolak Dengan Halus Ini Bikin Nangis di Pojokan

Semua orang bisa jatuh cinta, tapi nggak semua orang bisa merasakan cinta yang sama. Bisa jadi ketika kita jatuh cinta pada seseorang, tapi
98,266 views 0 shares
10 Status Momen Panik di FB yang Bikin Ketawa Geli

10 Status Momen Panik di FB yang Bikin Ketawa Geli

Se tenang tenangnya orang menghadapi masalah, mereka pasti pernah merasakan rasa panik dalam hidupnya. walaupun hanya sebatas dompet ketingg
156 views 0 shares
10 Review KOCAK Online Shop yang Berujung Curhat

10 Review KOCAK Online Shop yang Berujung Curhat

teknologi saat ini sudah sangat memudahkan kehidupan kita. Termasuk saat kita ingin berbelanja, nggak perlu keluar rumah lagi, cukup dengan
1,092 views 0 shares
Kelucuan Kucing Peliharaan Dirumah yang Bikin Gemes

Kelucuan Kucing Peliharaan Dirumah yang Bikin Gemes

Sebagai hewan peliharaan, kucing dan anjing memang terlihat menggemaskan. Tingkahnya yang lucu dan perawatannya nggak ribet membuatnya disuk
3,997 views 137 shares
10 Desa Terpencil dengan Sejuta Pesona dan Keajaiban di Berbagai Belahan Dunia

10 Desa Terpencil dengan Sejuta Pesona dan Keajaiban di Berbagai Belahan Dunia

Tidak ada tempat yang nyaman, sepi, sejuk dan jauh dari hingar bingar kota besar seperti di desa. Disini kita dapat melihat keindahan alam,
23,990 views 3,623 shares
10 Wisata Sungai Di Indonesia Ini Bikin Adrenalinmu Memuncak

10 Wisata Sungai Di Indonesia Ini Bikin Adrenalinmu Memuncak

Dulu sungai hanya dijadikan untuk mengaliri daerah persawahan, atau perkebunan, tetapi semakin majunya peradapan masyarakat, sungai bisa dia
5,133 views 546 shares
10 Potret Kelucuan Anak-anak yang Bikin Kamu Tersenyum Hari Ini

10 Potret Kelucuan Anak-anak yang Bikin Kamu Tersenyum Hari Ini

Nggak bisa dipungkiri jika anak kecil  seorang makhluk yang ajaib. Rasanya apapun yang mereka lakukan, disengaja atau tidak, akan berhasil
11,293 views 1,872 shares
10 Merek Nggak Sesuai Dengan Barangnya Ini Bikin Ngakak Online

10 Merek Nggak Sesuai Dengan Barangnya Ini Bikin Ngakak Online

Cina terkenal dengan negara yang suka meniru apapun dari negara lain. Contohnya adalah beberapa produk terkenal dunia. Tapi bukan cuma Cina
23,902 views 310 shares
10 Perbedaan Penampilan Superhero Dulu dan Sekarang, Beda Banget!

10 Perbedaan Penampilan Superhero Dulu dan Sekarang, Beda Banget!

Buat kamu penggemar Avanger, pasti udah nggak asing lagi dengan berbagai karakter Superhero. Dan tahukah kamu jika para Superhero ini sudah
226,331 views 219 shares