New Wonderful Friend part 1
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,878 views
New Wonderful Friend part 1

Muehehehehe akhirnya giliran ane bikin part yang penuh dengan persahabatan corethumucoret antara laki-laki ini~!
Jika kalian bertanya pair di dalam part ini ...
Ehem, uhuk, ohok! Namanya ... Hiko-kun dan Na-kun~! *Kabur*

~Fantasy Garden~

"...Nggh ..." Hiko terbangun akibat suatu serbuk masuk ke hidungnya.

"Hah?! Serbuk?! Gawat! Aku harus per-- ... Na-kun?" Hiko yang hendak bangkit melihat Na-kun yang tertidur di dadanya.
"... Oi, bangun! Jangan enak-enakan tidur di badannya orang, dong! Geez ..." Hiko pelan-pelan menyingkirkan badan Na-kun, namun, Na-kun yang merasa tangan Hiko adalah guling, justru menggegam tangan laki-laki berwajah seme tersebut dengan erat.
"... Ngh ... Hiko ... jangan sentuh yang situ ... iya, yang situ. Yang anu-anuan itu, lho. Hngh ..." Na-kun berngigau tentang sesuatu yang ... terdengar ambigu.
"Oi." Hiko menggetok Na-kun dengan serangan getokan maut-nya tersebut. Setelah yakin genggaman tangan Na-kun mulai tak erat, dia menyingkirkan Na-kun sampai-sampai tubuh laki-laki berwajah uke itu mengguling ke sebuah jurang.
Hiko yang sedari tadi tak sempat melihat keadaan tempat yang sedang mereka tempati ini, menyadari jika tempat ini penuh dengan bunga.
Hiko pun berdiri dan menuruni jurang tersebut sambil melihat sekelilingnya. Dia mengacuhkan Na-kun yang terbangun dan terus menyusuri jalan didepan lelaki itu.
"Hi ... Hiko-kun! Tunggu!" Na-kun berlari menuju Hiko dan segera memegang bajunya agar laki-laki itu berhenti.
"... Tadi mimpimu aneh. Jadi jijik nungguin kamu." Hiko melirik Na-kun yang berada di belakangnya dengan tatapan mengejek.
"HAH?! Apa?! Emangnya kayak gimana?!" jerit Na-kun.
"Sepertinya kamu mimpi kalau aku humuan denganmu ... agh, sudahlah! Bayanginnya lagi aja udah bikin jijik!" Hiko mengalihkan padangannya ke depan lagi.
"Eh? Seperti apa?" tanya Na-kun sambil loncat-loncat kegirangan.
"Kamu kok jadi senang begitu?!" Hiko kembalik melirik Na-kun. "... Huft. Yang lebih penting," Hiko membalikkan badannya ke Na-kun. "Apakah kamu merasa ada gempa tadi?"
"Gempa? Ah, iya! Tadi aku ngerasa ada gempa saat aku berjalan ke gudang." jawab Na-kun dengan mata-nya yang berbinar-binar.
"Hoh ... berarti sesekolah mengalami gempa ..." Hiko mengangguk sambil tersenyum. "... Tunggu, kamu ngapain ke arah gudang?" tanya Hiko lagi.
"Nozaki minta tolong ke aku untuk ngirimin payung karena katanya nanti setelah membersihkan gudang, dia mau bikin percobaan dengan payung. Ketika aku akan membuka pintu, gempa pun terjadi." Na-kun mengorek saku celananya, kemudian terlihatlah payung mini.
"Hm. Jadi begitu." Hiko berjalan lagi menuju ke sebuah gazebo yang penuh dengan bunga yang telah tercabuti.
"Nee, nee, Hiko-kun. Tempat ini indah, ya. Penuh dengan bunga. Oh! Ada Hydrangea!" Na-kun berputar-putar sambil memperhatikan kecantikan bunga-bunga tersebut.
Hilo hanya terdiam, memikirkan keadaan Natasya, Hikari, dan Nozaki. Dia berharap Natasya yang sendirian tersebut selamat, tapi jika dia berpikir akan Hikari dan Nozaki ... dia merasa mereka berdua pasti selamat karena pada akhirnya mereka pasti berpasangan. Untuk itulah, dia tidak menaruh harapan terlalu banyak kepada 2 orang tersebut.
"...? Apa ini?" Hiko merasa ada sesuatu di saku celananya. Sebuah kunci klasik dengan genggaman berbentuk bunga. Di belakangnya terdapat tulisan 'Fantasy Garden'.
"Jangan-jangan ini adalah kunci untuk ke tempat ini? Jadi seperti cerita Alice in Wonderland yang biasa Hikary ceritakan kepadaku ..." Hiko memasukkan kembali kunci tersebut ke saku celananya, kemudian berbalik ke belakang, melihat keadaan Na-kun.
Dan ... terlihat Na-kun menari-nari sambil mengayunkan payung tersebut dengan cantik (?)-nya.
"APA YANG KAMU LAKUKAN, HAH?!" Hiko mengambil payung tersebut.
"Ng? Cuma melakukan tarian santai saja~" Na-kun melanjutkan tarian -nya tanpa payung. "Ah! Lihat ke sana, Hiko!" Na-kun langsung menampar muka Hiko ke arah gazebo.
Hiko yang sempat marah, akhirnya menahan amarahnya tersebut dan terkejut melihat ada anak laki-laki berpakaian serba putih duduk diatas tumpukan bunga yang tercabut.
Hiko dan Na-kun berlari ke gazebo. Saat mereka masuk ke dalam gazebo, mata anak laki-laki itu langsung berbinar-binar.
"Papa! Mama!"
...
Seketika, wajah Hiko maupun Na-kun langsung berubah menjadi murung.
".... Nggak apa-apa, nih?" tanya Hiko sambil tersenyum kecut.
"Nggak, pasti nggak nggak apa-apa." jawab Na-kun polos.
"Oke, mari kita tinggalkan anak ini." Hiko pun meninggalkan gazebo tersebut dengan entengnya.
Di salah satu tempat yang tak jauh dari gazebo, Hiko melihat sebuah buku tergeletak di atas bunga mawar. Hiko pun mengambilnya.
"Hm ... buku dengan bolongan kunci. Apa buku ini bisa dibuka dengan kunci ini ya?" Hiko mengambil kembali kunci dengan tulisan 'Fantasy Garden' tersebut, kemudian memasukkannya ke dalam bolongan kunci buku itu.
Seketika, buku tersebut pun terbuka.
"Hmm ... 'Hei, kamu ingin pergi dari sini? Apakah kamu tidak ingin berbicara sebentar dengan temanmu? Jangan cuekin mereka! Hibur mereka! Atau kamu akan berakhir tragis sepertiku ...'" Hiko membaca tulisan yang berada di buku tersebut dengan suara yang lantang. "Hah? Apa maksudnya ini?!"
"HIKO!!!" teriak Na-kun dari arah gazebo.
Hiko melihat ke arah sumber suara itu berada dan melihat Na-kun terlilit oleh akar bunga mawar dari tangan anak laki-laki tersebut yang kini ... tampak seperti laki-laki remaja.
"Oi. Diem, di situ. Masih belum selesai baca, nih." Hiko kembali menatap buku tersebut dan membaca kelanjutannya, menghiraukan Na-kun yang merintih kesakitan. "'Aku akan membantu kalian, asalkan ... tolong lepaskan akar bunga mawar ini. Rasanya betul sakit ... aw aw aw--'. KENAPA YANG TERAKHIRNYA KUBACA SIH?! JADINYA AMBIGU BANGET!" Hiko marah-marah setelah selesai membaca buku itu.
Hiko melirik sebuah senjata di salah satu tumpukan bunga tersebut. M1 Garand, senjata kesukaannya. Dengan entengnya, dia mengarahkannya ke kepala laki-laki yang melilit itu.
"Menyingkir kau ... hah?" Hiko seketika kaget melihat laki-laki yang melilit Na-kun malah asyik menjilat lehernya.
"Hi ... Hiko-kun! Tolong aku!" jerit Na-kun sambil menangis.
"Dasar laki-laki uke ..." Hiko dengan santainya menembak kepala laki-laki yang melilit tersebut dengan senjatanya.
BRUAGH! Laki-laki itu pun langsung terjatuh dan mengeluarkan sebuah bola dengan corak bunga dari tangannya yang terlilit oleh akar mawar.
Hiko mengambil bola tersebut dan mengarahkannya ke buku. Seketika, muncullah sebuah pintu kayu tepat di depannya.
"... Oi, Na-kun. Kamu mau jalan-jalan dulu atau ... agh, sialan. Tidur lagi." Hiko kaget sekaligus kesal melihat Na-kun tertidur di gazebo dengan nyenyak. Hiko menarik tubuh Na-kun ke punggungnya, kemudian menggendongnya sambil berjalan mengelilingi dunia yang seperti kebun bunga tersebut.
"Betul kata-kata buku itu. Mungkin ... aku harus melewatkan waktu yang lebih banyak lagi dengan Na-kun." Hiko tertawa kecil dan mulai berlarian di antara bunga lily.

Jangan salahkan saya yang seorang fujoshi.

Trending Now
Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Demi cinta, semua orang rela melakukan pengorbanan apapun untuk pasangannya. Mereka cenderung tidak ingin pasangannya sedih bahkan terluka.
59,219 views 5,167 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
3,531 views 0 shares
10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

Setiap orang sudah memiliki pasangan, pasti ingin hubungannya berlanjut ke bahtera pernikahan. Bagi orang Indonesia sendiri, pernikahan buka
9,585 views 0 shares
10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

Kendaraan saat ini sudah tidak bisa lagi dibilang sebagai kebutuhan sekunder, karena tanpa sebuah kendaraan mobilitas manusia akan susah. Se
11,709 views 0 shares
10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

Bagi kamu yang tinggal di pemukiman padat penduduk pasti nggak asing dengan jalanan yang sempit atau kecil. Biasanya jalanan ini hanya bisa
3,161 views 0 shares
10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

Kereta api adalah salah moda transportasi yang ada di Indonesia. Menurut Undang-Undang, kereta api memiliki jalan sendiri sehingga harus mel
12,516 views 0 shares
10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dengan enak. Tapi sebenarnya yang namanya rasa makanan itu relatif, jadi nggak s
3,016 views 0 shares
10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

Selain kewajiban bagi para laki-laki yang memasuki akil baligh, khitan juga bisa dilakukan dengan alasan kesehatan. Kalau jaman dulu khitan
5,628 views 0 shares
MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

Pulsker, kalau selama ini kamu berpikir cuman angkutan umum di luar negeri yang bisa bagus, siap-siap melongo deh. Angkutan umum Indonesia,
226,251 views 9,337 shares