Cutie Cool Curse part 3
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,723 views
Cutie Cool Curse part 3

Ada 4 ras yang terbentuk dari cerita kematiannya di dunia ini.
1, iblis.

Roh-roh yang mati dengan permintannya yang terkesan abnormal, akan menjadi iblis bertanduk, sedangkan iblis yang mati dengan cara yang aneh akan menjadi iblis tapi tidak bertanduk maupun bersayap. Tapi, jika roh tersebut mempunyai kedua ketentuan seperti yang tadi disebutkan, dia akan menjadi iblis bertanduk dan bersayap.
Iblis bisa keluar dari dunia itu (tergantung permintaan), menggoda manusia, memperlihatkan wujudnya (harus dengan alat), dan membunuh makhluk lain maupun manusia. Jika sudah membunuh, maka dia akan disebut Chaos. Chaos harus dibunuh karena permintaannya sudah tak diterima lagi.
2, Elf. Roh-roh yang mati dengan alasan dan permintaan yang normal. Mereka bertugas membunuh Chaos dan Beast.
3, Siluman. Roh-roh yang mati dengan alasan dan permintaan yang bervariasi, misalkan dia mati dengan alasan yang aneh tapi permintaannya normal, begitu juga sebaliknya. Siluman juga mempunyai sisi 'hitam' yang dinamai Beast.
4, Animal. Roh-roh binatang yang mati dengan beragam alasan. Mereka akan menjadi manusia untuk memenuhi permintaan mereka.
KLAP! Aku menutup buku yang tak terlalu tebal tersebut.
"Nah ... sudah tahu kan kamu nggak bertanduk dan bersayap?" Karai mengambil buku berwarna merah tanpa judul itu dari tanganku dan memasukkannya ke dalam jaket dibalik jas hitamnya.
Aku celingak-celinguk, melihat sekitar, apakah ada Chaos ataupun tidak, karena tempat ini adalah dunia iblis ...
"Tenang saja, Chaos tak akan keluar jam segini." Karai menjambak rambutku, tapi kutahan, aku masih ingin istirahat di jembatan yang dibawahnya terdapat lava. Panas, sih, tapi karena aku capek mengelilingi dunia iblis yang seperti kota mati ini, aku tak mengurusi keringat yang terus berjatuhan.
Kata Karai, jalan untuk ke dunia manusia harus melewati seluruh dunia ras. Cahaya yang berasal dari bolongan kotak yang kulihat tadi itu hanyalah pencahayaan. Cih, aku jadi ingin secepatnya mengutuk mereka, deh. -w-
"... Siapa yang bikin dunia ini?" tanyaku, sambil mengayun-ayunkan kakiku.
"Author." jawabnya polos.
"... Maksudku ..."
"Iya, Author. Dia kepingin nyiksa kita, OC-OC-nya di dunia macam gini."
"... Gak percaya."
"Tanya aja sendiri sama Authornya."
"..."
"Udah, ah. Ayo, kita jalan lagi." Karai menjambak rambutku. Dengan berat hati, aku berdiri dan mengekornya.
Rute yang kulewati ini adalah jalan pintas agar bisa sampai ke dunia Elf dengan cepat. Resikonya cuma satu; harus berhati-hati akan Elf yang bisa menyerang kapan saja.
... Lama-lama, aku merasa Karai menjambak rambutku lebih sakit dibanding sebelumnya. Aku mencengkram tangannya.
"Sakit." kataku.
Dia membalikkan badannya ke aku, dengan tatapan marah. "Apa?"
"Sakit." ulangku. "Aku bilang, kamu jambak rambutku lebih sakit dibanding sebelumnya!" kutatap Karai dengan tatapan marahku yang seperti beruang.
Karai terdiam sebentar, mengambil nafas dalam-dalam, kemudian dia mendekatiku, menarik kerahku jaketku dengan satu tangan sampai-sampai kakiku sudah tidak berada di tanah lagi. Wajahku saat ini dekat sekali dengannya.
"Le ... lepaskan!"
"Kamu bilang ingin menjadi pembantuku, kan?"
"I ... itu cuma keceplosan, tahu!" Kutendang dadanya, tapi dia masih bertahan dengan sempurna. Oh tidak ...
"Kata-kata tak bisa ditarik kembali, bodoh. Kamu harus menerimanya atau ..." Karai mengeluarkan pisau dari saku jasnya, kemudian menggoreskannya ke pipiku. "Kamu harus ma--"
DUAGH! Karai tiba-tiba tertendang oleh sesuatu, begitu juga denganku. Tubuh Karai menabrak dinding rute jalan pintas tersebut, sedangkan tubuhku mengenai tubuhnya. Hah, ini termasuk keberuntungan atau tidak, ya?
Aku melihat ada payung hitam di depanku, berputar-putar ... dan hop! Berhenti. Payung itu kemudian menyingkir dari hadapanku, menggantikan sesosok perempuan cantik yang menatapku dengan ramah.
"Wah, wah ... sepertinya Karai ingin cepat-cepat mati, ya. Masa' rambut perempuan dijambak?" Perempuan tersebut yang kemungkinan adalah seorang Elf, memegang rambutku dengan lembut. Lalu, secara pelan-pelan, Elf itu menyentuh lukaku. "Dan juga, luka ini ..."
Dia menghapus bekas darah di tangannya, menyuruhku untuk menyingkir, kemudian menunjukkan payungnya ke depan Karai yang (sepertinya) tertidur.
"Kamu sudah menjabak rambut perempuan dan menggores pipi perempuan. Kamu sudah mendekati garis Chaos, jadi ..." Elf itu membuka payungnya dan akan menyebutkan mantra, namun terhenti oleh iblis si olon yang tiba-tiba terbangun itu.
"Tu ... tunggu dulu! Dia bilang ingin jadi pembantuku dan memarahiku! Bukankah itu nggak boleh?!" teriaknya.
"APANYA YANG NGGAK BOLEH?! KAMU INI MELAKUKAN PENYIKSAAN TERHADAP PEMBANTU, KAU TAHU?! DIA MEMANG BUKAN PEMBANTU, TAPI TETAP SAJA, KAMU MELAKUKAN PENYIKSAAN!" teriaknya. "Nah, biarkan aku ..." Elf itu memejamkan matanya, tapi Karai sudah berdiri mendekatinya ... dengan pisau di tangannya.
"... membunuhmu duluan." Karai memposisikan pisau yang dipegangnya itu ke pundak kiri Elf tersebut, namun sebelum dia betul-betul menusuk pundaknya, aku langsung mensteples tangan Karai. Karai pun menjatuhkan pisaunya dan berlutut tepat di depan Elf itu.
"Jangan ... seenaknya mencampuri urusanku, Arisu ..." suara Karai kini seperti ingin mengintimidasi aku dan Elf yang bernama Arisu itu. Arisu langsung menarik tanganku dan berlari secepatnya dari amukan iblis itu.
Sesampainya di sebuah kuil, Arisu mengulurkan tangannya kepadaku dan aku menerimanya.
"Ryuketsu Arisu, Elf. Salam kenal." katanya, sambil mengangguk penuh percaya diri. Anehnya, aku malah ikut mengangguk.
"Karai itu suka melukai orang dan selalu kuingatkan berkali-kali, tapi dia selalu mengacuhkannya. Dan untungnya, saat itu aku ada di sana. Kalau tidak, mungkin tubuhmu sudah penuh dengan goresan pisau." jelasnya, memutar-mutar payungnya yang ada di pundak.
"Kamu Johanna Harris, kan?" Arisu tersenyum lembut. "Kalau betul, selamat datang di ... dunia Elf!"
Seketika setelah Arisu berteriak seperti itu, keluarlah Elf lain yang juga ikut tersenyum kepadaku.
Aku pun ikut tersenyum, melepas seluruh ketakutan dan keteganganku begitu melihat mereka.

~Bonus~
Pict (c) to: Lia-sama
Chara design Arisu:
http://dreamself.me/full.php?acti
Ryuketsu Arisu (c) Jasmine Haifa Khairunnisa

Trending Now
10 Status Momen Apes yang Isinya Bikin Deg-degan

10 Status Momen Apes yang Isinya Bikin Deg-degan

Menjadi hal yang manusiawi ketika kita panik, akan merasa mulas, panas dingin, deg-degan hingga kehilangan konsentrasi. Biasanya momen panik
2,749 views 0 shares
Kasihan tapi Lucu! 10 Orang Ini Menerima Barang yang nggak Sesuai Ekspektasi Saat Belanja Online

Kasihan tapi Lucu! 10 Orang Ini Menerima Barang yang nggak Sesuai Ekspektasi Saat Belanja Online

Perkembangan teknologi memang sangat membantu kehidupan kita, salah satunya adalah kita bisa dengan mudah berbelanja secara online. Ada bany
540,037 views 20,089 shares
9 Cara Orang Makan Mie Instan yang Bikin Gagal Lapar

9 Cara Orang Makan Mie Instan yang Bikin Gagal Lapar

Beberapa orang gemar memakan mie instan. Selain karena mudah dibuat, mie instan juga bisa menemani kita kapanpun dan dimanapun. Apalagi pali
2,573 views 0 shares
Beginilah Foto Foto Pendidikan Ekstrim Menjadi Pramugari di China

Beginilah Foto Foto Pendidikan Ekstrim Menjadi Pramugari di China

Menjadi Pramugari mungkin bisa jadi salah satu idaman pekerjaan bagi banyak wanita, syarat penampilan fisik, kercerdasan, dan komukasi yang
340,729 views 16,685 shares
10 Foto Lucu Saat Orang Salah Kostum & Dandan, Kocak Parah

10 Foto Lucu Saat Orang Salah Kostum & Dandan, Kocak Parah

Saat menghadiri acara atau event tertentu biasanya ada dress code, baju, atau makeup yang disepakati buat dipakai, tapi gimana jadinya kalo
23,053 views 0 shares
10 Chat Kepolosan Pembeli Online Shop yang Bikin Gregetan

10 Chat Kepolosan Pembeli Online Shop yang Bikin Gregetan

Banyak alasan kenapa seseorang memilih berbelanja di online shop. Selain karena banyak pilihannya, harga yang ditawarkan online shop juga be
77,648 views 0 shares
10 Tulisan di Gerobak Jualan yang Isinya Nyeleneh

10 Tulisan di Gerobak Jualan yang Isinya Nyeleneh

Keberadaan pedagang kaki lima sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia. Di mana ada tempat keramaian, di situ sudah dipastikan ada orang-or
2,249 views 0 shares
10 Kisah Tawar-menawar ala Emak-emak yang Bikin Mules

10 Kisah Tawar-menawar ala Emak-emak yang Bikin Mules

Berbicara tentang tawar-menawar tidak jauh dari urusan jual beli, pasar dan ibu-ibu. Kenapa mereka berkaitan erat? Karena ibu-ibu sangat jag
12,433 views 0 shares
10 Chat Ditolak Gebetan yang Isinya Bikin Sedih tapi Ngakak

10 Chat Ditolak Gebetan yang Isinya Bikin Sedih tapi Ngakak

Buat yang masih dalam tahap PDKT dengan gebetan, pasti berbagai macam cara kamu lakukan agar mereka juga membalas rasa cintamu. Mulai dari m
8,979 views 0 shares
10 Chat Kocak yang Isinya Pamer Ini Bikin Ngakak

10 Chat Kocak yang Isinya Pamer Ini Bikin Ngakak

Berkat teknologi, orang komunikasi tanpa harus bertemu langsung dan bertatap muka. Cukup aplikasi chatting, kita bisa langsung menyampaikan
11,509 views 0 shares