LiTr part 2
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,406 views
LiTr part 2

"...io."
"...Nio."
"..."
"NIO!"
Aku langsung terbangun dan berusaha duduk setegak mungkin, tak tahu jika dibelakangku ada--
"Ow! Sakit tahu!" gerutu Skan sambil memegang hidungnya.
"Ah ma-maaf ... toh juga ntuh salahmu sendiri, bangunin orang tepat dibelakangnya." jawabku santai sambil membereskan alat-alat di meja.

Aku menghiraukan Skan yang sedari tadi ngoceh entah tentang apa dan melihat ke arah kasurku, dimana terdapat Neon sebesar kulkas. Dia mengecil, membesar, dan mengulanginya entah untuk keberapa kalinya. Aku menaruhnya disana dan menyuruhnya untuk mengecil kemudian membesar sampai aku puas, tapi karena tadinya aku kecapekan menunggu Skan berolah raga selama 3 jam, aku pun tertidur.
Aku membalikkan kursiku menghadap Skan yang sudah melipat tangannya, seakan-akan sudah menungguku untuk membalikkan pandanganku ke arahnya.
"Hm, ada apa?" tanyaku.
"Makan malam. Sekarang sudah jam 7, lho." jawabnya dengan raut wajah cemas.
"... Kita pulang jam berapa tadi?" tanyaku lagi.
"Jam 12." jawabnya datar. "Dan kau belum makan siang, betul?"
"Aku sudah kenyang dengan rumus-rumus yang diberikan Hafni." Aku mengambil kertas catatan dan memukulkannya ke kepala Skan.
"Owah, membesarkan dan mengecilkan ciptaan sendiri?! Hafni memang hebat, ya ..." Skan membalik-balik halaman per halaman kertas catatan tersebut sambil beranjak keluar dari kamarku. Aku pun hanya mengekornya toh juga pastinya dia akan ke ruang makan.
"Yup, kamu bisa menggunakannya untuk robot-mu, SmIlE dan Shar-P, bukan begitu?" ujarku.
"Hm, hm, betul." jawabnya tanpa menoleh setitikpun kearahku.
Aku berhenti sejenak dan melihat kamar orangtua Skan yang dekat dengan ruang keluarga dan ruang makan.
"Kenapa mereka--"
"Ayah dan ibu kerjanya lembur untuk 2 bulan kedepan." jawabnya.
"Hoo ... cukup lama, ya."
"Hm."
Sesampainya di ruang makan, aku terkaget melihat hidangan hari ini yang menurutku luar ...
nggak biasanya-nya.
Telur dadar dengan kecap dan nasi.
Wow.
"Kamu harus bersyukur bisa makan telur dan nasi, Nio." ujar Skan yang ternyata sudah duduk sedari tadi. Dia memakan masakannya tersebut sambil membaca catatan itu.
Aku pun duduk di seberangnya dan mengambil catatan tersebut. "Makan ya makan. Aku nggak mau ketika kamu membacanya saat makan nanti nasinya jatuh ke kertasnya."
Skan cemberut dan mulai makan dengan cepat. Perempuan memang sulit dimengerti ...
Aku mulai makan telur masakan Skan yang jarang kumakan ini. Dulu sih pernah, saat kelas 5 SD dan saat itu masakannya gosong, jadinya ya terpaksa aja deh makannya.
"AGH!"
"Hm? Kenapa Nio?" tanyanya datar.
"Kamu masukin terlalu banyak garam, tahu!" jawabku kesal.
"Kamu memang nggak suka asin, ya." katanya, masih dengan ekspresi yang datar.
Aku beranjak dari kursi menuju kulkas dan mengambil sebotol air.
"Hah ... padahal aku baru sukses memperbarui robotku ... bukannya disambut dengan makanan yang enak, malah disambut makanan yang asin-nya nggak karuan ..." gerutuku.
"Hei! Dasar nggak sopan!" bentaknya.
"Iya, iya, akan kumakan deh." jawabku sambil menyeret botol air tersebut ke meja, kemudian duduk di seberang Skan untuk menikmati telur tersebut.
"... asin."
"Kamu ini laki-laki atau perempuan, sih? Masa' makan makanan asin aja sudah mau nangis?"
"... ugh."
Aku terkaget melihat tangan kanan Skan yang diperban. Padahal, saat pulang tadi, tak ada perban di tangannya yang cerah bersih tersebut.
"Tangan kananmu ... kenapa?" tanyaku.
Skan menatapku sesaat, kemudian meletakkan sendoknya.
"Aku memecahkan telur memakai pisau tadinya, tapi nggak tahunya tanganku kesayat." jawabnya.
"Pfft--" tawaku.
"Hei! Apa-apaan itu!" bentaknya sambil menjambak rambutku.
"Ahahaha maaf, maaf. Habis masa' kamu mecahin telur pakai pisau sih?"
"Ya aku kan jarang masak, jadinya ..."
"Haha iya, iya. Toh juga jadi pengalaman baru untukmu."
Skan menggerutu, kemudian dia melanjutkan makan malamnya. Aku yang sudah selesai makan, mencuci piring tersebut.
Piring berwarna putih. Air berwarna biru muda. Wastafel berwarna biru laut. Spons berwarna biru tua.
... Aneh.
Seketika, aku teringat mawar yang kupungut tadi siang. Perasaan aku ikut membawanya ke kamar, deh, tapi ...
"Skan, tahu dimana mawar yang baru kupungut?" tanyaku.
"Kamu ini kayaknya jadi pelupa ya? Kamu menaruhnya di rak sepatu, lho." jawabnya.
"Hah, apa?!"
Aku langsung berlarian menuju rak sepatu yang untungnya agak dekat dengan ruang makan. Aku ini memang ceroboh banget, ya, masa' bunga yang indah ini kutaruh di rak sepatu ...
Merah.
Mawar yang ada di sepatu sneakers-ku berwarna merah.
"Ke ... kenapa bisa?" tanyaku sambil meraih mawar itu. Aku tersenyum melihat bunga tersebut yang entah sejak kapan berwarna merah itu.
Tes!
"... Darah?"
Aku terkaget melihat tetesan merah menetes dari bunga tersebut ke pipiku. Sebagian warnanya menjadi biru seperti yang kulihat tadi siang. Berarti ini memanglah ...
"Itu darahku." ujar Skan tiba-tiba. "Yang kulakukan hanyalah untuk membuatmu tersenyum setelah meperbarui Neon, Nio. Aku tak bisa memasak, makanya ..."
"Tapi kamu tak boleh mensayat tanganmu begitu saja! Bagaimana jika kamu anemia?!" bentakku.
Skan terkejut melihatku membentaknya dan dia mulai bergumam sendiri.
"Maafkan aku, maafkan aku ... Nio, maafkan aku."
Aku sebenarnya tak tega melihat perempuan menangis seperti ini. Tapi kenapa bisa aku membentak perempuan?
"Sudah, tak apa-apa. Aku juga minta maaf telah membentakmu. Tadi telurnya enak, kok, meskipun agak asin." ujarku. Tapi aku tahu, kata-kata taklah cukup. Aku mendorongnya ke badanku, sehingga dia bisa menangis begitu saja.
"Maafkan aku, maafkan aku ..." gumamnya.
"Iya, iya. Nggak apa-apa." Aku mengusap-usap kepalanya, berusaha menenangkannya.
... Apa aku sebeharga ini di mata Skan?

Setelah aku membantu Skan untuk memperbarui robotnya; SmIlE, robot pemberi informasi yang ada di jepit rambutnya dan Shar-P, robot berbentuk seperti pecahan kaca yang bisa merusak barang bertenaga listrik, aku pun memutuskan untuk mengajukan pertanyaan kepada Presiden, toh juga sekarang sudah jam 1.
"Neon;ak-2, clear, q-229, talk, no lie." perintahku kepada Neon.
Seketika, Neon menjadi kecil seperti semula dan mulai mengajukan pertanyaan ke lubang berwarna putih bernama Cir-As, sebuah benda dari Presiden yang akan datang di setiap kamar.
"Apa rahasia dibalik dunia ini?"
Aku terus menatap Cir-As, menunggu sampai benda itu bercahaya biru.
Dan, setelah menunggu 10 menit, akhirnya benda itu bercahaya biru, memberikan jawaban.
Anehnya, aku tak bisa mendengar jawaban tersebut.
Setelah selesai, Neon pergi kearahku.
"Jadi, apa jawabannya?" tanyaku dengan tatapan senang.
"Tidak ada." jawabnya.
"Hah?"
"Tidak ada."
"... Oi, pasti ada sesuatu kan?"
"Tidak ada."
Kenapa ... Neon menjadi aneh begini?
"Oh ayolah, kamu tak bisa berbohong, Neon ..."
Skan.
"...tunggu."
Tidak mungkin kan, ada orang yang meng-hack sistem Neon? Dia sudah kuperbarui dimana sistem-nya hanya bisa dibuka olehku, tapi kenapa ...
Shar-P.
Neon tadinya ku-charge.
OK.
Aku langsung mengambil obeng dan menarik Neon mendekat.
"Run as Admin; Nio!"
"Neon version 1 not responding."
"Run as Admin; Nio!"
"Neon version 1 not responding."
Aku menjatuhkannya ke lantai kemudian kuambil pemukul baseball.
"Run as Admin; Nio."
"Neon version 1 hacked. I am trying to fix it but I can't. Neon's lie increased 50% and truth 20%. Apply it as default?"
"No."
"Applied it as default."
"Neon; turn off."
"Neon version 1 not responding."
Dengan kesalnya, aku langsung menghantam Neon berkali-kali sampai seluruh badannya berantakan tak karuan.
Setelah menghantamnya selama kira-kira 5 menit, akhirnya sistemnya pun mati.
Aku jatuh lemas di samping Neon yang sudah rusak tersebut.
"Apa ... yang Skan pikirkan sampai meng-hack mu?"
Neon, untuk pertama kalinya, hancur berkeping-keping.

Trending Now
10 Gambar Pada Spanduk Jualan yang Bikin Gagal Paham

10 Gambar Pada Spanduk Jualan yang Bikin Gagal Paham

Spanduk menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk mempromosikan barang yang dijual oleh pedagang. Biasanya spanduk ini berisi fot
735 views 0 shares
Hasil CROP Foto yang Mengubah Segalanya, Siap Siap Kagum Deh Lihatnya

Hasil "CROP" Foto yang Mengubah Segalanya, Siap Siap Kagum Deh Lihatnya

Semakin banyaknya penggunaan sosial media, semakin banyak orang mengupload foto biasanya mereka memilih fotonya diedit, crop, filter agar t
754,110 views 5,627 shares
12 Fakta Tentang Belanja Online yang Bisa Bikin Kamu Geregetan

12 Fakta Tentang Belanja Online yang Bisa Bikin Kamu Geregetan

Tekhnologi yang semakin maju di era sekarang bisa bikin semuanya serba instan. Pesan makan dengan online dan dikirim dengan ojek online juga
768,383 views 49,701 shares
10 Chat Dengan Cewek Matre yang Endingnya Greget Banget

10 Chat Dengan Cewek Matre yang Endingnya Greget Banget

Setiap pria pasti memiliki kriteria sendiri untuk menjadikan seorang wanita sebagai pasangannya. Salah satunya, mereka nggak ingin punya pas
1,383 views 0 shares
10 Status Facebook Salah Paham Ini Bikin Tepuk Jidat

10 Status Facebook Salah Paham Ini Bikin Tepuk Jidat

Sebagai manusia, kesalahpahaman adalah hal yang biasa. Biasanya hal ini terjadi karena miskomunikasi ketika melihat atau ngobrolin sesuatu.
161,955 views 0 shares
10 Kelakuan Absurd Para Tukang yang Bikin Ngakak

10 Kelakuan Absurd Para Tukang yang Bikin Ngakak

Jika kamu familiar dengan ungkapan kuproy atau kepanjangannya yaitu kuli proyek, belakangan ungkapan ini menjadi goyonan di media sosial, ka
1,570 views 0 shares
[11 Gambar Lucu] Model Busana Wanita Masa Kini

[11 Gambar Lucu] Model Busana Wanita Masa Kini

Indonesia memiliki selera berbusana yang cukup unik terutama pada wanitanya. Mereka menggabungkan berbagai selera berbusana dari berbagai co
771,674 views 17,869 shares
25 Gambar perubahan zaman ini bikin tersentuh anak muda zaman sekarang .

25 Gambar perubahan zaman ini bikin tersentuh anak muda zaman sekarang .

Pacaran zaman dulu ngobrol berdua di meja sambil makan malam romantis. Sekarang mah, PACARAN SAMA HAPE!! Cieee, yang kangen masa lalu
839,704 views 24,936 shares
10 Status Facebok Salah Bahasa Ini Bikin Tepuk Jidat

10 Status Facebok Salah Bahasa Ini Bikin Tepuk Jidat

Kita belum tahu pasti ada berapa banyak bahasa yang digunakan oleh para penduduk di dunia. Di Indonesia saja,hampir setiap suku memiliki bah
233,722 views 0 shares