LiTr part 2
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,472 views
LiTr part 2

"...io."
"...Nio."
"..."
"NIO!"
Aku langsung terbangun dan berusaha duduk setegak mungkin, tak tahu jika dibelakangku ada--
"Ow! Sakit tahu!" gerutu Skan sambil memegang hidungnya.
"Ah ma-maaf ... toh juga ntuh salahmu sendiri, bangunin orang tepat dibelakangnya." jawabku santai sambil membereskan alat-alat di meja.

Aku menghiraukan Skan yang sedari tadi ngoceh entah tentang apa dan melihat ke arah kasurku, dimana terdapat Neon sebesar kulkas. Dia mengecil, membesar, dan mengulanginya entah untuk keberapa kalinya. Aku menaruhnya disana dan menyuruhnya untuk mengecil kemudian membesar sampai aku puas, tapi karena tadinya aku kecapekan menunggu Skan berolah raga selama 3 jam, aku pun tertidur.
Aku membalikkan kursiku menghadap Skan yang sudah melipat tangannya, seakan-akan sudah menungguku untuk membalikkan pandanganku ke arahnya.
"Hm, ada apa?" tanyaku.
"Makan malam. Sekarang sudah jam 7, lho." jawabnya dengan raut wajah cemas.
"... Kita pulang jam berapa tadi?" tanyaku lagi.
"Jam 12." jawabnya datar. "Dan kau belum makan siang, betul?"
"Aku sudah kenyang dengan rumus-rumus yang diberikan Hafni." Aku mengambil kertas catatan dan memukulkannya ke kepala Skan.
"Owah, membesarkan dan mengecilkan ciptaan sendiri?! Hafni memang hebat, ya ..." Skan membalik-balik halaman per halaman kertas catatan tersebut sambil beranjak keluar dari kamarku. Aku pun hanya mengekornya toh juga pastinya dia akan ke ruang makan.
"Yup, kamu bisa menggunakannya untuk robot-mu, SmIlE dan Shar-P, bukan begitu?" ujarku.
"Hm, hm, betul." jawabnya tanpa menoleh setitikpun kearahku.
Aku berhenti sejenak dan melihat kamar orangtua Skan yang dekat dengan ruang keluarga dan ruang makan.
"Kenapa mereka--"
"Ayah dan ibu kerjanya lembur untuk 2 bulan kedepan." jawabnya.
"Hoo ... cukup lama, ya."
"Hm."
Sesampainya di ruang makan, aku terkaget melihat hidangan hari ini yang menurutku luar ...
nggak biasanya-nya.
Telur dadar dengan kecap dan nasi.
Wow.
"Kamu harus bersyukur bisa makan telur dan nasi, Nio." ujar Skan yang ternyata sudah duduk sedari tadi. Dia memakan masakannya tersebut sambil membaca catatan itu.
Aku pun duduk di seberangnya dan mengambil catatan tersebut. "Makan ya makan. Aku nggak mau ketika kamu membacanya saat makan nanti nasinya jatuh ke kertasnya."
Skan cemberut dan mulai makan dengan cepat. Perempuan memang sulit dimengerti ...
Aku mulai makan telur masakan Skan yang jarang kumakan ini. Dulu sih pernah, saat kelas 5 SD dan saat itu masakannya gosong, jadinya ya terpaksa aja deh makannya.
"AGH!"
"Hm? Kenapa Nio?" tanyanya datar.
"Kamu masukin terlalu banyak garam, tahu!" jawabku kesal.
"Kamu memang nggak suka asin, ya." katanya, masih dengan ekspresi yang datar.
Aku beranjak dari kursi menuju kulkas dan mengambil sebotol air.
"Hah ... padahal aku baru sukses memperbarui robotku ... bukannya disambut dengan makanan yang enak, malah disambut makanan yang asin-nya nggak karuan ..." gerutuku.
"Hei! Dasar nggak sopan!" bentaknya.
"Iya, iya, akan kumakan deh." jawabku sambil menyeret botol air tersebut ke meja, kemudian duduk di seberang Skan untuk menikmati telur tersebut.
"... asin."
"Kamu ini laki-laki atau perempuan, sih? Masa' makan makanan asin aja sudah mau nangis?"
"... ugh."
Aku terkaget melihat tangan kanan Skan yang diperban. Padahal, saat pulang tadi, tak ada perban di tangannya yang cerah bersih tersebut.
"Tangan kananmu ... kenapa?" tanyaku.
Skan menatapku sesaat, kemudian meletakkan sendoknya.
"Aku memecahkan telur memakai pisau tadinya, tapi nggak tahunya tanganku kesayat." jawabnya.
"Pfft--" tawaku.
"Hei! Apa-apaan itu!" bentaknya sambil menjambak rambutku.
"Ahahaha maaf, maaf. Habis masa' kamu mecahin telur pakai pisau sih?"
"Ya aku kan jarang masak, jadinya ..."
"Haha iya, iya. Toh juga jadi pengalaman baru untukmu."
Skan menggerutu, kemudian dia melanjutkan makan malamnya. Aku yang sudah selesai makan, mencuci piring tersebut.
Piring berwarna putih. Air berwarna biru muda. Wastafel berwarna biru laut. Spons berwarna biru tua.
... Aneh.
Seketika, aku teringat mawar yang kupungut tadi siang. Perasaan aku ikut membawanya ke kamar, deh, tapi ...
"Skan, tahu dimana mawar yang baru kupungut?" tanyaku.
"Kamu ini kayaknya jadi pelupa ya? Kamu menaruhnya di rak sepatu, lho." jawabnya.
"Hah, apa?!"
Aku langsung berlarian menuju rak sepatu yang untungnya agak dekat dengan ruang makan. Aku ini memang ceroboh banget, ya, masa' bunga yang indah ini kutaruh di rak sepatu ...
Merah.
Mawar yang ada di sepatu sneakers-ku berwarna merah.
"Ke ... kenapa bisa?" tanyaku sambil meraih mawar itu. Aku tersenyum melihat bunga tersebut yang entah sejak kapan berwarna merah itu.
Tes!
"... Darah?"
Aku terkaget melihat tetesan merah menetes dari bunga tersebut ke pipiku. Sebagian warnanya menjadi biru seperti yang kulihat tadi siang. Berarti ini memanglah ...
"Itu darahku." ujar Skan tiba-tiba. "Yang kulakukan hanyalah untuk membuatmu tersenyum setelah meperbarui Neon, Nio. Aku tak bisa memasak, makanya ..."
"Tapi kamu tak boleh mensayat tanganmu begitu saja! Bagaimana jika kamu anemia?!" bentakku.
Skan terkejut melihatku membentaknya dan dia mulai bergumam sendiri.
"Maafkan aku, maafkan aku ... Nio, maafkan aku."
Aku sebenarnya tak tega melihat perempuan menangis seperti ini. Tapi kenapa bisa aku membentak perempuan?
"Sudah, tak apa-apa. Aku juga minta maaf telah membentakmu. Tadi telurnya enak, kok, meskipun agak asin." ujarku. Tapi aku tahu, kata-kata taklah cukup. Aku mendorongnya ke badanku, sehingga dia bisa menangis begitu saja.
"Maafkan aku, maafkan aku ..." gumamnya.
"Iya, iya. Nggak apa-apa." Aku mengusap-usap kepalanya, berusaha menenangkannya.
... Apa aku sebeharga ini di mata Skan?

Setelah aku membantu Skan untuk memperbarui robotnya; SmIlE, robot pemberi informasi yang ada di jepit rambutnya dan Shar-P, robot berbentuk seperti pecahan kaca yang bisa merusak barang bertenaga listrik, aku pun memutuskan untuk mengajukan pertanyaan kepada Presiden, toh juga sekarang sudah jam 1.
"Neon;ak-2, clear, q-229, talk, no lie." perintahku kepada Neon.
Seketika, Neon menjadi kecil seperti semula dan mulai mengajukan pertanyaan ke lubang berwarna putih bernama Cir-As, sebuah benda dari Presiden yang akan datang di setiap kamar.
"Apa rahasia dibalik dunia ini?"
Aku terus menatap Cir-As, menunggu sampai benda itu bercahaya biru.
Dan, setelah menunggu 10 menit, akhirnya benda itu bercahaya biru, memberikan jawaban.
Anehnya, aku tak bisa mendengar jawaban tersebut.
Setelah selesai, Neon pergi kearahku.
"Jadi, apa jawabannya?" tanyaku dengan tatapan senang.
"Tidak ada." jawabnya.
"Hah?"
"Tidak ada."
"... Oi, pasti ada sesuatu kan?"
"Tidak ada."
Kenapa ... Neon menjadi aneh begini?
"Oh ayolah, kamu tak bisa berbohong, Neon ..."
Skan.
"...tunggu."
Tidak mungkin kan, ada orang yang meng-hack sistem Neon? Dia sudah kuperbarui dimana sistem-nya hanya bisa dibuka olehku, tapi kenapa ...
Shar-P.
Neon tadinya ku-charge.
OK.
Aku langsung mengambil obeng dan menarik Neon mendekat.
"Run as Admin; Nio!"
"Neon version 1 not responding."
"Run as Admin; Nio!"
"Neon version 1 not responding."
Aku menjatuhkannya ke lantai kemudian kuambil pemukul baseball.
"Run as Admin; Nio."
"Neon version 1 hacked. I am trying to fix it but I can't. Neon's lie increased 50% and truth 20%. Apply it as default?"
"No."
"Applied it as default."
"Neon; turn off."
"Neon version 1 not responding."
Dengan kesalnya, aku langsung menghantam Neon berkali-kali sampai seluruh badannya berantakan tak karuan.
Setelah menghantamnya selama kira-kira 5 menit, akhirnya sistemnya pun mati.
Aku jatuh lemas di samping Neon yang sudah rusak tersebut.
"Apa ... yang Skan pikirkan sampai meng-hack mu?"
Neon, untuk pertama kalinya, hancur berkeping-keping.

Trending Now
Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Saat Wanita Rela Melakukan Pekerjaan Berat Demi Pasangannya (10 foto)

Demi cinta, semua orang rela melakukan pengorbanan apapun untuk pasangannya. Mereka cenderung tidak ingin pasangannya sedih bahkan terluka.
59,219 views 5,167 shares
10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

10 Status Gagal Masak yang Bikin Kasihan Tapi Lucu

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dan membuat makanan yang lezat. Berbicara tentang makanan, pasti nggak lepas dar
3,531 views 0 shares
10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

10 Pesan yang Ditujukan Untuk Tamu Pernikahan Ini Lucu Banget

Setiap orang sudah memiliki pasangan, pasti ingin hubungannya berlanjut ke bahtera pernikahan. Bagi orang Indonesia sendiri, pernikahan buka
9,585 views 0 shares
10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

10 Gaya Kocak Nyeleneh Ibu-ibu Waktu Naik Sepeda Motor

Kendaraan saat ini sudah tidak bisa lagi dibilang sebagai kebutuhan sekunder, karena tanpa sebuah kendaraan mobilitas manusia akan susah. Se
11,709 views 0 shares
10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

10 Potret Jalan Kecil yang Bikin Kita Keheranan

Bagi kamu yang tinggal di pemukiman padat penduduk pasti nggak asing dengan jalanan yang sempit atau kecil. Biasanya jalanan ini hanya bisa
3,161 views 0 shares
10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

10 Kelakuan Berbahaya Pengendara Motor di Palang Pintu Kereta

Kereta api adalah salah moda transportasi yang ada di Indonesia. Menurut Undang-Undang, kereta api memiliki jalan sendiri sehingga harus mel
12,516 views 0 shares
10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

10 Kehadian Tak Terduga Saat Memasak Ini Bikin Kaget

Semua orang bisa makan, tapi nggak semua orang bisa memasak dengan enak. Tapi sebenarnya yang namanya rasa makanan itu relatif, jadi nggak s
3,016 views 0 shares
10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

10 Poster Tukang Khitan Ini Bikin Anak-Anak Gagal Takut

Selain kewajiban bagi para laki-laki yang memasuki akil baligh, khitan juga bisa dilakukan dengan alasan kesehatan. Kalau jaman dulu khitan
5,628 views 0 shares
MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

MENAKJUBKAN! Angkutan Umum Indonesia Juga Bisa Keren Dan Mewah!

Pulsker, kalau selama ini kamu berpikir cuman angkutan umum di luar negeri yang bisa bagus, siap-siap melongo deh. Angkutan umum Indonesia,
226,251 views 9,337 shares