LiTr part 3
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,383 views
LiTr part 3

... Aku tertidur.
Aku terlalu capek akan kejadian kemarin, terutama Skan yang berubah drastis.

Kenapa dia setega itu menghancurkan ciptaan orang? Apa yang dia sembunyikan selama ini?
"Nio, ayo sarapan!" seru Skan didepan pintu.
Dasar manusia aneh, sudah menghancurkan ciptaan orang masih saja mau ngomong dengan orangnya? Dia ini nggak tahu malu apa?
Aku menghiraukannya dan melihat chip memori yang untungnya masih selamat. Chip rekaman suara pun selamat juga. Untunglah.
"... Hei, aku tahu kamu bangun!" serunya lagi.
Aku masih menghiraukannya, menatap kedua chip yang paling berharga tersebut.
Skan terdiam sebentar, kemudian dia mulai teriak-teriak lagi. Kali ini, teriakkannya betul-betul membuatku kesal.
"Kamu sadar jika aku meng-hack Neon?! Maafkan aku! Aku--"
Kubuka pintu kamarku dan langsung menarik kerah baju polo-nya ke dalam kamarku.
"He-hei! Kenapa kamu seenaknya menarikku masuk?!"
"Lihatlah ke bawah, bodoh!"
Seketika Skan melihatku dengan tatapan ingin menangis. Bukan, bukan aku yang salah. Dia ... dialah yang memulai semua ini. Ya, dia ...
"Maafkan aku, Nio. Aku tak ingin kamu pergi dari sini karena aku tahu ... kamu menyayangi keluargamu." ujarnya sambil menatap pecahan Neon.
"Apa maksudmu?" tanyaku.
"Aku tak akan menjelaskannya. Aku tak ingin kamu pergi dariku!" jawabnya.
"Jika memang kamu tak ingin memberitahukannya kepadaku, berarti aku akan mencari tahu-nya sendiri yang berarti aku akan pergi darimu."
Aku menatapnya dari dekat. Jika ini keadaan normal, aku pasti sudah menyerah dan akan memukul diriku sendiri. Tapi, aku harus mencari tahu apa maksud Skan. Aku tahu Skan bukanlah anak yang jahat.
Aku tahu.
"Jelaskan." perintahku.
Skan menatapku lekat-lekat, kemudian dia mendorongku, sepertinya dia tak kuat ditatapi seperti itu terus menerus.
"Sebenarnya, Presiden itu tidak ingin kamu tahu." ujarnya.
"Tidak ingin aku tahu apa--"
"Dia tidak ingin kamu tahu jika kita berada di planet yang lain dari planet keluargamu tinggal."
... Apa? Jadi selama ini, dunia yang kutinggali ini adalah planet?
"Kita tidak tahu planet apa ini, yang pasti planet ini sangat jauh dari Bumi. Planet Bumi masih mempunyai beberapa penduduk, namun mereka adalah penduduk terpilih yang berusaha mencari tumbuhan dan hewan untuk diselamatkan. Nantinya setelah diselamatkan, mereka akan ditaruh di setiap planet yang sudah ditinggali oleh manusia lain" jelasnya.
"... Dan keluargaku termasuk salah satu dari mereka?" tanyaku.
"Betul. Keluargamu adalah orang yang genius, makanya mereka terpilih." jawabnya.
"Jadi ... sejak kelas 1 SD, mereka ada disana terus?!" tanyaku lagi.
"... Ya." jawabnya, masih dengan nada yang datar.
"Kenapa kamu tak memberitahuku dari dulu?" tanyaku untuk kesekian kalinya.
"Karena keadaan Bumi berbahaya untuk seumuranmu saat itu, Nio." jawabnya.
"Memangnya ada apa disana?"
"Virus dan ozon Bumi. Itulah mengapa kita memutuskan untuk meninggalkan Bumi."
"Kenapa mereka tak menanam lebih banyak pohon saja?!"
"Kita terus menanam banyak pohon tapi tetap saja jumlah pohon itu kalah akan keegoisan manusia! Mereka menebang cuma untuk kepentingan pribadi! Dan sekarang biarkan mereka melihat efek dari perbuatan mereka!"
"Kamu melarangku mengetahui rahasia dibalik semua ini agar aku tak pergi darimu?!"
Skan mengangguk pelan dan mengusap air matanya yang entah sejak kapan menetes.
Pada akhirnya memang betul aku ingin sekali bertemu dengan keluargaku. Itulah mengapa aku menciptakan Neon dengan suara mereka sebagai pengganti rasa sedihku.
"Sekarang ... keluargaku dimana?" tanyaku, memecahkan keheningan.
"Mereka sudah menyelesaikan tugas dan memutuskan untuk membentuk koloni manusia baru di planet lain." jawabnya.
"Mereka ke planet mana?"
"Ke planet yang belum dijajah manusia."
"Darimana kamu tahu semua ini?"
"Aku tahu dari Presiden sendiri. Dia menjawab seluruh pertanyaanku, tapi dia melarang kita untuk keluar dari planet ini. Dan juga, dia merahasiakan semua ini darimu agar kamu tak keluar. Diluar sana berbahaya."
Aku mendesah dan menatap pecahan Neon lagi. Aku bisa saja pergi dari sini bersama Skan dengan memperbarui Neon menjadi pesawat, tapi sistemnya ...
Tunggu.
"Skan, aku tetap akan mencari keluargaku. Aku tak akan pergi sendirian, aku akan pergi bersamamu." ujarku, menatapnya lagi.
Skan terkejut melihat pengakuanku tersebut, kemudian, aku menunjukkan kedua chip berharga tersebut ke depan mukanya.
"Aku tahu memperbaiki seluruh sistem Neon tidaklah susah bagimu."
Skan mengambil kedua chip tersebut dan tersenyum lebar.
"Tentu saja!"

Jadi.
Setelah sistem Neon bisa berfungsi kembali atas namaku, aku memutuskan untuk memperbarui Neon agar dia bisa menjadi cyborg, sehingga versi 2 yaitu versi perempuannya tidak terbuang sia-sia.
Dan untunglah, setelah 2 minggu berlalu, akhirnya ada pameran robot sekolahku.
Aku tidak mengikuti pameran tersebut karena aku sudah membulatkan tekad untuk keluar dari planet ini, jadi yang membuatku terfokus adalah Neon, bukan hal lain.
"Nah, Skan. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan desain, kuserahkan padamu. Misi pertama; cari desain cyborg berwarna hitam dan kuning!" perintahku.
"Baik!" jawabnya dengan mantap, kemudian menarikku.
"Hei hei tunggu! Jangan cepat-cepat, dong!"
Terlalu banyak cyborg terpajang di pameran ini dan kebanyakan untuk hiburan, sehingga kebanyakan cyborg-nya adalah perempuan seksi. mempunyai desain keren.
"Ah, Nio! Bagaimana jika ini?!" seru Skan sambil menunjuk cyborg laki-laki dan perempuan dengan rambut jibrak yang menutupi salah satu mata mereka.
Warna rambut mereka hitam dengan garis berwarna kuning dan mata mereka berwarna orange. Desainnya memang memenuhi kriteria Neon dan Neody sih ...
"Oh halo Nio! Sudah lama ya kita tak bertemu!" sapa Fermium Argon, temanku sejak kelas 1 SD. "Kamu nggak sekolah, ya. Ada apa?"
... Gheh, bagaimana ini ...
Jika kujelaskan, pasti ...
"Ah! Argon, kamu pintar sekali membikin desain cyborg-mu satu ini!" sela Skan sambil menunjuk kedua cyborg tersebut.
"Ahaha makasih. Nama mereka Ne, desain mereka terinspirasi dari Neon."
Aku terkejut dan menatap Argon lagi. "Neon?"
"Haha, baru saja dibahas dia sudah keluar begitu saja!" seru Argon.
Aku melihat kesamping kananku dan ternyata memang sudah ada Neon disana. Aku cepat-cepat memasukkannya lagi ke dlam saku jaket-ku.
"Jadi ... kalian ingin membeli cyborg-ku ini?" tanyanya.
"Ya, betul!" jawab Skan.
"Kamu memang selalu semangat, ya, Skan." Argon tersenyum kepada Skan, kemudian melanjutkan,"Karena desain ini terinsprasi dari Neon dan pemilik robot yang membuatku terinspirasi ingin membelinya ... kubuat gratis." Argon tersenyum kepadaku.
"Eh ... a ... makasih, Argon." balasku.
"Seharusnya aku yang berterima kasih."
"Jadi ... kapan cyborg ini dikirim?" tanya Skan memecahkan keadaan homo disekitarku dan Argon.
"Sehabis pameran akan langsung kukirim." jawab Argon. "Oh dan juga ..." Argon mendekati wajahku. "Jika ada apa-apa, aku akan bersedia membantu, Nio."
Argon menepuk pundakku, kemudian Skan menarik lenganku untuk pergi. Tak lupa, aku dan Skan melambaikan tangan kepadanya.
"Kamu kenapa ..."
"Aku tak sabar memperbarui Neon! Makanya, ayo kita langsung pulang!"
"Hah, ya sudahlah ..."
Mungkin ... bukan, MEMANG aku harus menambah orang untuk ikut perjalananku ini ...

Trending Now
10 Postingan Facebook Jual HP yang Lucunya Bikin Emosi

10 Postingan Facebook Jual HP yang Lucunya Bikin Emosi

Mungkin saat ini Facebook adalah media sosial yang paling banyak penggunanya di dunia. Jika dulu Facebook hanya memiliki fitur untuk update
274 views 0 shares
9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

9 Status Bocah di Facebook Ini Bikin Miris Dan Tepuk Jidat

Jika melihat fenomena media sosial saat ini, isinya bukan hanya digunakan oleh orang-orang dewasa aja, tapi banyak sekali anak-anak di bawa
202,663 views 0 shares
Kasihan tapi Lucu! 10 Orang Ini Menerima Barang yang nggak Sesuai Ekspektasi Saat Belanja Online

Kasihan tapi Lucu! 10 Orang Ini Menerima Barang yang nggak Sesuai Ekspektasi Saat Belanja Online

Perkembangan teknologi memang sangat membantu kehidupan kita, salah satunya adalah kita bisa dengan mudah berbelanja secara online. Ada bany
494,067 views 20,089 shares
10 Chat Dikira Serius yang Endingnya Bikin Gregetan

10 Chat Dikira Serius yang Endingnya Bikin Gregetan

Saat ini berkomunikasi dengan orang lain memang sangat mudah. Nggak perlu bertatap muka secara langsung, cukup dengan chatting, maka apapun
280 views 0 shares
10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

10 Komplain Barang Olshop yang Isinya Kasihan tapi Ngakak

Online shop sudah menjadi pilihan alternatif bagi orang-orang yang malas ribet untuk berbelanja keluar rumah. Prosesnya juga dirasa cukup mu
2,137 views 0 shares
9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

9 Potret Kocak Pasangan yang Gagal Romantis

Ketika menjalin hubungan, nggak cuma cinta aja yang dibutuhkan, tetapi juga komitmen dan rela berkorban demi pasangan. Ini semua dilakukan t
1,038 views 0 shares
15 Foto Keren Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

15 Foto 'Keren' Ini Benar-Benar Nyata Tanpa Photoshop Lho!

Nggak perlu jadi fotografer profesional untuk mengambil gambar yang unik, keren dan menarik. Kamu juga bisa jadi fotografer terbaik dunia de
252,527 views 21,882 shares
10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

10 Chat Minta Nomor WhatsApp yang Isinya Modus Banget

Setelah tumbangnya BBM pada BlackBerry, WhatsApp mendominasi semua Smartphone untuk dijadikan aplikasi chatting. Ya, hampir semua pengguna s
27,792 views 0 shares
9 Meme Sindiran Semua Akan Strory Pada Akhirnya

9 Meme Sindiran 'Semua Akan Strory' Pada Akhirnya

Baru-baru ini Twitter mengeluarkan fitur baru dalam aplikasinya, yaitu fitur story yang bisa kita gunakan sama seperti yang ada di Instagram
1,422 views 0 shares
Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Banyak yang Bilang Deretan Seleb Hollywood Ini Mirip Tokoh Kartun Disney, Menurutmu Mirip Gak?

Orang-orang di dunia terkadang memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya. Kalau kembar dan lahir dari satu ibu atau dalam satu keluarga itu
59,024 views 2,553 shares