~You and Me Together Forever ~
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,166 views
~You and Me Together Forever ~


Pohon sakura yang tumbuh besar sendiri di sebuah bukit kecil, kelopak-kelopak bunga sakura terbang ketika angin berhembus, melayang-melayang bermain bersama angin.
"Indah bukan " ucap gadis itu dengan lembut
Aku hanya menganguk sambil memegang tangannya.
" ayo " ajakku.



***
Aku pun perlahan membuka mataku, pertama kali aku lihat sebuah ruangan bercatkan putih. Pandanganku terasa kabur, aku kedip-kedipkan mataku agar penglihatanku jelas.
" nee,,,,kau sudah sadar? "

Sosok gadis berambut hitam panjang dengan iris mata berwarna coklat berdiri di depanku dengan senyum kecil dari bibirnya yang tipis.
"Kupikir kau akan lama sadarnya, tak kusangka lumayan cepat juga, oh,,iya namaku dita, jadi siapa namamu? " ucap gadis bernama dita itu sambil mengulurkan tangannya.

Aku masih belum mengerti mengapa gadis ini ada disini dan berkenalan denganku, tanpa berpikir panjang aku pun menyebutkan namaku.


" Leon, ,,,,, hanya Leon " kataku dengan nada sedikit serak
Gadis yang bernama Dita itu hanya tersenyum.
"Senang bertemu denganmu Leon, oh,,,iya kenapa kau tidak bertanya kenapa aku disini? Kenapa aku menganakan baju seperti ini dan lagi kenapa tidak bertanya kenapa aku berada disini ? " kata Dita

Aku hanya terdiam melihat gadis di depanku ini, aku tidak mengerti kenapa gadis itu jadi banyak tanya tentang dirinya.

'Aneh' itu yang pertama kali keluar dari benakku.
" ma-maaf, ,,,"
"Yah sudah tidak apa-apa, aku salah satu pasien di rumah sakit ini, kamarku persis di depan kamarmu, aku datang kesini karena penasaran siapa yang masuk ke kamar ini ternyata kamu yah Leon, kau mau kan jadi temanku ?"

Aku hanya menganguk pelan, terlihat Dita sangat senang. Dia berjalan ke arah meja dan memberikan segelas air padaku.
"Ini kau belum minumkan Leon, kalau perlu bantuan panggil saja aku " ucap Dita
"Dita,,,,, kamu dimana ? Dita "
"Ah,,, sudah dulu yah suster menyebalkan itu memanggilku, padahal aku tidak mau makan obat menjijikan yang di berikannya, dah" kata Dita tersenyum sambil berjalan ke arah pintu.
Semenjak kejadian perkenalan tak terduga itu, aku dan Dita mulai dekat. Dita setiap harinya datang ke kemarku dan bermain bersamaku, terkadang dia selalu menceritakan hal-hal yang aneh, tapi aku abaikan karena menurutku dia hanya ingin menghiburku.

"Hey,,,Leon aku ingin sekali melihat bunga sakura "
"Bunga sakura? "
"Iya, bukankah indah mereka akan sangat indah jika kelopak bunganya terbang tertiup angin, aku ingin melihatnya sebelum malaikat datang dan mengambil nyawaku, aku ingin ikut terbang bersama mereka, tapi aku tidak bisa melihatnya" ucap Dita sambil berdiri di depan jendela

"Apa yang kau katakan Dita, aku yakin kau bisa melihat bunga sakura, aku bisa mengajakmu pergi ke Jepang bersamaku untuk melihat bunga sakura "
Dita menoleh padaku, senyum manis terukir di wajahnya.
"Tidak, aku tidak bisa malaikat maut akan datang kepadaku tidak lama lagi aku akan terbang melayang di langit dan melihat bunga sakura "
"Jangan katakan hal yang bodoh Dita, aku yakin kau -"

Perkataanku terpotong ketika seorang suster mengetuk pintu kamarku.
"Maaf Leon paman dan bibimu datang menjengukmu " kata suster itu.
"Nanti kita bermain lagi, dah " kata Dita berjalan melewati paman dan bibiku.
Aku melihat Dita dengan tatapan tidak suka akan kehadiran paman dan bibiku.
"Leon bagimana kabarmu " ucap Pamanku
"Seperti Paman lihat aku baik " ucapku
"Leon besok kau akan keluar dari rumah sakit melihat kau sudah baikkan " kata Bibiku tersenyum.

Entah kenapa aku merasa tidak suka mendengar kabar itu, seharusnya aku senang karena aku bisa kembali lagi pada kehidupanku sehari-hari. Tapi ada sesuatu yang menghalangiku untuk tetap berada di rumah sakit.
"Paman,,,,,Bibi bolehkah aku tinggal di rumah sakit beberapa hari lagi?

"
"Wah,,,tumben kamu bilang seperti itu, apa masih sakit? "
"Tidak Paman, hanya saja aku lebih nyaman disini, biarkan aku tinggal di rumah sakit beberapa hari lagi yah " ucapku
"Apa karena gadis tadi ? " kata Bibiku
"Apa? Bu-bukan "ucapku salah tingkah
"Oh,,,,benarkah? " ucap Pamanku

"Ti-tidak, bukan kok " ucapku sambil merunduk malu
Paman yang melihat tingkah lakuku hanya tertawa.
"Baiklah Leon paman beri kau 3 hari untuk tinggal di rumah sakit, lebih dari itu kau harus pulang bersama kami mengerti " ucap Paman
Dengan cepat aku meng-iya-kan, aku berhasil membujuk Paman dan Bibiku untuk mengizinkanku untuk tinggal di rumah sakit selama 3 hari.



***
Malam ini terasa dingin, Paman dan Bibiku sudah pulang, aku ingin ke kemar rawat Dita, tapi niatku terhenti ketika aku mendengar suara benda yang pecah. Aku hanya mengintip dari pintu kamarku, pintu kamar Dita sedikit terbuka, terlihat suster berdiri sambil membawa obat.

"Dita ayo minum obatnya "
"TIDAK, KAU MINUM SAJA SENDIRI SUSTER BODOH, SUDAH BERAPA LAMA AKU MENELAN OBAT MENJIJIKAN ITU, TAPI APA YANG AKU DAPAT, AKU TIDAK KUNJUNG SEMBUH, SEKARANG KAU PERGI DARI SINI, PERGI! !!" teriak Dita sambil melempar gelas kaca
"Dita "
" SEKARANG KAU MEMBEMCIKU BUKAN, IYA KAN, PERGI DARI SINI, PERGI! !!! " teriak Dita


Suster itu tidak dapat berkata apa-apa lagi dan keluar dari kamar Dita, aku segera menutup pintuku. Aku mendengar suara batuk keras, segera aku membuka pintuku dan berjalan ke arah pintu kamar Dita.
"Kau melihatnya yah, maaf yah kau melihat kejadian itu " ucap Dita tersenyum, kulihat ada darah mengalir di ujung bibirnya.

"Dita kau baik baik saja, kau batuk berdarah? " kataku sambil berjalan mendekati Dita yang sedang duduk di tempat tidur.
"Ah,,,ini sudah biasa, sebentar lagi ( melihat ke luar jendela) malaikat akan datang dan aku akan terbang keluar dari jendela itu " ucap Dita tersenyum

DEG

Perasaan apa ini ? Aku marasa sakit mendengar itu?. Tanpa ku sadari aku memeluk Dita dengan erat, air mataku mengalir dengan

sendirinya, sebenarnya, ,,,,,

Aku tidak ingin dia berkata seperti itu, ,,,,,,


Aku tidak mau dia mati, aku ingin bersamanya, aku ingin terus berada

disisinya, ,,,,,


Tapi,,,,,


Apa yang harus aku perbuat?




Aku melepaskan pelukanku, terlihat Dita tersenyum dengan derai air mata mengalir di pipinya, ku usap air matanya dan tersenyum padanya.

"Jangan berkata seperti itu, aku yakin kau pasti sembuh yah, aku akan selalu berada di sampingmu " kataku menghiburnya
"Arigato Leon, kau adalah orang pertama yang mengatakan hal seperti itu padaku, aku sangat bahagia " ucap Dita tersenyum

Aku yang melihat Dita kembali pada senyumannya yang biasanya, aku merasa lega.
Tapi itu hanya malam ini, besoknya lagi-lagi aku mendengar suara ribut.


"PERGI !! AKU TIDAK PUNYA AYAH SEPERTIMU! !!"
" orangtuaku sudah lama mati, mereka tidak akan hidup kembali "
" apa yang barusan kau katakan Dita? "
" PERGI KAU ORANG ASING, PERGI! !!!"


Lagi-lagi terdengar benda yang pecah, aku yakin Dita melemparkan gelas atau lainya yang terbuat dari kaca. Aku beranjak dari tempat tidurku dan berjalan ke arah pintu, aku sedikit membuka pintu, terlihat seorang pria paruh baya mengenakan jas hitam keluar dari kamar Dita sepertinya itu ayahnya Dita.
***



Kain gorden jendela berkibar tertiup angin, udara dingin mulai masuk ke dalam ruangan. Aku di kejutkan dengan padangan Dita berdiri di jendela seolah ingin melompat, dengan cepat aku menahannya agar tidak melompat.

"Jangan melompat, apa yang kau lakukan? " ucapku
"Maaf Leon aku harus pergi, aku sudah tidak tahan dengan penyakitku, malaikat sudah menungu di bawah, dah Leon " kata Dita tersenyum
"Jangan aku tidak mau kau mati, aku akan selalu di sampingmu, aku akan selalu disisimu, jadi aku mohon turunlah " ucapku
Dita pun akhirnya turun, dia tersenyum dan mengeleng pelan.
"Bukannya kau akan keluar dari rumah sakit besok? "
"Dita aku- "
"Jadi untuk apa aku lama-lama hidup di dunia ini ? Kau akan pergi dari rumah sakit ini, jadi untuk apa aku hidup terus sendiri seperti ini? " ucap Dita dengan tatapan mata sedu.

Aku pun memeluk Dita dengan lembut.
"Jika kau ingin mati, bawalah aku bersamamu, kau dan aku bersama selamanya " ucapku setengah berbisik.
"Aku menyukaimu "
"Aku juga, kita akan bersama selamanya " ucap Dita
Keduanya berjalan kearah jendela, dan terjun dalam pelukan.







***
Kelopak bunga sakura berterbangan bersama terurainya rambut hitam panjang.
" Indah bukan " ucap Dita tersenyum dengan nada lembut
Aku menganguk, menggengam tangannya erat dan tersenyum padanya " ayo, kita pergi "
Dita hanya tersenyum menganguk.



***
The End
By : Nami Yuki and daichi kyoko ( di-chan ) ^^

Trending Now
10 Status Tutorial di FB yang Nggak ada Manfaatnya

10 Status Tutorial di FB yang Nggak ada Manfaatnya

Hidup saat ini memang sangat mudah. Ketika butuh sesuatu, kita bisa mencarinya di internet, termasuk ketika kita mencari suatu cara ketika i
2,169 views 0 shares
10+ Hasil Bidikan Kamera yang Diambil Pada Saat yang Tepat..Keren Banget!

10+ Hasil Bidikan Kamera yang Diambil Pada Saat yang Tepat..Keren Banget!

Sebuah foto yang sempurna ditangkap pada saat yang tepat. Dan untuk mendapatkan momen itu, kita nggak harus menjadi fotorgrafer profesional
200,949 views 6,660 shares
TRANSFORMASI Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik Wanita Korea (Bukan Artis)!

TRANSFORMASI Sebelum dan Sesudah Operasi Plastik Wanita Korea (Bukan Artis)!

mungkin Pulskers udah sering lihat transformasi ekstrim wajah artis korea baik pria dan wanita setelah operasi plastik, walaupun kadang bany
205,134 views 7,777 shares
10 Status Facebok Salah Bahasa Ini Bikin Tepuk Jidat

10 Status Facebok Salah Bahasa Ini Bikin Tepuk Jidat

Kita belum tahu pasti ada berapa banyak bahasa yang digunakan oleh para penduduk di dunia. Di Indonesia saja,hampir setiap suku memiliki bah
8,084 views 0 shares
9 Foto Akibat Cuaca Panas Ekstrim yang Bikin Kita Mengernyitkan Dahi

9 Foto Akibat Cuaca Panas Ekstrim yang Bikin Kita Mengernyitkan Dahi

Isu pemanasan global dan peningkatan suhu bumi menjadi bahan pembicaraan semua kalangan sampai kini. Hal tersebut bukanlah hanya isu belaka
205,652 views 17,595 shares
Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Siapa yang tidak tahu dengan makanan bersalah dari Tempe ini, Netizen Indonesia membuktikan kreatifitasnya dengan mengedit dan membuat meme
204,691 views 3,543 shares
10 Percakapan Khayalan Bareng Pacar Ini Isinya Lucu Banget

10 Percakapan Khayalan Bareng Pacar Ini Isinya Lucu Banget

Mungkin kamu berfikir jika menjadi seorang jomblo adalah hal yang menyedihkan. Tapi jangan salah, Pulsker, justru menjadi jomblo adalah hal
6,650 views 0 shares
10 Gambar Anak Ini Diwujudkan Nyata, Hasilnya Konyol Banget!

10 Gambar Anak Ini Diwujudkan Nyata, Hasilnya Konyol Banget!

Biasanya nih Pulsker, anak kecil itu suka mengekspresikan kreatifitasnya melalui gambar. Dia menggambar setiap imajinasi yang dipikirkannya
218,307 views 8,414 shares
Deretan Quote Gagal Bijak Ini Bikin Kamu Meringis

Deretan Quote Gagal Bijak Ini Bikin Kamu Meringis

Nggak bisa dipungkiri jika media sosial saat ini bisa membuat seseorang menjadi lebih bijak. Nggak percaya? Buktinya banyak banget pengguna
7,428 views 493 shares
10 Chat Minta Bantuan yang Endingnya Bikin Gregetan

10 Chat Minta Bantuan yang Endingnya Bikin Gregetan

Manusia adalah makhluk sosial yang nggak bisa hidup sendirian. Kita harus hidup berdampingan untuk bertahan hidup, bahkan untuk memperoleh k
129,905 views 0 shares