~You and Me Together Forever ~
Loading...
 
posted on WOW Keren
1,296 views
~You and Me Together Forever ~


Pohon sakura yang tumbuh besar sendiri di sebuah bukit kecil, kelopak-kelopak bunga sakura terbang ketika angin berhembus, melayang-melayang bermain bersama angin.
"Indah bukan " ucap gadis itu dengan lembut
Aku hanya menganguk sambil memegang tangannya.
" ayo " ajakku.



***
Aku pun perlahan membuka mataku, pertama kali aku lihat sebuah ruangan bercatkan putih. Pandanganku terasa kabur, aku kedip-kedipkan mataku agar penglihatanku jelas.
" nee,,,,kau sudah sadar? "

Sosok gadis berambut hitam panjang dengan iris mata berwarna coklat berdiri di depanku dengan senyum kecil dari bibirnya yang tipis.
"Kupikir kau akan lama sadarnya, tak kusangka lumayan cepat juga, oh,,iya namaku dita, jadi siapa namamu? " ucap gadis bernama dita itu sambil mengulurkan tangannya.

Aku masih belum mengerti mengapa gadis ini ada disini dan berkenalan denganku, tanpa berpikir panjang aku pun menyebutkan namaku.


" Leon, ,,,,, hanya Leon " kataku dengan nada sedikit serak
Gadis yang bernama Dita itu hanya tersenyum.
"Senang bertemu denganmu Leon, oh,,,iya kenapa kau tidak bertanya kenapa aku disini? Kenapa aku menganakan baju seperti ini dan lagi kenapa tidak bertanya kenapa aku berada disini ? " kata Dita

Aku hanya terdiam melihat gadis di depanku ini, aku tidak mengerti kenapa gadis itu jadi banyak tanya tentang dirinya.

'Aneh' itu yang pertama kali keluar dari benakku.
" ma-maaf, ,,,"
"Yah sudah tidak apa-apa, aku salah satu pasien di rumah sakit ini, kamarku persis di depan kamarmu, aku datang kesini karena penasaran siapa yang masuk ke kamar ini ternyata kamu yah Leon, kau mau kan jadi temanku ?"

Aku hanya menganguk pelan, terlihat Dita sangat senang. Dia berjalan ke arah meja dan memberikan segelas air padaku.
"Ini kau belum minumkan Leon, kalau perlu bantuan panggil saja aku " ucap Dita
"Dita,,,,, kamu dimana ? Dita "
"Ah,,, sudah dulu yah suster menyebalkan itu memanggilku, padahal aku tidak mau makan obat menjijikan yang di berikannya, dah" kata Dita tersenyum sambil berjalan ke arah pintu.
Semenjak kejadian perkenalan tak terduga itu, aku dan Dita mulai dekat. Dita setiap harinya datang ke kemarku dan bermain bersamaku, terkadang dia selalu menceritakan hal-hal yang aneh, tapi aku abaikan karena menurutku dia hanya ingin menghiburku.

"Hey,,,Leon aku ingin sekali melihat bunga sakura "
"Bunga sakura? "
"Iya, bukankah indah mereka akan sangat indah jika kelopak bunganya terbang tertiup angin, aku ingin melihatnya sebelum malaikat datang dan mengambil nyawaku, aku ingin ikut terbang bersama mereka, tapi aku tidak bisa melihatnya" ucap Dita sambil berdiri di depan jendela

"Apa yang kau katakan Dita, aku yakin kau bisa melihat bunga sakura, aku bisa mengajakmu pergi ke Jepang bersamaku untuk melihat bunga sakura "
Dita menoleh padaku, senyum manis terukir di wajahnya.
"Tidak, aku tidak bisa malaikat maut akan datang kepadaku tidak lama lagi aku akan terbang melayang di langit dan melihat bunga sakura "
"Jangan katakan hal yang bodoh Dita, aku yakin kau -"

Perkataanku terpotong ketika seorang suster mengetuk pintu kamarku.
"Maaf Leon paman dan bibimu datang menjengukmu " kata suster itu.
"Nanti kita bermain lagi, dah " kata Dita berjalan melewati paman dan bibiku.
Aku melihat Dita dengan tatapan tidak suka akan kehadiran paman dan bibiku.
"Leon bagimana kabarmu " ucap Pamanku
"Seperti Paman lihat aku baik " ucapku
"Leon besok kau akan keluar dari rumah sakit melihat kau sudah baikkan " kata Bibiku tersenyum.

Entah kenapa aku merasa tidak suka mendengar kabar itu, seharusnya aku senang karena aku bisa kembali lagi pada kehidupanku sehari-hari. Tapi ada sesuatu yang menghalangiku untuk tetap berada di rumah sakit.
"Paman,,,,,Bibi bolehkah aku tinggal di rumah sakit beberapa hari lagi?

"
"Wah,,,tumben kamu bilang seperti itu, apa masih sakit? "
"Tidak Paman, hanya saja aku lebih nyaman disini, biarkan aku tinggal di rumah sakit beberapa hari lagi yah " ucapku
"Apa karena gadis tadi ? " kata Bibiku
"Apa? Bu-bukan "ucapku salah tingkah
"Oh,,,,benarkah? " ucap Pamanku

"Ti-tidak, bukan kok " ucapku sambil merunduk malu
Paman yang melihat tingkah lakuku hanya tertawa.
"Baiklah Leon paman beri kau 3 hari untuk tinggal di rumah sakit, lebih dari itu kau harus pulang bersama kami mengerti " ucap Paman
Dengan cepat aku meng-iya-kan, aku berhasil membujuk Paman dan Bibiku untuk mengizinkanku untuk tinggal di rumah sakit selama 3 hari.



***
Malam ini terasa dingin, Paman dan Bibiku sudah pulang, aku ingin ke kemar rawat Dita, tapi niatku terhenti ketika aku mendengar suara benda yang pecah. Aku hanya mengintip dari pintu kamarku, pintu kamar Dita sedikit terbuka, terlihat suster berdiri sambil membawa obat.

"Dita ayo minum obatnya "
"TIDAK, KAU MINUM SAJA SENDIRI SUSTER BODOH, SUDAH BERAPA LAMA AKU MENELAN OBAT MENJIJIKAN ITU, TAPI APA YANG AKU DAPAT, AKU TIDAK KUNJUNG SEMBUH, SEKARANG KAU PERGI DARI SINI, PERGI! !!" teriak Dita sambil melempar gelas kaca
"Dita "
" SEKARANG KAU MEMBEMCIKU BUKAN, IYA KAN, PERGI DARI SINI, PERGI! !!! " teriak Dita


Suster itu tidak dapat berkata apa-apa lagi dan keluar dari kamar Dita, aku segera menutup pintuku. Aku mendengar suara batuk keras, segera aku membuka pintuku dan berjalan ke arah pintu kamar Dita.
"Kau melihatnya yah, maaf yah kau melihat kejadian itu " ucap Dita tersenyum, kulihat ada darah mengalir di ujung bibirnya.

"Dita kau baik baik saja, kau batuk berdarah? " kataku sambil berjalan mendekati Dita yang sedang duduk di tempat tidur.
"Ah,,,ini sudah biasa, sebentar lagi ( melihat ke luar jendela) malaikat akan datang dan aku akan terbang keluar dari jendela itu " ucap Dita tersenyum

DEG

Perasaan apa ini ? Aku marasa sakit mendengar itu?. Tanpa ku sadari aku memeluk Dita dengan erat, air mataku mengalir dengan

sendirinya, sebenarnya, ,,,,,

Aku tidak ingin dia berkata seperti itu, ,,,,,,


Aku tidak mau dia mati, aku ingin bersamanya, aku ingin terus berada

disisinya, ,,,,,


Tapi,,,,,


Apa yang harus aku perbuat?




Aku melepaskan pelukanku, terlihat Dita tersenyum dengan derai air mata mengalir di pipinya, ku usap air matanya dan tersenyum padanya.

"Jangan berkata seperti itu, aku yakin kau pasti sembuh yah, aku akan selalu berada di sampingmu " kataku menghiburnya
"Arigato Leon, kau adalah orang pertama yang mengatakan hal seperti itu padaku, aku sangat bahagia " ucap Dita tersenyum

Aku yang melihat Dita kembali pada senyumannya yang biasanya, aku merasa lega.
Tapi itu hanya malam ini, besoknya lagi-lagi aku mendengar suara ribut.


"PERGI !! AKU TIDAK PUNYA AYAH SEPERTIMU! !!"
" orangtuaku sudah lama mati, mereka tidak akan hidup kembali "
" apa yang barusan kau katakan Dita? "
" PERGI KAU ORANG ASING, PERGI! !!!"


Lagi-lagi terdengar benda yang pecah, aku yakin Dita melemparkan gelas atau lainya yang terbuat dari kaca. Aku beranjak dari tempat tidurku dan berjalan ke arah pintu, aku sedikit membuka pintu, terlihat seorang pria paruh baya mengenakan jas hitam keluar dari kamar Dita sepertinya itu ayahnya Dita.
***



Kain gorden jendela berkibar tertiup angin, udara dingin mulai masuk ke dalam ruangan. Aku di kejutkan dengan padangan Dita berdiri di jendela seolah ingin melompat, dengan cepat aku menahannya agar tidak melompat.

"Jangan melompat, apa yang kau lakukan? " ucapku
"Maaf Leon aku harus pergi, aku sudah tidak tahan dengan penyakitku, malaikat sudah menungu di bawah, dah Leon " kata Dita tersenyum
"Jangan aku tidak mau kau mati, aku akan selalu di sampingmu, aku akan selalu disisimu, jadi aku mohon turunlah " ucapku
Dita pun akhirnya turun, dia tersenyum dan mengeleng pelan.
"Bukannya kau akan keluar dari rumah sakit besok? "
"Dita aku- "
"Jadi untuk apa aku lama-lama hidup di dunia ini ? Kau akan pergi dari rumah sakit ini, jadi untuk apa aku hidup terus sendiri seperti ini? " ucap Dita dengan tatapan mata sedu.

Aku pun memeluk Dita dengan lembut.
"Jika kau ingin mati, bawalah aku bersamamu, kau dan aku bersama selamanya " ucapku setengah berbisik.
"Aku menyukaimu "
"Aku juga, kita akan bersama selamanya " ucap Dita
Keduanya berjalan kearah jendela, dan terjun dalam pelukan.







***
Kelopak bunga sakura berterbangan bersama terurainya rambut hitam panjang.
" Indah bukan " ucap Dita tersenyum dengan nada lembut
Aku menganguk, menggengam tangannya erat dan tersenyum padanya " ayo, kita pergi "
Dita hanya tersenyum menganguk.



***
The End
By : Nami Yuki and daichi kyoko ( di-chan ) ^^

Trending Now
10+ Foto yang Memperlihatkan Kejadian Langka Dalam Sejarah

10+ Foto yang Memperlihatkan Kejadian Langka Dalam Sejarah

Satu hal yang bisa membuat kamu kembali ke masa lalu adalah dengan melihat foto. Karena sampai sekarang masih belum ada mesin waktu yang mem
614,922 views 1,237 shares
KEREN ! Hewan-hewan Ini Sebenarnya Adalah Manusia ! Perhatikan Lebih Jelas !

KEREN ! Hewan-hewan Ini Sebenarnya Adalah Manusia ! Perhatikan Lebih Jelas !

Pulskers, jika dilihat dari kejauhan, kumpulan foto hewan ini mungkin terlihat biasa aja. Tapi coba kalian lihat dengan lebih teliti, rupany
615,516 views 15,571 shares
12 Inspirasi Gila ala Bob Sadino Yang Bikin Kamu Semangat Jadi Orang Goblok !

12 Inspirasi Gila ala Bob Sadino Yang Bikin Kamu Semangat Jadi Orang Goblok !

Siapa sih yang ngga kenal Bob Sadino? Pengusaha sukses asli Indonesia yang punya gaya nyentrik dengan kemeja dan celana pendek ini punya seg
590,372 views 47,813 shares
10 Orang yang Mengalami Kesialan Ini Bikin Kamu Lebih Bersyukur

10 Orang yang Mengalami Kesialan Ini Bikin Kamu Lebih Bersyukur

Apa kamu merasa tidak beruntung hari ini? Rasanya kamu harus lebih bersyukur, karena di luar sana masih banyak orang yang lebih tidak berunt
656,509 views 11,050 shares
10 Tingkah Konyol dan Memalukan yang Tertangkap Kamera

10 Tingkah Konyol dan Memalukan yang Tertangkap Kamera

Jika kamu merasa kamu adalah orang yang paling normal tentang pola pikir dan kelakuan, mungkin nggak ada yang salah. Tapi bisa jadi orang la
106,680 views 0 shares
35 Plat Nomor Kendaraan Gokil yang bikin Ngakak!

35 Plat Nomor Kendaraan Gokil yang bikin Ngakak!

Plat nomor kendaraan adalah indentitas setiap kendaraan yang punya ijin resmi untuk melintas di jalan raya. Karena ada plat nomor, kita jadi
664,400 views 5,372 shares
10 Tulisan Promo Jualan yang Bikin Pembeli Terkecoh

10 Tulisan Promo Jualan yang Bikin Pembeli Terkecoh

Memiliki pekerjaan sebagai pedagang membuat seseorang harus memiliki skill tentang berjualan. Hal ini tentu saja tujuan utamanya agar barang
4,711 views 0 shares
10 Potret Pesta Pernikahan Dengan Konsep yang Aneh

10 Potret Pesta Pernikahan Dengan Konsep yang Aneh

Setiap orang ingin pernikahan mereka terjadi sekali seumur hidup. Makanya selain memilih orang yang tepat, mereka juga mengadakan pesta pern
1,595 views 0 shares
10 Adegan Nggak Masuk Akal yang Ada di Sinetron Indonesia

10 Adegan Nggak Masuk Akal yang Ada di Sinetron Indonesia

Sinetron adalah film series yang tayang di TV Indonesia. Sampai saat ini, sinetron masih menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang men
135,238 views 0 shares
Jadi Cantik dan Ganteng Itu Emang Butuh Waktu, Lihat Meme Perubahan Orang-Orang Ini!

Jadi Cantik dan Ganteng Itu Emang Butuh Waktu, Lihat Meme Perubahan Orang-Orang Ini!

Cantik dan ganteng itu nilainya relatif Pulsker, tergantung setiap orang yang menilainya. Karena setiap orang pasti punya kriteria masing-ma
636,674 views 34,166 shares