Canvas Prolouge.
Loading...

Kelopak-kelopak bunga sakura berjatuhan secara perlahan.

Saat itu, lukisan yang menarik perhatianku. Lukisan bunga sakura.

Bunga sakura yang dilukiskan di atas canvas.

Warna merah muda yang lembut, saat itu, saat itu aku memiliki semangat untuk hidup.

Lukisan-mu telah memberi ku kekuatan, untuk hidup.

-- Canvas. Prolouge --

"Sudah dengar? Mio Mitsurugi memenangkan lomba melukis antar sekolah!"

"Aku sudah dengar, hebat sekali, padahal melukis itu tidak gampang!"

Kini, semua cerita tentang-ku menjalar kemana-mana. Sejak itulah aku memilih untuk melukis, aku ingin sekali bertemu dengan orang itu.

Bertemu orang 'itu' adalah tujuan utama dalam hidupku, karena dia telah memberi-ku semangat untuk hidup.

Nama pelukis itu.. Akira Tachibana.

Aku ingin sekali bertemu dengannya .

Aku mengenall nama ini, padahal kami tidak pernah bertemu, hanya saja insting ku yang memberi tahu.

Aku melangkahkan kakiku menuju ruang klub seni. Begitu menggeser pintu, sosok seseorang dengan rambutnya yang hitam, lensa matanya berwarna biru.

"K-kau siapa?" itulah hal yang pertama kali ku-ucapkan.

Anak laki-laki itu kembali menoleh ke arahku.

Ia tersenyum kemudian beranjak dari tempat ia berada dan ..

,menghilang di depan mataku.

Siapa dia ?

Apa aku berkhayal?

--A/N--

Inilah sequel Promise Of Memory! Alias versi lain atau ver 2, Ini adalah kisah mereka jika mereka anak sekolah, oh ya, ini mereka masih sekolah SMA.

Kazue mohon jangan ada yang protes,

"Kok mereka jadi anak sekolah?"

"Bukannya mereka sudah menikah?"

Ini adalah versi Promise Of Memory, jika mereka anak sekolahan, so no protes :v 9

Soalnya kalau mau buat mereka yang udh nikah, kazue mikir nya malah cerita nya sad ending nanti, pembaca gak ada yang mau sad ending kan? Btw cerita ini sedih juga :'v maafkan Kazue ..