Canvas 02 - Lotus Lampion 1/2
Loading...

Author/Reader P.O.V.

"Kau tidak sendirian, aku selalu di sisi-mu." ucap anak laki-laki itu, namun angin kencang membuat suara yang berasal dari bunga-bunga sakura.

Setelah Mio melepaskan tangan dari telinganya, kemudian ia menanyakan pada anak laki-laki tersebut,

"Kau bilang apa tadi ?"

Anak laki-laki itu kemudian menutup mulutnya dan pipinya menjadi berwarna merah muda seperti warna bunga sakura.

'Kau tidak ingat ya ..' gumam anak laki-lakiitu sambil menatap Mio yang lanjut melukis.

--- Canvas 02 ---

"Oh ya, nama-mu siapa?" tanya Mio,

"Maaf, aku akan memberi tahu-mu suatu hari nanti, aku ada urusan!" kemudian anak laki-laki itu pergi menuju jendela yang terbuka,

"H-hei, cho-chottomatte!"

Sayangnya, anak laki-laki tadi menghilang tanpa jejeak seiring angin kencang yang membuat kelopak bunga sakura yang..

jatuh ke bawah.

"Bagaimana mungkin... dia.. ahaha.. " Mio mulai stress.

"Mio - Senpaai!!" seorang anak perempuan 2 tahun lebih muda dari Mio, rambutnya berwarna hitam di urai begitu saja. "Hoi!" dan dibelakangnya ada senior alumni yang lebih tua 3 tahun daripada Mio.

"Sora-chan ..? Erika-Senpai ..?"

"Kami membawakanmu bekaal!" seru Sora dengan semangat.

"Arigatou!"

Mio mengambil bekal bento yang diberikan oleh Sora, dibelakangnya Erika hanya bisa menghela nafas kemudian tersenyum.

"Ne~ ne~ malam ini ada festival Lotus Lampion di kuil Utara kan?" ucap Sora memulai percakapan.

"Oh iya ya.. festival yang diadakan setiap tahun itu." ucap Erika.

"Huh? Festival Lotus.. lampion?" Mio bingung.

"Oh iya-ya, Senpai kan baru di kota ini, itu lho, Lotus itu kan bunga teratai.. nanti kita pilih bunga teratai yang masih kuncup, biasanya ada kunang-kunang isinya-"

"Kalau ada sepasang kekasih melepaskan lotus lampion di kolam belakang kuil, 36% keajaiban akan berpihak di mereka, dan hidup selama-lamanya .. masih mitos!" lanjut Erika.

"Bagaimana kalau kita bertiga ikut?" ajak Sora.

"Eh .. aku ." Erika berusaha menolak,

"Pasti sudah janjian dengan Toga-Senpai .." celetuk Mio dan Sora.

"Eh..? Bagaimana kalian?"

"Dia terus bercerita tentang hal itu sampai bosan mendengarnya!" seru Sora, Mio meng-iyakan.

"Pacar memang lebih penting daripada teman!" celetuk Mio.

Sora mengangguk.

"Baiklah kita berdua yang akan pergi bersama ya!"

Sora memegang kedua tangan Mio, Mio mengangguk tanda iya.

'Apakah mungkin,.. aku bisa bertemu dengan .. nya?' gumam Mio.

-To Be Countiuned.