Canvas Hidden Chapter.
Loading...

A/N
Akhirnya Kazue bisa nepatin janji hari ini terimakasih kepada lagu-lagu sedih anime yang Kazue denger dan membuat Kazue ter-ingat dengan reader-chan/kun.

------------

10 years before this day.

"Mio-chaan!!"

"Hayakku-Hayakku, Akira-kun!"

Dengan wajah mereka yang lugu/polos, mereka berlari-lari di padang rumput, mereka menikmati pemandangan disekitar Sakura Hill.

"Aku capek, Mio-chan.. kau cepat sekali."

Keluh Akira, membuat Mio-chan tersenyum.

"Kita sudah sampai, lihat !"

Mio masih berumur 7 tahun dan Akira 5 tahun. Mereka berdua adalah teman masa kecil, dan teman tetangga, mereka akrab, mereka berdua terlihat seperti saudara kakak beradik.

Mio menunjuk ke arah pemandangan kota yang diselimuti kelopak-kelopak bunga sakura.

"Akira, kau tahu sebuah rahasia?"

Akira kemudian menoleh ke arah Mio dan dengan wajah polos nya ia bertanya,

"Rahasia apa?"

"Jika sepasang sahabat bertemu kembali disini, mereka akan selamanya menjadi sahabat."

"Benarkah itu?"

Akira masih sangat-sangat polos, tapi ia tidak sadar, ia memiliki benih-benih mulai tumbuh di hatinya.

"Iya! Kita sahabat selamanya kan?"

Mereka berjanji dengan jari kelingking mereka .

"Satu lagi."

"Apa?"

"Aku suka bunga sakura."

~~Beberapa bulan setelah itu Mio mengalami kecelakaan tabrak bus, ketika musim semi. Sebelum ia pingsan, ia melihat sehelai bunga sakura jatuh tepat di hidungnya, ia berpikir,

'Aku benci bunga sakura.'

Setelah itu ia pingsan.

.
.
.
.
.

Setelah siuman ia tidak kenal siapa-siapa, dan siapa dirinya.

Setelah itu ia hidup dengan kesendirian, kedua orang tuanya bertengkar, hingga berakhir di pengadilan. Ia ikut dengan Ayahnya, karena ia akan menjadi pewaris keluarga Mitsurugi.

Ayahnya juga jarang memerhatikannya. Hingga musim semi 8 tahun kemudian ia naik sebagai anak kelas 1 SMA ..

Lukisan sakura, bunga sakurra yang selama ini ia benci, tanpa alasan, kini ia menyukainya lagi.

Lukisan ini memberinya sebuah semangat.

(*Menawhile di tempat Akira.)

"Aku ingin melihat senyum-mu. Oleh karena itu aku akan melukis bunga sakura agar kau bisa melihatnya."

Gumam Akira, ia melukis dengan sepenuh hati dan tidak menyerah.

Hingga hari pameran.

"Aku harap bisa melihat dia hari ini, Mio Mitsurugi."

Tapi begitu ia menyebrang, tepat dimana bunga sakura berguguran. Tetapt lampu merah berganti menjadi lampu hijau, cahaya putih mengejutkan Akira.

"BRAAK!!!"

"NITT NITT!!!"

Jalan raya menjadi riuh, kemudian sebelum Akira pingsan, ia bisa melihat senyum-mu dari jauh.

'Aku terus akan berada di sisi-mu, meski kau tak ingat, kita sahabat selamanya kan?'

Setelah itu ia pingsan.

.
.
.

A/N

Sedih banget, Kazue alias Author aja nangis bacanya :'v kayaknya aku author yang jahat deh..

Tapi justru, ini yang membuat cerita semakin panjang :'v nyesek.