Canvas 04
Loading...

Hari ini Mio berencana untuk menjenguk adik Toga yang sedang dirawat di rumah sakit.
Masih dengan seragam sekolahnya, ia membawa sekeranjang berisi buah-buahan.

Begiu terkejutnya ia melihat seseorang yang terbaring di kasur rumah sakit adalah..
.
.
.
.
Anak laki-laki itu.

------Canvas 04-------

"Mio-chan? Arigatou." ucap Toga sambil mengambil keranjang berisi buah-buahan itu di meja samping kasur dimana anak laki-laki itu terbaring.

"To-Toga-Senpai, kau baru tahu kalau Toga-senpai punya adik ."

Toga bingung, kemudian ia tersenyum dan menjelaskan.

"Kau tidak ingat dengan Akira? Oh iya ya.. waktu itu kau kecelakaan tabrak lari. Dan mengalami Amnesia, sudah pasti kau tidak ingat."

'Akira ..?' Mio hanya bisa bergumam.

"Akira, dia selalu ingin bertemu denganmu, sayangnya waktu itu kau pindah. Oleh karena itu, ia mulai melukis, karena ia ingin memperlihatkan lukisan bunga sakura, bunga sakura yang kau suka, seperti kau memberi tahunya ketika kau kecil."

Kemudian, Toga melanjutkan lagi, "Aku akan pulang untuk mengambil pakaian yang akan dibutuhkannya untuk ganti."

Dengan itu Toga meninggalkan Mio sendirian dengan Akira yang belum sadar.

"Benarkah itu ?Jika benar, jadi dia.. yang selama ini ku cari, dan memberi ku semangat untuk hidup?"

Kemudian air mata Mio mengalir, mengalir dan jatuh di pipinya. Tiba-tiba sepasang tangan hangat memeluk Mio dari belakang, meski kedua tangan itu terlihat tembus, tapi Mio bisa merasakannya, kehangatan ini.

"Jangan menangis."

Suara Akira bergema di telinga Mio.

'Jangan menangis.'

-To Be Countiuned