Wave 04.
Loading...

"Phoenix Resident."

Seorang anak perempuan memiliki rambut putih dan bola mata berwarna biru.

Ia mendongak melihat seluruh isi gerbang dan meng-scan semuanya, kemudian sebuah smirk menghiasi senyumannya.

"Hm."

.. 3 jam setelah kedatangan gadis tadi.

"Ini, Phoenix Resident?" tanya Jun dan Hunter, lagi-lagi secara bersamaan.

"Ya.." ucap Henry. Kemudian Hunter menarik kerah baju Henry,

"Bagaimana ini bisa menjadi Phoenix Resident, kalau semuanya hilang! hilang menjadi abu karena terbakaarr!!!" seru Hunter sambil berulang kali menarik kerah baju Henry.

"Demon lv 1387. Demon yang memakai sayap berbulu itu .." ucap Reon sambil meng-scan bulu berwarna hitam yang menjadi jejak sekaligus petunjuk untuk mereka.

"Kita kesini untuk mencari telur Phoenix Bird dari Phoenix-God langsung, sekarang kita pakai telur apa untuk menambah kekuatan?! Telur DEMON?!! YOU'VE GOT TO BE KIDDING ME!!" seru Jun sambil menarik kerah baju Reon.

"Ufufu, kalian marah hanya karena itu? Dasar manusia bodoh." gadis berambut putih dengan bola mata berwarna merah yang bersinar.

"K-Kau?"

"Yup, aku Demon dan.. aku telah memakan telur Phoenix itu. Ufufu, kalian tidak akan bisa keluar dari dunia ini, manusia."

Setelah itu demon tadi pergi menghilang dengan bulu-bulu berwarna biru midnight di langit.

"Uhuk!" suara yang berasal dari tempat lain, tapi masih di sekitar sini.

"Siapa disana?" tanya Henry.

"Seorang gadis kecil." ucap Hunter yang sudah menemukan anak kecil tadi, luka bakar memenuhi tubuhnya.

"Kumohon, selamatkan.. uhuk-uhuk! Princess! Phoenix Princess!" anak itu masih terbatuk-batuk.

"Pho-Phoenix Princess?" Jun kemudian mendekati Hunter dan anak tadi.

"I-iya, Phoenix Princess diculik.. uhuk! diculik demon tadi dan dibawa ke hadapan Virus Queen."

"Wait? Virus Queen? Bukankah dia .."

"Benar, dia virus ya-"

Sebelum melanjutkan kalimatnya Henry sudah dipotong kalimatnya oleh Reon,

"Virus yang merusak game ini."

"Tidak bisakah, aku membantu kalian sedikit? Sekedar informasi, dan jangan menjerat lidah, dasar mata empat!" seru Henry.

"Kau mau terbakar oleh bola mataku?!" seru Reon.

"Stop kalian berdua, ini serius." ucap Jun.

Begitu anak tadi melihat ke arah Hunter, dia melihat ke arah Jun dnegan mata terbuka lebar,

"Apakah nama-mu.. Jun? Jun Ham-"

"Jangan sebut nama asliku, tapi iya, namaku Jun." ucap Jun.

"Bukankah kau adik kandung Virus Queen?"

"Adik?"

-To Be Countiuned.

A/N

Setelah Wave berakhir dilanjutkan dengan Future and Childhood of War!
Btw, gimana? Kalian suka cerita ini?