Wave 05.
Loading...

"Adik? Aku? Adik Virus Queen?"

Sang anak perempuan itu mengangguk tanda 'iya'.

"Terlihat dari warna mata-mu, hijau, sama dengannya, warna rambut-mu juga hitam sama dengannya."

"Memangnya kamu tau wujud Virus Queen?" tanya Hunter.

"Aku pernah menjadi salah satu maid-nya dulu, tapi aku diselamatkan oleh Phoenix Princess."

"Phoenix Princess mengatakan-" begktu mau melanjutkannya anak perempuan tadi tiba-tiba terbakar dan menjadi abu.

"A-apa?!" seru Jun dan Reon ketika Hunter dan Henry melihat ke arahnya.

"Bukan mereka yang membakarnya, anak kecil itu memang sudah ada di 'To Death List' "

Muncul lagi demon berwujud anak laki-laki yang memiliki rambut dengan style raven dan bola mata berwarna merah.

"Demon lv 10.293.847.387. Sangat tinggi, kau mau apa?" tanya Hunter sambil bersiap-siap memegang katana-nya, bersiap-siap untuk menyerang.

"Tidak usah menyerang, aku ada di sisi kalian." ucap demon tadi sambil turun di tanah dan melangkah mendekati Jun.

Demon tadi mengangkat dagu Jun dan membaca bola mata Jun.

Setelah sadar dan bisa menganalisa apa yang terjadi ia sesegera mungkin mendorong demon tadi,

"Apa mau-mu?!"

"Tenang, namaku Zex. Servant dari V-Castle, bisa dibilang aku adalah servant pribadi Virus Queen. Kau benar-benar adik-nya .."

"Jadi ada apa? Kau mau apa dengan Jun?" tanya Reon sambil berdiri didepan Jun tiba-tiba.

"Tenanglah, aku kemari untuk melindungi Princess." kemudian, Zex berlutut didepan Jun dan mencium telapak tangan Jun.

"Huh? Princess?"

"Kau punya darah keturunan. Jadi ikut aku ke V-castle, dan kau akan mengerti semua hal yang kau bingung kan."

Kemudian Jun dan Zex menghilang dalam sekejap.

"Ku pikir ini game ?!" seru Henry sambil menyilangkan kedua tangannya. Hunter hanya bisa face palm dan Reon hanya bisa terdiam.

'Selanjutnya apa? Terperangkap di dalam game ini untuk se-umur hidup?!' gumam ketiganya yang pusing.

-To Be Countiuned.