WonderFull Friends #24
Loading...
 
posted on
752 views
WonderFull Friends #24

> Hiko

Nata-cchi pingsan, dan dia dirawat di klinik istana.Dokter mengatakan kalau keadaan Nata-chi sangatlah buruk, tapi untunglah dengan penanganan darurat dari Ni-cchi, keadaannya jadi lebih baik. Dokter juga mengatakan kalau kemungkinan kami harus menunggu beberapa hari, bahkan berminggu-minggu.

"Aku turut menyesal atas kejadian yang menimpa teman kalian." Ucap Ibu Hika-chan, Sang Ratu.

Hika-chan yang melihat teman baiknya terpuruk lemas di atas ranjang dengan perut diperban sepertinya merasa menyesal.

Dia terus menangis dan menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu.

Sementara aku. Aku hanya bisa duduk di sebelah ranjangnya sambil memegangi tangannya. Seperti Hika-chan, aku hampir tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Kenapa aku tidak terus bersamanya tadi? Tentu tidak aman jika seorang perempuan sendirian di tempat gelap, apalagi kita bicara soal dunia ini.

"Sudahlah. Berhenti menyalahkan diri kalian sendiri!" Kata Ai-kun. "Kita punya masalah sungguhan disini, kalian ingat?"

"Elvis benar," Kata Sora-kun. "Teru! Untuk suatu alasan aku tidak terkejut."

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Ya-chan.

Aku pun berdiri dari tempat dudukku, "Kukira sudah jelas, kita tangkap Teru dan beri dia pelajaran."

Aku berjalan keluar dari ruangan, namun Ai-kun menahan tanganku. "Kau pikir kau mau pergi kemana?" Tanya Ai-kun.

"Sudah kukatakan bukan!?" Tanyaku dengan nada tinggi. "Aku akan menemukan orang brengsek itu dan menanam peluru di antara kedua matanya."

"Tapi..." Ai-kun mencoba menghentikanku, namun dia kehabisan kata-kata.

"Hika-chan! Bagaimana pendapatmu?" Tanyaku.

Hika-chan masih terduduk di kursi sebelah ranjang Nata-chi. Posisinya tepat di seberang tempat dudukku tadi. Dia masih terisak melihat keadaan temannya. Sepertinya aku terlalu cepat menanyakan pendapatnya soal ini. Sebenarnya aku tidak begitu yakin kenapa aku melakukannya.

"Jangan lupa! Sementara kita bicara disini, Teru mungkin mengincar satu orang lain." Kata Na-kun.

"Aku tidak akan meremehkannya," Kata Sora-kun. "Aku yakin tim pencari sudah menemukan satu atau dua mayat di sekitar istana."

Tim pencari yang dimaksud oleh Sora terdiri dari empat kelompok, yaitu dua kelompok di sekitar tempat kejadian Nata-cchi diserang, dan dua kelompok di bagian yang lebih luas. Tim pencari itu terdiri dari Ni-cchi, Haze dan Yanda-sensei di kelompok 1. Ino-kun, Ha-kun dan Yu-kun di kelompok 2. Ge-chan, Ri-chan dan Da-chan di kelompok 3. Kemudian di kelompok 4 terdiri dari Tetsu, Hyo-kun, Ri-kun dan Littan. Sisanya akan tetap di ruang pesta hanya untuk memastikan.

"Aku akan ikut tim pencari." Hika-chan berdiri dan menyatakan kebersediaannya.

"Hika, tunggu!" Kata Sora-kun. "Kau mestinya berada di ruang pesta. Orang-orang akan khawatir bila kau pergi begitu lama."

"Sora benar," Ujar Na-kun. "Kita harus memastikan tingkat kecurigaan semua tamu tidak terlalu tinggi."

Ibu Hika-chan memegang kedua pundak Hika-chan. "Kau harus kembali ke ruang pesta dan biarkan semua tamu bahagia melihat Sang Putri."

"Baik, ibu." Hika-chan tidak bisa mengelak. Dia pun ikut dengan ibunya.

Semuanya keluar dari ruangan tersebut dan berkumpul di depan.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Ai-kun.

"Kita pergi keliling istana untuk mencari Teru tentunya." Jawab Na-kun.

"Apa kau pikir semudah itu?" Tanya Sora. "Ukuran kastil ini kurang lebih sekitar 4 hektar dengan ribuan ruangan yang harus dicek."

"Tentu kita tidak akan mulai mengecek terlalu jauh dari tempat kejadian, bukan?" Tanya Na-kun.

"Kurasa itu ide bagus." Ucapku.

"Emm... Hiko. Sepertinya kau tinggal saja disini untuk menjaga Nata-cchi. " Ucap Ai-kun.

"Kurasa benar juga," Tambah Sora. "Seseorang harus berjaga disini."

Aku pun setuju dengan saran Sora. Aku duduk di samping pintu masuk kamar Nata-cchi dirawat dan memastikan mataku tetap terbuka. Ya, mungkin inilah pilihan terbaik. Tak lama kemudian, mereka pun meninggalkanku sendirian.

> Ra-kun

Aku kebagian berjaga di ruang pesta. Banyak orang-yang entah datang dari mana datangnya-di ruangan ini. Di bagian tertinggi dari ruangan tersebut terlihat Sang Raja bersama Izumi-chan, adik Hika-chan. Oh, Sang Ratu bersama Hika-chan sudah datang. Sang Ratu duduk di singgasana yang terletak di samping singgasana Raja, sementara Hika-chan duduk di kursi yang ada di sampingnya.

Aku tidak akan menyimpulkan bahwa tidak ada yang salah. Sesuatu memang salah, yaitu seorang psikopat sedang berjalan bebas di kastil ini. Raja dan Ratu tidak mengizinkan para penjaga tahu. Jika para penjaga tahu, maka akan ada kecurigaan yang menyebar soal kelompok kami. Itu akan sangat bermasalah.

Aku mencoba melihat sekeliling, dan aku melihat satu dari kelompok kami hanya sendiri. Mia-chan, itukah namanya? Aku mendekati anak perempuan berambut biru itu dan mencoba bicara dengannya.

"Hai! Kau Mia-chan?"

Wow! Benar-benar cara terbaik mendekati cewek.

"Ya, benar." Jawabnya. "Apa ada sesuatu?"

"Kau sendiri saja. Tidak ada yang mengajakmu dansa?" Tanyaku.

"Dengan keadaan seperti ini aku lebih memilih ikut tim pencari." Jawab Mia-chan.

"Jadi, biar kutebak." Kubilang. "Kau tidak bisa berdansa."

"Hello! Kukira itu sudah jelas." Jawab Mia-chan.

Kelihatannya sama sekali tidak enak melihat seorang perempuan sendirian saat pesta dansa. Aku tidak akan mengajaknya dansa, paling tidak aku akan menemaninya saja. Mungkin dia tidak ska itu, jadi aku akan coba basa-basi.

"Kau tahu apa yang kau cari sekarang?" Tanyaku.

"Tahu, lah!" Jawabnya dengan pecaya diri. "Kami jadi teman sekelas selama lebih dari setahun. Aku tidak percaya dia berani melakukan ini."

"Yah... temanmu, Sora mengatakan padaku untuk tidak terkejut jika ini terjadi." Ucapku.

"Ini konyol!" Keluhnya. "Mestinya kami sadari sejak awal!"

"Psst..." Aku memintanya untuk memelankan suaranya.

Aku melihat sekeliling. Sepertinya tingkat kecurigaan orang-orang ini sama sekali tidak naik. Untunglah. Aku tidak mau tahu seberapa kacaunya situasinya bila orang-orang tahu ada psikopat lepas di kastil ini, dan psikopat itu berasal dari kelompok kami. Bisa dibayangkan kemana pandangan semua orang akan tertuju.

"Kukira kau yang mencoba memulai pembicaraan soal itu." Kata Mia-chan.

"Baik... baik," Kubilang. "Mari kita bicarakan hal lain. Seperti... hal yang lebih biasa."

"Oke."

Aku terdiam sebentar, mencari topik pembicaraan yang lebih simpel, dan wajar. Paling tidak untuk anak-anak seumuran kami.

"Apa kau sudah punya pacar?" Tanyaku.

"A.. apa!?" Mia-chan sepertinya terkejut dengan pertanyaanku. "Kenapa... kenapa kau menanykan hal itu? >///

"Ma... maaf! Aku mau mengalihkan pembicaraan ke yang lebih wajar!" Ujarku dengan sedikit panik.

Wajah Mia-chan memerah, dan itu bisa berarti dua hal. Dia bisa saja marah hingga kepalanya mendidih atau dia malu untuk suatu alasan. Mungkin saja dua-duanya.

"OMG Hello! Petanyaanmu itu membuatku tidak enak, kau tahu?" Kata Mia-chan sambil membalikan badan, apa? "Sebaiknya kita tidak bicara."

"Y... ya, baik. Kalau itu maumu."

Kami berdua pun memutuskan tutup mulut. Aku mengalihkan pandangan ke arah lain. Tanpa sengaja, aku melihat ke jalan masuk. Di sana aku melihat dua orang yang sepertinya... tunggu dulu, bukankah mereka...!

"Raja dan Ratu dari Klan Tanaman!" Teriak pria yang berjaga di depan pintu masuk.

Benar saja. Mereka Ayah dan Ibu dari Nata-cchi. Senang melihat mereka benar-benar masih hidup, hanya saja... apa mereka benar-benar harus datang di saat seperti ini? Maksudku, anak mereka sedang terbaring sakit, dan ada seorang psikopat lepas di kastil ini.

"Jadi mereka ya, orangtua Nata-cchi?" Tanya Mia-chan.

"Sial... sial... sial!!" Gerutuku sambil menggenggam kepala. "Mereka datang di saat yang tidak tepat!"]

"Apa maa..." Mia-chan speechless. "Kau benar. Ini gawat! OMFG!!"

"Sebaiknya kita hindari kontak mata dengan mereka." Kubilang.

Terlihat Raja dan Ratu Klan Tanaman bersalaman dengan Ayah dan Ibu Hika-chan, dan juga dengan Hika-chan sendiri dan Izumi-chan. Ya, sepertinya semua berjalan dengan baik.

"Oi. Ra-kun. Kau pikir akan seberapa kacau keadaannya bila mereka tahu?" Tanya Mia-chan.

"Mereka tahu apa?" Tanya seorang perempuan dari arah belakang kami.

Kami melihat ke belakang, dan kami terkejut mengetahui kalau itu ternyata Ratu Klan Tanaman, Ibu dari Nata-cchi. Ya ampun, kapan dia ada di sana?

"Kalian teman Natasya, bukan?" Tanya Sang Ratu.

"I... I..." Aku mencoba menjawab, tapi itulah yang keluar dari mulutku.

"Tidak usah gugup." Kata Sang Ratu. "Anggap saja aku seperti ibu dari teman kalian. Maksudku, seperti ibu-ibu lainnya."

Aku tidak yakin apa aku bisa melakukannya. "Ba.. baik Ratu. Maksudku, eh... Ibu Nata-cchi."

"Jadi, dimana Natasya?" Tanya Ibu Nata-cchi.

Sepertinya menggunakan strategi terakhir: Berbohong.

"Kakinya terkilir, jadi dia memutuskan untuk tidak ikut, atau semacamnya." Ya, itu bukan benar-benar kebohongan. Memang itulah yang terjadi menurut kesaksianku.

"Hmm... sayang sekali." Ucap Ibu Nata-cchi. "Jadi, dimana dia?"

"Terakhir kami lihat dia, eh..."

Aku tidak boleh memandunya ke tempat kejadian. Tidak bisa dibayangkan akan betapa curiganya dia.

"Kurasa dia... em... berada di kamarnya sekarang." Kubilang. "Tapi, kurasa dia akan datang bagaimanapun juga."

"Kuharap aku bisa bertemu dengannya, secepatnya." Dia bilang. "Kami tidak bisa ada disini terlalu lama."

"Ya, kuharap juga begitu." Ujar Mia-chan.

"Jadi, kalian berpacaran ya?" Tanya Ibu Nata-cchi.

Dafuq!? Yang benar saja? Kami...

"Kenapa tidak ikut berdansa?" Tanya Ibu Nata-cchi.

"Aku... tidak bisa berdansa." Jawab Mia-chan.

"Hehe... tenanglah," Ujar Ibu Nata-cchi. "Dulu aku juga tidak bisa berdansa, tapi dia mengajariku saat kami masih pacaran."

"Tapi...tapi..." Aku pun speechless.

"Sudahlah. Ayo sana!"

Ibu Nata-cchi mendorong kami berdua ke tengah ruangan. Kami sama sekali tidak bisa melawan, kami harus berdansa bersama.

====

Ok, itu semuanya untuk sekarang. Terima kasih untuk membaca, beri WOW jika suka, komentar selalu dihargai.

And as always,
have a nice day

Trending Now
10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

10 Orang yang Berfoto di Depan Kamera dengan Gaya Menggelitik

Jaman dulu mengabadikan momen melalui foto adalah hal yang mewah. Kita harus memiliki kamera terlebih dahulu agar bisa menciptakan momen mel
6,502 views 0 shares
10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

10 Momen Apes Dibonceng Motor yang Bikin Deg-deg an

Musim hujan telah tiba. Ada pepatah mengatakan jika "sedia payung sebelum hujan". Hal itulah yang harus kita persiapkan ketika musim hujan t
18,335 views 0 shares
Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Beginilah Wajah 14 Karakter Princess Disney di Dunia Nyata

Pulsker yang suka banget sama kartun karya Disney mana nih suaranya? Kartun dari Disney emang ga ada matinya ya Pulsker, meskipun udah kuli
308,795 views 23,460 shares
14 PLAT NOMER KENDARAAN UNIK DAN LUCU DI INDONESIA

14 PLAT NOMER KENDARAAN UNIK DAN LUCU DI INDONESIA

Indonesia tidak kalah kreatif dalam memilih nomer cantik, entah itu nomer telpon ataupun plat nomer. Meskipun biayanya mahal tapi tetap saja
288,148 views 7,312 shares
10 Status Orang Ambil Foto di Google yang Bikin Malu

10 Status Orang Ambil Foto di Google yang Bikin Malu

Awalnya media sosial tercipta untuk hiburan semata. Menyenangkan, kita bisa bermain media sosial hingga mengenal banyak orang di dunia maya.
598,733 views 0 shares
PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

PENEMUAN-PENEMUAN WOW Jepang Yang NYELENEH tapi CERDAS Luar Biasa!

Jepang! gak abis-abis ngomongin negara nyelempit mirip kue semprit dan bermata sipit ini. selain terkenal dengan kekuatan agresinya pada mas
291,861 views 7,283 shares
10 Spanduk Pecel Lele yang Isinya Nyeleneh

10 Spanduk Pecel Lele yang Isinya Nyeleneh

Setiap orang pasti punya makanan favoritnya masing-masing.cara membuat orang Indonesia, biasanya makanan yang bikin lahab adalah lalapan dan
10,733 views 0 shares
10 Chat Kocak Orang Tua dengan Anak Ini Bikin Senyum-Senyum Sendiri

10 Chat Kocak Orang Tua dengan Anak Ini Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Jaman sekarang, dengan adanya kemajuan teknologi kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain tanpa bertemu langsung dengannya. K
579,200 views 2,710 shares
Ngakak ! Korban Iklan Ini Ngga Sesuai Sama Kenyataan!

Ngakak ! Korban Iklan Ini Ngga Sesuai Sama Kenyataan!

Iklan memang salah satu sarana promosi dalam strategi pemasaran produk. Sehingga sangat wajar dalam sebuah iklan, yang ditampilkan pastilah
442,740 views 17,421 shares
10 Tulisan Peraturan yang Isinya Ngaco Banget

10 Tulisan Peraturan yang Isinya Ngaco Banget

Biasanya peraturan dibuat agar hidup kita lebih teratur dan terarah. Peraturan sendiri ada yang tertulis maupun tidak tertulis. Peraturan te
5,141 views 0 shares