Promise of Memory 04 (Rewrite)
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
982 views
Promise of Memory 04 (Rewrite)

Pagi ini Akira memandangi aquarium-nya yang baru. Didalam-nya terdapat ikan mas pemberian Mio.

Akira hanya melamun memandangi aquarium baru milik-nya itu, Toga yang melihat kelakuan adik-nya hanya menggeleng-gelengkan kepala-nya.

 

"Hei, Akira. Jangan melamun, hari ini giliran-mu membeli es krim kan..?" 

 

Toga menepuk pundak adik-nya dan tersenyum lebar. Lebar sekali, terlihat cukup meyeramkan.

 

"...Oh iya! Aku harus beli es krim!"

 

Akira yang baru sadar langsung mengambil uang saku-nya dan beranjak keluar rumah menuju toko tempat biasa mereka berbelanja. Begitu keluar rumah dan menghadapi matahari, sinarnya begitu menyilaukan dan sangat panas, membuat Akira berkeringat sangat banyak

 

Setiap ke toko tersebut, Akira harus berpapasan dengan laut. 'Aku tidak ingin mengingatnya' pikir Akira sambil memalingkan wajah-nya dari Laut.

 

Sampai-lah Akira di toko tempat biasa dia berbelanja..

 

"Akira-chan ..! Oi."  

 

Anak pemilik toko yang akrab dengan keluarga Akira menyapa Akira sambil tersenyum kecil.

 

"Sudah kubilang jangan panggil aku dengan kata -chan .., Erika-nee-san." ucap Akira sambil memilih es krim favorit milik-nya dan Toga.

 

"...Ahaha, jadi yang mana kau beli..?"

 

"Yang ini saja.."

 

"Yak, semuanya 340 yen."

 

"Sankyu.."

 

"Oh ya, Akira, anak yang selalu bersama kalian.. mirip dengan adik perempuan-ku."

 

"Oh.. dia? ...Dia.. memang mirip Mio, nama-nya juga Mio." ucap Akira.

 

"..Hei Akira, apa kau suka.. Mio yang ada didepan mata-mu sekarang.."

 

Erika berhenti sejenak kemudian ia melanjutkan, "Atau kau memilih Mio yang sudah hilang didepan mata-mu ..?"

 

"..Aku tidak tau." 

 

Kemudian Akira pergi, keluar dari toko.

 

Tepat begitu Akira keluar, pemandangan laut yang membuatnya trauma ada di depan mata-nya.

 

Secara perlahan air mata-nya mengalir sendiri. Trauma yang ia rasakan, dan rasa penyesalan yang ia rasakan.

 

'semuanya menyakitkan !'

 

Akira tidak ingin kejadian yang sama ter-ulang, ia ingin melupakan hari itu, tapi ia tidak bisa melupakan Mio yang hilang didepan mata-nya.

 

"Sial !" seru-nya dengan volume kecil, air mata-nya mengalir semakin deras.

 

drop

 

drop

 

"SIAAL !!"

 

Air matanya mengalir deras, semakin deras. Kaki-nya berlari dengan sendiri-nya, ia meletakkan es krim-nya di bebatuan dekat laut.

 

"Siaal ..!"

 

Kemudian ia mencari sesuatu di lubang yang agak besar di bebatuan tersebut. Sebuah kotak.

 

Akira membuka-nya, isi-nya adalah kalung yang memakai kerang putih ke oranye-an. Cantik sekali.

 

Kemudian Akira menangis lagi, "..Gomenne.. Mio.. Gomen."

Akira mengusap air matanya, menaruh kembali kotak itu di dekat bebatuan itu, tepatnya di rongga-rongga batu yang terkikis. Tempat yang aman untuk menyembunyikan benda. Akira menatap langit musim panas.


"Oh iya, es krim ku." Ucap Akira yang sadar es krimnya bisa meleleh karena sinar matahari yang menyengat.
Sebenarnya.. Mio adalah cinta pertama Akira bukan? Maksudnya Mio yang sudah tidak di sisi Akira.
Akira terbaring di kasurnya. Kasur di kamarnya. Melihat ke arah langit-langit rumah. Menutupi dahinya dengan lengannya. Setelah bengong selama 3 jam, akhirnya ia tertidur.


Terlelap, di bawah alam sadarnya, ia bermimpi lagi.


"Akira, kau berjanji kan?" anak perempuan, teman masa kecil Akira. Mio namanya. "Kau berjanji akan terus bersamaku hingga nanti." Lanjut Mio lagi.


"Aku janji tapi," Akira berhadapan dengan anak perempuan ini. Anak perempuan yang menjadi salah satu bagian dari masa lalu Akira. "Benar, hidupku pendek. Tapi ini semua bukan kesalahanmu. Karena aku percaya dengan Akira."
"Bahwa kau orang yang setia, ramah dan baik. Aku tahu kau dapat dipercaya. Oleh karena itu teruslah berada di sisi-dia ya ?" Bayang-bayang Mio menghilang. Dan yang muncul sekarang adalah baying-bayang Mio, Mio si gadis remaja SMA.


"Mio?"
Akira terbangun dari mimpinya.


'Mimpi itu lagi. Aku tidak ingin mengingat masa lalu, aku ingin lari dari kenyataan.'
Itu yang sedang menghantui pikiran Akira. Akira tidak ingin lagi kehilangan orang yang ia sayangi, kasihi. Karena itu menyakitkan.


 Di tempat Toga berada.


"Hei, Erika-san." Toga menemui Erika di tokonya langsung. "Apa?, jangan menyusuri toko ini seperti maling." Ledek Erika sambil menyantap kerupuk. "Pesta lampion itu diadakan lagi ya ?" tanya Toga pada Erika yang sedang asik mengunyah kerupuknya.


"Tentu saja, itu sudah kebiasaan kota kecil ini. Kalau tidak salah, ada mitosnya sih." Jawab Erika sambil melihat poster pesta lampion tersebut. "Aku tahu itu. Menyatakan perasaanmu didepan orang yang amu sukai saat malam pesta lampion, akan terjadi keajaiban di masa mendatang bagi mereka berdua. Aku benar kan ?" sahut Toga sambil mengedipkan matanya.


Sementara di tempat Akira berada, dia masih merenung. Dia menyesali perbuatannya yang membuat Mio teman kecilnya yang sudah tiada itu mengalami kecelakaan secara tragis.


'Oh iya ya, besok pesta lampion ya?'gumam Akira. Akira juga masih ingat saat-saat dia dan Mio teman kecilnya itu melepaskan lampu lampion saat malam pesta lampion. Warna-nya yang cantik membuat semua orang terpesona termasuk Akira dan Mio.


Mereka berdua tersenyum melihat lampion mereka berdua yang naik ke atas bersama lampion lainnya. Akira juga masih ingat, saat itu jugalah. Mio menyatakan perasaannya pada Akira.
'Mitos itu palsu. Ternyata di antara aku dan Mio tidak ada hal ajaib yang terjadi.'
Akira berjalan menuju dapur, mengambil es krim yang dia beli tadi di kulkas. Ia memakan es krim bermaksud mendinginkan kepalanya.


"Mio? Masuk dulu!" pinta Ibu Akira, mengajak Mio masuk ke dalam rumah. Akira tidak sengaja mendengarnya, "Tidak usah bibi, saya ke sini mau mengantarkan makanan dari Ibu." Sahut Mio dengan wajah yang ramah.
"Oh, titip salam pada ibumu ya? Juga ucapkan terima kasih dari bibi atas makanannya." Ucap Ibu Akira sambil menerima satu kotak bekal bento dibawa ke dalam dapur oleh Ibu Akira.


"Dari siapa bu?" tanya Akira pura-pura tidak tahu. "Dari Ibunya Mio, tadi Mio yang mengantar." Jawab Ibu Akira menaruh bento tersebut di atas kulkas.


"Ibu, apa mitos saat pesta lampion itu benar?" tanya Akira pada Ibunya. "Kalau kau benar-benar percaya, mungkin benar."


Akira merenung kalimat yang dikatakan Ibunya barusan. "Benar-benar percaya."
Malam pesta lampion tiba. Akira berjalan menuju laut, dia melihat semua orang mulai menyalakan lampion. Ada juga beberapa orang yang berjualan di stand dekat laut. Toga menghampiri Akira yang bengong di bebatuan.
"Hei, Akira." Toga berbicara dengan serius. "Aku yakin, kau benar-benar siscom." Tapi lanjutan kalimat ini bukan artinya bercanda.


"Apa maksudmu?" tanya Akira pada Toga. Toga tersenyum menatap Mio yang terpukau oleh lampion-lampion itu. "Jangan jadikan Mio "sekarang" sebagai pelarianmu dari Mio "dulu". Kasihan jika hatinya sakit lagi. Seperti cinta pertamanya." Jawab Toga.


"Bagaimana kau tau cinta pertamanya? Aku saja baru diceritakan setengah." Akira menatap orang yang disampingnya, Toga menjawab pertanyaan Akira. "Yang pasti, orang yang dia sukai itu akhirnya berpacaran dengannya. Tapi akhirnya orang yang dia sukai itu kabur bersama mantan pacarnya. Mio yang mengetahui hal itu langsung mengurung diri di kamar selama berhari-hari."


Akira dan Mio memanglah mirip.
Kisah percintaan mereka yang berakhir dengan tragis. "Lihat, sekarang dia menjadi ceria begitu berkat mu." Ucap Toga. Toga meninggalkan Akira menuju stand milik Erika. Akira hanya bisa merenung kan apa yang barusan dikatakan kakaknya itu.


"Jangan jadikan ia sebagai pelarianmu."
"Hei, Akira!" Mio tiba-tiba muncul didepan wajah Akira. Akira tentu terkejut, jantungnya berdetak kencang karena kaget. "Ayo nyalakan lampion!" ajak Mio. Akira mengangguk tanda "iya".


Sambil melepaskan lampion, Akira mengajak Mio berbicara. "Kau tahu mitos malam pesta lampion di kota kecil ini?"
Mio tertarik dengan hal-hal ajaib seperti itu, meski umurnya 15 dia itu sering disebut childhish oleh teman-temannya. "Tidak? Beritahukan aku." Ucap Mio tersenyum meratapi lampionnya yang sudah naik ke atas.


Akira mengenggam tangan Mio. "Jika kau menyatakan perasaanmu di malam pesta lampion. Akan terjadi keajaiban di antara kalian di masa yang akan mendatang." Mio mengerti maksud Akira. "Aku tau aku anak kecil. Tapi, aku menyukaimu. Kau tidak perlu menjawab nya, karena aku tahu kamu pasti tidak akan membalas pernyataan rasa "suka" dari anak kecil sepertiku."


Akira melepaskan genggaman tangannya dan pergi menjauh menuju rumahnya, bersembunyi didalam kamarnya.
Mio menatap tangan yang barusan digenggam Akira. Setelah itu, ia menatapi langit musim panas yang dihiasi lampion-lampion cantik.


Bertepatan hari malam pesta lampion. Hari itu adalah hari dimana musim panas berakhir. Oleh karena itulah, esoknya mereka berdua tidak bertemu lagi. Karena masa sekolah musim panas Mio disana sudah berakhir.
Tapi, kisah mereka tidak lah berakhir.


"Karena jika kau benar-benar percaya, keajaiban akan terjadi diantara kau dan dia."
Waktu berlalu dengan cepat. Dan inilah saat yang tepat, keajaiban akan terjadi.


-bersambung ke 05


Synopsis 05:
"Kasihan umurnya masih 17 tahun, tapi sudah mengalami kecelakaan secara tragis itu."
"Benar, kalau tidak salah namanya.."
"Akira Tachibana?"
Semua perawat itu asik bercerita tentang pasien, sang pemuda yang tampan itu.
Disanalah tempat Mio Mitsurugi bekerja, sebagai dokter yang mengurus pasien Akira Tachibana.
Hubungan antara pemuda 17 tahun dan Wanita berprofesi dokter berumur 20 tahun, akankah berjalan dengan lancar? Ketika Mio dihujani perasaan cemburu oleh sahabat Akira di sekolahnya?


Siapa gadis itu?

 

 

 

-A/N-

 

Gomen kalau sudah lama Keychon tidak melanjutkan cerbung.

 

 

 

Trending Now
10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

Sangat wajar jika seseorang menyimpan barang yang ia punya dengan pengamanan ekstra agar terhindar dari pencurian. Nggak cuma mobil atau mot
43,257 views 171 shares
10 Tulisan Typo Tugas Mahasiswa yang Bikin Dosen Gagal Paham

10 Tulisan Typo Tugas Mahasiswa yang Bikin Dosen Gagal Paham

Masa kuliah adalah masa dimana kita mulai beranjak dewasa. Di mana kita bertemu dengan orang-orang yang baru dan nggak bisa lagi bersantai-s
1,642 views 0 shares
10 Chat Para Jomblo Menghadapi Pertanyaan Ini Lucu Banget

10 Chat Para Jomblo Menghadapi Pertanyaan Ini Lucu Banget

Nggak terasa, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, itu artinya momen lebaran sudah di depan mata. Bagi yang sudah berkeluarga mu
11,807 views 8 shares
10 Status FB Gagal Masak yang Bikin Ngakak

10 Status FB Gagal Masak yang Bikin Ngakak

Media sosial Facebook memang nggak kehabisan pengguna yang setiap harinya sukses mengocok perut kita. Entah itu sengaja atau tidak, banyak s
18,945 views 0 shares
Keren! Orang Ini Berdandan Cosplay dari Barang Tak Terduga

Keren! Orang Ini Berdandan Cosplay dari Barang Tak Terduga

Bagi pecinta anime, pasti udah gak asing lagi dengan yang namanya cosplay, yaitu mereka yang berdandan ala karakter anime atau yang disebut
7,220 views 2 shares
10 Foto Orang Gagal Fokus Ini Bikin Kita Gregetan

10 Foto Orang Gagal Fokus Ini Bikin Kita Gregetan

Ada salah satu iklan air mineral yang mengatakan kekurangan minum air putih bisa mengurangi konsentrasi. Normalnya, kita sebagai manusia har
8,217 views 180 shares
10 Tingkah Antimainstream Pengantin di Pelaminan

10 Tingkah Antimainstream Pengantin di Pelaminan

Jodohmu adalah cerminan dirimu. Maka dari itu, ketika kamu sudah menemukan pasangan yang sefrekuensi, bisa jadi dia adalah jodohmu. Setiap p
2,309 views 0 shares
Kamu Nggak Bakal Kepikiran Untuk Melakukan Hal Yang Sama Seperti Mereka (10 Foto)

Kamu Nggak Bakal Kepikiran Untuk Melakukan Hal Yang Sama Seperti Mereka (10 Foto)

Ada beberapa orang yang mempunyai pola pikir dan tingkah laku yang berbeda dari orang lain Pulsker. Mereka datang dengan hal-hal atau inovas
120,694 views 7,635 shares
10 Chat Tebak-tebakan yang Isinya Receh Banget

10 Chat Tebak-tebakan yang Isinya Receh Banget

Setiap orang butuh hiburan agar hidupnya nggak stress dan monoton. Hal-hal yang membuat kita tersenyum saja, udah bisa bikin hati kita adem,
2,498 views 0 shares
Kumpulan Meme Tentang Uang yang Bikin Kamu Senyum-senyum Sendiri

Kumpulan Meme Tentang Uang yang Bikin Kamu Senyum-senyum Sendiri

Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya itu butuh uang. Kata-kata ni sangat tepat menggambarkan kehidupan kita saat ini. Apalagi ketika kita
110,809 views 4,828 shares