Promise of Memory 04 (Rewrite)
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
931 views
Promise of Memory 04 (Rewrite)

Pagi ini Akira memandangi aquarium-nya yang baru. Didalam-nya terdapat ikan mas pemberian Mio.

Akira hanya melamun memandangi aquarium baru milik-nya itu, Toga yang melihat kelakuan adik-nya hanya menggeleng-gelengkan kepala-nya.

 

"Hei, Akira. Jangan melamun, hari ini giliran-mu membeli es krim kan..?" 

 

Toga menepuk pundak adik-nya dan tersenyum lebar. Lebar sekali, terlihat cukup meyeramkan.

 

"...Oh iya! Aku harus beli es krim!"

 

Akira yang baru sadar langsung mengambil uang saku-nya dan beranjak keluar rumah menuju toko tempat biasa mereka berbelanja. Begitu keluar rumah dan menghadapi matahari, sinarnya begitu menyilaukan dan sangat panas, membuat Akira berkeringat sangat banyak

 

Setiap ke toko tersebut, Akira harus berpapasan dengan laut. 'Aku tidak ingin mengingatnya' pikir Akira sambil memalingkan wajah-nya dari Laut.

 

Sampai-lah Akira di toko tempat biasa dia berbelanja..

 

"Akira-chan ..! Oi."  

 

Anak pemilik toko yang akrab dengan keluarga Akira menyapa Akira sambil tersenyum kecil.

 

"Sudah kubilang jangan panggil aku dengan kata -chan .., Erika-nee-san." ucap Akira sambil memilih es krim favorit milik-nya dan Toga.

 

"...Ahaha, jadi yang mana kau beli..?"

 

"Yang ini saja.."

 

"Yak, semuanya 340 yen."

 

"Sankyu.."

 

"Oh ya, Akira, anak yang selalu bersama kalian.. mirip dengan adik perempuan-ku."

 

"Oh.. dia? ...Dia.. memang mirip Mio, nama-nya juga Mio." ucap Akira.

 

"..Hei Akira, apa kau suka.. Mio yang ada didepan mata-mu sekarang.."

 

Erika berhenti sejenak kemudian ia melanjutkan, "Atau kau memilih Mio yang sudah hilang didepan mata-mu ..?"

 

"..Aku tidak tau." 

 

Kemudian Akira pergi, keluar dari toko.

 

Tepat begitu Akira keluar, pemandangan laut yang membuatnya trauma ada di depan mata-nya.

 

Secara perlahan air mata-nya mengalir sendiri. Trauma yang ia rasakan, dan rasa penyesalan yang ia rasakan.

 

'semuanya menyakitkan !'

 

Akira tidak ingin kejadian yang sama ter-ulang, ia ingin melupakan hari itu, tapi ia tidak bisa melupakan Mio yang hilang didepan mata-nya.

 

"Sial !" seru-nya dengan volume kecil, air mata-nya mengalir semakin deras.

 

drop

 

drop

 

"SIAAL !!"

 

Air matanya mengalir deras, semakin deras. Kaki-nya berlari dengan sendiri-nya, ia meletakkan es krim-nya di bebatuan dekat laut.

 

"Siaal ..!"

 

Kemudian ia mencari sesuatu di lubang yang agak besar di bebatuan tersebut. Sebuah kotak.

 

Akira membuka-nya, isi-nya adalah kalung yang memakai kerang putih ke oranye-an. Cantik sekali.

 

Kemudian Akira menangis lagi, "..Gomenne.. Mio.. Gomen."

Akira mengusap air matanya, menaruh kembali kotak itu di dekat bebatuan itu, tepatnya di rongga-rongga batu yang terkikis. Tempat yang aman untuk menyembunyikan benda. Akira menatap langit musim panas.


"Oh iya, es krim ku." Ucap Akira yang sadar es krimnya bisa meleleh karena sinar matahari yang menyengat.
Sebenarnya.. Mio adalah cinta pertama Akira bukan? Maksudnya Mio yang sudah tidak di sisi Akira.
Akira terbaring di kasurnya. Kasur di kamarnya. Melihat ke arah langit-langit rumah. Menutupi dahinya dengan lengannya. Setelah bengong selama 3 jam, akhirnya ia tertidur.


Terlelap, di bawah alam sadarnya, ia bermimpi lagi.


"Akira, kau berjanji kan?" anak perempuan, teman masa kecil Akira. Mio namanya. "Kau berjanji akan terus bersamaku hingga nanti." Lanjut Mio lagi.


"Aku janji tapi," Akira berhadapan dengan anak perempuan ini. Anak perempuan yang menjadi salah satu bagian dari masa lalu Akira. "Benar, hidupku pendek. Tapi ini semua bukan kesalahanmu. Karena aku percaya dengan Akira."
"Bahwa kau orang yang setia, ramah dan baik. Aku tahu kau dapat dipercaya. Oleh karena itu teruslah berada di sisi-dia ya ?" Bayang-bayang Mio menghilang. Dan yang muncul sekarang adalah baying-bayang Mio, Mio si gadis remaja SMA.


"Mio?"
Akira terbangun dari mimpinya.


'Mimpi itu lagi. Aku tidak ingin mengingat masa lalu, aku ingin lari dari kenyataan.'
Itu yang sedang menghantui pikiran Akira. Akira tidak ingin lagi kehilangan orang yang ia sayangi, kasihi. Karena itu menyakitkan.


 Di tempat Toga berada.


"Hei, Erika-san." Toga menemui Erika di tokonya langsung. "Apa?, jangan menyusuri toko ini seperti maling." Ledek Erika sambil menyantap kerupuk. "Pesta lampion itu diadakan lagi ya ?" tanya Toga pada Erika yang sedang asik mengunyah kerupuknya.


"Tentu saja, itu sudah kebiasaan kota kecil ini. Kalau tidak salah, ada mitosnya sih." Jawab Erika sambil melihat poster pesta lampion tersebut. "Aku tahu itu. Menyatakan perasaanmu didepan orang yang amu sukai saat malam pesta lampion, akan terjadi keajaiban di masa mendatang bagi mereka berdua. Aku benar kan ?" sahut Toga sambil mengedipkan matanya.


Sementara di tempat Akira berada, dia masih merenung. Dia menyesali perbuatannya yang membuat Mio teman kecilnya yang sudah tiada itu mengalami kecelakaan secara tragis.


'Oh iya ya, besok pesta lampion ya?'gumam Akira. Akira juga masih ingat saat-saat dia dan Mio teman kecilnya itu melepaskan lampu lampion saat malam pesta lampion. Warna-nya yang cantik membuat semua orang terpesona termasuk Akira dan Mio.


Mereka berdua tersenyum melihat lampion mereka berdua yang naik ke atas bersama lampion lainnya. Akira juga masih ingat, saat itu jugalah. Mio menyatakan perasaannya pada Akira.
'Mitos itu palsu. Ternyata di antara aku dan Mio tidak ada hal ajaib yang terjadi.'
Akira berjalan menuju dapur, mengambil es krim yang dia beli tadi di kulkas. Ia memakan es krim bermaksud mendinginkan kepalanya.


"Mio? Masuk dulu!" pinta Ibu Akira, mengajak Mio masuk ke dalam rumah. Akira tidak sengaja mendengarnya, "Tidak usah bibi, saya ke sini mau mengantarkan makanan dari Ibu." Sahut Mio dengan wajah yang ramah.
"Oh, titip salam pada ibumu ya? Juga ucapkan terima kasih dari bibi atas makanannya." Ucap Ibu Akira sambil menerima satu kotak bekal bento dibawa ke dalam dapur oleh Ibu Akira.


"Dari siapa bu?" tanya Akira pura-pura tidak tahu. "Dari Ibunya Mio, tadi Mio yang mengantar." Jawab Ibu Akira menaruh bento tersebut di atas kulkas.


"Ibu, apa mitos saat pesta lampion itu benar?" tanya Akira pada Ibunya. "Kalau kau benar-benar percaya, mungkin benar."


Akira merenung kalimat yang dikatakan Ibunya barusan. "Benar-benar percaya."
Malam pesta lampion tiba. Akira berjalan menuju laut, dia melihat semua orang mulai menyalakan lampion. Ada juga beberapa orang yang berjualan di stand dekat laut. Toga menghampiri Akira yang bengong di bebatuan.
"Hei, Akira." Toga berbicara dengan serius. "Aku yakin, kau benar-benar siscom." Tapi lanjutan kalimat ini bukan artinya bercanda.


"Apa maksudmu?" tanya Akira pada Toga. Toga tersenyum menatap Mio yang terpukau oleh lampion-lampion itu. "Jangan jadikan Mio "sekarang" sebagai pelarianmu dari Mio "dulu". Kasihan jika hatinya sakit lagi. Seperti cinta pertamanya." Jawab Toga.


"Bagaimana kau tau cinta pertamanya? Aku saja baru diceritakan setengah." Akira menatap orang yang disampingnya, Toga menjawab pertanyaan Akira. "Yang pasti, orang yang dia sukai itu akhirnya berpacaran dengannya. Tapi akhirnya orang yang dia sukai itu kabur bersama mantan pacarnya. Mio yang mengetahui hal itu langsung mengurung diri di kamar selama berhari-hari."


Akira dan Mio memanglah mirip.
Kisah percintaan mereka yang berakhir dengan tragis. "Lihat, sekarang dia menjadi ceria begitu berkat mu." Ucap Toga. Toga meninggalkan Akira menuju stand milik Erika. Akira hanya bisa merenung kan apa yang barusan dikatakan kakaknya itu.


"Jangan jadikan ia sebagai pelarianmu."
"Hei, Akira!" Mio tiba-tiba muncul didepan wajah Akira. Akira tentu terkejut, jantungnya berdetak kencang karena kaget. "Ayo nyalakan lampion!" ajak Mio. Akira mengangguk tanda "iya".


Sambil melepaskan lampion, Akira mengajak Mio berbicara. "Kau tahu mitos malam pesta lampion di kota kecil ini?"
Mio tertarik dengan hal-hal ajaib seperti itu, meski umurnya 15 dia itu sering disebut childhish oleh teman-temannya. "Tidak? Beritahukan aku." Ucap Mio tersenyum meratapi lampionnya yang sudah naik ke atas.


Akira mengenggam tangan Mio. "Jika kau menyatakan perasaanmu di malam pesta lampion. Akan terjadi keajaiban di antara kalian di masa yang akan mendatang." Mio mengerti maksud Akira. "Aku tau aku anak kecil. Tapi, aku menyukaimu. Kau tidak perlu menjawab nya, karena aku tahu kamu pasti tidak akan membalas pernyataan rasa "suka" dari anak kecil sepertiku."


Akira melepaskan genggaman tangannya dan pergi menjauh menuju rumahnya, bersembunyi didalam kamarnya.
Mio menatap tangan yang barusan digenggam Akira. Setelah itu, ia menatapi langit musim panas yang dihiasi lampion-lampion cantik.


Bertepatan hari malam pesta lampion. Hari itu adalah hari dimana musim panas berakhir. Oleh karena itulah, esoknya mereka berdua tidak bertemu lagi. Karena masa sekolah musim panas Mio disana sudah berakhir.
Tapi, kisah mereka tidak lah berakhir.


"Karena jika kau benar-benar percaya, keajaiban akan terjadi diantara kau dan dia."
Waktu berlalu dengan cepat. Dan inilah saat yang tepat, keajaiban akan terjadi.


-bersambung ke 05


Synopsis 05:
"Kasihan umurnya masih 17 tahun, tapi sudah mengalami kecelakaan secara tragis itu."
"Benar, kalau tidak salah namanya.."
"Akira Tachibana?"
Semua perawat itu asik bercerita tentang pasien, sang pemuda yang tampan itu.
Disanalah tempat Mio Mitsurugi bekerja, sebagai dokter yang mengurus pasien Akira Tachibana.
Hubungan antara pemuda 17 tahun dan Wanita berprofesi dokter berumur 20 tahun, akankah berjalan dengan lancar? Ketika Mio dihujani perasaan cemburu oleh sahabat Akira di sekolahnya?


Siapa gadis itu?

 

 

 

-A/N-

 

Gomen kalau sudah lama Keychon tidak melanjutkan cerbung.

 

 

 

Trending Now
10 Status Absurd Di Media Sosial yang Isinya Bikin Gagal Paham

10 Status Absurd Di Media Sosial yang Isinya Bikin Gagal Paham

Ngomongin media sosial saat ini emang nggak ada habisnya. Bahkan dewasa ini banyak orang yang hidupnya bergantung dengan media sosial dan i
846 views 0 shares
Deretan Meme Rias Pengantin yang Bakal Bikin Kamu Nggak Nawar Harga Pada Perias

Deretan Meme 'Rias Pengantin' yang Bakal Bikin Kamu Nggak Nawar Harga Pada Perias

Setiap orang pasti ingin merasakan hubungannya berlanjut ke jenjang pernikahan. Nah, biasanya nih, saat menikah itu akan diisi dengan proses
381,038 views 16,150 shares
12 Hal Aneh Ini Gagal dan Ga Punya Fungsi, Tapi Kocak!

12 Hal Aneh Ini Gagal dan Ga Punya Fungsi, Tapi Kocak!

Manusia memang ga ada yang sempurna ya Pulsker, kadang ada salahnya juga, kadang bisa gagal juga. Jadi kita harus bisa memaklumi hal yang te
413,490 views 25,576 shares
10 Editan Foto Hewan Tanpa Leher Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Sampai Sakit Perut

10 Editan Foto Hewan Tanpa Leher Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Sampai Sakit Perut

Kemajuan teknologi membawa kita pada jaman dimana semuanya bisa menjadi lebih mudah. Membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal i
115,530 views 7,337 shares
Poster Ilustrasi Enaknya Jadi Pengantin Baru yang Bikin Jomblo Baper

Poster Ilustrasi Enaknya Jadi Pengantin Baru yang Bikin Jomblo Baper

Manusia diciptakan oleh Tuhan dibekali dengan rasa cinta dan kasih sayang serta untuk saling mengenal satu sama lain. Jika ketiganya ini uda
9,131 views 376 shares
8 Gambar Karya Seniman Sindir Sampah Manusia Banyak di Laut, Miris Lihatnya!

8 Gambar Karya Seniman Sindir Sampah Manusia Banyak di Laut, Miris Lihatnya!

Pencemaran lingkungan menjadi isu yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat , tidak hanya Indonesia tapi juga tingkat dunia. Teruta
5,879 views 0 shares
Garing tapi Lucu, 10 Chat Ini Buktikan Susahnya Cari Bahan Obrolan!

Garing tapi Lucu, 10 Chat Ini Buktikan Susahnya Cari Bahan Obrolan!

Sebenarnya hal yang paling bikin penasaran dan deg-degan bukan ketika memiliki pacar, tapi ketika pendekatan atau PDKT. apalagi jika kita ng
21,659 views 0 shares
10 Chat Lucu Beli Masker di Online Shop Ini Bikin Tertawa

10 Chat Lucu Beli Masker di Online Shop Ini Bikin Tertawa

Pandemi Corona yang sampai saat ini masih kita alami, tentu saja sangat berpengaruh pada kehidupan kita. Semua sektor terganggu termasuk keh
1,297 views 0 shares
Sudah Benarkah Kita Membuka Makanan dan Minuman Kemasan Selama Ini? Berikut Cara Membuka yang Baik dan Benar

Sudah Benarkah Kita Membuka Makanan dan Minuman Kemasan Selama Ini? Berikut Cara Membuka yang Baik dan Benar

menggunakannya. Selain praktis, makanan kemasan juga mudah didapatkan dimana saja. Dari toko-toko hingga supermarket.   Tapi pernahkah ka
176,319 views 5,522 shares
10 Foto Alat MENCONTEK di China yang Super Canggih

10 Foto Alat MENCONTEK di China yang Super Canggih

Aktivitas mencontek memang seringkali terjadi dimanapun, kecurangan ini juga tentu biasa terjadi di negeri kita indonesia. Entah karena mala
184,454 views 967 shares