JANGAN BENCI AKU MAMA ( wajib baca yaa aku mohon, jadikan sebuah pelajaran dari kisah ini )
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
19,699 views
JANGAN BENCI AKU MAMA ( wajib baca yaa aku mohon, jadikan sebuah pelajaran dari kisah ini )

Dua puluh tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Hasan, suamiku, memberinya namaErik.

Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang.

Aku berniat memberikannya kepada orang lain saja atau dititipkan di panti asuhan agar tidak membuat malu keluarga kelak.

 

Namun suamiku mencegah niat buruk itu. Akhirnya dengan terpaksa kubesarkan juga. Di tahun kedua setelah Erik dilahirkan, akupun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Kuberi nama Angel. Aku sangat menyayangi Angel, demikian juga suamiku. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan & membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

 

Namun tidak demikian halnya dengan Erik. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Suamiku sebenarnya sudah berkali-kali berniat membelikannya, namun aku selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Suamiku selalu menuruti perkataanku.

 

Saat usia Angel 2 tahun, Suamiku meninggal dunia. Erik sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya aku mengambil sebuah tindakan yang akan membuatku menyesal seumur hidup. Aku pergi meninggalkan kampung kelahiranku bersama Angel. Erik yang sedang tertidur lelap kutinggalkan begitu saja.

 

Kemudian aku memilih tinggal di sebuah rumah kecil setelah tanah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahunâ?¦Ã¢?¦Ã¢?¦. telah berlalu sejak kejadian itu.

 

Kini Aku telah menikah kembali dengan Beni, seorang pria dewasa yang mapan. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Beni, sifat-sifat burukku yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.

 

Angel kini telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkannya di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Erik dan tidak ada lagi yang mengingatnya. Sampai suatu malam. Malam di mana aku bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arahku. Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama caya? caya lindu cekali cama Mama!"

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun aku menahannya,

"Tungguâ?¦, sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"

"Nama caya Elik, Tante."

"Erik? Erikâ?¦ Ya Tuhan! Kau benar-benar Erik?"

 

Aku langsung tersentak bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpaku saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu, seperti sebuah film yang sedang diputar di kepala. Baru sekarang aku menyadari betapa jahatnya perbuatanku dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu.

Ya, sepertinya saya memang harus matiâ?¦, matiâ?¦, matiâ?¦ Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Erik melintas kembali di pikiranku. Ya Erik, Mama akan menjemputmu Erikâ?¦sabar ya nakâ?¦."

 

Sore itu aku memarkir mobil biruku di samping sebuah gubuk, dan Beni suamiku dengan pandangan heran menatapku dari samping. "Maryam, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Oh, suamiku, kau pasti akan membenciku setelah kuceritakan hal yang telah kulakukan dulu." tetapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.

 

Ternyata Tuhan sungguh baik kepadaku. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangisku reda, aku pun keluar dari mobil diikuti oleh suami dari belakang. Mataku menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter didepan. Aku mulai teringat betapa gubuk itu pernah kutempati beberapa tahun lamanya dan Erikâ?¦.. Erikâ?¦Ã¢?¦

 

Aku meninggalkan Erik di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih aku pun berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekaliâ?¦ Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mataku mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

 

Namun aku tidak menemukan siapa pun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Aku mengambil seraya mengamatinya dengan seksamaâ?¦ Mataku mulai berkaca-kaca, aku mengenali betul potongan kain tersebut, itu bekas baju butut yang dulu dikenakan Erik sehari-hari, baju butut yang kadang aku sendiri jijik mencucinyaâ?¦Ã¢?¦

 

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, aku pun keluar dari ruangan ituâ?¦ Air mataku mengalir dengan deras. Saat itu aku hanya diam saja. Sesaat kemudian aku dan suami mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, tiba " tiba aku melihat seseorang di belakang mobil kami. Aku sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.

 

Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali aku tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

"Heiiâ?¦! Siapa kamu?! Mau apa kau ke sini?!"

Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Erik yang dulu tinggal di sini?"

 

Tiba " tiba Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Erik terus menunggu ibunya seraya memanggil, "Mamaaaâ?¦, Mamaaa!"

Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan & mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Erik meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmuâ?¦.."

Saya pun membaca tulisan di kertas ituâ?¦

"Mama, mengapa Mama tidak pernah kembali lagiâ?¦? Mama benci ya sama Erik? Maâ?¦., biarlah Erik yang pergi saja, tapi Mama harus berjanji ya, kalau Mama tidak akan benci lagi sama Eric. Udah dulu ya Ma, Erik sayaaaang sama Mama, â?¦Ã¢?¦"

Aku menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakanâ?¦ katakan di mana ia sekarang? Aku berjanji akan meyayanginya sekarang! Aku tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!" Suamiku memeluk tubuhku yang bergetar sangat keras.

 

"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Erik telah meninggalkan dunia. Ia meninggal persis di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mama-nya datang, Mama-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana â?¦

 

Ia hanya berharap dapat melihat Mamanya dari belakang gubuk iniâ?¦ Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya disana. Nyonya, dosa Anda sungguh tidak terampuni!"

Aku kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.

 

Berlakulah adil kepada setiap anak-anak kita, jangan membeda-bedakan memperlakukan mereka, baik dalam memberikan hadiah, melakukan disiplin (hukuman). Berikan porsi kasih yang sama, agar tidak ada anak yang merasa dibenci mama papanya.

(SEBUAH PELAJARAN UNTUK TIDAK MEMBEDAKAN ANAK)

 

Share dan berikan komentar kalian tentang cerita fiksi ini...

Trending Now
10 Chat Asal Pakai Bahasa Inggris yang Bikin Gregetan

10 Chat Asal Pakai Bahasa Inggris yang Bikin Gregetan

Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang biasa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara. Di Indonesia sendiri
1,758 views 0 shares
8 Meme Test Mata Saat Puasa yang Bikin Gagal Fokus

8 Meme Test Mata Saat Puasa yang Bikin Gagal Fokus

Saat ini kita sedang memasuki bulan suci Ramadan, dimana para umat muslim sedunia sedang menjalankan ibadah puasa. Selama menjalankan puasa,
204 views 0 shares
14 Meme Foto "Jangan Remehkan Emak Berdaster" Yang Lagi Trending Di Indonesia

14 Meme Foto "Jangan Remehkan Emak Berdaster" Yang Lagi Trending Di Indonesia

Beberapa waktu lalu sempat heboh & trending soal mannequin challenge, tapi ternyata kreatifitas Netizen tidak berhenti disitu , hanyak sela
68,222 views 2,995 shares
10 Foto yang Mungkin Hanya Pernah Kamu Lihat Sekali Seumur Hidup

10 Foto yang Mungkin Hanya Pernah Kamu Lihat Sekali Seumur Hidup

Dunia ini penih misteri di dalamnya, dan nggak semuanya bisa kita pecahkan. Selain itu, banyak hal-hal menarik yang terjadi setiap harinya,
200,052 views 12,988 shares
10 Orang Jualan Dengan Trik S3 Marketing

10 Orang Jualan Dengan Trik S3 Marketing

Sebagai pedagang, mereka harus memiliki cara agar barang yang mereka jual laku di pasaran. Terlebih lagi karena begitu banyak saingan yang j
9,058 views 0 shares
10 Chat Tanya Alamat yang Bikin Gagal Paham

10 Chat Tanya Alamat yang Bikin Gagal Paham

Walaupun semuanya sudah serba digital, namun untuk urusan mengirimkan barang harus tetap menggunakan kurir. Seperti mengirimkan barang atau
1,553 views 0 shares
13 Jembatan Paling Ekstrim di Dunia, Mengerikan !

13 Jembatan Paling Ekstrim di Dunia, Mengerikan !

Inilah 13 Jembatan Paling Ekstrim di Dunia yang sangat Mengerikan !   Eshima Ohashi, di Jepang:  Jembatan Eshima Ohashi di Jepang b
219,531 views 8,878 shares
15 Foto Keren Ini Membuktikan Kalau Alam Lebih Jago Dari Photoshop!

15 Foto Keren Ini Membuktikan Kalau Alam Lebih Jago Dari Photoshop!

Photoshop merupakan salah satu aplikasi masterpiece untuk mengedit sebuah foto menjadi lebih bagus, bahkan jauh dari foto aslinya. Namun, ti
243,478 views 14,877 shares
Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Siapa yang tidak tahu dengan makanan bersalah dari Tempe ini, Netizen Indonesia membuktikan kreatifitasnya dengan mengedit dan membuat meme
211,511 views 3,543 shares
10 Foto Review Barang Olshop yang Bikin Ngakak

10 Foto Review Barang Olshop yang Bikin Ngakak

Ketika kita belanja online melalui e-commerce, pada aplikasinya ada kolom komentar yang bisa kita isi tentang kepuasan barang yang telah kit
1,460 views 0 shares