JANGAN BENCI AKU MAMA ( wajib baca yaa aku mohon, jadikan sebuah pelajaran dari kisah ini )
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
18,440 views
JANGAN BENCI AKU MAMA ( wajib baca yaa aku mohon, jadikan sebuah pelajaran dari kisah ini )

Dua puluh tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Hasan, suamiku, memberinya namaErik.

Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang.

Aku berniat memberikannya kepada orang lain saja atau dititipkan di panti asuhan agar tidak membuat malu keluarga kelak.

 

Namun suamiku mencegah niat buruk itu. Akhirnya dengan terpaksa kubesarkan juga. Di tahun kedua setelah Erik dilahirkan, akupun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Kuberi nama Angel. Aku sangat menyayangi Angel, demikian juga suamiku. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan & membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

 

Namun tidak demikian halnya dengan Erik. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Suamiku sebenarnya sudah berkali-kali berniat membelikannya, namun aku selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Suamiku selalu menuruti perkataanku.

 

Saat usia Angel 2 tahun, Suamiku meninggal dunia. Erik sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya aku mengambil sebuah tindakan yang akan membuatku menyesal seumur hidup. Aku pergi meninggalkan kampung kelahiranku bersama Angel. Erik yang sedang tertidur lelap kutinggalkan begitu saja.

 

Kemudian aku memilih tinggal di sebuah rumah kecil setelah tanah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahunâ?¦Ã¢?¦Ã¢?¦. telah berlalu sejak kejadian itu.

 

Kini Aku telah menikah kembali dengan Beni, seorang pria dewasa yang mapan. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Beni, sifat-sifat burukku yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.

 

Angel kini telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkannya di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Erik dan tidak ada lagi yang mengingatnya. Sampai suatu malam. Malam di mana aku bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arahku. Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama caya? caya lindu cekali cama Mama!"

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun aku menahannya,

"Tungguâ?¦, sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"

"Nama caya Elik, Tante."

"Erik? Erikâ?¦ Ya Tuhan! Kau benar-benar Erik?"

 

Aku langsung tersentak bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpaku saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu, seperti sebuah film yang sedang diputar di kepala. Baru sekarang aku menyadari betapa jahatnya perbuatanku dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu.

Ya, sepertinya saya memang harus matiâ?¦, matiâ?¦, matiâ?¦ Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Erik melintas kembali di pikiranku. Ya Erik, Mama akan menjemputmu Erikâ?¦sabar ya nakâ?¦."

 

Sore itu aku memarkir mobil biruku di samping sebuah gubuk, dan Beni suamiku dengan pandangan heran menatapku dari samping. "Maryam, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Oh, suamiku, kau pasti akan membenciku setelah kuceritakan hal yang telah kulakukan dulu." tetapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.

 

Ternyata Tuhan sungguh baik kepadaku. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangisku reda, aku pun keluar dari mobil diikuti oleh suami dari belakang. Mataku menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter didepan. Aku mulai teringat betapa gubuk itu pernah kutempati beberapa tahun lamanya dan Erikâ?¦.. Erikâ?¦Ã¢?¦

 

Aku meninggalkan Erik di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih aku pun berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekaliâ?¦ Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mataku mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

 

Namun aku tidak menemukan siapa pun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Aku mengambil seraya mengamatinya dengan seksamaâ?¦ Mataku mulai berkaca-kaca, aku mengenali betul potongan kain tersebut, itu bekas baju butut yang dulu dikenakan Erik sehari-hari, baju butut yang kadang aku sendiri jijik mencucinyaâ?¦Ã¢?¦

 

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, aku pun keluar dari ruangan ituâ?¦ Air mataku mengalir dengan deras. Saat itu aku hanya diam saja. Sesaat kemudian aku dan suami mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, tiba " tiba aku melihat seseorang di belakang mobil kami. Aku sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.

 

Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali aku tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

"Heiiâ?¦! Siapa kamu?! Mau apa kau ke sini?!"

Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Erik yang dulu tinggal di sini?"

 

Tiba " tiba Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Erik terus menunggu ibunya seraya memanggil, "Mamaaaâ?¦, Mamaaa!"

Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan & mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Erik meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmuâ?¦.."

Saya pun membaca tulisan di kertas ituâ?¦

"Mama, mengapa Mama tidak pernah kembali lagiâ?¦? Mama benci ya sama Erik? Maâ?¦., biarlah Erik yang pergi saja, tapi Mama harus berjanji ya, kalau Mama tidak akan benci lagi sama Eric. Udah dulu ya Ma, Erik sayaaaang sama Mama, â?¦Ã¢?¦"

Aku menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakanâ?¦ katakan di mana ia sekarang? Aku berjanji akan meyayanginya sekarang! Aku tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!" Suamiku memeluk tubuhku yang bergetar sangat keras.

 

"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Erik telah meninggalkan dunia. Ia meninggal persis di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mama-nya datang, Mama-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana â?¦

 

Ia hanya berharap dapat melihat Mamanya dari belakang gubuk iniâ?¦ Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya disana. Nyonya, dosa Anda sungguh tidak terampuni!"

Aku kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.

 

Berlakulah adil kepada setiap anak-anak kita, jangan membeda-bedakan memperlakukan mereka, baik dalam memberikan hadiah, melakukan disiplin (hukuman). Berikan porsi kasih yang sama, agar tidak ada anak yang merasa dibenci mama papanya.

(SEBUAH PELAJARAN UNTUK TIDAK MEMBEDAKAN ANAK)

 

Share dan berikan komentar kalian tentang cerita fiksi ini...

Trending Now
Beginilah Foto Foto Pendidikan Ekstrim Menjadi Pramugari di China

Beginilah Foto Foto Pendidikan Ekstrim Menjadi Pramugari di China

Menjadi Pramugari mungkin bisa jadi salah satu idaman pekerjaan bagi banyak wanita, syarat penampilan fisik, kercerdasan, dan komukasi yang
319,942 views 16,685 shares
Kumpulan Gambar Sandal Jepit Paling WOW Yang Ngehits Banget!

Kumpulan Gambar Sandal Jepit Paling WOW Yang Ngehits Banget!

Udah berapa kali kamu kehilangan sandal jepit Pulsker? Jangan-jangan bukan ilang tapi ketuker tuh. Sekarang udah ada solusinya, dan keren ba
396,227 views 9,392 shares
17 Gambar Korban Iklan, Kenyataan vs Ekspektasi

17 Gambar Korban Iklan, Kenyataan vs Ekspektasi

Iklan memang terlihat tampak Indah, lezat dan menggoda. Tapi dibalik keindahan iklan itu sendiri jauh banget kenyataan dibanding Ekspektasin
401,178 views 12,109 shares
10 Editan Foto Hewan Tanpa Leher Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Sampai Sakit Perut

10 Editan Foto Hewan Tanpa Leher Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak Sampai Sakit Perut

Kemajuan teknologi membawa kita pada jaman dimana semuanya bisa menjadi lebih mudah. Membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Hal i
112,951 views 7,337 shares
10 Perspektif Baru Menggunakan Hal-hal Di Sekitar Kita Ini Keren Banget!

10 Perspektif Baru Menggunakan Hal-hal Di Sekitar Kita Ini Keren Banget!

Pulsker pernah ga lagi jalan terus secara random ngebayangin benda yang Pulsker liat jadi sesuatu yang lain? Nah konsep itulah yang dilaku
4,807 views 189 shares
Ini Dia, Beberapa Penemuan Dari Masa Lalu yang Nggak Masuk Akal

Ini Dia, Beberapa Penemuan Dari Masa Lalu yang Nggak Masuk Akal

Para ilmuan memang menciptakan penemuan-penemuan yang luar biasa jenius, dan itu ternyata sudah ada sejak dulu Pulsker. Penemuan mereka yang
400,291 views 5,271 shares
10 Jawaban Asal Siswa Saat Ujian Ini Kocaknya Bikin Tepok Jidat

10 Jawaban Asal Siswa Saat Ujian Ini Kocaknya Bikin Tepok Jidat

Sudah menjadi kewajiban semua siswa untuk mengikuti ujian yang diberikan para guru untuk mengetest kemampuan mereka dalam menerima pelajaran
403,126 views 40,096 shares
Begini Ilustrasinya Jika Superhero yang Gagah Menjadi Kartun Imut

Begini Ilustrasinya Jika Superhero yang Gagah Menjadi Kartun Imut

Superhero saat ini sedang banyak digemari, oleh anak-anak maupun orang dewasa. Cerita yang gampang dipahami, visualisasi yang keren, serta b
1,041 views 0 shares
12 Hal Aneh Ini Gagal dan Ga Punya Fungsi, Tapi Kocak!

12 Hal Aneh Ini Gagal dan Ga Punya Fungsi, Tapi Kocak!

Manusia memang ga ada yang sempurna ya Pulsker, kadang ada salahnya juga, kadang bisa gagal juga. Jadi kita harus bisa memaklumi hal yang te
410,466 views 25,576 shares
[21 FOTO] Apa Kabarnya PEMAIN TELENOVELA Tahun 90an??? Masih CANTIK dan GANTENG!

[21 FOTO] Apa Kabarnya PEMAIN TELENOVELA Tahun 90an??? Masih CANTIK dan GANTENG!

Masih ingat dengan telenovela-telenovela jaman jadul sekitar tahun 90an? Ala-ala sinetron dari Turki sekarang. Nah bedanya kalau telenovela
424,927 views 10,203 shares