Kalau Tidak Perawan, Otomatis Rangkaian Bunga ini Akan Layu
Loading...
 
posted on WOW Keren
3,578 views
Kalau Tidak Perawan, Otomatis Rangkaian Bunga ini Akan Layu

“Kalau anak perawan itu tidak gadis lagi, rangkaian bunganya akan layu,” begitu kata Raidi Bin Papung, Kepala Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, di tengah persiapan tradisi Ngarot, Rabu (25/11/2015).

Deretan kata itu adalah mitos leluhur yang sampai hari ini masih dipertahankan.

Tak sekadar mitos, kalimat itu akan terus dilestarikan lantaran memiliki banyak nilai dan makna untuk kehidupan masyarakat, khususnya generasi kaum muda-mudi.

Raidi menyebut, mitos tersebut berfungsi sebagai pencegah agar generasi penerus bangsa, khususnya keturunan Desa Lelea, senantiasa mempertahankan budi pekerti, termasuk kesucian dan kebersihan.

“(Mitos) itu bagus sebagai rem, agar anak-anak jangan berbuat yang tidak-tidak. Itu nilai positif, dan mencegah anak untuk tidak berbuat macam-macam,” katanya sebelum menggelar upacara.

Dalam tradisi Ngarot, para gadis desa sejak pagi didandani kedua orangtua maupun tetangganya.

Mereka menggunakan sejumlah bunga yang dirangkai menjadi mahkota.

Beberapa bunga yang digunakan, antara lain kenanga, melati, mawar, sunduk, dan bunga pandan.

“Selain wangi, seluruh bunga mengandung makna kesucian dan kebersihan,” kata pria yang sudah menjabat sebagai kepala desa selama empat tahun itu.

Selain mahkota bunga, para gadis ini juga dihias busana khusus, yakni kebaya, selendang, kain, perhiasan kalung, gelang, dan juga cincin.

Sang perjaka juga menggunakan seragam khas, yakni sepasang pakaian komboran berwarna hitam, lengkap dengan iket kepala lembaran.

Tak lama berbincang, Raidi bergegas melanjutkan persiapan upacara dengan mengikuti aba-aba yang dibacakan Suparno (59), seorang Pamong Budaya Kecamatan Lelea, dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indramayu.

Dengan pengeras suara, Suparno menyebut sederet istilah yang menjadi urutan barisan dalam kirab Ngarot.

Barisan pertama diisi oleh Kuwu dan Kuwu Biang (istri kuwu), diikuti Ewena Pamong (istri-istri pamong atau perangkats desa), Cuwene Ngarot (pengantin Ngarot wanita), Jidur (kesenian tradisional berupa jidur, terompet, gitar, krecek, dan lainnya), Pamong Laki (perangkat desa lelaki), Bujang Ngarot (pengantin pria ngarot), Reog (kesenian reog), Lembaga Desa (LPM/ BPD/ dan lainnya), dan diakhiri kesenian genjring.

“Iring-iringan ini dinamai kirab Ngarot. Mereka berkeliling Desa Lelea, berputar di tiap titik perbatasan desa, dan berakhir di kantor balai desa Lelea. Di sini lah, kami menggelar upacara Ngarot, yakni pemerintah dan sesepuh desa menitipkan kepada para pengantin gadis dan perjaka, bibit padi unggulan, air, pupuk, pacul, dan sejumlah peralatan pertanian lainnya,” katanya di sela aktivitas.

Pemberian perangkat pertanian ini sebagai simbol upaya untuk melestarikan tradisi yang sudah dilahirkan secara turun temurun.

Para gadis dan perjaka ini diharapkan dapat meneruskan, dan memanfaatkan tanah Kasinoman seluas sekitar 2,6 hektar peninggalan Ki Buyut Kapol, pendiri desa setempat sekitar tahun 1600-an.

“Upacara tradisional masyarakat Lelea menjelang musim tanam inilah yang dimaksudkan Ngarot. Bahkan hasil bumi dari proses pertanian di tanah Kasinoman tersebut, akan digunakan kembali untuk tradisi Ngarot dari tahun ke tahun,” katanya.

Tak jauh dari rumah kepala desa, sejak pagi hari, Sutami (45), warga Desa Lelea, sudah terlihat sibuk merias dua orang gadis, Umiyati (18) dan Salsa Nirmala (12).

Meski bukan sanak keluarga, Sutami dengan senang hati menyusun mahkota bunga di dua kepala gadis itu.

Tak hanya tahun ini, ia setia merias sejumlah gadis tetangganya, dari tahun ke tahun.

“Saya pernah jadi pengantin Ngarot, waktu usia 13 tahun. Saat itu, setelah kirab, rombongan Ngarot langsung menuju sawah peninggalan. Sebagian pengantin pria memacul tanah, dan sebagian pengantin gadis langsung menyemai bibit padi,” kenangnya.

Tak hanya itu, Sutami juga menceritakan sejumlah perbedaan upacara ngarot lainnya.

Dahulu, seluruh bunga yang digunakan untuk mahkota asli.

Tapi sejak sekitar 20 tahun lalu, sebagian bunga lainya adalah buatan dari kertas.

Meski demikian, Sutami serta warga setempat mengaku akan berupaya terus melestarikan tradisi Ngarot hingga anak cucunya.

Trending Now
16 PERBEDAAN Single dan Menikah yang Akan KAMU ALAMI

16 PERBEDAAN Single dan Menikah yang Akan KAMU ALAMI

Single adalah saat dimana seseorang belum memiliki pasangan hidup, sedangkan menikah adalah kebalikannya. Ada plus minusnya lah ya saat sin
189,206 views 9,356 shares
14 Foto Pengendara Motor Bawa Barang Extreme, Kudu Jaga Jarak Nih!

14 Foto Pengendara Motor Bawa Barang Extreme, Kudu Jaga Jarak Nih!

Motor roda dua jadi kendaraan yang paling banyak ada disetiap negara, karena selain harganya yang terjangkau juga bisa menjadi sarana transp
1,482 views 0 shares
Teknik Menggambar Leaf Cutting Ini Hasilnya Keren Banget!

Teknik Menggambar Leaf Cutting Ini Hasilnya Keren Banget!

Teknik menggambar emang banyak banget jenisnya ya Pulsker, kalo Pulsker suka teknik gambar yang mana nih? Seniman yang satu ini suka banget
17,199 views 629 shares
10 Ilustrasi Kehidupan Pasangan Pengantin Baru yang Relate Banget!

10 Ilustrasi Kehidupan Pasangan Pengantin Baru yang Relate Banget!

Seorang pujangga mengatakan, seseorang memiliki 3 fase kehidupan. Yaitu fase saat mereka dilahirkan kedunia, fase saat mereka menempuh hidup
3,050 views 0 shares
10 Meme Kocak Perbedaan Anak IPA dan IPS, Setuju Nggak?

10 Meme Kocak Perbedaan Anak IPA dan IPS, Setuju Nggak?

Banyak yang bilang kalau jaman SMA adalah saat yang nggak bisa dilupakan. Masa dimana kita mencari jati diri bahkan bertemu cinta pertama. S
166,570 views 14,426 shares
Keren, Ibu Asal Malaysia Ini Bikin Bekal Anak-Anak Jadi Makin Artistik

Keren, Ibu Asal Malaysia Ini Bikin Bekal Anak-Anak Jadi Makin Artistik

Terkadang anak-anak di usia balita suka sembarang jajan ketika berada di tempat bermain atau sekolah. Karena itulah biasanya para ibu menyia
3,961 views 562 shares
10 Foto Keren dan Menakjubkan yang Diambil di Waktu yang Sempurna

10 Foto Keren dan Menakjubkan yang Diambil di Waktu yang Sempurna

Tidak semua fotografer dapat mengambil gambar yang sempurna. Fotografer profesional sekalipun harus memperhitungkan momen yang pas untuk bis
10,267 views 0 shares
Generasi 90an, Kalian Pasti Tahu Jika 7 Benda Ini Dijual Pedagang Mainan Depan Sekolah

Generasi 90an, Kalian Pasti Tahu Jika 7 Benda Ini Dijual Pedagang Mainan Depan Sekolah

Buat generasi 90an, kamu pasti merasakan kalau jaman dulu nggak ada mainan secanggih sekarang. Hiburan buat kalian sangat terbatas, paling-p
34,645 views 5,641 shares
8 Potret Iklan Orang Jual Hape Ini Isinya Malah Bikin Emosi

8 Potret Iklan Orang Jual Hape Ini Isinya Malah Bikin Emosi

Media sosial saat ini nggak hanya bisa dipakai untuk update status dan upload foto saja. Tetapi di sana kita juga akan menemukan fitur marke
72,927 views 0 shares
Jawaban Imajinatif Netizen dari Penggunaan WC Berbentuk Aneh yang Lagi Viral

Jawaban Imajinatif Netizen dari Penggunaan WC Berbentuk Aneh yang Lagi Viral

Beberapa waktu lalu, dunia maya dihebohkan dengan foto bentuk WC unik Pulsker. Karena tempat air dan klosetnya saling bertolak belakang. Lan
39,702 views 151 shares