Kalau Tidak Perawan, Otomatis Rangkaian Bunga ini Akan Layu
Loading...
 
posted on WOW Keren
3,796 views
Kalau Tidak Perawan, Otomatis Rangkaian Bunga ini Akan Layu

“Kalau anak perawan itu tidak gadis lagi, rangkaian bunganya akan layu,” begitu kata Raidi Bin Papung, Kepala Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, di tengah persiapan tradisi Ngarot, Rabu (25/11/2015).

Deretan kata itu adalah mitos leluhur yang sampai hari ini masih dipertahankan.

Tak sekadar mitos, kalimat itu akan terus dilestarikan lantaran memiliki banyak nilai dan makna untuk kehidupan masyarakat, khususnya generasi kaum muda-mudi.

Raidi menyebut, mitos tersebut berfungsi sebagai pencegah agar generasi penerus bangsa, khususnya keturunan Desa Lelea, senantiasa mempertahankan budi pekerti, termasuk kesucian dan kebersihan.

“(Mitos) itu bagus sebagai rem, agar anak-anak jangan berbuat yang tidak-tidak. Itu nilai positif, dan mencegah anak untuk tidak berbuat macam-macam,” katanya sebelum menggelar upacara.

Dalam tradisi Ngarot, para gadis desa sejak pagi didandani kedua orangtua maupun tetangganya.

Mereka menggunakan sejumlah bunga yang dirangkai menjadi mahkota.

Beberapa bunga yang digunakan, antara lain kenanga, melati, mawar, sunduk, dan bunga pandan.

“Selain wangi, seluruh bunga mengandung makna kesucian dan kebersihan,” kata pria yang sudah menjabat sebagai kepala desa selama empat tahun itu.

Selain mahkota bunga, para gadis ini juga dihias busana khusus, yakni kebaya, selendang, kain, perhiasan kalung, gelang, dan juga cincin.

Sang perjaka juga menggunakan seragam khas, yakni sepasang pakaian komboran berwarna hitam, lengkap dengan iket kepala lembaran.

Tak lama berbincang, Raidi bergegas melanjutkan persiapan upacara dengan mengikuti aba-aba yang dibacakan Suparno (59), seorang Pamong Budaya Kecamatan Lelea, dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indramayu.

Dengan pengeras suara, Suparno menyebut sederet istilah yang menjadi urutan barisan dalam kirab Ngarot.

Barisan pertama diisi oleh Kuwu dan Kuwu Biang (istri kuwu), diikuti Ewena Pamong (istri-istri pamong atau perangkats desa), Cuwene Ngarot (pengantin Ngarot wanita), Jidur (kesenian tradisional berupa jidur, terompet, gitar, krecek, dan lainnya), Pamong Laki (perangkat desa lelaki), Bujang Ngarot (pengantin pria ngarot), Reog (kesenian reog), Lembaga Desa (LPM/ BPD/ dan lainnya), dan diakhiri kesenian genjring.

“Iring-iringan ini dinamai kirab Ngarot. Mereka berkeliling Desa Lelea, berputar di tiap titik perbatasan desa, dan berakhir di kantor balai desa Lelea. Di sini lah, kami menggelar upacara Ngarot, yakni pemerintah dan sesepuh desa menitipkan kepada para pengantin gadis dan perjaka, bibit padi unggulan, air, pupuk, pacul, dan sejumlah peralatan pertanian lainnya,” katanya di sela aktivitas.

Pemberian perangkat pertanian ini sebagai simbol upaya untuk melestarikan tradisi yang sudah dilahirkan secara turun temurun.

Para gadis dan perjaka ini diharapkan dapat meneruskan, dan memanfaatkan tanah Kasinoman seluas sekitar 2,6 hektar peninggalan Ki Buyut Kapol, pendiri desa setempat sekitar tahun 1600-an.

“Upacara tradisional masyarakat Lelea menjelang musim tanam inilah yang dimaksudkan Ngarot. Bahkan hasil bumi dari proses pertanian di tanah Kasinoman tersebut, akan digunakan kembali untuk tradisi Ngarot dari tahun ke tahun,” katanya.

Tak jauh dari rumah kepala desa, sejak pagi hari, Sutami (45), warga Desa Lelea, sudah terlihat sibuk merias dua orang gadis, Umiyati (18) dan Salsa Nirmala (12).

Meski bukan sanak keluarga, Sutami dengan senang hati menyusun mahkota bunga di dua kepala gadis itu.

Tak hanya tahun ini, ia setia merias sejumlah gadis tetangganya, dari tahun ke tahun.

“Saya pernah jadi pengantin Ngarot, waktu usia 13 tahun. Saat itu, setelah kirab, rombongan Ngarot langsung menuju sawah peninggalan. Sebagian pengantin pria memacul tanah, dan sebagian pengantin gadis langsung menyemai bibit padi,” kenangnya.

Tak hanya itu, Sutami juga menceritakan sejumlah perbedaan upacara ngarot lainnya.

Dahulu, seluruh bunga yang digunakan untuk mahkota asli.

Tapi sejak sekitar 20 tahun lalu, sebagian bunga lainya adalah buatan dari kertas.

Meski demikian, Sutami serta warga setempat mengaku akan berupaya terus melestarikan tradisi Ngarot hingga anak cucunya.

Trending Now
10 Gaya Hidup Anak Kost yang Hematnya Kebangetan

10 Gaya Hidup Anak Kost yang Hematnya Kebangetan

Salah satu orang yang memang harus dituntut untuk hidup hemat karena keadaan adalah anak kos. Jelas saja, karena mereka hidup jauh dari oran
81 views 0 shares
10 Status Facebook Permasalahan Ibu-Ibu yang Mengundang Tawa

10 Status Facebook Permasalahan Ibu-Ibu yang Mengundang Tawa

Media sosial saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Salah satu media sosial yang sampai saat ini ini paling banyak
144,418 views 0 shares
12 Hal Aneh Ini Gagal dan Ga Punya Fungsi, Tapi Kocak!

12 Hal Aneh Ini Gagal dan Ga Punya Fungsi, Tapi Kocak!

Manusia memang ga ada yang sempurna ya Pulsker, kadang ada salahnya juga, kadang bisa gagal juga. Jadi kita harus bisa memaklumi hal yang te
417,126 views 25,576 shares
9 Barang Jualan Online Shop yang Bikin Gagal Paham

9 Barang Jualan Online Shop yang Bikin Gagal Paham

Mendengar kata online shop, yang ada dipikiran kita pasti tentang belanja. Ya, adanya online shop membuat kehidupan kita jauh lebih mudah, k
89 views 0 shares
15 Foto Kebetulan Yang Membuatmu Gak Cukup Lihat Sekali

15 Foto Kebetulan Yang Membuatmu Gak Cukup Lihat Sekali

Di Era Selfi dan kamera yang canggih, kamu setiap hari pasti punya puluhan foto baru, ratusan hingga ribuan foto setiap bulan, tapi pernahka
421,162 views 12,579 shares
10 Foto Nyeleneh Tidur di Warnet yang Serasa Rumah Sendiri

10 Foto Nyeleneh Tidur di Warnet yang Serasa Rumah Sendiri

Setiap orang pasti punya hobi dalam hidupnya, salah satu yang paling digandrungi anak muda saat ini adalah main game. Enggak cuma lewat smar
5,813 views 0 shares
10 Curhatan di Medsos Ini Bukannya Bikin Sedih Malah Bikin Ngakak

10 Curhatan di Medsos Ini Bukannya Bikin Sedih Malah Bikin Ngakak

Manusia pasti enggak pernah lepas dari yang namanya masalah. Dan ketika kita mengalaminya, selain solusi,kita juga butuh tempat curhat diman
1,439 views 0 shares
KEREN ! Foto detik-detik sebelum Orang Ini mengalami Kesialan!

KEREN ! Foto detik-detik sebelum Orang Ini mengalami Kesialan!

Dunia fotografi emang ngga ada matiny ! Banyak sekali jepretan kamera yang tertangkap secara ngga sengaja tapi menghasilkan gambar yang luar
428,648 views 6,963 shares
10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

10 Potret Kunci Pengamanan yang Nggak Punya Faedah Untuk Dipasang

Sangat wajar jika seseorang menyimpan barang yang ia punya dengan pengamanan ekstra agar terhindar dari pencurian. Nggak cuma mobil atau mot
52,577 views 171 shares
10 Postingan Medsos Emak-emak yang Nggak Ada Matinya

10 Postingan Medsos Emak-emak yang Nggak Ada Matinya

Siapa sih yang nggak tahu dengan kelakuan para emak-emak? bukankah truk dan bus yang menjadi raja jalanan, melainkan para magma yang pakai m
6,181 views 0 shares