Kisah Mengharukan tetes Air Mata "Ibu Buta Yang Memalukanku"
Loading...
 
posted on Cerita Fiksi
7,593 views
Kisah Mengharukan tetes Air Mata "Ibu Buta Yang Memalukanku"

Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu.

Aku sangat malu, benar-benar

Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung cerminan pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.
 

 

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan cerminanbangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.

Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.

Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.

Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”

Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah.

Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.

Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk cerminan pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.

Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”

“OH…”

Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”

Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.

    Untuk anakku yang sangat Aku cintai,

    Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.

    Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.

    Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.

    Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.

    Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.

    Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.

    Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.

    Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
    Peluk cium dari Ibumu tercinta

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri….

Trending Now
10 Tulisan Typo Tugas Mahasiswa yang Bikin Dosen Gagal Paham

10 Tulisan Typo Tugas Mahasiswa yang Bikin Dosen Gagal Paham

Masa kuliah adalah masa dimana kita mulai beranjak dewasa. Di mana kita bertemu dengan orang-orang yang baru dan nggak bisa lagi bersantai-s
12,758 views 0 shares
Momen-Momen Saat Lihat Benda Seperti Makanan Ini Bikin Perut Makin Lapar

Momen-Momen Saat Lihat Benda Seperti Makanan Ini Bikin Perut Makin Lapar

Kalau udah masalah perut memang nggak bisa diabaikan. Pasti dong kamu nggak bakalan membiarkan perutmu kosong dan tidak terisi makanan sama
4,133 views 0 shares
10 Foto Perpaduan Makanan yang Bikin Hilang Napsu Makan

10 Foto Perpaduan Makanan yang Bikin Hilang Napsu Makan

Setiap hari kita harus memakan makanan agar menambah nutrisi dalam tubuh. Ngomongin tentang makanan, orang Indonesia itu memiliki satu kebia
2,379 views 0 shares
8 Potret Barang Tiruan yang Bikin Ngakak

8 Potret Barang Tiruan yang Bikin Ngakak

Barang original biasanya terbukti berbahan bagus, berkualitas tinggi, awet dan tahan lama. Dan karena itu semua, kenapa barang original memi
7,736 views 0 shares
10 Gaya Rambut Kocak yang Bikin Kamu Ketawa Sampai Mules

10 Gaya Rambut Kocak yang Bikin Kamu Ketawa Sampai Mules

Bagi semua orang rambut adalah mahkota. Jadi nggak heran kalau banyak orang sangat memperhatikan gaya rambut mereka. Karena bukan hanya bisa
37,680 views 155 shares
10 Potret Kocak Emak-emak Boncengin Anak. Nggak Ada Lawan!

10 Potret Kocak Emak-emak Boncengin Anak. Nggak Ada Lawan!

Kalau selama ini yang kamu tahu raja jalanan adalah kendaraan besar seperti truk atau bus, sepertinya kamu kurang update, karena saat ini ya
16,853 views 0 shares
10 Ide Jenius Ala Driver Ojek Online yang Keren Banget

10 Ide Jenius Ala Driver Ojek Online yang Keren Banget

Saat ini, semua orang bisa menjadi driver ojek online. Karena memang tuntutan keadaan yang mengharuskan mencari nafkah melalui pekerjaan ini
2,081 views 0 shares
10 Hasil Tukang Bangunan Kreatif Bikin Pola di Tembok Ini Bikin Gagal Paham

10 Hasil Tukang Bangunan Kreatif Bikin Pola di Tembok Ini Bikin Gagal Paham

Sebelum mendirikan bangunan, tukang bangunan pasti membuat konsep desainnya sejak awal. Tukang bangunannya biasanya bekerja sesuai dengan ko
4,815 views 0 shares
Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Kumpulan Meme Lucu Tentang TAHU yang Bikin Senyum-Senyum Sendiri

Siapa yang tidak tahu dengan makanan bersalah dari Tempe ini, Netizen Indonesia membuktikan kreatifitasnya dengan mengedit dan membuat meme
218,286 views 3,543 shares
12 Posisi Absurd Alat-Alat Elektronik di Rumah Ini Bikin Kamu Geleng-Geleng Kepala

12 Posisi Absurd Alat-Alat Elektronik di Rumah Ini Bikin Kamu Geleng-Geleng Kepala

Salah satu perabotan rumah yang wajib ada di dalam rumah adalah alat-alat elektronik. Perabotan yang biasanya mengharuskan menggunakan energ
4,599 views 0 shares