5 MAKHLUK MITOS YANG DIPERCAYA ADA!!!
Loading...

Sejarah peradaban manusia selalu penuh dengan mitos, legenda atau cerita-cerita mistis. Kombinasi dari pengaruh kebudayaan asing dan kemampuan otak manusia untuk menciptakan cerita khayalan telah menjadi bagian dari kebudayaan di berbagai belahan dunia. Masing-masing dengan bumbu cerita dan kepercayaan yang berbeda satu sama lain.
Di antara mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tersebut selalu terselip cerita tentang makhluk yang menyerupai manusia, ada yang bertubuh kecil, bersayap, ada pula yang bertubuh sangat tinggi dan besar, bahkan ada pula yang digambarkan menyerupai ikan. Yang pasti sejak jaman dahulu makhluk setengah manusia ini dipercaya benar-benar ada. Boleh percaya atau tidak, berikut daftar 5 makhluk mitos yang dipercaya ada :

 

1
1. Peri

Seperti juga raksasa, di Indonesia pun banyak yang percaya peri benar-benar ada seperti juga di berbagai belahan dunia yang lain. Jika kita mengenalnya sebagai Peri, maka kebudayaan lain menyebutnya sebagai Fairy, Houri, Nymph, Oberon, Pixie, Elf, Apsara, Aos Si, Sylph, Yakshini, Yosei, dan lain-lain. Apapun sebutannya, peri telah menjadi bagian dari legenda dan cerita rakyat dari berbagai kebudayaan di seluruh dunia dimana makhluk kecil bersayap ini selalu digambarkan malu-malu dan bersembunyi di hutan belantara.
Meskipun mitos semacam ini mungkin sekarang tidak ada lagi yang mau percaya, tetapi temuan mutakhir bangkai makhluk-makhluk kecil bersayap di kepulauan Inggris Raya tak urung menyisakan pertanyaan besar bagi kita. Kebanyakan menganggap temuan ini sekedar hoax belaka namun tidak sedikit pula yang menganggapnya asli.

1. Peri Seperti juga raksasa, di Indonesia pun banyak yang percaya peri benar-benar ada seperti juga di berbagai belahan dunia yang lain. Jika kita mengenalnya sebagai Peri, maka kebudayaan lain menyebutnya sebagai Fairy, Houri, Nymph, Oberon, Pixie, Elf, Apsara, Aos Si, Sylph, Yakshini, Yosei, dan lain-lain. Apapun sebutannya, peri telah menjadi bagian dari legenda dan cerita rakyat dari berbagai kebudayaan di seluruh dunia dimana makhluk kecil bersayap ini selalu digambarkan malu-malu dan bersembunyi di hutan belantara.
Meskipun mitos semacam ini mungkin sekarang tidak ada lagi yang mau percaya, tetapi temuan mutakhir bangkai makhluk-makhluk kecil bersayap di kepulauan Inggris Raya tak urung menyisakan pertanyaan besar bagi kita. Kebanyakan menganggap temuan ini sekedar hoax belaka namun tidak sedikit pula yang menganggapnya asli.
Advertisements

2
2. Putri Duyung

Makhluk mitos ini digambarkan berbadan manusia mulai pinggang ke kepala tetapi berbentuk ikan dari pinggang ke bawah. Makhluk ini pun seringkali dikaitkan dengan peristiwa bencana seperti banjir, badai, kapal karam dan kisahnya paling banyak beredar di kalangan nelayan atau penduduk di pesisir pantai.
Jika di Indonesia makhluk ini disebut sebagai Putri Duyung, maka di Afrika disebut sebagai Wami Mata, Rusalka di Rusia dan Ukraina, Merrow di Irlandia dan Skotlandia, Nymph di Yunani, dan disebut sebagai Mermaid oleh bangsa Eropa yang lain. Sekarang kita meyakini bahwa mereka hanyalah sekedar mitos belaka tetapi di masa lalu, ketika seorang nelayan yang keletihan di tengah laut berkabut mungkin saja melihat seekor lumba-lumba sebagai putri duyung.

2. Putri Duyung Makhluk mitos ini digambarkan berbadan manusia mulai pinggang ke kepala tetapi berbentuk ikan dari pinggang ke bawah. Makhluk ini pun seringkali dikaitkan dengan peristiwa bencana seperti banjir, badai, kapal karam dan kisahnya paling banyak beredar di kalangan nelayan atau penduduk di pesisir pantai.
Jika di Indonesia makhluk ini disebut sebagai Putri Duyung, maka di Afrika disebut sebagai Wami Mata, Rusalka di Rusia dan Ukraina, Merrow di Irlandia dan Skotlandia, Nymph di Yunani, dan disebut sebagai Mermaid oleh bangsa Eropa yang lain. Sekarang kita meyakini bahwa mereka hanyalah sekedar mitos belaka tetapi di masa lalu, ketika seorang nelayan yang keletihan di tengah laut berkabut mungkin saja melihat seekor lumba-lumba sebagai putri duyung.

3
3. Manusia Raksasa

Di berbagai belahan dunia manapun, makhluk raksasa ini dipercaya benar-benar ada termasuk di Indonesia. Suku Jawa menyebutnya sebagai ‘Buto’ sementara di India disebut sebagai ‘Rakshasa’. Di tempat lain ada yang menyebutnya sebagai Gigant, Titan, Jotun, Detya, Troll, Ogre dan lain-lain. Pertanyaannya adalah apakah mereka benar-benar ada? Atau hanya mitos belaka?
Jawaban dari pertanyaan tersebut hingga sekarang masih diperdebatkan. Tetapi yang jelas “bukti” keberadaan raksasa dalam peradaban manusia berupa gambar-gambar raksasa yang belakangan muncul di internet termasuk gambar di atas semuanya adalah palsu alias hoax. Tidak ada satu pun dari gambar-gambar tersebut yang otentik dan bisa dipertanggungjawabkan.

3. Manusia Raksasa Di berbagai belahan dunia manapun, makhluk raksasa ini dipercaya benar-benar ada termasuk di Indonesia. Suku Jawa menyebutnya sebagai ‘Buto’ sementara di India disebut sebagai ‘Rakshasa’. Di tempat lain ada yang menyebutnya sebagai Gigant, Titan, Jotun, Detya, Troll, Ogre dan lain-lain. Pertanyaannya adalah apakah mereka benar-benar ada? Atau hanya mitos belaka?
Jawaban dari pertanyaan tersebut hingga sekarang masih diperdebatkan. Tetapi yang jelas “bukti” keberadaan raksasa dalam peradaban manusia berupa gambar-gambar raksasa yang belakangan muncul di internet termasuk gambar di atas semuanya adalah palsu alias hoax. Tidak ada satu pun dari gambar-gambar tersebut yang otentik dan bisa dipertanggungjawabkan.

4
4. Vampir

Dari Eropa Timur hingga Mesir dan China, Vampir telah menjadi bagian utama dari cerita rakyat di sana sejak berabad-abad yang lalu. Legenda-legenda lokal ini kemudian berkembang sedemikian rupa dengan bumbu cerita di sana-sini akhirnya membuat makhluk ini nampak begitu nyata hingga sekarang.
Contohnya di Eropa, kemampuan pengarang seperti Bram Stoker untuk menggabungkan mitos dan imajinasi ditambah dengan legenda pangeran Vlad dari Rumania, membuat orang makin percaya keberadaan vampir. Meskipun sekarang mungkin kita mentertawakan orang yang masih percaya adanya vampir, tetapi yang pasti puluhan tahun yang lalu lebih banyak orang yang memilih percaya adanya vampir daripada tidak

4. Vampir Dari Eropa Timur hingga Mesir dan China, Vampir telah menjadi bagian utama dari cerita rakyat di sana sejak berabad-abad yang lalu. Legenda-legenda lokal ini kemudian berkembang sedemikian rupa dengan bumbu cerita di sana-sini akhirnya membuat makhluk ini nampak begitu nyata hingga sekarang.
Contohnya di Eropa, kemampuan pengarang seperti Bram Stoker untuk menggabungkan mitos dan imajinasi ditambah dengan legenda pangeran Vlad dari Rumania, membuat orang makin percaya keberadaan vampir. Meskipun sekarang mungkin kita mentertawakan orang yang masih percaya adanya vampir, tetapi yang pasti puluhan tahun yang lalu lebih banyak orang yang memilih percaya adanya vampir daripada tidak

5
5. Werewolf

Di Indonesia, mungkin tidak banyak orang yang percaya adanya werewolf, atau kalaupun ada mungkin dalam bentuk yang sedikit berbeda yaitu manusia harimau contohnya legenda manusia harimau Cindaku di Sumatera. Tetapi di belahan dunia lain, makhluk ini dipercaya benar-benar ada. Makhluk ini adalah manusia biasa yang dipercaya bisa berubah bentuk menjadi serigala ketika bulan purnama tiba.
Sejak berabad-abad yang lalu penduduk Eropa menyebutnya sebagai Weriuuolf, Kveldulf, Lycanthropy, Wariwulf, sementara orang Turki menyebutnya sebagai Kurtadam. Di China mereka disebut Huli Jing dan di Jepang disebut sebagai Kitsune. Jadi bisa dikatakan, pada masa lalu kepercayaan terhadap adanya makhluk manusia setengah serigala ini telah tersebar luas di berbagai kebudayaan dunia.

5. Werewolf Di Indonesia, mungkin tidak banyak orang yang percaya adanya werewolf, atau kalaupun ada mungkin dalam bentuk yang sedikit berbeda yaitu manusia harimau contohnya legenda manusia harimau Cindaku di Sumatera. Tetapi di belahan dunia lain, makhluk ini dipercaya benar-benar ada. Makhluk ini adalah manusia biasa yang dipercaya bisa berubah bentuk menjadi serigala ketika bulan purnama tiba.
Sejak berabad-abad yang lalu penduduk Eropa menyebutnya sebagai Weriuuolf, Kveldulf, Lycanthropy, Wariwulf, sementara orang Turki menyebutnya sebagai Kurtadam. Di China mereka disebut Huli Jing dan di Jepang disebut sebagai Kitsune. Jadi bisa dikatakan, pada masa lalu kepercayaan terhadap adanya makhluk manusia setengah serigala ini telah tersebar luas di berbagai kebudayaan dunia.