Sekai o Sukuimasu #Part 2
Loading...

YEAH! Mari kita lanjut lagi ya..Enjoy~!^^

 

Sekai o Sukuimasu

Genre: Shoujo,Sci-Fi, Fantasy, Romance, Supranatural,Action.

--------------------------------------------------------------------------------------

Kepalaku sangat pusing,entah mengapa.Aku mencoba untuk membuka mataku namun rasanya sangat berat. Aku mencoba meraba sekelilingku, yang kurasakan hanyalah kasar. Aku menghirup udara ini dan yang kurasa adalah kesejukkan.

“Hillan..Bangunlah”seseorang memanggil namaku, bamun aku mengabaikannya karena aku tahu itu hanyalah kejahilan yang terjadi di hutan.

PLAKKK!!

“Aw..Sakit!”bentakku sembari meringis kesakitan.

“M-maafkan aku Hillan. Aku kira kamu mati”ujar Izumi.

“Eh..Dimana kita?! Bukannya kita ada di hutan ya?!” Aku sangat terkejut melihat keadaan di sekelilingku ini.

“Inilah dunia yang bernama Sekai o Sukuimasu, Hillan” jawab Tetsuya sembari memberiku segelas air putih.

Dunia ini sangat menakjubkan.Langitnya berwarna ungu dengan berbagai planet berbagai warna, sungainya yang sangat jernih, dan pemandangan yang sungguh indah.

“E-etto.. Tampaknya baju kamu sedikit berbeda dari kami-kami ini” ujar Niki sembari menunjukkan pakaiannya. Aku pun melihat pakaian milikku dan pakaianku adalah gaun gothic hitam dengan renda putih.

“E-etto o///o” Tentu saja saat itu aku nge-blush karena aku malu sekali >///<.

Tiba-tiba Kuze menyodorkan gunting miliknya,” Guntinglah memakai ini akrena kau akan sangat kelelahan memakai baju itu”

Aku mengambil gunting miliknya dan menggunting rok sampai ke lututku. “A-ah.. Arigato >///<”

“Baiklah, karena aku sudah tahu ras-ras kalian akan kubagikan kalung-kalung ini” ujar Tetsuya.

Aku mendapatkan kalung liontin dengan warna hitam dan putih dihiasi oleh berlian putih dan permata hitam membentuk Yin dan Yang di tengah liontin itu.

“Apa yang kamu maksud ras? Jadi kita punya tingkatan masing-masing?”tanya Oneki sembari memakai kalungnya.

“Kau akan tahu nanti bila kau membaca buku milikmu sendiri”jawabnya.

“Oke..Lalu dimana kita akan tidur?”tanya Kuze.

“Tampaknya di daerah sini tidak ada penginapan sama sekali karena kita sedang di hutan.. Untuk pergi kekota memerlukan waktu sekitar 2 hari karna jalannya berlikuk-likuk”jawab Viola.

“Lalu kita ambil saja jalan pintasnya”balas Niki.

“Tidak bisa. Kesempatan kita untuk keluar hidup-hidup dari jalan pintas hanyalah 20% karena hutan ini adalah hutan predator air yang cukup ganas”ujar Tetsuya.

“Lalu,dimana kita akan menginap? Aku benci kita tidur di tengah hutan dengan api unggun dan makanan adalah ikan bakar”kata Oneki.

“Kita akan menginap di perpustakaan di dekat sini..Jaraknya hanyalah 2 km dari sini”

Kami pun pergi menuju perpustakaan.

Di sepanjang perjalanan yang kulihat hanyalah pohon, burung terbang namun tingginya setinggi kakiku, ikan predator, dank era yang bergelantungan sembari memegang pisau berbentuk pisang.

Setelah perjalanan panjang kami pun sampai di perpustakaan yang dimaksud. Oneki-lah yang pertama kali masuk ke perpustakaan. Setelah aman kami semua pun masuk ke perpustakaan itu.

Perpustakaan ini memiliki 3 lantai. Lantai pertama adalah perpustkaan yang sangat besar. Lantai dua adalah dapur dan kamar mandi, sedangkan lantai tiga berisi 5 kamar serta satu ruangan kerja.

Viola membuka beberapa rak di lantai 2 dan menemukan balok busa. “Huaa..Aku ingin mandi busa hari ini” ucapnya sembari berlari menuju kamar mandi.

Aku melihat ke kamar di lantai 3 dan listriknya masih menyala sangat baik.“Tempat ini masih terjaga sampai sekarang dan memiliki listrik yang masih menyala, lalu kenapa tempat ini ditinggalkan?”

“Tampaknya dulu perpustakaan ini pernah menjadi tempat pembantaian masal”sahut Izumi yang berada di belakangku. Dia menyodorkan buku tebal padaku.

“Apa ini?”Aku mengambil buku itu.”Darimana ini?”lanjutku.

“Kurasa kau harus membacanya dan aku menemukan buku ini di ruang kerja lantai tiga”

Aku membacanya Buku ini menceritakan apa yang terjadi pada perpustakaan ini dan di buku ini pun menceritakan mengenai 9 anak yang ditakdirkan untuk merubah negeri Sekai o Sukuimasu yang suram ini menjadi lebih berwarna.

“Eh?..Bukannya ini gaun yang kupakai?” Aku terkejut ketika melihat gambar gaun yang sedang kupakai di buku ini.Tertulis dibawahnya “Putri Taroti<2046>”

“Taroti kan nama belakang keluargaku” Aku semakin bingung.Rasanya isi kepalaku mau meledak.

“Hillan, apa yang terjadi?Kau tampaknya sangat bingung”ujar Kuze.

“A-ah K-Kuze.. M-m..A-anu tidak ada apa-apa kok. Tadi aku cuman sedikit sakit perut jadi aku sangat bingung harus nagapain”

“Aaah..Cepat sembuh ya Hillan”Kuze tersenyum padaku lalu dia pergi meninggalkanku.

Aku meraba dadaku.Aku merasakan jantungku berdegup kencang saat dia ada di sisiku. Apa aku jatuh cinta pada Kuze? Ah..Hillan,sadarlah!Aku tak boleh jatuh cinta lagi padanya!

Aku pun pergi menuju kamarku lalu menyimpan buku tua itu didalam tas yang kutemukan di lantai 1.

>7 PM<

Malam ini Viola,Izumi dan Tetsuya pergi ke ruang bawah tanah yang mereka temukan saat sore tadi, sedangkan Niki dan Oneki memasak makan malam. Yang tersisa hanyalah aku dan Kuze di ruang api unggun.

“Hillan..”ujar Kuze membuka pembicaraan.

“A-Ada apa?”

“Kau dari keluarga Taroti kan? Keluarga yang terkenal sebagai keluarga terkaya,terpintar, dan jenius di bidang apapun”

“I-Iya,aku dari keluarga Taroti..Mengena--“

“Berarti nanti dia akan bertarung dengan dirimu..Haha”

“Siapa yang kau maksud dia?Dia itu siapa?!Kenapa aku yang harus melawannya?!”

“Hahaha kau akan melawan raja kegelapan dan putra kegelapan yang akan datang bila penerus keluarga Taroti,Tachibana,Hanekawa,Ayase,Misaki,dan Kirito sudah sampai di negeri Sekai o Sukuimasu”

“Siapa raja kegelapan?!Siapa putra kegelapan?!”

“Raja kegelapan akan datang saat dia mau dan putra kegelapan adalah…Aku!”

jedar jeder #plakk #abaikan

“K-Kamu?!”

“Kurasa kau adalah penerus Taroti paling bodoh yang aku temukan..Baiklah Hillan, sampai bertemu nanti saat pertarungan “

Dalam sekejap Kuze hilang. Aku sangat terkejut karena perbincangan tadi dan pikiranku melayang entah kemana.Rasanya kepalaku mau meledak dan … BRUK!

Aku terjatuh di sofa

 

“Hillan! Bagaimana ini? Apa aku harus menamparnya seperti saat dulu?”

“Jangan..Ntar dia marah lagi”

“Gimana kalau dia gak bangun bangun? Nasib dia disini gimana?”

“Udah-udah, positif thinking aja dulu…”

Aku membuka mataku pelan-pelan lalu mengubah posisiku dari terbaring menjadi duduk.

“U-uh…”ucapku. “Pagi-pagi gini kenapa pada ribut sih? Aku masih pusing tau”

“Hillan!”teriak Izumi dan Viola secara bersamaan. Merka memelukku dengan erat dan itu hampir mencekikku.

“Apa yang terjadi padamu dan Kuze kemana? Dan kenapa kau selalu pingsan sih?!” bentak Tetsuya.

“Tetsuya! Jangan membentaknya! Kau sudah dengar kan dia masih pusing. Jangan mempertambah buruk keadaannya”balas Viola yang masih memelukku sembari menangis pelan.

“Sudah-sudah..Kemarin malam aku diberi tahu oleh Kuze bahwa kita semua akan melawan raja kegelapan dan putra kegelapan..”

“Tampaknya keluarga Suzaku adalah keturunan dari raja kegelapan”sahut Oneki.

“Bagaimana kakak tahu itu?”tanyaku.

“Ceritanya sangat panjang.. Baiklah, sekarang aku ingin bertanya pada Tetsuya, apa isi dari ruang bawah tanah?”

“Ah iya, aku lupa memberi tahu kalian.. Tampaknya kalian harus melihatnya dengan mata kalian sendiri karena itu sangat menakjubkan”jawab Tetsuya.

Tetsuya memimpin jalan menuju ruang bawah tanah. Ketika sampai di ruang bawah tanah, ternyata ruang bawah tanah adalah ruangan sihir!

“Wow menakjubkan sekali!”kataku.

Ruang bawah tanah ini memiliki banyak sekali rak buku berisi buku-buku tua yang memuat mengenai segala hal yang berbau sihir. Terdapat banyak sekali peti tua yang berisi armor maupun pakaian biasa,senjata, dan tongkat sihir.Masih di ruangan yang sama terdapat banyak lemari berisi sayap peri!

“Aku harap aku bisa mengambil semua hal disini!”ucap Izumi sembari melihat peti pakaian.

“Hei semua!”panggil Tetsuya sembari melempar beberapa tas kecil pada kami.”Kurasa kita bisa mengambil barang-barang ini dan memasukkannya kesini”lanjutnya.

“Tas sekecil ini bisa nampung seguede ini? Mana mungkin!”ucap Niki meremehkan.

“Coba kau masukkan senjata yang kamu inginkan”balas Tetsuya.

Niki mengambil senjata sniper paling besar di salah satu peti dan dia masukkan ke tasnya dan senjata itu masuk ke dalam tas itu namun menghilang!

“Sniper itu dihilangkan agar tas tetap pada berat seperti biasa namun bila kau mau mengambilnya hanya pikirkan benda itu lalu masukkan tanganmu ke tas maka kau akan mendapatkan snipermu lagi. Itu akan mempermudah kita dalam perjalanan. Tas ini bernama Maho no Fukuro.”lanjut Tetsuya.

“Whaaaa sugooi!”ujar Viola.

Ketika yang lain mengemasi senjata, aku membaca buku-buku sihir yang berada di rak.Aku membaca buku itu agar dapat memilih barang-barang yang pantas untuk keturunan Taroti dan yang pantas untukku.Tidak lupa aku membawa banyak buku sihir agar aku lebih mengerti mengenai dunia ini.Setelah selesai mengemasi barang, kami semua pergi menuju daerah perkotaan negeri Sekai o Sukuimasu.