Seolah Tak Ada Habisnya, Inilah 9 Fakta Miris Dibalik Perburuan Paus di Dunia dari Dulu Sampai Sekarang
Loading...

Isu yang merebak tentang lingkungan saat ini selain pemanasan global dan perubahan iklim adalah perburuan paus. Semakin hari jumlah paus yang ada lautan terus menurun akibat perburuan pulsker. Perburuan paus sendiri menurut sejarahnya sudah ada sejak 6.000 tahun sebelum masehi. Seiring berjalannya waktu, perburuan ini semakin menjadi-jadi.

 

Ikan raksasa ini diburu untuk diambil dagingnya yang digunakan dalam berbagai keperluan. Walaupun sudah ada aturan dan larangan berburu paus, namun hal ini masih tetap ada hingga sekarang. Mengutip dari dw.com, ada 9 fakta dibalik perburan paus pulsker. Berikut diantaranya.

1
Ikan paus adalah hewan yang terancam punah. Dan peraturan larangan berburunya sudah dikeluarkan sejak 1986 silam. Negara-negara yang kerap melakukan perburuan terhadap paus antara lain adalah Norwegia, Jepang, dan Islandia. Jepang berdalih perburuan ini adalah untuk penelitian pulsker.

Ikan paus adalah hewan yang terancam punah. Dan peraturan larangan berburunya sudah dikeluarkan sejak 1986 silam. Negara-negara yang kerap melakukan perburuan terhadap paus antara lain adalah Norwegia, Jepang, dan Islandia. Jepang berdalih perburuan ini adalah untuk penelitian pulsker.
Advertisements

2
Awalnya sih, sejak pelarangan itu jumlah paus relatif stabil. Namun, paus biru, paus sirip, paus sei dan paus sikat selatan serta paus sperma masih terancam punah. Mamalia terbesar di bumi ini panjangnya bisa mencapai 33 meter dengan berat 190 ton lho pulsker.

Awalnya sih, sejak pelarangan itu jumlah paus relatif stabil. Namun, paus biru, paus sirip, paus sei dan paus sikat selatan serta paus sperma masih terancam punah. Mamalia terbesar di bumi ini panjangnya bisa mencapai 33 meter dengan berat 190 ton lho pulsker.

3
Jepang yang katanya berburu untuk penelitian, faktanya ternyata lain pulsker. Disana daging paus sejak dulu jadi makanan favorit. Khususnya setelah PD II, warga disana banyak mengkonsumsi daging paus. Banyak kantin di sekolah dan kantor Jepang memilih daging paus daripada daging sapi karena murah. Tapi sekarang, sudah jarang ditemui.

Jepang yang katanya berburu untuk penelitian, faktanya ternyata lain pulsker. Disana daging paus sejak dulu jadi makanan favorit. Khususnya setelah PD II, warga disana banyak mengkonsumsi daging paus. Banyak kantin di sekolah dan kantor Jepang memilih daging paus daripada daging sapi karena murah. Tapi sekarang, sudah jarang ditemui.

4
Selain itu, 7.000 ton daging paus menumpuk di ruang pendingin di Jepang. Karena daging sirip tak ada yang membeli, sebuah perusahaan Jepang mengolahnya jadi makanan anjing pulsker. Namun, hal ini sekarang dihentikan karena banyaknya protes dari masyarakat internasional.

Selain itu, 7.000 ton daging paus menumpuk di ruang pendingin di Jepang. Karena daging sirip tak ada yang membeli, sebuah perusahaan Jepang mengolahnya jadi makanan anjing pulsker. Namun, hal ini sekarang dihentikan karena banyaknya protes dari masyarakat internasional.

5
Warga Jepang sendiri banyak yang mendukung penangkapan paus dan memaki para aktivis lingkungan. Misalnya, mereka malah menyebut Greenpeace sebagai teroris lingkungan. Bahkan dalam 25 tahun belakangan, penagkapan paus malah mendapat subsidi tahunan sebesar 6.3 juta Euro.

Warga Jepang sendiri banyak yang mendukung penangkapan paus dan memaki para aktivis lingkungan. Misalnya, mereka malah menyebut Greenpeace sebagai teroris lingkungan. Bahkan dalam 25 tahun belakangan, penagkapan paus malah mendapat subsidi tahunan sebesar 6.3 juta Euro.

6
Selain Jepang, negara yang kerap menangkap paus adalah Norwegia dan Islandia. Kedua negara ini mengajukan keberatan atas peraturan tahun 1986 tentang pelarangan perburuan paus dan merasa tak terikat dengan perjanjian tersebut.

Selain Jepang, negara yang kerap menangkap paus adalah Norwegia dan Islandia. Kedua negara ini mengajukan keberatan atas peraturan tahun 1986 tentang pelarangan perburuan paus dan merasa tak terikat dengan perjanjian tersebut.

7
Sementara suku asli seperti Chukchi atau Inuit di Kanada mendapat resmi mmemburu ikan paus selama tidak memperdagangkan produknya pulsker. Bagi mereka sih, perburuan paus adalah tradisi yang sudah berjalan berabad-abad. Paus memberikan daging, minyak dan tulang bagi suku-suku tersebut.

Sementara suku asli seperti Chukchi atau Inuit di Kanada mendapat resmi mmemburu ikan paus selama tidak memperdagangkan produknya pulsker. Bagi mereka sih, perburuan paus adalah tradisi yang sudah berjalan berabad-abad. Paus memberikan daging, minyak dan tulang bagi suku-suku tersebut.

8
Dilarangnya perburuan paus membuat aktivis lingkungan semakin gencar melakukan ‘patroli’ di lautan guna menghalau kapal pemburu paus. Salah satunya adalah yang dilakukan Greenpeace dan Sea Sepherd yang dikenal kontroversial dan agresif dalam melindungi ikan paus di habitatnya.

Dilarangnya perburuan paus membuat aktivis lingkungan semakin gencar melakukan ‘patroli’ di lautan guna menghalau kapal pemburu paus. Salah satunya adalah yang dilakukan Greenpeace dan Sea Sepherd yang dikenal kontroversial dan agresif dalam melindungi ikan paus di habitatnya.

9
Kini, banyak negara yang bisnis dengan cara ‘Whale Watching’. Yakni menonton paus sebagai sajian wisata kepada pelancing. Dan memberikan pengetahuan kepada turis tentang ikan ini dibandingkan menyajikannya diatas piring.

Itu dia pulsker, fakta miris dibalik perburuan paus di dunia. Semoga cepat teratasi ya perburuan liar paus agar tidak terancam punah. (Baca juga ratusan artikel menarik lainnya di http://www.pulsk.com/u/242329 )

Kini, banyak negara yang bisnis dengan cara ‘Whale Watching’. Yakni menonton paus sebagai sajian wisata kepada pelancing. Dan memberikan pengetahuan kepada turis tentang ikan ini dibandingkan menyajikannya diatas piring. Itu dia pulsker, fakta miris dibalik perburuan paus di dunia. Semoga cepat teratasi ya perburuan liar paus agar tidak terancam punah. (Baca juga ratusan artikel menarik lainnya di http://www.pulsk.com/u/242329 )