Langkah-Langkah Mendirikan CV
Loading...

Ketika ingin mendirikan sebuah badan usaha banyak langkah dan hal yang harus dilakukan. Semua itu untuk menjamin keresmian badan usaha yang dimiliki. Tak hanya masalah tersebut saja pendirian sebuah badan usaha sering kali mengalami kendala sebab banyak orang yang tidak paham bagaimana cara untuk mendirikan sebuah badan usaha yang aman dan mudah. Badan usaha yang didirikan cukup beragam, salah satu yang cukup banyak di dirikan pada masa milenial ini adalah pendirian CV.

 

Untuk para generasi milenial saat ini mendirikan CV tergolong lebih mudah dari pada mendirikan PT. Selain karena dana yang dibutuhkan lebih kecil, CV juga jauh lebih mudah dalam penanganannya sebab CV masih tergolong dalam badan usaha kecil yang memiliki cakupan cukup luas.

 

Untuk menghindari kebingungan para pendiri badan usaha, ada baiknya jika mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendirikan sebuah CV. Berikut langkah-langkah mudah untuk mendirikan sebuah CV bagi para pengusaha pemula:

 

1. Lengkapi persyaratan

Syarat untuk dapat mengajukan sebuah badan usaha CV tidak terlalu rumit. Para Pemilik badan usaha harus menyerahkan setidaknya beberapa  data utama yang digunakan untuk melakukan proses pendaftaran. Keenam persyaratan tersebut antara lain adalah fotokopi KTP,KK, NPWP terbaru. Itu adalah syarat utama yang harus dipenuhi oleh para calon pendaftar badan usaha. Setelah itu calon pendaftar harus menyerahkan fotokopi pajak bumi bangunan tahun diajukan pendirian, lalu fotokopi surat kontrak atau sewa kantor setalah itu para calon pengaju badan usaha harus memiliki surat domisili dari kantor yang akan di tempati. Lampiran terakhir yang harus disertakan oleh para calon pengaju badan usaha ini adalah foto tampak luar dan tampak dalam dari ruko atau tempat usaha yang akan digunakan.

 

2. Pergi ke instansi yang berwenang

Setelah memenuhi persyaratan tersebut para calon pengaju badan usaha harus mendatangi kantor yang berwenang. Kantor yang mengurus proses pengajuan badan usaha adalah kantor notaris. Notaris akan membantu para pemilik badan usaha untuk mengajukan data yang dimiliki oleh para calon pemegang kendali CV ini.

3. Pengecekan oleh notaris

Hal selanjutnya adalah notaris akan melakukan pengecekan terhadap data yang diberikan. Notaris akan memberikan rekomendasi terhadap nama-nama CV yang akan digunakan. Sering kali orang-orang menggunakan nama CV yang hampir serupa dengan milik orang lain karena persamaan ini lah biasanya nama CV ditolak.

 

4. Pembuatan akta

Ketika nama yang disepakati telah berhasil di cek dan tidak sama dengan nama dari agensi lain maka hal selanjutnya yang akan dilakukan oleh notaris adalah pembuatan akta. Pembuatan akta ini memerlukan waktu beberapa hari karena notaris masih harus kembali mencocokan data pada setiap syarat yang diberikan. Setelah data final dan tidak ada perubahan maka notaris bisa menerbitkan surat akta. Berbeda halnya ketika klien atau pemilik badan usaha menginginkan nama lain atau masih belum yakin dengan data yang diajukan maka proses penerbitan akta bisa jauh lebih lama.

 

5. Penandatanganan akta

Setelah semua sepakat dan tidak ada perubahan data maka antara notaris dan pemilik badan usaha bisa melakukan penandatanganan. Penandatanganan ini akan dihadiri saksi dari dua belah pihak dan akan diresmikan dengan pemberian akta pada pemilik badan usaha. Setelah selesai melakukan penandatanganan maka proses pengajuan CV telah selesai sepenuhnya. Para pemilik badan usaha dapat secara langsung mengembangkan badan usaha yang dimilikinya.