Ini Dia Beberapa Ajaran Imam Syafi’i
Loading...

Imam Syafi’i merupakan ulama besar Mekkah yang dikenal karena kedalaman ilmu fiqih dan kemampuan berbahasa Arabnya yang luar biasa. Ia melahirkan mazhab yang dikenal tidak melihat baik suatu permasalahan (istihsan), menolak pemujaan hawa nafsu, dan semua hukumnya berdasar kuat pada Al-Qur’an, sunnah, ijma, dan qiyas. Kisah Imam Syafi’itelah dikenal seluruh umat Islam, namun tahukah kamu apa saja ajaran mazhab Imam Syafi’i? Ini dia uraiannya.

 

1. Rokok Hukumnya Haram

Salah satu ulama Syafi’iyah bernama Ibnu ‘Allaan Al-Bakriy As-Shiddiqiy Asy-Syafi’i yang wafat pada tahun 1057 Hijriah mengharamkan rokok dalam kitab khususnya yang berjudul “I’laamul Ikhwan Bituhriimu Tanaawuliddukhaan” atau artinya “Pemberitahuan Kepada Saudaraku Akan Haramnya Rokok”. Dalam kitab tersebut ia berkata bahwa para ulama telah bersepakat tentang penjagaan akal dan melindungi akal dari hal-hal yang bisa merubah pikiran dan membuat akal melayang. Rokok dikatakan dapat membuat pening kepala si pengisapnya, terutama untuk yang pertama kali mencoba. Oleh karena dampak yang diberikan tersebut, maka para ulama Syafi’i sepakat mengatakan bahwa rokok itu haram hukumnya.

 

2. Wanita Wajib Bercadar

Menurut Mazhab Imam Syafi’i yang berdasar kuat pada Al-Qur’an dan sunnah, hukum cadar bagi wanita adalah wajib, karena wanita merdeka auratnya adalah seluruh tubuh. Adapun dengan batasan aurat atau bagian tubuh yang boleh terlihat pada wanita yakni wajah dan telapak tangan adalah khusus pada saat pelaksanaan solat. Di luar solat, seluruh tubuh wanita adalah aurat yang harus ditutupi.

 

Perkataan Imam Syafi’i mengenai hal tersebut adalah bahwa wanita berbeda dengan laki-laki dalam batasan auratnya. Bagi wanita hendaknya menutup aurat dn mengulurkan jilbabnya dari atas kepala dan merenggangkannya d bagian wajah sehingga wajahnya tertutup. Namun dikatakan pada Mazhab Imam Syafi’i bahwa wanita tidak boleh menggunakan niqab.

 

3. Hukum Haram Musik

Iringan musik dalam shalawatan dianggap mazhab Syafi’i sebagai bentuk meniru kaum Nasrani dan cara peribatan mereka di gereja. Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya juga mengharamkan musik. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah berkata, “Sungguh akan ada dari umatku, kaum-kaum yang menghalalkan zina, mengenakan kain sutera bagi laki-laki, khamr atau segala sesuatu yang memabukkan, dan alat-alat musik.”

 

Hadits ini sahih adanya, dan dengan disandingkannya alat-alat musik dengan segala sesuatu yang haram lainnya maka dapat disimpulkan bahwa alat musik sama nilainya dengan khamr, yaitu haram. Diharamkannya alat musik membuat jika ada perusakan alat musik, maka seseorang yang merusakkannya tersebut tidak perlu mengganti alat musik tersebut. Musik juga dikatakan dapat menimbulkan hasrat untuk meminum khamr.

 

4. Memelihara Jenggot Bagi Laki-Laki

Sebuah hadits sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari berbunyi bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Potong tipislah kumis kalian, dan biarkan jenggot kalian!” Hal ini diperintahkan Rasul dan dipegang teguh oleh mazhab Syafi’i yang berladaskan kuat pada hadis.

 

Memelihara jenggot bagi laki-laki diperuntukkan untuk membedakan laki-laki Muslim dengan laki-laki musyrik. Nabi berkata dalam hadits yang diriwayatkan Muslim bahwa ada sepuluh fitrah, yakni memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq atau menghirup air ke dalam hidung saat berwudhu, memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan istinja atau cebok dengan air. Berkaitan dengan hadits tersebut, jika seorang laki-laki mencukur habis jenggotnya maka dikatakan bahwa ia telah keluar dari fitrah laki-laki tersebut.