Menentukan Posisi Terbaik AC di Ruangan
Loading...

Air Conditioner (AC) merupakan alat pendingin ruangan yang sering digunakan oleh masyarakat terutama saat musim panas atau kemarau. AC berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara dan membantu menurunkan suhu pada ruangan. AC tersedia dalam beberapa jenis dan berbagai ukuran seperti AC Low Watt, Standard, dan Inverter. Memilih jenis AC dapat ditentukan dari luas ruangan, kemampuan daya listrik, serta spesifikasi dari AC tersebut. Selain memlih jenis AC, hal yang paling penting untuk dipertimbangkan adalah bagaimana cara pasang AC yang benar. AC tidak bisa ditempatkan di sembarang bagian ruangan.  Hal ini akan berakibat pada kinerja AC yang tidak maksimal serta kesehatan orang-orang yang tinggal dalam ruangan ber-AC. Oleh karena itu, penting untuk dapat memasang AC secara benar.

 

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengaplikasikan cara pasang AC yang benar.Jika AC ditempatkan di dalam kamar tidur,  sebaiknya ditempatkan di sisi kanan atau sisi kiri tempat tidur. AC tidak boleh ditempatkan dalam keadaan berhadapan dengan tempat tidur atau berada di atas mulut tempat tidur. Mengapa? Jika AC ditempatkan dalam keadaan berhadapat dengan tempat tidur, udara dari AC akan langsung mengenai orang yang tidur. Hal ini tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan. Oleh karena itu, pastikan posisi AC ada di samping kiri atau kanan tempat tidur. AC juga tidak bisa ditempatkan rapat dengan plafon. Hal ini disebabkan AC akan mengambil udara di sekitar plafon yang ada di atas AC untuk kemudian diproses menjadi udara bersih dan lebih dingin. Jika jarak antara AC dan plafon terlalu rapat, maka udara yang diproses oleh AC menjadi tidak maksimal. Jarak aman antara AC dan plafon sekitar 15 cm. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jaraak antara AC terhadap lantai. Jarak ideal antara AC dan lantai adalah 2.5 m. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa angin dan udara yang AC keluarkan tidak langsung mengarah pada tubuh. Angin dan udara dari AC yang langsung mengenai tubuh tidak berefek baik pada kesehatan. Selain itu, jarak 2.5 m juga memungkinkan penyebaran udara dingin yang lebih merata ke seluruh penjuru ruangan.

 

Pemasangan AC juga harus memperhatikan letak AC dan unit luar. Lokasi pemasangan AC unit dalam harus dapat digunakan untuk pemipaan dan pemasangan kabel dengan unit luar. Selain itu, AC unit dalam juga perlu diberikan ruang yang cukup. Hal ini dilakukan untuk memastikan kemudahan akses saat terjadi masalah pada AC dan perlu diperbaiki. Posisi AC yang dipasang dalam ruangan juga tidak boleh menghalangi jalannya udara yang keluar dan masuk ruangan. Jika AC ditempatkan dalam posisi yang menghalangi udara untuk keluar dan masuk, akan ada banyak penumpukan bakteri dan kotoran dalam AC. Sehingga, kualitas udara yang didinginkan dan disirkulasikan oleh AC menurun. Hal ini tentu saja mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan orang yang tinggal dalam ruangan. Jika AC ditempatkan di ruang tamu, pastikan posisi AC tidak berhadapan atau mengarah ke pintu. Mengapa? Jika posisi AC mengarah langsung ke arah pintu yang sering dibuka dan ditutup, kinerja AC akan semakin berat. Sehingga beban listrik AC menjadi lebih banyak dibandingkan saat tidak berhadapan dengan pintu. Memasang AC dengan benar dapat menghindarkan dari resiko kesehatan serta penggunaan energi listrik yang berlebihan.